Panggilan Proyek Penelitian: Science et Impact 2026

Sesi 2026: Pendaftaran diperpanjang hingga 01/03/2026, Pukul 23.59 WIB

Wujudkan proyek kolaborasi ilmiah inovatif Anda antara Prancis, Indonesia, dan Timor Leste melalui program Science et Impact!

Diluncurkan oleh Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, program Science et Impact bertujuan untuk melengkapi proyek Anda, dengan menyediakan sebuah pendanaan yang fleksibel, reaktif, dan mudah guna mendukung kerja sama sains dan teknologi. Program ini bertujuan untuk mendukung para aktor Prancis dalam proyek kerja sama mereka dengan Indonesia dan Timor Leste, serta memenuhi beragam kebutuhan seperti konferensi sains, sidang disertasi, magang, seminar, survei/angket, terjemahan, peralatan, dll. Hibah ini juga bermaksud untuk memperkuat atau menginisiasi kerja sama yang terjalin antara institusi Prancis dan institusi Indonesia atau Timor Leste.

Perhatian khusus diberikan kepada pengembangan proyek-proyek kerja sama ilmiah yang ambisius di bidang inovasi, sejalan dengan Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.

Visibilitas capaian/luaran (publikasi, hasil penelitian yang konkrit, artikel di jurnal ilmiah) dari setiap proyek yang akan didanai diharapkan dapat mengilustrasikan manfaat yang nyata dari kerja sama sains antara Prancis, Indonesia dan Timor Leste.

Dana yang disediakan untuk setiap proyek maksimal 10.000 euro; pendanaan rata-rata sejak Oktober 2016 adalah sekitar 3.500 euro per proyek.

Bantuan dana ini berupa hibah yang disalurkan kepada sebuah institusi berbadan hukum di Prancis. Sebelum dana ditransfer, penerima wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa pengirim dibebaskan dari biaya transfer. Tidak diperlukan Surat Perjanjian antara Kedutaan Besar Prancis dan lembaga yang bersangkutan karena pendanaan ini bersifat sepihak.

Untuk pendaftaran silahkan isi formulir online berikut ini:


Formulir Science et Impact 2026

Perhatian 

  • Hanya satu sesi panggilan yang akan dibuka pada tahun 2026.
  • Satu formulir per proyek yang akan diterima.
  • Sekali terkirim, formulir tidak dapat diubah atau dibatalkan.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan mengunduh Panggilan Proyek Penelitian Science et Impact 2026.

Ada pertanyaan? Silakan kunjungi laman FAQ.

Untuk pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Kantor Kerja Sama Sains dan Teknologi di Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN melalui surel projet@ifi-id.com atau WhatsApp +62 21 23 55 79 25.

La Rochelle Université Rekrut 12 Kandidat Doktor dalam rangka “EU-DOCS for SmUCS”

La Rochelle Université meluncurkan sebuah program doktor internasional baru dalam rangka proyek MSCA COFUND (Horizon Europe) “EU-DOCS for SmUCS”, yang didanai bersama dengan Komisi Eropa. Proyek yang akan dimulai pada tahun akademik 2026 ini direncanakan merekrut 12 kandidat doktor.

Tujuan program ini adalah untuk menawarkan perkuliahan interdisiplin yang unggul kepada para kandidat doktor, melalui program disertasi co-tutelle antara La Rochelle Université dan berbagai universitas mitra seluruh dunia. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi akademik dan membentuk generasi baru peneliti yang ahli dalam Keberlanjutan Pesisir Kota yang Cerdas (Smart Urban Coastal Sustainability – SmUCS).

Untuk mendaftar, mahasiswa harus memiliki gelar Master (atau yang setara) pada saat mengajukan aplikasi pendaftaran. Adapun kriteria mobilitas yang diberlakukan oleh Marie Skłodowska-Curie, yakni kandidat tidak boleh menetap atau melakukan aktivitas utama (studi, pekerjaan, dll.) di Prancis selama lebih dari 12 bulan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sebelum batas waktu pendaftaran.

Program ini merupakan kesempatan menarik bagi para peneliti muda yang ingin terlibat dalam proyek-proyek yang memiliki dampak ilmiah dan sosial yang signifikan, demi transisi ekologis dan keberlanjutan lingkungan pesisir.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs La Rochelle Université.

Pesta Sains 2025: Eksplorasi Kecerdasan Emosi di Era Kecerdasan Buatan

Di era sekarang, kita hidup di dunia yang semakin kompleks. Adanya tuntutan akademik, pekerjaan, dan sosial seringkali membuat kita tertekan. Di sisi lain, teknologi dan kecerdasan buatan (AI) berkembang dengan sangat cepat, membuka peluang baru sekaligus menimbulkan pertanyaan: apa yang membuat manusia tetap berbeda dari mesin? Salah satu jawabannya ada pada kecerdasan emosional, yaitu kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi. Keterampilan ini bukan hanya penting untuk kesehatan mental, tapi juga untuk membangun hubungan sosial yang lebih sehat dan menghadapi perubahan zaman. Melalui Fête de la Science (Pesta Sains) 2025, IFI mengundang Anda ke talkshow interaktif yang menempatkan kecerdasan emosional di pusat dialog ini. Acara ini akan menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana kecerdasan emosional dapat membantu kita menghadapi tantangan dunia modern sekaligus menjaga kecerdasan yang berpusat pada manusia di tengah kemajuan teknologi. Pembicara:

  • Siti Rizky Ramdhana, Psikolog Klinis & Praktisi HR
  • Dr. Dian Kemala Putri, Dosen Peneliti bidang Psikologi Teknik di Universitas Gunadarma

PHC Nusantara 2026 : Kesempatan Menarik untuk Proyek Penelitian Anda

Apakah Anda memiliki kolaborasi penelitian antara Prancis dan Indonesia? Panggilan proyek penelitian Partenariat Hubert Curien (PHC) Nusantara 2026 telah dibuka untuk mendukung inisiatif Anda!

PHC Nusantara adalah program kerja sama bergengsi, yang diinisiasi bersama oleh Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis (MEAE), Kementerian  Pendidikan Tinggi dan Riset Prancis (MESR), beserta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia (KEMDIKTISAINTEK). Program ini bertujuan untuk memperkuat pertukaran ilmiah tingkat tinggi antara laboratorium riset di kedua negara.

Keikutsertaan aktif peneliti muda dan mahasiswa doktor sangat diharapkan dalam proyek penelitian yang diajukan. Tentunya, pendanaan ini menawarkan kesempatan unik dalam memberikan kontribusi pada inovasi sains.

Panggilan proposal penelitian terbuka bagi seluruh bidang riset, kecuali bidang pertahanan dan militer.

Jangan lewatkan kesempatan ini untuk mengembangkan proyek penelitian Anda sekaligus memperkuat kerja sama ilmiah Prancis-Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunduh dokumen berikut:

Bagi peneliti Prancis, untuk mengakses informasi pendaftaran panggilan proposal penelitian PHC Nusantara 2026, Anda dapat mengunjungi situs Campus France. Peneliti Prancis dapat memasukkan akun (login) mulai dari sekarang untuk mendaftar dan mengajukan proposal di laman ini.

Bagi peneliti  Indonesia, silahkan mengikuti langkah-langkah berikut:

Perhatian:
Hanya berkas pendaftaran yang cosubmitted di kedua situs web terkait (BIMA dan Campus France) yang akan dinyatakan layak diterima.

Tenggat pendaftaran 30 Oktober 2025

Sains dalam 3 Menit: Kilas Balik Final Kompetisi MT180 Indonesia 2025

Jumat, 15 Agustus 2025, Institut français d’Indonésie (IFI) menyelenggarakan final nasional kompetisi Ma Thèse en 180 secondes (MT180).

Lima mahasiswa doktor dan lulusan doktor muda yang fasih berbahasa Prancis, secara bergantian naik ke atas panggung untuk menghadapi sebuah tantangan besar. Di atas panggung, mereka mempresentasikan penelitian disertasi dengan bahasa yang jelas, mudah dicerna dan menarik, hanya dalam waktu 180 detik. Tantangan yang menggabungkan penyampaian ilmu pengetahuan secara sederhana dan keterampilan berbicara ini, telah memukau penonton dan para juri yang terdiri dari para ahli di bidang penelitian, komunikasi sains dan Bahasa Prancis.

Para Pemenang Tahun Ini

Juara 1 
Jakty Kusuma (Université de Montpellier & AgroParisTech
dengan presentasi bertajuk “ Gen dan Bajak Laut: Jelajah Molekuler di Balik Perang Pala bersama Pierre Poivre” 
berhasil meraih pendanaan hingga 1 500 € untuk mengikuti konferensi ilmiah internasional.

Juara 2 
Soleh Fajar Junjunan (INSA Centre Val de Loire & BRIN
dengan presentasi bertajuk “Bagaimana cara memadamkan kebakaran mesin dengan cepat dan efektif?” 
berhasil meraih pendanaan hingga 1 000 € untuk mengikuti konferensi ilmiah internasional.

Juara 3  
Acintya Ratna Priwati (Université Paris Cité & Universitas Gadjah Mada
dengan presentasi bertajuk “Menjadi orang Indonesia atau Prancis: bagaimana kita memandang masa lalu dan masa depan kita bersama?” 
berhasil meraih pendanaan hingga 500 € untuk mengikuti konferensi ilmiah internasional.

Adapun dua finalis lainnya yakni Harry Octavianus Sofian (Université Paris Nanterre & BRIN) dengan presentasi berjudul “Menelusuri asal-usul artefak logam dan manik-manik kaca di bagian selatan Sumatra” dan Bayu Suseno (IPB University) dengan presentasi berjudul “Memprediksi panen padi dari luar angkasa… bahkan saat langit mendung”. Keduanya juga memikat penonton dengan kualitas dan keunikan presentasi mereka.

Sebuah Acara yang Kaya akan Pertukaran Ide

Selain presentasi finalis, penonton juga menyimak pengalaman yang dibagikan oleh pelatih para finalis, Kirana Hernanda, serta presentasi kesempatan studi ke Prancis yang disampaikan oleh Campus France Indonesia. Tak hanya itu, sebuah kuis interaktif turut memeriahkan suasana yang hangat sekaligus menguji pengetahuan penonton.

Undangan khusus dan anggota juri pada edisi ini, Dr. Riza Putranto (lulusan doktor bidang biologi molekuler dari Université de Montpellier dan komunikator sains yang aktif di media sosial) berhasil membuka pandangan unik tentang persiapan kandidat dalam upaya menyampaikan ilmu pengetahuan kepada publik.

Sains untuk Semua

Diselenggarakan di Indonesia oleh IFI sejak tahun 2016, kompetisi MT180 bertujuan untuk mendekatkan penelitian dengan Masyarakat umum dan mempromosikan kemampuan komunikasi dan penelitian para mahasiswa doktor dan doktor muda. Selain tantangan untuk menceritakan hasil penelitian selama 3-4 tahun secara jelas dalam waktu 3 menit dan dalam bahasa Prancis, MT180 Indonesia mencerminkan kedinamisan kerja sama ilmiah dan akademik antara Prancis dan Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut terkait panggilan proyek penelitian dan kesempatan beasiswa penelitian, silakan kunjungi tautan berikut.

Simak kembali final 2025 !

Ringkasan Presentasi Finalis “Ma Thèse en 180 secondes” (MT180) Indonesia 2025

Harry Octavianus Sofian

Nama saya Harry Sofian, saya seorang arkeolog.
Disertasi saya tentang sejarah perdagangan logam dan manik-manik kaca di selatan Sumatra sungai Musi dan Batanghari, serta pegunungan Bukit Barisan. Lanskap geografis Musi dan Batanghari unik karena terdapat desa-desa pesisir kuno, pusat-pusat Hindu dan Buddha. Namun, di pegunungan Bukit Barisan terdapat tradisi megalitik di mana penduduk menggunakan batu-batu besar untuk upacara keagamaan.

Penelitian saya bertujuan untuk mengeksplorasi pertukaran benda-benda mineral dan teknologi antara budaya megalitik dan Hindu-Buddha. Saya menganalisis sekitar tiga puluh logam dan dua ratus manik-manik kaca. Hasilnya menunjukkan bahwa logam-logam tersebut merupakan produk lokal Sumatra. Namun, manik-manik kaca diimpor dari India, Mesopotamia, dan Mesir.

Kesimpulannya, jelas bahwa terdapat perdagangan antar kawasan yang luas Hal ini telah terjadi sejak 2000 tahun yang lalu di Asia Tenggara. Artinya, manusia telah bergantung pada sumber daya mineral sejak lama. Dan sekarang, apakah kita bisa hidup tanpa logam atau manik-manik kaca?
Andalah yang dapat menjawabnya.
Terima kasih banyak atas perhatian Anda.

Bayu Suseno

Halo semuanya.
Nama saya Bayu dan saya orang Indonesia.
Bagaimana menjadi orang Indonesia ? Mudah, makan nasi setiap hari. Makan tanpa nasi bukan
benar-benar makan bagi kami ! Sampai dengan 2025, beras tetap menjadi makanan pokok di Indonesia.

Pemerintah melakukan banyak program untuk menjamin ketersediaan beras dan meningkatkan
kesejahteraan petani. Pemerintah memantau sawah-sawah menggunakan survei lapangan. Metode ini presisi namun mahal untuk dilakukan pada wilayah yang luas seperti Indonesia. Apakah ada alternatif lain ? Ya, satelit ! Satelit bisa mengamati lahan pertanian di mana saja secara teratur dan bahkan gratis. Tapi ada sebuah masalah : Awan ! Di Indonesia, pada musim penghujan terdapat banyak awan yang bisa menghalangi pandangan satelit.

Lalu apa yang bisa dilakukan ? Apakah kita membutuhkan bantuan Rara, seorang pawang hujan untuk mengusir awan seperti saat MotoGP di Mandalika tahun 2022 ?
Tentu saja TIDAK !
Dalam penelitian saya, saya menemukan sebuah metode yang lebih masuk akal : MRTS-Boosting. Metode ini menggunakan data satelit untuk memantau sawah-sawah dengan lebih presisi meskipun pada saat musim penghujan.

Sebagai Kesimpulan, dengan MRTS-Boosting, pemerintah bisa memantau sawah-sawah dengan lebih presisi namun murah, dan …. Tanpa perlu memanggil Rara !
Terimakasih banyak atas perhatian Anda !

Soleh Fajar Junjunan

Halo semuanya!

Bayangkan sebuah truk besar berisi pasir Merapi, atau bus penuh penumpang, sedang melaju di jalan tol. Dan boom! Tiba-tiba, asap keluar dari kap mesin.

Itu api!
Panik!
Kebakaran ini sangat berbahaya bagi semua orang di dalam atau di luar kendaraan.

Sejak lama, untuk memadamkan api jenis ini, terutama pada kendaraan militer, orang-orang menggunakan gas: Halon. Masalahnya, gas ini merusak lapisan ozon. Jadi, bagaimana cara menemukan solusi yang efektif dan ramah lingkungan? Di sinilah disertasi saya berperan.

Saya mempelajari sistem yang disebut water mist. Sederhananya, ini adalah air yang diubah menjadi ribuan tetesan kecil, hampir seperti kabut. Tetesan ini memiliki kekuatan super: memadamkan api dengan menyerap panas dan mengurangi oksigen di sekitar api.

Selain itu, itu air… jadi bagus untuk lingkungan!

Untuk menguji semua ini, saya membuat ulang kebakaran nyata pada mesin kendaraan besar, tentu saja dengan aman! Kemudian saya menyemprotkan kabut air untuk melihat bagaimana
reaksinya berdasarkan beberapa parameter: tekanan air, penambahan aditif, termasuk
pengaruh ventilasi.

Hasilnya? Sangat baik!
Kabut air berhasil memadamkan api yang disebabkan oleh bensin atau oli, asalkan tekanan airnya sesuai. Aditif juga dapat meningkatkan efektivitasnya, jadi layak untuk dieksplorasi.

Singkatnya, disertasi saya mengusulkan solusi otomatis, efektif, ramah lingkungan, dan lebih aman untuk memadamkan kebakaran pada kendaraan besar. Berkat teknologi ini, truk, bus, dan bahkan kendaraan militer di masa depan akan dapat melindungi diri dari kebakaran dan melindungi penumpang… juga planet ini.

Terima kasih banyak atas perhatiannya!

Acintya Ratna Priwati

Acintya memiliki dua orang sahabat, Julia dari Indonesia dan Julie dari Prancis. Sebuah pertanyaan sederhana melintas di pikirannya, apa arti menjadi orang Indonesia atau orang Prancis? Apakah terkait tempat lahir, keluarga, maupun bahasa?

Di negara Barat seperti Prancis, pertanyaan ini sering diajukan, namun jarang di Indonesia. Untuk menjawabnya, ia menggali pertanyaan kepada lebih dari 1800 orang Indonesia dan lebih dari 700 orang Prancis. Pertanyaan yang diajukan meliputi arti menjadi orang Indonesia atau orang Prancis, peristiwa negara yang dianggap paling berkesan, dan pandangan mereka tentang masa depan negara.

Hasil menunjukkan bahwa orang Indonesia banyak membicarakan mengenai keluarga, asal usul, dan rasa bangga pada masa lalu negara, serta lebih positif mengenai masa depan negara. Jika diilustrasikan, ada “garis” yang naik dari masa lalu ke masa depan. Sementara orang Prancis menunjukkan “garis” yang sedikit menurun. Mereka lebih focus pada nilai-nilai, hukum, dan cenderung lebih khawatir mengenai masa depan
negaranya.

Kesimpulannya, cara kita memandang masa lalu dan masa depan negara dipengaruhi oleh budaya. Di Indonesia, kehidupan personal dan sosial bercampur (kecenderungan kolektivis) sementara di Prancis keduanya dipisahkan (kecenderungan individualis). Setiap negara memiliki latar belakang budayanya masing-masing, dan dengan mengenalinya, dapat membantu kita untuk memahami satu sama lain dengan lebih
baik.

Jakty Kusuma

Dulu, di pulau-pulau jauh Maluku, ada pohon kecil yang tenang namanya pala. Si pala ini nggak nyangka bakal jadi pusat dari kisah soal kekuasaan dan perdagangan yang heboh. Buah pala dulu termasuk rempah paling mahal: dipakai untuk obat, dan tentu saja buat bumbu supaya masakan makin harum.

Karena itu, Eropa berdatangan ke Maluku. Tujuan mereka jelas: kuasai perdagangan pala. Orang Belanda, lewat VOC-nya, menganggap pala itu seperti “debu emas”. Mereka mau monopoli total. Semua serba dikontrol supaya harga dan suplai tetap milik mereka.

Lalu muncul satu tokoh unik: Pierre Poivre, orang Prancis, sekaligus misionaris, tukang kebun, dan sedikit nekat macam pelaut bajak laut. Tujuan dia: memecah monopoli Belanda. Caranya? Nyuri (eh, menyelundupkan) biji pala, simpan di kantong kain, dan bawa jauh-jauh, dari Indonesia sampai Réunion. Intinya: dia bawa pala keluar dari cengkraman VOC.

Dalam tesis ini aku pakai alat molekuler untuk melacak asal usul pala. Hasilnya? Semua pala yang sekarang tersebar di dunia, dari Karibia sampai Madagaskar, secara genetik ternyata berasal dari Maluku Selatan. Jadi, hipotesisnya benar: sumber utama penyebaran pala global itu memang dari situ. Dan ya, bukti genetiknya cocok banget sama cerita sejarah, yang mana Pierre Poivre memang dapat bijinya dari Maluku Selatan.

Antara petualangan dan ilmu, kisah ini menghargai lelaki yang, dengan tas kain di pundak dan sedikit keberanian, berhasil mengubah nasib sebuah pohon… dan mungkin sedikit mengubah jalannya sejarah perdagangan rempah.

Jadi… bangga atau nyesel? 😉
Saya Jakty — terima kasih atas perhatiannya

Jangan Lewatkan Final Kompetisi “Ma Thèse en 180 secondes” (MT180) – Indonesia 2025

Lima mahasiswa doktor dan lulusan doktor muda akan beradu untuk memukau penonton dan juri dalam waktu masing-masing tiga menit.

Ayo datang untuk menjelajahi sains dengan cara baru pada Jumat, 15 Agustus 2025, Pukul 17.00-19.00 WIB di Auditorium Institut français d’Indonésie Jakarta (Thamrin). Final nasional kompetisi “Ma Thèse en 180 Secondes” (Disertasiku dalam 180 Detik) akan mempertemukan lima mahasiswa doktor dan doktor muda Indonesia yang berbakat untuk sebuah tantangan unik, yakni mempresentasikan penelitian mereka di depan publik dalam Bahasa Prancis dalam waktu tiga menit dengan jelas, penuh semangat dan dengan sentuhan humor.

Kompetisi ini dilahirkan di Australia (Three Minute Thesis) dan diadaptasi ke dalam dunia frankofon oleh Acfas pada tahun 2012. Format MT180 menonjolkan  kemampuan menyampaikanilmu pengetahuan secara sederhana dan keterampilan berbicara di depan umum, serupa dengan “TED Talks”. Diselenggarakan sejak tahun 2016 oleh Institut français d’Indonésie, acara ini menyoroti para peneliti muda dan memperkuat hubungan antara Prancis dan Indonesia.

Inilah para finalis tahun 2025 dan topik penelitiannya (disusun sesuai urutan tampil):

  1. Harry Octavianus Sofian (Université Paris Nanterre & BRIN)
    Menelusuri asal-usul artefak logam dan manik-manik kaca di bagian selatan Sumatra
  2. Bayu Suseno (IPB University)
    Memprediksi panen padi dari luar angkasa… bahkan saat langit mendung
  3. Soleh Fajar Junjunan (INSA Centre Val de Loire & BRIN)
    Bagaimana cara memadamkan kebakaran mesin dengan cepat dan efektif?
  4. Acintya Ratna Priwati (Université Paris Cité & Universitas Gadjah Mada)
    Menjadi orang Indonesia atau Prancis: bagaimana kita memandang masa lalu dan masa depan kita bersama?
  5. Jakty Kusuma (Université de Montpellier & AgroParisTech)
    Gen dan Bajak Laut: Jelajah Molekuler di Balik Perang Pala bersama Pierre Poivre

Setelah presentasi, tim juri yang terdiri dari para ahli di bidang sains dan Bahasa Prancis akan melakukan penilaian. Sembari menunggu penilaian juri, sebuah program interaktif akan menghibur para hadirin: kesan pesan dari pelatih peserta MT180, presentasi dari Campus France, dan kuis bersama penonton. Acara malam ini akan ditutup dengan penyerahan hadiah dan resepsi dengan suguhan ringan.

Hari, tanggal: Jumat, 15 Agustus 2025
Waktu:  Pukul 17.00-19.00 WIB (tersedia suguhan ringan)
Tempat: Auditorium IFI Thamrin, Jakarta
Gratis dengan pendaftaran melalui tautan ini https://bit.ly/MT180-ID-2025
Acara diselenggarakan dalam Bahasa Prancis, dengan terjemahan sebagian dalam Bahasa Indonesia.

Mengubah Niat Beraksi Menjadi Tindakan Nyata: La Nuit des Idées 2025 Ungkap Semangat Kerja Sama Prancis-Indonesia

Previous slide
Next slide

Lebih dari sekadar malam pertemuan penuh ide, serangkaian kegiatan selama satu minggu di empat kota di Indonesia telah mengubah perspektif tentang kemampuan individu dan kolektif dalam mewujudkan ide-ide menjadi suatu kemajuan nyata, sekaligus menunjukkan keberhasilan kemitraan Prancis dan Indonesia.

La Nuit des Idées diluncurkan di Paris pada tahun 2016 dan menjadi ajang berskala global yang setiap tahunnya mempertemukan ribuan orang di seluruh dunia dengan satu tujuan bersama, yaitu bersama-sama memikirkan kembali masa depan kita. Untuk edisi tahun 2025, festival internasional ini mengangkat tema “Pouvoir agir” atau “Saatnya beraksi”, mengajak publik mengeksplorasi kapasitas kita bersama untuk mengubah kondisi hidup dalam menghadapi tantangan besar dunia masa kini. 

Di Indonesia, hal tersebut menjadi perspektif yang sangat berarti selama periode 21–27 April lalu. Empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, menjadi tuan rumah bagi 29 acara yang menghadirkan sekitar 160 narasumber dan lebih dari 3.000 pengunjung. Jauh dari sekadar wacana intelektual, acara ini menunjukkan eratnya hubungan antara Prancis dan Indonesia serta potensi nyata yang lahir dari kolaborasi tersebut.

Peringatan Hari Lahir R.A Kartini: Pertukaran pandangan tentang hak-hak perempuan
Diskusi publik ‘Dinamika Hak-Hak Perempuan: Progresi atau Regresi?’ bersama moderator, Dr. Sari Damar Ratri, di IFI Thamrin, Jakarta, pada 21 April.

Pekan acara La Nuit des Idées dibuka bertepatan dengan peringatan Hari Lahir R.A Kartini atau hari peringatan kebebasan hak perempuan Indonesia, pada 21 April. Di Jakarta, diskusi “Dinamika Hak-Hak Perempuan: Kemajuan atau Kemunduran?” mempertemukan para pakar dari kedua negara untuk menelaah kemajuan dan kemunduran global terkait isu ini.

Pendekatan reflektif ini mencerminkan filosofi dari tema “Saatnya beraksi”, yaitu memahami mekanisme yang menghambat atau memperkuat pemberdayaan individu, baik dalam konteks ketimpangan gender, sosial, maupun wilayah. Kontribusi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Perempuan (UN Women Indonesia), Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM), akademisi Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), serta alumni program pendidikan Prancis menunjukkan bagaimana kerja sama pendidikan antara Prancis dan Indonesia memperkuat keahlian lokal.

Di Surabaya, pendekatan ini juga dilakukan melalui konferensi “Perempuan dalam Sains dan Kewirausahaan”, yang menghadirkan peneliti dan pengusaha perempuan lulusan Prancis untuk berbagi pengalaman mereka. Salah satunya adalah Yuliati Umrah dari Yayasan Alit, yang beberapa waktu lalu diundang ke Prancis. Yuliati mempresentasikan inovasinya dalam bidang pertanian lokal bagi petani muda sebagai contoh konkret pertukaran pengetahuan lintas batas.

Kecerdasan buatan untuk kemanusiaan
Lokakarya “La Nuit des Idées 2025” di Yogyakarta, pada 22 April, mengenai peran kecerdasan buatan dalam memperkuat kemampuan manusia melalui pendekatan ilmu humaniora.

Di Yogyakarta, Institut français Indonesia (IFI) dan UGM mengeksplorasi dimensi lain dari “kemampuan untuk bertindak” masa kini, peran kecerdasan buatan (IA) dalam pemberdayaan manusia. Lokakarya bertema “Enhancing AI Society through Humanities Sciences: Freedom to Act, Ability to Do” mempertemukan para ahli Prancis dan Indonesia untuk menjawab pertanyaan penting: bagaimana IA dapat memperkuat kapasitas manusia, alih-alih menggantikannya?

Pemikiran maju ini sejalan dengan kekhawatiran yang diangkat dalam sebuah forum di Paris, yakni dalam menghadapi “guncangan besar dunia”, regulasi publik seperti apa yang harus diciptakan? Diskusi tersebut membangun visi bersama mengenai teknologi yang mendukung perkembangan manusia.

Kompetisi Debat “Le Grand Débat”: Pemuda, sains, dan masyarakat dalam (inter)aksi
Kompetisi debat “Le Grand Débat”, di IFI Jakarta, pada 25 April, mempertemukan pemuda, alumni, dan pakar untuk berdialog tentang aksi nyata menghadapi ketimpangan dalam masyarakat.

Pada Jumat, 25 April, IFI Jakarta menggelar format acara baru, “Le Grand Débat – Pouvoir agir”. Layanan kerja sama sains dan universitas menyelenggarakan acara yang menciptakan dialog antargenerasi antara dua puluh pemuda, tiga alumni program pertukaran Prancis-Indonesia, serta empat pakar dari kedua negara (dosen, sosiolog, dan pakar komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM).

Pertanyaan utama “Bagaimana bertindak menghadapi ketimpangan?” mengungkap kedewasaan pemikiran generasi muda. Kompetisi debat oleh para kandidat muda dan pelatih alumni mereka dilanjutkan dengan diskusi bersama para ahli. Topik kompleks pun bermunculan, seperti bahasa sebagai hambatan atau alat kebebasan, perampasan wilayah oleh komunitas lokal, hingga perasaan ingin memiliki dampak nyata terhadap lingkungan sekitarnya.

Malam tersebut menjadi wujud nyata dari semangat La Nuit des Idées, mengubah kilas balik akademik menjadi keterlibatan dalam masyarakat, menciptakan jembatan antara pendidikan, penelitian, dan aksi masyarakat lintas generasi dan batas geografis.

Acara “La Matinée des Idées”: Tempat bertemunya berbagai ide
Duta Besar Prancis, Y.M. Fabien Penone, berdialog langsung dengan peserta pameran dalam acara ‘Matinée des Idées’ di IFI Thamrin, Jakarta, pada 27 April.

Puncak acara ini berlangsung pada Minggu, 27 April, lewat penyelenggaraan acara “Matinée des Idées” yang inovatif di Jakarta. Sekitar 1.500 pengunjung menjelajahi stan dari 27 LSM dan institusi, menciptakan ruang nyata bagi lahirnya berbagai solusi konkret.

Keragaman wilayah asal dari para mitra dan peserta acara menunjukkan semangat masyarakat Indonesia. Organisasi dari Jawa, Kalimantan, hingga Papua bersanding dengan lembaga penelitian Prancis, seperti Institut de Recherche pour le Développement (IRD) dan Centre de coopération Internationale en Recherche Agronomique pour le Développement (CIRAD). Ajang temu ini telah membantu mengidentifikasi sinergi baru antara keahlian ilmiah Prancis dan inovasi sosial Indonesia.

Tembok ekspresi, yang menampung 276 pesan dari pengunjung dari berbagai usia, menjadi wadah aspirasi publik mengenai pesan perdamaian, pelestarian lingkungan, dan kesetaraan gender berdampingan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat sadar dan peduli terhadap tantangan global.

Kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Y.M Fabien Penone, yang meluangkan waktu untuk berdialog dengan setiap peserta pameran, menegaskan pentingnya nilai diplomatik yang diberikan terhadap kemitraan lapangan semacam ini.

Keharmonisan, keberlanjutan, dan komitmen
Seminar “Kiprah Perempuan dalam Sains & Kewirausahaan” di IFI Surabaya, pada 25 April.

Beragam rangkaian acara ini bukan sekadar menjadi forum cara pandang bersama, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi kerja sama antara Prancis dan Indonesia. Pertemuan antara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memiliki berbagai misi, IFI, CIRAD, dan IRD telah menghasilkan peluang-peluang baru untuk kerja sama riset ilmiah.

Inovasi-inovasi yang dipresentasikan dalam bidang daur ulang kreatif maupun upaya melawan polusi plastik laut kini didukung oleh jaringan kerja yang semakin kuat. Bahkan, acara ini menunjukkan nilai dan prinsip keberlanjutan, seperti disediakannya ratusan gelas pakai ulang oleh mitra Balikin, seluruh katering berbasis nabati, logistik yang dikelola. Keselarasan antara apa yang disampaikan dan apa yang dilakukan benar-benar meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

Selain itu, salah satu pembicara dalam konferensi “Perempuan dalam Sains dan Kewirausahaan” di Surabaya dan rekan-rekannya telah merancang rencana berikutnya, yaitu menyelenggarakan konferensi dalam ajang International Youth Conference for Fair Trade and Sustainable Development yang dijadwalkan berlangsung di Bandung dan Surabaya pada 27 Oktober hingga 2 November 2025, dengan fokus undangan yang ditujukan kepada negara-negara di Afrika dan Asia.

Pendorong kerja sama Prancis-Indonesia
Foto bersama Duta Besar Prancis, Y.M Fabien Penone, di tengah rangkaian kegiatan ‘Matinée des Idées’.

La Nuit des Idées 2025 di Indonesia bukan hanya sekadar tema, tetapi juga membuktikan bagaimana kerja sama lintas sektor dan lintas generasi dapat berjalan secara efektif. Empat Institut Prancis di Indonesia berhasil menyesuaikan tema global dengan konteks lokal, melibatkan mitra media lokal, dan bersama-sama menciptakan sebuah acara yang benar-benar mencerminkan semangat kolaborasi Prancis-Indonesia.

Pendekatan ini sangat selaras dengan semangat “kemampuan untuk beraksi” dengan memperkuat inisiatif lokal di Indonesia maupun Prancis, dengan bertumpu pada jaringan internasional. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama sains, pendidikan, dan budaya dapat mendorong lahirnya solusi atas berbagai tantangan zaman, mulai dari krisis iklim hingga perkembangan kecerdasan buatan, termasuk isu kesetaraan.

Liputan media yang luar biasa menjadi bukti bahwa masyarakat peduli dengan tema yang diangkat. Acara La Nuit des Idées 2025 lebih dari sekadar ajang unjuk gigi budaya Prancis di Indonesia, namun juga membuktikan bahwa kedua negara mampu bersama-sama menciptakan jawaban atas kegelisahan di zaman. Dinamika ini telah membentuk fondasi yang kuat untuk edisi-edisi selanjutnya sekaligus mendorong pendalaman kerja sama Prancis-Indonesia dalam menghadapi tantangan besar di abad ini.

Untuk informasi lebih lanjut dan melihat program lengkap La Nuit des Idées 2025, silahkan klik di sini.

EFEO merekrut Asisten untuk perpustakaan dan penerbitan

Apakah Anda teliti, rapih, dan penuh rasa ingin tahu, senang mengelola buku dan terampil dengan perangkat lunak tata letak? Apakah Anda ingin bekerja di lingkungan ilmiah internasional, di persimpangan budaya dan disiplin ilmu? Bergabunglah dengan École française d’Extrême-Orient di Jakarta!

LINGKUNGAN PROFESIONAL

École française d’Extrême-Orient (EFEO) adalah lembaga penelitian publik Prancis di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset, Republik Prancis. Dengan misi khusus untuk melakukan kajian kebudayaan Asia, EFEO memiliki jaringan yang unik dengan 18 pusat penelitian di 12 negara di seantero Asia, yang memfasilitasi riset di lapangan yang dilakukan para penelitinya.

Pusat penelitian EFEO di Jakarta merupakan salah satu yang tertua dan paling dinamis dalam jaringan ini. Hadir di Indonesia sejak tahun 1950-an, EFEO melakukan program penelitian tingkat tinggi di bidang arkeologi, sejarah, filologi, antropologi, dan Islamologi. Kantor perwakilan EFEO di Jakarta mengembangkan kemitraan jangka panjang dengan berbagai lembaga di Indonesia dan menerbitkan karya-karya ilmiah, terutama dalam seri “Naskah dan Dokumen Nusantara”.

Kantor EFEO di Jakarta memiliki perpustakaan dengan referensi lebih dari 12.000 buku, yang terbuka untuk peneliti Indonesia dan mancanegara. Secara rutin, kantor EFEO menjadi tuan rumah bagi mahasiswa program S2 dan S3, penelitian lapangan, acara ilmiah, dan program penerbitan.

POSISI

Pekerjaan ini berlokasi di kantor perwakilan EFEO di Jakarta, yang dikepalai oleh Prof. Dr. Arlo Griffiths. Asisten akan ditempatkan di bawah tanggung jawab hierarkis Kepala Perwakilan dan berada di bawah tanggung jawab fungsional Direktur Perpustakaan EFEO di Paris untuk tugas-tugas pustakawan.

MISI

Asisten akan mengelola koleksi perpustakaan dan ikut melaksanakan kebijakan dokumentasi yang telah ditetapkan oleh lembaga. Selain itu, asisten akan melaksanakan tugas-tugas terkait dengan penerbitan buku ilmiah.

TUGAS

Secari lebih rinci, asisten akan menangani tugas-tugas berikut ini:

Di bidang perpustakaan:

  • Katalogisasi buku dalam bahasa Indonesia dan Eropa di sistem daring Prancis terpadu (SUDOC).
  • Akuisisi buku mengenai Indonesia dan kawasan Asian Tenggara, sesuai dengan kebijakan dokumentasi lembaga.
  • Akuisisi untuk perpustakaan Paris, dalam konsultasi dengan penanggung jawab koleksi Asia Tenggara di Perpustakaan Paris.
  • Mempersiapkan dan memantau pengiriman buku ke Paris.
  • Membantu menyambut dan memberi informasi kepada para pembaca.
  • Membantu tugas-tugas lintas bidang (merapikan dokumen, membuat laporan, dll.).

Di bidang penerbitan:

  • Memeriksa kesesuaian teknis dan kualitas dokumen yang diterima (struktur, teks, gambar) pada setiap tahap proses publikasi (format kertas dan digital).
  • Ikut memeriksa dan menerapkan aturan ejaan, tata bahasa, sintaksis, dan tipografi pada teks, dengan menggunakan format Word.
  • Pembuatan tata letak buku dengan menggunakan InDesign.
  • Tata letak halaman (cetak dan digital), sesuai dengan pedoman grafis yang berlaku di seri-seri penerbitan EFEO.
  • Akuisisi, pembuatan, atau pengoptimalan ilustrasi menggunakan Illustrator atau Photoshop.
  • Komunikasi, baik secara tertulis maupun lisan, dengan penulis dan pihak lain (penerjemah, penerbit, percetakan).
  • Memantau hubungan kontrak dengan pemberi jasa: meminta penawaran, membuat kontrak, memproses faktur, dan memeriksa kepatuhan terhadap syarat dan ketentuan kontrak.
  • Distribusi karya yang telah diterbitkan di Indonesia dan ke luar negeri.
  • Membantu mengerjakan estimasi anggaran penerbitan.

Kegiatan umum

  • Membantu penerjemahan dokumen ke dalam bahasa Indonesia.
  • Penulisan dan penyebaran konten di newsletter bulanan EFEO dan di jejaring sosial EFEO Jakarta.
  • Kontribusi pada penyelenggaraan acara (kegiatan ilmiah, resepsi untuk tamu dan mitra, dan lain-lain).
  • Kontribusi pada kelangsungan pekerjaan harian, khususnya membantu dalam bidang keuangan

KETERAMPILAN

Pengetahuan dan keterampilan teknis:

  • Ilmu dasar tentang perpustakaan.
  • Pengetahuan tentang kaidah-kaidah tipografi, tata bahasa, dan ejaan dalam bahasa Indonesia.
  • Pengetahuan tentang tata letak dan standar publikasi (cetak dan digital).
  • Pengetahuan tingkat lanjut mengenai perangkat lunak penerbitan: InDesign, Ilustrator, Photoshop.
  • Kemahiran menggunakan perangkat lunak perkantoran, terutama Word, untuk persiapan dan koreksi naskah, serta Excel untuk manajemen data kuantitatif.
  • Bahasa: Indonesia, Prancis (min. B1) dan Bahasa Inggris (min. IELTS 5.5/TOEFL 500).
  • Tingkat pendidikan: S1

Keterampilan organisasi dan interpersonal:

  • Daya komunikasi interpersonal yang baik
  • Cekatan dan mampu beradaptasi dengan kendala jadwal
  • Ketelitian dan keterampilan organisasi
  • Dinamis dan berkomitmen
  • Kemampuan untuk membuat laporan
  • Fleksibilitas, keterampilan kerja tim
  • Otonomi

Lokasi kerja

École française d’Extrême-Orient (EFEO) Jl. Jeruk Purut Dalam no. 36A RT.6/RW.3, Cilandak Timur, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12560 Indonesia

Ketentuan rekrutmen

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap kesetaraan profesional dan keragaman, EFEO memerangi segala bentuk diskriminasi dan mendorong semua kandidat yang memenuhi syarat untuk melamar. Posisi ini dibuka mulai 1 Juli 2025. Posisi ini penuh waktu, untuk jangka waktu 12 bulan, kemudian dapat diperpanjang.

Gaji

Antara Rp 7.000.000 hingga Rp 9.000.000 kotor per bulan, tergantung dari profil dan pengalaman.

Pengajuan lamaran dan kontak

Mohon kirimkan CV, salinan ijazah dan surat lamaran (dalam bahasa Indonesia, Prancis atau Inggris) kepada Bapak Arlo Griffiths, Kepala Perwakilan EFEO Jakarta di arlo.griffiths@efeo.net.

Batas waktu pendaftaran

12 Juni 2025

La Nuit des Ideés 2025: Saatnya Beraksi?!

Mulai 21 hingga 27 April 2025, Malam (atau lebih tepatnya, Pekan) Pertemuan Ide siap mengubah kota Anda menjadi wadah ide yang hidup dan kreatif!

Sebuah festival internasional luar biasa yang memberi kesempatan kepada publik untuk bersuara 

Pernahkah Anda membayangkan, sebuah acara di mana batas-batas intelektual memudar, ide-ide bebas berkeliaran, bahkan setiap percakapan dapat melahirkan sebuah perubahan? Lahir pada tahun 2016 di Paris, La Nuit des Idées (Malam Pertemuan Ide), sebuah pertemuan tahunan yang mempertemukan jutaan orang dengan keinginan yang sama : untuk bersama-sama membayangkan kembali masa depan kita.

Tema tahun 2025: “Saatnya Beraksi” 

Untuk edisi tahun 2025, Nuit des Idées mengusung tema besar “Saatnya Beraksi”. Sebuah tema yang mengajak kita untuk merenungi bersama kemampuan kita untuk mengubah dunia. 

Dari Jakarta hingga Paris, dari Tokyo hingga Meksiko, ratusan Institut français akan mengeksplorasi bagaimana ide, komitmen, dan inovasi kita dapat menciptakan perubahan nyata dalam menghadapi tantangan saat ini seperti iklim, teknologi, dan demokrasi. Sebuah kesempatan yang luar biasa untuk berdialog dengan para aktor perubahan dan inventor masa depan. 

Acara sepekan yang akan ditutup pada hari Minggu yang meriah dan participatif 

Sebuah festival dengan beragam aktivitas akan hadir pada Minggu, 27 April 2025, Pukul 06.00-13.00 WIB di IFI Thamrin 

Saatnya beraksi dan berkreasi! Sebuah pertemuan partisipatif dan menyenangkan, untuk semua umur, yang mengubah refleksi menjadi pengalaman nyata. 

Apa saja kegiatannya? 

  • Mengeksplorasi stan NGO dan inisiatif komunitas. 
  • Menciptakan dan membuat sesuatu di lokakarya kreatif. 
  • Bergerak mengikuti irama pertunjukan seni. 
  • Mencicipi dan/atau memasak menu lezat yang ramah lingkungan.  
  • Berdialog dengan para agen perubahan. 
  • Menenangkan pikiran melalui workshop meditasi atau refleksi kolektif. 
  • Mengabadikan momen di pojok foto sebagai kenang-kenangan (dan temukan kejutan bagi pengunjung yang beruntung!) 

 

 

Acara ini didukung oleh:

Bersama BALIKIN, kami mengedepankan aspek tanggung jawab terhadap lingkungan dalam acara ini! Untuk edisi tahun 2025, mitra baru kami berkomitmen secara nyata dengan menyediakan 500 gelas guna ulang untuk pengunjung. Sebuah langkah sederhana, namun efektif: menghindari produk sekali pakai dan mengurangi dampak kita terhadap lingkungan.  

Siapa yang dapat berpartisipasi? Semua orang! 

Mahasiswa/pelajar, seniman, pengusaha, keluarga, dan siapapun yang memiliki antusiasme dan keingintahuan. Tidak ada syarat usia, daerah asal atau pengalaman tertentu. Satu-satunya syarat yaitu memiliki keinginan untuk berpikir, memahami dan beraksi. 

Jadi, siap untuk menata kembali dunia?  

Simak program lengkapnya dan daftarkan diri Anda. Tahun ini, Malam (atau “Pekan”) Pertemuan Ide bukan sekadar acara untuk ditonton, tetapi ajang untuk menjadi bagian dari perubahan. 

Temukan seluruh acara dalam sepekan di sini: 


Program La Nuit des Idées 2025