Tertarik untuk mengetahui bagaimana sains dan fermentasi dapat mengubah material hidup menjadi desain yang ramah lingkungan? Institut français d’Indonésie (IFI) mengundang Anda untuk mengeksplorasi masa depan biomaterial berkelanjutan dalam perhelatan Fête de la Science (Pesta Sains) 2026!
Dalam rangka Pesta Sains 2026, acara tahunan berskala internasional yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Antariksa (MESRE) Prancis ini mengusung tema « Saveurs savantes » atau “Sains dan Cita Rasa”. Pada edisi kali ini, IFI turut menghadirkan perhelatan tersebut di Auditorium IFI pada hari Rabu, 7 Oktober 2026, Pukul 14.30-16.30 WIB.
Tahun ini, IFI mengangkat tema “Material Hidup: Ketika Sains dan Desain Bertemu” untuk mendiskusikan mikrobiologi dan seni kontemporer pada fermentasi, sebuah proses produksi tradisional dalam budaya kuliner Indonesia yang kini membuka cakrawala baru bagi biomaterial sirkular dan desain berkelanjutan. Acaraini diselenggarakan bersama Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) menjelang edisi ke-16 ICAD, sekaligus menunjukkan bagaimana material hidup, seperti SCOBY kombucha, dapat diubah menjadi karya desain.
Peserta akan disuguhkan presentasi dan diskusi inspiratif yang menghadirkan dosen Desain Produk di Podomoro University dan peneliti biomaterial berbahan kombucha, Dina Lestari dan desainer seniman dan pendiri kolektif Bakudapan Study Group, Elia Nurvista, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi di panggung untuk menampilkan bagaimana biomaterial yang berasal dari kombucha dapat berubah. Acara ini terbuka bagi para mahasiswa, dosen dan siapa saja yang tertarik akan tema ini. Forum ini dapat menjadi wadah dialog yang unik mengenai pengurangan sampah, sistem pangan, dan inovasi antarbudaya antara Prancis dan Indonesia.
Acara akan berlangsung dalam Bahasa Indonesia.
Registrasi gratis dengan pendaftaran terlebih dahulu.
Profil Pembicara
Dina Lestari, Seniman dan Peneliti Material
Dina Lestari adalah seorang seniman asal Indonesia, peneliti di bidang biomaterial, dan dosen desain. Dina mengeksplorasi persimpangan antara seni, desain, mikrobiologi, dan material hidup. Penelitiannya secara khusus berfokus pada biomaterial berbasis SCOBY dan transformasinya menjadi material eksperimental, benda fungsional, serta karya seni. Melalui eksperimen material, ia mengeksplorasi bagaimana proses biologis dapat membuka perspektif baru bagi desain berkelanjutan dan kreasi artistik.




Elia Nurvista, Seniman Interdisipliner
Elia Nurvista adalah seorang seniman yang mengadopsi pendekatan interdisipliner, dengan mengangkat tema pangan untuk mengkritisi ketimpangan kekuasaan, sosial, dan ekonomi. Elia adalah pendiri Bakudapan Food Study Group (2015) dan telah memamerkan karyanya di Sharjah Biennale 15, Dhaka Art Summit, Karachi Biennale, serta Asia Pacific Triennial of Contemporary Art (APT9) di QAGOMA, Brisbane.



