Panggilan Proyek Penelitian : Science et Impact sesi September 2023

Sesi September 2023: Tenggat pendaftaran diperpanjang hingga 06/09/2023

Perkuat proyek kerja sama sains dan teknologi yang terjalin antara Prancis, Indonesia dan Timor Leste melalui program “Science et Impact”. Pendaftaran sesi kedua di tahun 2023 telah dibuka.

Diluncurkan oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan di Timor Leste, program ini melengkapi program-program yang telah ada, dengan menyediakan sebuah pendanaan yang fleksibel, reaktif, dan mudah untuk mendukung kerja sama sains dan teknologi. Bertujuan mendukung para aktor Prancis untuk terus melanjutkan proyek kerja sama mereka dengan Indonesia dan Timor Leste, serta mendukung beragam kebutuhan seperti konferensi sains, sidang disertasi, magang, seminar, survei/angket, terjemahan, dll., hibah ini juga bermaksud untuk memperkuat atau menginisiasi kerja sama yang terjalin antara institusi Prancis dan institusi Indonesia atau Timor Leste.

Sebuah realisasi yang berdampak dari setiap proyek yang akan didanai diharapkan dapat mengilustrasikan manfaat dari kerja sama sains antara Prancis, Indonesia dan Timor Leste.

Dana yang disediakan untuk setiap proyek maksimal 10.000 euro; pendanaan rata-rata sejak Oktober 2016 adalah sekitar 3.500 euro per proyek.

Bantuan dana ini berupa hibah yang disalurkan kepada sebuah institusi berbadan hukum di Prancis. Sebelum dana ditransfer, penerima wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa pengirim dibebaskan dari biaya transfer. Tidak diperlukan Surat Perjanjian antara Kedutaan Besar Prancis dan lembaga yang bersangkutan karena pendanaan ini bersifat sepihak.

Untuk pendaftaran silahkan isi formulir online berikut ini :


Formulir Science et Impact sesi September 2023

Perhatian

  • Satu formulir per projek yang akan diterima.
  • Sekali terkirim, formulir tidak dapat diubah atau dibatalkan.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan mengunduh Panggilan Proyek Penelitian Science et Impact September 2023

Untuk pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Kantor Kerja Sama Sains dan Teknologi di Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan di Timor Leste melalui surel projet@ifi-id.com.

Panggilan Proyek Penelitian Prancis-Indonesia: PHC Nusantara 2024

Raih pendanaan untuk kolaborasi penelitian Prancis-Indonesia dengan program Hubert Curien Nusantara. Pendaftaran telah dibuka !

PHC Nusantara adalah program Partenariat Hubert Curien (PHC) yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis (MEAE), Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Prancis (MESR), beserta pihak terkait di Indonesia yaitu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMDIKBUDRISTEK).

Program pendanaan penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pertukaran pengetahuan dan teknologi antara pusat-pusat penelitian di kedua negara.

Keikutsertaan aktif peneliti muda dan mahasiswa doktor sangat diharapkan dalam proyek penelitian yang diajukan.

Panggilan ini terbuka bagi seluruh bidang penelitian (kecuali bidang Pertahanan dan Militer), khususnya di bidang ekonomi biru, ekonomi hijau dan ekonomi digital; kesehatan dan obat-obatan,  penanganan stunting; serta metodologi untuk mendukung inovasi dan kemandirian produksi farmasi dan alat kesehatan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunduh dokumen berikut:

Bagi peneliti Prancis, informasi pendaftaran dapat diakses melalui tautan ini.

Bagi peneliti yang berbasis di Indonesia, proses pendaftaran wajib dilakukan melalui situs Bima dan situs Sumber Daya DIKTI.

Jika melakukan pendaftaran hanya melalui salah satu situs, maka berkas dinyatakan gugur.

Tenggat pendaftaran telah diperpanjang:

Untuk tim Prancis: 11 Oktober 2023

Untuk tim Indonesia: 13 Oktober 2023

Peneliti Prancis dapat memasukkan akun (login) mulai dari sekarang untuk mendaftar dan mengajukan proposal di laman ini.

Pengumuman Penerima Beasiswa Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN) 2023

Institut Français d’Indonésie – Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dengan bangga mengumumkan penerima beasiswa Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN) tahun 2023.

Pada edisi 2023, dari 36 aplikasi yang diterima, lebih dari setengahnya berhasil melewati seleksi penilaian juri. Pemenang beasiswa yang terdiri dari 11 peneliti muda dan 9 peneliti senior telah melaksanakan perjalanan ilmiah di Prancis sejak bulan Juni 2023.

Pendaftaran program beasiswa SSHN 2023 telah ditutup. Silakan mengunduh daftar kandidat terpilih dengan mengunjungi tautan ini.

Webinar Persiapan Mobilitas PHC Nusantara ke Indonesia dan ke Prancis

Pada tanggal 24 April 2023, Kantor Kerja Sama Sains dan Teknologi Institut Français d’Indonésie (IFI) – Kedutaan Besar Prancis di Jakarta bersama Campus France telah menyelenggarakan webinar untuk mempersiapkan keberangkatan penerima pendanaan program PHC Nusantara. Webinar tersebut membahas berbagai topik yang berkaitan dengan prosedur administrasi Campus France (tenggat waktu, dokumen yang harus disiapkan, pengeluaran yang memenuhi syarat, penggantian biaya), serta analisis pengaruh dan pentingnya program ini bagi kedua negara.

Webinar ini dimulai dengan presentasi dari Thierry Goubier, Atase Kerja Sama Sains dan Teknologi, Institut Français d’Indonésie – Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Beliau mengatakan bahwa salah satu tujuan PHC Nusantara adalah untuk menginisiasi kolaborasi ilmiah yang berkelanjutan antara Prancis dan Indonesia.

Selain itu, Dimitri Lévêque, Perwakilan Kementerian Eropa dan Luar Negeri (MEAE), menggarisbawahi pentingnya partisipasi para peneliti sebagai aktor kunci dalam pertukaran pengetahuan dan teknologi yang unggul di antara laboratorium-laboratorium penelitian di kedua negara.

Kristiana Stoitseva, Koordinator bidang Keahlian Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset (MESR), mempresentasikan proses evaluasi proposal dan analisis pengaruh program PHC secara global. Analisis tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengaruh program PHC yang berkaitan dengan kelanjutan program, serta peningkatan anggaran. Berdasarkan analisis program PHC dari tahun 2005 – 2020, sebanyak 81% kolaborasi penelitian terus berlanjut setelah program berakhir.

Di samping itu, para peneliti disarankan untuk menyertakan penyebutan pendanaan program PHC Nusantara dalam publikasi mereka agar dapat mempromosikan program dan proyek penelitian yang didanai. Contoh kalimat akan dikirimkan kepada para peneliti.

François Pradal, Penanggung Jawab bidang Penelitian Campus France menjelaskan pelaksanaan teknis mobilitas dan penggunaan dana. Beliau menginformasikan kepada peserta bahwa waktu terbaik untuk mengajukan permohonan mobilitas setidaknya tiga minggu sebelum rencana keberangkatan (sebelum tanggal 15 November). Namun, bagi mereka yang tidak dapat melaksanakan mobilitas pada tahun ini, dimohon untuk menginformasikan hal tersebut kepada Kantor Kerja Sama Sains dan Teknologi IFI-Kedutaan Besar Prancis sesegera mungkin agar anggaran dapat dialokasikan kepada peneliti lain.

Selama sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang diajukan, antara lain tentang perjanjian kerja sama. Kesimpulannya, ketersediaan perjanjian kerja sama akan diapresiasi untuk merealisasikan proyek penelitian dengan lebih baik.

Terkait visa, kunjungan singkat (kurang dari 60 hari) dapat menggunakan jenis Visa on Arrival (VoA). Sedangkan, prosedur klirens etik dan visa peneliti (C315) masih diperlukan bagi para peneliti yang akan melakukan penelitian lapangan. Untuk informasi lebih lanjut terkait prosedur, silakan menghubungi projet@ifi-id.com.

Penyelenggaraan Webinar oleh Kemdikbudristek

Di Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) juga telah menyelenggarakan webinar persiapan keberangkatan pada tanggal 4 Mei 2023. Hampir seluruh peserta mengikuti pertemuan tersebut. Pihak Kementerian mempresentasikan proses administrasi terkait kontrak dua sumber pendanaan yang berbeda, yaitu SAME dan BOPTN. Para pemenang harus mengisi informasi yang diperlukan pada situs Kemdikbudristek untuk keperluan pencairan dana penelitian dan mobilitas.

Pada webinar ini, Kantor Kerja Sains dan Teknologi IFI-Kedutaan Besar Prancis juga berkesempatan menginformasikan prosedur permohonan visa dan daftar dokumen yang harus disediakan dalam permohonan tersebut. Tim Kerja Sama Sains dan Teknologi akan dikerahkan untuk memastikan kesiapan dokumen untuk permohonan visa.

Direktorat Sumber Daya Kemdikbudristek meminta kepada para pemenang untuk mengirimkan laporan aktivitas selambatnya bulan Desember 2023. Mobilitas ke Prancis harus dijadwalkan pada tahun 2023, dengan durasi minimal 1 bulan dan maksimal 3 bulan. Para peneliti kedua negara harus menentukan jadwal agar dapat melaksanakan kunjungan masing-masing dengan baik.

Direktorat Riset Kemdikbudristek bersama Kantor Kerja Sains dan Teknologi IFI-Kedutaan Besar Prancis mengharapkan agar program penelitian ini dapat memberikan kesempatan kepada pemenang untuk memperluas jejaring akademis dan professional, berbagi pengetahuan dan memperoleh ketrampilan penelitian baru. PHC Nusantara tentunya dapat menjadi sarana kolaborasi yang memungkinkan para pemenang memanfaatkan peluang-peluang lain, seperti program Eropa.

Kantor Kerja Sains dan Teknologi IFI-Kedutaan Besar Prancis mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan berharap agar proyek penelitian mereka sukses terlaksana.

Berikut ini Penerima Pendanaan Proyek Penelitian Science et Impact Sesi Maret 2023

Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan Timor Leste telah selesai menyeleksi para penerima pendanaan Science et Impact edisi Maret 2023 untuk mendukung kerja sama sains dan teknologi antara Prancis, Indonesia dan Timor Leste.

Dari 38 proyek yang diajukan, sebanyak 16 proyek telah terpilih sebagai pemenang oleh juri.

Adapun kriteria penilaian adalah sebagai berikut:

  • Dukungan aktif dari mitra Prancis dan Indonesia atau Timor Leste dalam proyek, dapat berupa pendanaan dll;
  • Keterlibatan mahasiswa atau peneliti muda;
  • Kualitas dan tujuan aksi/penelitian yang akan didanai;
  • Dampak yang diharapkan (contoh: target publik, publikasi artikel ilmiah, publikasi acara/seminar yang diselenggarakan, atau upaya lain yang digunakan untuk mempromosikan penelitian yang dilakukan);
  • Potensi jangka pendek dan jangka panjang;
  • Kesesuaian antara dana yang diminta dengan aktivitas yang direncanakan.

Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan turut bangga dapat mendukung proyek-proyek terpilih. Silakan lihat daftar penerima pendanaan.

Sesi kedua panggilan proyek penelitian ini akan dibuka pada bulan Juni 2023.

Datang dan Saksikan Pameran Demografi “Delapan Miliar Manusia… Selanjutnya Apa?” di IFI!

Pameran ini disusun dari hasil dokumentasi dan analisis para pakar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial terkait masa depan kita. Pameran yang dihelat di lobi IFI Thamrin ini bisa disaksikan secara gratis hingga April 2023.

Pameran ini digelar bekerja sama dengan konseptornya, UniverscienceLa Cité des sciences et de l’industrie di Paris, di mana pameran yang sama juga tengah berlangsung, serta bermitra dengan Dewan Ilmiah l’Institut national d’études démographiques (Ined).

Pada bulan November 2022, jumlah populasi dunia telah mencapai ambang 8 miliar manusia. Dengan beberapa pertanyaan kunci. Seperti apa skenario-skenario evolusi demografis kita? Bagaimana masyarakat bisa beradaptasi dengan keseimbangan-keseimbangan baru ini? Bisakah planet kita menampung sedemikian banyak manusia?

Ada 4 investigasi

Akhir dari membludaknya manusia
Bumi telah mengalami dua abad ekspansi demografis yang luar biasa. Namun, dinamika ini sekarang akan segera berakhir. Infografi WeDoData.

Ketika demografi merombak peta
Pada tahun 2100 akan ada sekitar 10 miliar manusia penghuni dunia. Raksasa-raksasa baru seperti Nigeria akan muncul di samping India atau Cina, jauh di depan negara-negara Barat. Sebuah investigasi oleh Marina Julienne.

Terlalu banyak orang untuk diberi makan?
Akankah Bumi mampu memberi makan 10 miliar manusia? Jawabannya adalah ya, asalkan kita menghasilkan, mengonsumsi, dan mendistribusikan sumber daya dengan lebih baik. Sebuah investigasi oleh Barbara Vignaux.

Populasi yang menua
Merosotnya angka kelahiran dan meningkatnya usia harapan hidup menyebabkan proporsi lanjutusia terus naik. Apa saja konsekuensinya? Sebuah investigasi oleh Kassiopée Toscas.

9 Proyek Telah Terpilih pada Program BOPTN SAME PHC Nusantara

Tanggal 14 Februari lalu, komite gabungan Prancis-Indonesia telah memilih sembilan proyek baru pada program Partenariat Hubert Curien (PHC) Nusantara edisi 2023. Berdasarkan tematik, tema biologi, kedokteran dan kesehatan menjadi bidang yang paling mendominasi proposal yang didanai (sepertiga dari proposal berasal dari bidang tersebut).

PHC Nusantara utamanya mendanai mobilitas peneliti yang memungkinkan mereka melakukan perjalanan untuk melakukan eksperimen bersama atau memperoleh pengalaman di laboratorium mitra. Pihak Indonesia berkomitmen membiayai mobilitas dan penelitian para peneliti Indonesia melalui program BOPTN dan SAME Prancis. Sedangkan, pihak Prancis berkomitmen untuk menanggung seluruh biaya terkait mobilitas peneliti Prancis untuk periode 2023-2024 (selama dua tahun).

Rapat bilateral ini dihadiri oleh Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis (MEAE), Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset (MESR), Kedutaan Besar Prancis dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbudristek).

Rapat dibuka oleh Direktur Riset, Teknologi, Pengabdian Kepada Masyarakat Kemdikbudristek. Dalam kata sambutannya, Bapak Faiz Syuaib menggarisbawahi bahwa program PHC Nusantara telah berkontribusi pada peningkatan jumlah publikasi ilmiah pada jurnal internasional dan transfer pengetahuan antar peneliti di kedua negara.

Lebih lanjut, menurut Bapak Mohammad Sofwan Effendi, Direktur Sumber Daya Pendidikan Tinggi Kemdikbudristek, riset dan mobilitas peneliti merupakan aspek penting dalam program pengembangan kompetensi dosen peneliti. Beliau menekankan bahwa program ini termasuk dalam daftar prioritas kementerian.

Di samping itu, Bapak Stéphane Dovert, Konselor Kerja Sama Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam bidang penelitian untuk meningkatkan peringkat universitas, terutama melalui publikasi ilmiah. Beliau menyebutkan bahwa PHC Nusantara bertujuan untuk mendukung pengembangan program joint PhD antara universitas di Indonesia dan di Prancis.

Pada kesempatan ini, Ibu Audrène Eloit, Perwakilan MEAE, menyatakan bahwa sebuah kehormatan dapat berpartisipasi dalam rapat komite gabungan program PHC Nusantara. Beliau menyampaikan bahwa program tersebut merupakan instrumen penting untuk Prancis dalam menjaga hubungan kerja sama dengan Indonesia, selaku aktor penting di kawasan Indo-Pasifik.

Selain itu, Koordinator Departemen strategi, ahli dan manajemen program kerja sama internasional, MESR, Bapak Christophe Delacourt berkesempatan untuk mempresentasikan impact analysis dari program Partenariat Hubert Curien (PHC) secara keseluruhan dan studi statistik untuk PHC Nusantara dari periode 2009-2020. Studi tersebut menunjukan bahwa 90% proyek penelitian yang diinisiasi oleh PHC Nusantara terus berkelanjutan setelah dua tahun, sehingga sebanyak 52% peneliti mendapatkan akses pendanaan baru.

Daftar penerima pendanaan BOPTN SAME PHC Nusantara 2023

Bagi peneliti Prancis, dokumen “Rapport final” dapat diisi pada akhir proyek sesuai format yang tersedia

  • Unduh di sini

Pembukaan Program Beasiswa France Excellence tingkat Doktor Tahun 2023

Tenggat waktu pendaftaran: 8 April 2023 Pukul 23.00 WIB

Kedutaan Besar Prancis di Indonesia — Institut Français Indonesia meluncurkan program beasiswa France Excellence tingkat doktor tahun 2023 yang bertujuan untuk memperkuat riset kolaborasi yang tengah berjalan antara kedua negara.

Beasiswa tersebut ditujukan kepada para kandidat yang ingin melanjutkan studi doktor di perguruan tinggi Prancis dan/atau mengikuti joint supervision. Pendanaan dapat berupa beasiswa penuh maupun parsial.

  • Beasiswa Penuh: pendanaan studi doktor berdurasi maksimal 36 bulan (3 tahun);
  • Beasiswa Parsial: pendanaan studi doktor berdurasi maksimal 18 bulan secara akumulatif selama 3 tahun.

Untuk mendaftar pada program Beasiswa France Excellence tingkat doktor, silakan mengunduh panduan pendaftaran ini dan mengisi formulir di bawah ini:


Formulir Beasiswa France Excellence S3

Appel à candidatures aux bourses de Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN) – Session 2023

Les inscriptions sont désormais fermées

L’Ambassade de France – Institut français d’Indonésie lancent un programme de bourse Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN) afin d’encourager la mobilité de chercheurs indonésiens souhaitant initier ou renforcer des projets de coopération scientifique de haut niveau entre les deux pays.

L’appel à candidature est ouvert aux doctorants, post-doctorants ou chercheurs indonésiens travaillant dans un établissement d’enseignement supérieur ou de recherche et ayant une coopération avec la France.

Cette bourse est divisée en deux catégories :

  • SSHN jeune chercheur (doctorants non-inscrits en France et chercheurs ayant obtenu leur thèse depuis 5 ans) ;
  • SSHN chercheur confirmé (doctorat de plus de 5 ans).

Cette bourse de mobilité flexible peut couvrir les frais de séjour de 1 à 3 mois en France sur la période du 1er mai au 31 décembre 2023.
Pour plus d’informations sur cette bourse, veuillez consulter le guide de candidature ici.

Pour vous inscrire, veuillez remplir le formulaire suivant :


Formulaire de bourse SSHN 2023

Témoignages de boursiers de SSHN 2022

Previous slide
Next slide

En savoir plus

Penawaran Beasiswa Mobilitas Penelitian di Prancis: Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN) – Edisi 2023

Pendaftaran sudah ditutup

Kedutaan Besar Prancis – Institut Français Indonesia meluncurkan program beasiswa Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN), guna memberikan dukungan perjalanan bagi para peneliti Indonesia yang ingin memulai atau menindaklanjuti berbagai proyek kerja sama ilmiah tingkat tinggi antara kedua negara.

Panggilan pendaftaran ini terbuka bagi mahasiswa S3, peneliti muda maupun peneliti senior yang bekerja di perguruan tinggi atau lembaga penelitian Indonesia yang memiliki kerja sama dengan Prancis.

Beasiswa ini terbagi menjadi dua kategori:

  • SSHN peneliti muda (mahasiswa S3 atau peneliti bergelar doktor kurang dari 5 tahun);
  • SSHN peneliti senior (peneliti yang bergelar doktor lebih dari 5 tahun).

Pendanaan mencakup mobilitas peneliti dan biaya hidup selama satu (1) hingga tiga (3) bulan di Prancis. Mobilitas dapat dilaksanakan antara tanggal 1 Mei sampai dengan 31 Desember 2023.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengakses panduan pendaftaran ini.

Untuk mendaftar, silakan mengisi formulir di bawah ini:


Formulir Beasiswa SSHN 2023

Testimoni Penerima Beasiswa SSHN 2022

Previous slide
Next slide

Lebih lanjut