Festival Sinema Prancis 2023 di Yogyakarta

Festival Sinema Prancis (FSP) kembali hadir dalam edisi ke-25!

Sejak dibentuk pada tahun 1996, Festival Sinema Prancis (FSP) diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis Indonesia dan Institut français Indonesia tersebar di banyak kota di Indonesia, dimana setiap tahunnya mengumpulkan ribuan penonton. 

Dari 17 hingga 26 November 2023, FSP kembali dalam format hybrid dan bekerja sama dengan platform streaming Klik Film dan distributor film XXI.

Sepanjang festival berlangsung, sebanyak lebih dari dua puluh film akan diputar di bioskop di 13 kota di Indonesia. Sedangkan dari tanggal 20 hingga 26 November 2023, 10 film akan tersedia untuk streaming secara gratis di platform Klik Film. Festival ini diselenggarakan untuk menyoroti keragaman dan kreativitas dari sinema Prancis. 

Di Yogyakarta, pemutaran film akan diselenggarakan di Institut français (Jalan Sagan No. 3). Gratis, terbuka untuk umum tanpa pendaftaran. Seluruh film akan bertakarir bahasa Inggris atau bahasa Indonesia.

Pada 17 November 2023 akan ditandai dengan pembukaan festival di XXI Empire Yogyakarta (by invitation) dengan penayangan perdana film “Animal Kingdom” (2023), yang juga dipresentasikan tahun ini di Festival Cannes.

Lalu, 26 November 2023, festival akan ditutup dengan penayangan film perdana “The Three Musketeers – Part I: D’Artagnan” (2023).

Pada saat festival berlangsung, salah satu aktor-penari yang berakting pada film terbarunya Cédric Klapisch “Rise” (2022), Mehdi Baki, akan singgah ke Yogyakarta untuk mempresentasikan filmnya, berdiskusi dan melakukan lokakarya.

Selain itu, sebagai penghormatan kepada sineas Jean-Pierre Melville, akan diadakan retrospektif untuk memperingati 50 tahun kematian beliau. Film-film seperti “Léon Morin, prêtre” (1961), “Army of Shadows” (1969), dan “The Red Circle” (1970) akan diputar selama festival ini untuk lebih memahami karya-karyanya yang menginspirasi sineas internasional terkemuka (Quentin Tarantino, Martin Scorsese, Michel Mann dan bahkan Jim Jarmusch) yang merupakan salah satu pendahulu aliran Nouvelle Vague.

Sampai jumpa pada tanggal 17 hingga 26 November 2023 untuk Festival Sinema Prancis!

PROGRAM PEMUTARAN:

Tanggal Jam Judul Film Tempat
Jumat, 17 November 19.00 Animal Kingdom (by invitation) Empire XXI
Sabtu, 18 November 14.00 Calamity, a Childhood of Martha Jane Cannary IFI Yogyakarta
Sabtu, 18 November 16:30 Autobiography IFI Yogyakarta
Sabtu, 18 November 19.00 Anatomy of a Fall IFI Yogyakarta
Minggu, 19 November 13.00 The Candidate (Pre-event FFD) IFI Yogyakarta
Minggu, 19 November 15.30 Amal (Pre-event FFD) IFI Yogyakarta
Minggu, 19 November 17.30 Inner Wars (Pre-event FFD) IFI Yogyakarta
Minggu, 19 November 19.00 Zero Fucks Given IFI Yogyakarta
Senin, 20 November 19.00 The Red Circle IFI Yogyakarta
Selasa, 21 November 19.00 The Innocent IFI Yogyakarta
Rabu, 22 November 19.00 Grand Paris IFI Yogyakarta
Kamis, 23 November 19.00 The Taste of Things IFI Yogyakarta
Jumat, 24 November 19.00 Rise IFI Yogyakarta
Sabtu, 25 November 14.00 Léon Morin, Priest IFI Yogyakarta
Sabtu, 25 November 16.30 Everybody Loves Jeanne IFI Yogyakarta
Sabtu, 25 November 19.00 Final Cut IFI Yogyakarta
Minggu, 26 November 14.00 Army of Shadows IFI Yogyakarta
Minggu, 26 November 16.30 Not My Type IFI Yogyakarta
Minggu, 26 November 19.00 The Three Musketeers – D’Artagnan IFI Yogyakarta

Agenda September 2023 IFI Surabaya

Agenda September 2023 IFI Surabaya

Mengawali bulan September, IFI mengadakan secara serentak Open House di semua kota jaringannya, termasuk di Surabaya pada 9 September, dengan tema ‘Gaming’, akan seru! Untuk pertamakalinya IFI bekerjasama dengan Wisma Jerman dan berbagai mitra Indonesia dan Eropa mengadakan project Photography and New Media, Education for Youth Empowerment, dengan residensi fotografi mahasiswa dari Prancis, Jerman dan Indonesia di Bromo dengan tema “Youth, Teritory, Identity” pada 3-13 September.

Acara  dilanjutkan dengan presentasi hasil karya mereka serta temu pakar dan profesional fotografi pada 14 & 15 September di Surabaya untuk membahas berbagai perkembangan dan tantangan bidang fotografi terkini yang dapat diikuti oleh umum.

Bulan ini Anda juga bisa mengasah keterampilan berkarya seni dengan bergabung di workshop kreatif IFI Surabaya yang dipandu oleh Lea Lunetta pada 13 dan 30 September.

Anda kami ajak untuk bergabung di Kelas Percakapan unutuk senantiasa mengasah kelancaran berbicara Prancis. Salon français akan mengajak Anda mengenal subject khas Prancis bersama Ibu Sandra.

Dan, tentunya kami menawarkan pada Anda untuk meluangkan weekend bersama film-film drama Prancis yang hanya ada di IFI!

Desainer Terpilih Program Residensi Design City Trilogy

Proses seleksi panggilan terbuka program residensi Design City Trilogy telah selesai para dewan juri yang terdiri atas perwakilan dari St.Etienne, Pforzheim, ITB, HIMKI, KREASI Jabar, dan tentunya Institut Français Indonesia telah memilih empat desainer yang akan mengikuti program residensi di Bandung.

Lena Beigel dari Pforzheim (Jerman) dan Clémence Creveau dari St.Etienne (Prancis), juga Deborah Ram Mozes dan Regina Dyani Dwiharini dari Bandung (Indonesia) akan saling berbagi dan berkolaborasi dalam proses residensi mereka bersama studio-studio pilihan HIMKI Bandung Priangan.  

Kami menyambut baik desainer terpilih dan menantikan ide dan gagasan atau pun temuan-temuan dalam proses kreasi baik secara individu maupun kolaboratif.

Design City Trilogy adalah program kerjasama Goethe-Institut Bandung dan Institut Français Indonesia – Bandung bekerja sama dengan Cité du Design / Ecole Supérieure d’Art et Design de Saint-Étienne, Pforzheim University of design, Emma – Kreativzentrum, Bandung Design Biennale, KREASI Jabar (Komite ekonomi kreatif dan inovasi di Jawa Barat), ITB (Institut Teknologi Bandung) dan HIMKI (Himpunan Industri Kreatif dan Furnitur Indonesia) dan didukung oleh Deutsch Französische Kulturfonds.

Edukasi Fotografi dan Media Baru untuk Pemberdayaan Kaum Muda – September 2023 – Jawa Timur

Residensi – Kolokium – Pameran
Edukasi Fotografi dan Media Baru untuk Pemberdayaan Kaum Muda
September 2023 – JawaTimur

Saat dunia memasuki era digital, perangkat, teknologi dan sarana komunikasi baru, membawa  revolusi pada bidang fotografi. Ini memengaruhi, baik praktik profesional, maupun cara orang “mengonsumsi” gambar, terutama di kalangan anak muda. Untuk menghadapi tantangan baru ini, Institut Français Indonesia dan Wisma Jerman telah memulai, dalam kerangka Dana Kebudayaan Prancis-Jerman, sebuah program kerja sama baru yang menyatukan mitra-mitra  Eropa dan Indonesia.

Enam mahasiswa Eropa dan enam mahasiswa Indonesia akan melakukan Workshop Residensi untuk Fotografer Muda di Bromo pada tanggal 2 hingga 13 September  2023. Mereka akan dibimbing oleh mentor terkenal tingkat dunia di antaranya asal Indonesia Rio Helmi dan Oscar Motuloh, bersama dengan Jerôme Jehel Direktur Gobelins School di Paris, Karen Fromm, profesor dari  University of Applied Sciences and Arts. Residensi akan menghasilkan pameran fotografi yang akan tur di Indonesia dan Eropa (Paris, Berlin, Hannover) pada akhir tahun ini.

Selain itu, seluruh peserta dan fotografer internasional ternama, profesional media dan para pendidik akan mengikuti Kolokium Global pertama bertajuk “Education to Photography and New Media for Youth Empowerment” yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga pada 14 dan 15 September mendatang. Kolokium ini juga akan dapat diikuti langsung secara daring dan secara aktif melalui zoom, juga disaksikan secara live streaming melalui Youtube.

Residensi
2 – 13 September 2023
Padepokan Fotografi Bromo, Probolinggo, Jawa Timur

Kolokium (hybrid)
14 – 15 September 2023
Universitas Airlangga, Kampus B, Surabaya, Jawa Timur
* untuk umum

Pameran
Akhir 2023 di Indonesia
2024 di Eropa
* untuk umum

Info: SurabayaGlobalColloquium.com

Jazz Mben Senen: Jérémie Ternoy Trio

Grup jazz Prancis “Jérémie Ternoy Trio” akan pentas pada Senin, 24 Juli 2023 mulai pukul 20.00 di Bentara Budaya Yogyakarta (Jl. Suroto No.2, Kotabaru) di acara Jazz Mben Senen.

Nonton gratis tanpa daftar!

Jérémie Ternoy Trio akan tur keliling 5 kota di Indonesia antara tanggal 16 – 29 Juli:

  • IFI Jakarta (16/07)
  • Jayanata Ballroom, Surabaya (18/07)
  • Jazz Gunung Bromo (22/07)
  • Jazz Mben Senen, Yogyakarta (24/07)
  • Ubud Village Jazz Festival (29/07)

Jérémie Ternoy Trio adalah kelompok musik jazz yang terdiri dari Jérémie Ternoy sebagai komponis sekaligus pianis, lalu Nicolas Mahieux pemain kontrabas dan Charles-Albert Duytschaever sebagai drummer. 

Sejak dibentuk pada tahun 2003, trio ini terus menggali lebih dalam alur musiknya yang mengandalkan pada estetika musik jazz ; terdiri dari trio piano, bas, drum ini dengan berbelok pada pengaruh-pengaruh dan bentuk-bentuk yang lebih kontemporer, seperti energi rock, musik-musik minimalis, improvisasi bebas atau musik-musik tradisional, bahkan proses menulis dari musik electro.

Suguhan musiknya, yang kadang sepoi-sepoi dan jernih, terkadang bertenaga dan organis, membawa pendengarnya ke dalam pusaran kegembiraan, di mana permainan musik dari ketiga protagonis ini berpadu sempurna dengan aransemen leader-nya, Jérémie Ternoy.

Untuk mengenal Jérémie Ternoy Trio lebih lanjut di video:

Konser pada 24 Juli ini diselenggarakan berkat kerja sama dengan Jazz Mben Senen, Kompas Gramedia, Bentara Budaya Yogyakarta dan ARTOTEL Suites Bianti.

Open Call Design City Trilogy 2023

Sebagai bagian dari proyek “Design City Trilogy”, Institut Français Indonesia – Bandung dan Goethe-Institut Bandung bekerja sama dengan Cité du Design / Ecole Supérieure d’Art et Design de Saint-Étienne, Pforzheim University of design, Bandung Design Biennale, KREASI Jabar (Komite ekonomi kreatif dan inovasi di Jawa Barat), ITB (Institut Teknologi Bandung) dan HIMKI (Himpunan Industri Kreatif dan Furnitur Indonesia), meluncurkan aplikasi untuk calon desainer dari Perancis, Jerman dan Bandung /Jawa Barat untuk residensi selama dua bulan di Bandung. Residensi meliputi penelitian, pengembangan proyek, dan presentasi sebagai bagian dari Bandung Design Biennale 2023. Proyek ini mendapat manfaat dari dukungan finansial Dana Kebudayaan Prancis-Jerman (French-German Cultural Fund)

Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat, adalah anggota Jaringan Kota Kreatif UNESCO (UCCN) dan memiliki potensi besar untuk menjadi solusi perubahan iklim yang inovatif dan berkelanjutan di sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang desain. Untuk edisi berikutnya di tahun 2023, Bandung Design Biennale (BDB) ingin fokus pada penerapan strategi yang lebih berkelanjutan dan inklusif, sehingga BDB dapat berperan sebagai laboratorium untuk menggali potensi desain sebagai bidang yang memberikan jawaban SDG. tantangan di dunia pasca-pandemi. Mereka menghubungi IFI Bandung dan Goethe-Institut Bandung, keduanya mitra lama mereka, untuk mengembangkan program pertukaran internasional dengan situs kreatif di Jerman dan Prancis di berbagai tingkatan untuk BDB 2023, serta pertukaran jangka panjang.

Dari Mei hingga November 2023, para mitra akan memulai membangun platform jangka panjang untuk transfer dan kolaborasi pengetahuan Indonesia-Eropa, menggunakan berbagai format untuk mengatasi tantangan keberlanjutan perkotaan, bertukar dengan pakar dari Jerman dan Prancis, serta mengembangkan strategi yang berkelanjutan dan inklusif untuk festival desain dan pengembangan produk.

Dengan menyatukan para pelaku dari sektor budaya, akademik, universitas dan dunia penelitian, serta lembaga dan asosiasi resmi dalam bidang desain, 4 desainer terpilih akan dapat memperoleh bantuan dari dukungan ahli dan keterlibatan lengkap dengan para pemain ekosistem, selama acara puncak Bandung desain dua tahunan. Residensi 2 bulan pada bulan September dan Oktober 2023 dengan misi untuk penemuan, penelitian, dan pembuatan prototipe proyek desain berkelanjutan menggunakan teknik dan bahan tradisional dan modern.

Kompetisi desain/panggilan untuk aplikasi residensi terbuka untuk desainer muda maupun yang sudah lebih mapan yang tinggal dan/atau lulusan universitas dari Bandung/Jawa Barat, Pforzheim (Jerman) dan St. Etienne (Prancis), yang nantinya harus menyerahkan prototipe untuk solusi desain berkelanjutan.

Keempat pemenang diharapkan dapat menjalin hubungan kerja dengan komunitas profesional, akademik, serta para  pelaku seni dan budaya di Bandung dan wilayah Jawa Barat. Untuk melakukan ini, mereka akan dapat mengandalkan tim dari Institut Français Indonesia dan Goethe-Institut di Bandung, dan kepada mitra proyek di Indonesia seperti Bandung Design Biennale, HIMKI, dan Pusat Penelitian Produk Budaya dan Lingkungan di Institut Teknologi Bandung (PPPBL ITB) sebagai pusat penelitian dari salah satu universitas terbaik di tanah air.

Keempat pemenang akan diminta untuk mengambil bagian dalam rangkaian acara yang akan berlangsung secara online maupun tatap muka dari Juli hingga Oktober 2023, berkontribusi pada visibilitas yang lebih baik dari kreasi kontemporer Prancis, Jerman, dan Indonesia dalam bidang desain. Prototipe yang dihasilkan selama masa residensi di Bandung akan dipamerkan di acara-acara desain Indonesia dan selama Bandung Design Biennale 2023.

Mitra Proyek

Institut Français Indonesia (IFI) – Bandung: lembaga resmi Prancis yang mempromosikan kerja sama bahasa, budaya, seni, akademik, dan ilmiah antara Prancis dan Indonesia. Desain merupakan salah satu sektor utama yang didukung oleh IFI untuk mempromosikan program industri kreatif dan budaya antara Perancis dan Indonesia. IFI Bandung didirikan pada tahun 1975.

https://www.ifi-id.com/bandung/

Goethe-Institut Bandung: Goethe-Institut adalah lembaga kebudayaan Republik Federal Jerman, yang aktif di seluruh dunia. Ia mempromosikan studi bahasa Jerman di luar negeri dan mendorong pertukaran budaya internasional. Goethe-Institut Bandung didirikan pada tahun 1969. Goethe-Institut menyelenggarakan dan mendukung acara yang mendorong pertukaran antara orang Jerman dan Indonesia. Promosi industri budaya dan kreatif merupakan bidang aksi utama Goethe-Institut. Kami memenuhi syarat, memberi saran, dan membangun jaringan profesional kreatif dan mendukung pengembangan infrastruktur berkelanjutan.

https://goethe.de/bandung 

Cité du Design / Ecole Supérieure d’Art et Design de Saint-Étienne (ESADSE), didukung oleh wilayah Auvergne-Rhône-Alpes dan Pemerintah Prancis, memenuhi tiga misi: Untuk mengajar seni dan desain; menyebarkan budaya desain; untuk menemani perusahaan dalam transformasi. Kota Ini menjadi tuan rumah Biennale Design Internasional St Etienne yang terkenal.

https://www.citedudesign.com/en/           https://www.citedudesign.com/en/esadse/the-school

 

Sekolah Desain di Pforzheim – DesignPF – mencakup visi yang kuat untuk masa depan spekulatif dan pembuatan masa depan serta akar sejarah yang dalam dalam kerajinan dan industrialisasi. Didirikan pada tahun 1877 sebagai Ducal School of Craft, dimulai sebagai ‘laboratorium pendidikan’ kerajinan, produksi dan perdagangan industri. Selama beberapa dekade School of Design mendirikan komponen pendidikan baru dengan dasar yang kuat pada prinsip-prinsip “Bauhaus” dan “Ulmer Schule”. Saat ini DesignPF menawarkan 6 program Sarjana dan 3 Magister dalam Desain: dari Mode, Perhiasan dan Aksesori hingga Desain dan Media Transportasi.

https://designpf.hs-pforzheim.de/en/

Bandung Biennale Design BDB 2023

https://bandungdesignbiennale.com/

HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) akan menjamu 2 desainer Eropa selama residensi mereka di Bandung dan memfasilitasi lokakarya dan pertukaran dengan desainer Eropa dan lokal termasuk bahan yang diperlukan untuk mengembangkan produk dan membuat prototipe.

www.himki-indonesia.com

Kreasi Jabar (Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Jawa Barat): lembaga resmi di bawah naungan Gubernur Provinsi Jawa Barat, dibentuk untuk mendorong kolaborasi pemangku kepentingan ekonomi kreatif dalam melahirkan kreativitas dan inovasi yang memberikan nilai tambah dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Jawa Barat. KREASI mengumpulkan jaringan pelaku ekonomi kreatif yang kaya dan memiliki platform pameran/penjualan untuk mempromosikan desainer lokal dan produk mereka.

https://kreasijabar.id/

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) – ITB (Institut Teknologi Bandung) dan PPPBL ITB (Pusat Penelitian Produk Budaya dan Lingkungan): PPPBL adalah sebuah organisasi, pusat penelitian dari ITB, yang fokus melakukan penelitian produk berbasis sains dan seni . Sebagai organisasi yang berfokus pada industri kreatif, PPPBL memiliki tujuan untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa kreatif lokal melalui pemanfaatan sumber daya nasional secara berkelanjutan dan memicu kegiatan budaya.

https://www.itb.ac.id/faculty-of-art-and-design

Periode dan Durasi Residensi

Dua desainer dari Bandung dan dua desainer dari (masing-masing) Jerman dan Perancis akan berpartisipasi dalam program penelitian dan penciptaan desain selama dua belas minggu dalam pertukaran intens satu sama lain (fase online lima minggu di bulan Juli/Agustus 2023, fase offline tujuh minggu di bulan September/ Oktober 2023). Setelah masa online, mereka akan melanjutkan pengerjaan prototype mereka di studio lokal di Bandung selama Bandung Design Biennale. Mereka akan mengikuti field trip, studio visit, pertemuan dengan mahasiswa dan intervensi selama Bandung Design Biennale.

Bidang dan publik yang ditargetkan

Panggilan untuk aplikasi di tahun 2023 ini terbuka untuk desainer lulusan muda atau yang lebih mapan yang tinggal dan/atau lulus dari:

–  Wilayah Saint-Étienne Métropole, dan/atau menempuh Pendidikan di Ecole Supérieure d’Art et Design de Saint-Étienne (ESADSE)

– Wilayah Pforzheim dan/atau menempuh Pendidikan di The School of Design di Pforzheim – DesignPF;

– Wilayah Jawa Barat/Bandung dan/atau menempuh Pendidikan di fakultas desain di Universitas yang berada di Bandung

Para desainer harus mengembangkan proyek penelitian dan kreasi dalam desain atau lebih luas lagi dalam bidang kreasi desain kontemporer, selama proyek tersebut terkait dengan isu-isu residensi (lihat kriteria pemilihan di bawah).

Kriteria Pemilihan 

Tema utama Bandung Design Biennale 2023 adalah SEKITAR (Around us), desain berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Oleh karena itu, kegiatan dan proyek yang dikembangkan oleh pelamar harus mempertanyakan integrasi desain di wilayah lokal untuk pengembangan masyarakat melalui penggunaan teknologi dan bahan yang berkelanjutan.

Selain evaluasi latar belakang akademik dan profesional para kandidat, perhatian khusus akan diberikan pada kualitas dan prospek proyek, kemampuan mereka untuk berintegrasi ke dalam visi teritorial yang berkelanjutan.

Pilihan juga akan didasarkan pada kemampuan para kandidat untuk berpikir tentang perlunya residensi penelitian dan kreasi di Indonesia, serta protokol kerja yang dipertimbangkan dan kontak yang sudah terjalin di lokasi.

Selain itu, 4 pemenang diharapkan untuk melakukan dialog reguler antara satu sama lain dan bekerja dengan aktor lokal sebagai bagian dari program residensi/penelitian dan kreasi bersama. Mereka juga harus mampu mengembangkan kontak dengan lingkungan profesional dan jaringan budaya dan akademik Indonesia. 4 pemenang harus menyerahkan prototipe untuk solusi desain berkelanjutan yang akan dipamerkan selama minggu terakhir Bandung Design Biennale.

Komite Seleksi

Panitia seleksi terdiri dari anggota berbagai pemangku kepentingan/mitra program Design City Trilogy : Institut Français Indonesia (1), Bandung Design Biennale (1 Cité du Design / Ecole Supérieure d’Art et Design de Saint-Étienne (ESADSE) (1 atau 2), Pforzheim University of design (1 atau 2), HIMKI (1) dan Kreasi Jabar ; Komite ekonomi kreatif dan inovasi Jawa Barat (1).

Proses Seleksi dan Kalendar Agenda

Seleksi meliputi beberapa tahapan:

  • Panitia seleksi yang terdiri para ahli memeriksa semua berkas lamaran, menyeleksi dan mungkin mengaudisi kandidat dari daftar pendek (dalam bahasa Inggris)
  • Panitia seleksi akhir memutuskan dan menunjuk pemenang. Keputusannya bersifat final.

Panggilan untuk aplikasi kompetisi desain / program residensi: 1 Mei hingga 4 Juni 2023

Pra-pemilihan file dan kemungkinan wawancara: 5 Juni hingga 12 Juni

Seleksi akhir dan pengumuman hasil: 20 Juni 2023

Hasil akhir

Kandidat terpilih diberitahukan secara individual pada akhir sesi seleksi oleh panitia.

Pengumuman kandidat terpilih akan dipublikasikan di website Institut Français Indonesia, Goethe-Institut Indonesia, Cité du Design / Ecole Supérieure d’Art et Design de Saint-Étienne (ESADSE), Pforzheim University of design, Bandung Design Biennale dan Kreasi Jabar (Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi ).

Persyaratan Kelayakan

 Pengalaman Professional

  • Desainer lulusan dari Ecole Supérieure d’Art et Design de Saint-Étienne (ESADSE) dan/atau tinggal di wilayah Saint-Etienne Métropole
  • Desainer lulusan dari Sekolah Desain di Pforzheim – DesignPF dan/atau tinggal di wilayah Pforzheim
  • Desainer lulusan fakultas desain di Bandung dan/atau berbasis di Jawa Barat/Bandung
  • Dibebastugaskan dari aktivitas profesional selama masa residensi offline (September-Oktober 2023).

Kebangsaan

  • Memiliki kewarganegaraan Prancis atau telah tinggal di Prancis selama minimal 5 tahun;
  • Memiliki kewarganegaraan Jerman atau pernah tinggal di Jerman minimal 5 tahun;
  • Memiliki kewarganegaraan Indonesia atau telah tinggal di Indonesia minimal 5 tahun;

Akumulasi

  • Tidak pernah mendapatkan manfaat dari program residensi Institut Français atau Goethe-Institut lainnya selama minimal 3 tahun (termasuk tahun 2020):

Lain-lain

  • Tidak ada batasan usia.
  • Kecakapan bahasa Inggris yang memadai diperlukan untuk interaksi sehari-hari dengan mitra program Eropa dan Indonesia yang berbeda.

Hanya aplikasi individual yang diterima.

Duo, kolektif atau kelompok seniman tidak akan diikutsertakan dalam program ini.

Ketentuan Residensi

Transportasi 

Institut Français Indonesia dan Goethe-Institut Bandung membayar tiket pesawat pulang pergi (Prancis/Jerman-Jakarta) maksimal 1.200 euro untuk kelas ekonomi dan biaya visa sosial budaya (maksimal 60 hari di lokasi) untuk desainer Prancis dan Jerman terpilih. Institut Français Indonesia dan Goethe-Institut Bandung mengurus transportasi darat Jakarta-Bandung.

Akomodasi

Tempat kerja utama residensi kreasi/produksi di Bandung, Elina’s Ceramic Studio, terletak di pusat kota Bandung. Terdiri dari studio keramik, tempat pertemuan, kamar single di lantai satu, coffeeshop dan toko: https://elinakeramik.co.id/

Desainer Prancis dan Jerman yang dipilih untuk residensi akan ditempatkan masing-masing di satu kamar di studio keramik Elina.

Studio lokakarya-rumah-ruang yang disediakan secara eksklusif didedikasikan untuk karya penelitian artistik. Siapa pun di luar proyek tidak dapat ditampung di sana. Desainer terpilih yang ingin menyambut kerabat harus menyediakan akomodasi mereka dan semua biaya yang terkait dengan masa tinggal mereka.

Workshop dan studio lain, Pusat Desain ITB atau Studio Navetta antara lain di wilayah Bandung akan tersedia untuk 4 desainer selama proses kreatif mereka tergantung pada kebutuhan dan minat mereka.

Support Artistik

Bergantung pada tahap pertama penelitian dan kontak yang dibuat oleh 4 desainer terpilih, tim dari IFI, Goethe-Institut, HIMKI dan Bandung Design Biennale akan mendampingi mereka di hulu, selama dan setelah residensi melalui dukungan individu dan jaringan dalam finalisasi proyek. Dukungan juga akan diberikan untuk promosi dan pameran benda-benda ciptaan Indonesia di Bandung Design Biennale dan desain ulterior terkait acara.

Cité du Design / Ecole Supérieure d’Art et Design de Saint-Étienne (ESADSE), Universitas desain Pforzheim juga akan dapat menyoroti hasil residensi dalam program mereka untuk pengembangan dan promosi desain di wilayah tersebut (wawancara, artikel di situs web, dll). IFI dan Goethe-Institut, serta mitra Indonesia akan menindaklanjuti program tersebut dan mengkomunikasikan perkembangan dan hasilnya di jejaring sosial dan situs web mereka.

Support Finansial

Biaya tinggal sebesar 1800 Euro diberikan kepada masing-masing pemenang dari Prancis dan Jerman untuk 7 minggu tinggal di Bandung pada bulan September/Oktober dan bagian online pada bulan Juli/Agustus. Tunjangan ini termasuk pengeluaran harian untuk makanan, transportasi, penelitian dan proses pembuatan untuk pembuatan prototipe.

Biaya artistik sebesar 1500 Euro diberikan kepada masing-masing dari dua pemenang Indonesia untuk karya kreasi selama 7 minggu di Bandung pada bulan September/Oktober dan bagian online pada bulan Juli/Agustus. Tunjangan ini mencakup proses penelitian dan pembuatan untuk pembuatan prototipe.

Mitra Indonesia, Goethe-Institut Bandung dan IFI, setelah merancang anggaran yang diperlukan  bersama para desainer, menanggung biaya produksi, transportasi lokal dan pameran objek/prototipe yang dibuat.

Aplikasi

Aplikasi yang diajukan dalam bahasa Inggris harus diserahkan di tautan google form:

https://forms.gle/H5kTEjqiMbDdmqTn9

Hanya proyek yang dikirimkan melalui tautan ini yang akan dipertimbangkan. Pengajuan dua atau lebih file aplikasi tidak berwenang dan secara de facto mengarah pada penghapusan semua aplikasi dari kandidat yang sama.

Dokumen Aplikasi

 Setiap file aplikasi harus diserahkan dalam bahasa Inggris selambat-lambatnya 4 Juni 2023 pukul 23:59. (waktu WIB +5 jam dengan Jerman/Prancis) dan berikan informasi berikut:

  • Informasi pribadi (nama keluarga, nama depan, usia, kebangsaan, detail kontak)
  • Pendidikan (gelar, sekolah, kursus pelatihan yang diambil)
  • Informasi profesional (situasi saat ini, pengalaman profesional, latar belakang artistik)
  • Judul proyek
  • Ringkasan proyek (maksimal 500 karakter)

Untuk dilampirkan dalam dokumen format pdf:

  • Penjelasan rinci tentang proyek dalam bahasa Inggris (maks. 3 halaman) yang menjelaskan motivasi permintaan, sifat proyek penelitian dan pembuatan, korelasi dengan tempat dan durasi tinggal, dan rencana tindak lanjut untuk proyek;
  • CV terperinci dalam bahasa Inggris dengan detail kontak lengkap kandidat: alamat saat ini, email, telepon, dan tanggal lahir;
  • Satu atau dua surat rekomendasi dari orang-orang dengan pengetahuan mendalam tentang pekerjaan kandidat (profesional, manajer kerja, atau kepribadian berkualitas lainnya). Penulis surat wajib membubuhkan tanda tangan digitalnya;
  • File artistik dalam bahasa Inggris mungkin termasuk tautan video;

Hanya berkas lengkap yang memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh peraturan dan menghormati tanggal penutupan yang akan diperhitungkan. Setiap pernyataan palsu akan secara otomatis mengakibatkan batalnya aplikasi.

Setelah dokumen aplikasi dikirim, konfirmasi penerimaan akan dikirim ke kandidat melalui email.

Penutupan panggilan untuk aplikasi: 4 Juni 2023 23:59 (WIB +5 jam dengan Jerman/Prancis)

Untuk informasi lebih lanjut:

Terkait aplikasi Prancis:

Aude-Emeline Loriot Nurbianto, Direktur IFI Bandung

aude-emeline.loriot@ifi-id.com

Maria Moreira, International Project Manager, Cité of design-ESADSE

maria.moreira@citedudesign.com

Terkait aplikasi Jerman:

Caroline Brendel, Direktur Goethe-Institut Bandung

caroline.brencdel@goethe.de

Almut Benkert, Head of Department Creative Industries,

Economy and City Marketing Pforzheim

almut.benkert@ws-pforzheim.de

Terkait aplikasi Indonesia:

Adhi Nugraha, Director of PPBL ITB dan Dewan Penasihat HIMKI

adhinugrahadesign@gmail.com

Agenda April – IFI Surabaya

April dimulai dengan ikan berwarna-warni. Ayo latih bakat senimu dan temui teman-teman baru di workshop kreatif IFI Surabaya yang dipandu oleh Léa pada Sabtu pagi tanggal 8 April. Ikan-ikan jenaka ini akan menghiasi lemari Anda dan bisa menjadi kado pesta yang menarik. Detail acara, klik di sini.

Bulan April kaya akan perayaan pada tahun ini, Idul Fitri dan juga perayaan Paskah. Bagaimana kita merayakan liburan di berbagai negara? Apa saja hidangan dan resep untuk acara-acara spesial ini ? Klub Percakapan pada Kamis sore 13 April, dipandu oleh Dedy, akan memudahkan Anda untuk melatih bahasa Prancis dan mempelajari lebih lanjut tentang budaya pesta yang berbeda. Detail acara, klik di sini.

Terakhir pada Sabtu, 15 April sore, kami menawarkan film karya Olivier Baroux “L’Italien” dengan aktor ternama, Kad Merad (membintangi film “Les Choristes”, “Bienvenue chez les Ch’tis”). Ini adalah komedi sosial yang secara humoris mengeksplorasi perjalanan seorang pemuda asal Aljazair yang melipatgandakan kebohongan tentang identitasnya dan menemukan dirinya terjebak dalam perangkapnya sendiri. Semuanya terjadi di kota Nice yang indah. Sebuah film berbahasa Prancis, dengan takarir bahasa Inggris, untuk ditonton bersama keluarga dan teman. Detail acara, klik di sini.

Design Cities : Bandung x St.Etienne di Teras Indonesia IKEA

KREASI Jabar (Komite Ekonomi Kreatif Jawa Barat) bekerjasama dengan IFI Bandung kembali menghadirkan karya kolaborasi Design Cities : Bandung X St. Etienne. Melibatkan 2 desainer muda; Leo Rabiet, Product Designer dari St.Etienne yang melakukan residensi di Bandung & Givan Mahardika, Spatial & Object Designer dari Bandung yang melakukan residensi di St.Etienne.

Leo Rabiet, dengan project TUNGGAL menghadirkan Karya bench yang terinspirasi dengan menggabungkan beberapa unsur material seperti rotan, bambu, kayu dan beralaskan aksen batik yang menggambarkan keberagaman.

Givan Mahardika, dengan project ALKISAH menghadirkan Karya kursi dengan material metal yang terinspirasi dari sejarah pertemuan budaya barat dan eropa dengan desain kursi yang menelusuri kembali akar sejarah desain « kursi X ».

Buat Sobat Kreatif yang penasaran dengan karyanya Yuuk bisa langsung aja kunjungi IKEA Kota Baru Parahyangan Teras Indonesia-Jawa Barat area JabArt Space.

Mulai dari tanggal 16 Desember 2022 s.d 14 Februari 2023

*Program Design Cities : Bandung x St.Etienne adalah kerjasama IFI, ESADSE St.Etienne, PPPBL ITB, HIMKI, dan Institut Français.






SUPER INTENSIF A1, A2 DAN B1

Super Intensif  A1, A2 dan B1 sudah dibuka! 

Super Intensif merupakan program percepatan pembelajaran bahasa Prancis dalam waktu yang relatif cepat dengan biaya terjangkau. Level A1, A2 dan B1 dapat ditempuh dalam jangka waktu hanya 1 bulan, padahal normalnya bisa mencapai 3-6 bulan. 

Selain itu, dalam kelas ini akan ada persiapan ujian sertifikasi bahasa Prancis DELF (Diplôme d’étude en langue française). Murid kursus Super Intensif akan mendapatkan konsultasi dan informasi mengenai persiapan studi di Prancis (Program studi, pendanaan, pendaftaran, dan beasiswa kuliah di Prancis) bersama Campus France.

Periode pendaftaran : 01 – 26 Desember 2022

Mulai Kursus                 : 02 Januari 2023

Pendaftaran  :  klik di sini

Festival Sinema Prancis 2022 – Bandung

Selama 2 tahun lalu, kita terjebak dalam pandemi COVID-19, Festival Sinema Prancis 2022 kembali lagi untuk edisi ke-24 untuk membangkitkan lagi semangat untuk menonton dan menikmati keberagaman budaya Prancis. FSP hadir dan menyambut para pecinta film secara hybrid, di mana festival dapat diakses melalui luring dan daring.

Dengan membawa tema GENERATION, FSP edisi ke-24 ingin menyoroti film-film dengan tema yang meningkatkan kesadaran akan tantangan besar yang terjadi di generasi kita, seperti perubahan iklim, pelestarian lingkungan, isu perempuan, hak asasi manusia, inklusi dan lainnya. Dengan membawa pesan harapan, yang dapat membantu kita membuat perubahan di masa depan, FSP membawa warna warni Sinema Prancis, dengan 19 film luring dan 5 film daring.

Mulai dari tanggal 6 hingga 21 Oktober 2022, FSP akan menyambangi 21 tempat yang tersebar di 13 kota di Indonesia. Selain itu, program festival daring dapat diakses pada 13 –21 Oktober 2022 dan ditayangkan secara eksklusif di MolaTV. Festival ini tidak dipungut biaya, baik program luring maupun daring selama masa waktu festival. Berbagai film-film Prancis pilihan dengan beragam genre dapat dinikmati, dengan takarir Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Festival akan dibuka pada 6 Oktober 2022 dengan pemutaran film dokumenter berjudul “Animal” karya Cyril Dion. Selain itu akan ada film dengan genre drama seperti Bonne Mère, Ouistreham, Mon Légionnaire; film drama romantis seperti Les amours d’Anaïs, Les Choses qu’on Dit Les Chose qu’on Fait, une Jeune Fille qui Va Bien; film keluarga, yaitu Les 2 Alfred dan Petit Vampire, dua film dokumenter karya Sébastien Lifshitz, Adolescentes dan Petite Fille, serta berbagai film lainnya yang dapat dilihat secara lengkap di program Festival kami.

FSP tahun ini akan lebih meriah, karena dapat diikuti secara luring atau daring, menonton di tempat-tempat penayangan kami atau di rumah, baik sendiri atau bersama keluarga atau dengan teman.

Dalam festival ini, IFI Bandung mengundang Anda untuk nonton 18 film yang akan ditayangkan di Auditorium IFI Bandung!

Silahkan cek jadwal lengkapnya di bawah ini, seluruh rangkaian pemutaran  gratis dan tanpa pendaftaran!

Tanggal Jam Judul Film Tempat
Jumat, 7 Oktober 17.00 Une jeune fille qui va bien (A Radiant Girl) Auditorium IFI Bandung
Jumat, 7 Oktober 19.30 Animal (Animal) Auditorium IFI Bandung
Sabtu, 8 Oktober 14.30 Petit Vampire (Little Vampire) Auditorium IFI Bandung
Sabtu, 8 Oktober 17.00 Les Magnétiques (Magnetic Beats) Auditorium IFI Bandung
Sabtu, 8 Oktober 19.30 France (France) Auditorium IFI Bandung
Minggu, 9 Oktober 14.30 Play (Play) Auditorium IFI Bandung
Minggu, 9 Oktober 17.00 Mon légionnaire (Our Men) Auditorium IFI Bandung
Minggu, 9 Oktober 19.30 Médecin de Nuit (The Night Doctor) Auditorium IFI Bandung
Senin, 10 Oktober 17.00 Les Choses qu’on dit, les choses qu’on fait Auditorium IFI Bandung
Senin, 10 Oktober 19.30 Tokyo Shaking (Tokyo Shaking) Auditorium IFI Bandung
Selasa, 11 Oktober 17.00 Adolescentes (Adolescents) Auditorium IFI Bandung
Selasa, 11 Oktober 19.30 Bonne mère (Good Mother) Auditorium IFI Bandung
Rabu, 12 Oktober 17.00 L’Homme de la cave (The Man in the Basement) Auditorium IFI Bandung
Rabu, 12 Oktober 19.30 Les Amours d’Anaïs (Anais in Love) Auditorium IFI Bandung
Kamis, 13 Oktober 17.00 Ouistreham (Between two Worlds) Auditorium IFI Bandung
Kamis, 13 Oktober 19.30 Illusions perdues (Lost Illusion) Auditorium IFI Bandung
       
       
       

Sampai bertemu di Festival Sinema Prancis 2022!