Fête de la Musique 2025 di Yogyakarta

Mari rayakan musik bersama kami pada 21 Juni mendatang!

Festival ini diselenggarakan di tanggal yang sama, “Fête de la Musique” (World Music Day) ditujukan untuk mendukung praktik musik, terutama bagi anak muda.

Berbagai konser gratis yang dimainkan oleh musisi amatir maupun profesional, seluruh aliran musik berpadu, diselenggarakan pada tanggal tersebut, di ruang-ruang pertunjukan, di cafe maupun di jalanan.

Festival ini juga merupakan kesempatan bagi para musisi amatir untuk dapat dikenal oleh khalayak umum.

Pada edisi 2025 kali ini di Yogyakarta, 9 konser dari 9 grup band lokal akan diselenggarakan pada Sabtu, 21 Juni antara pukul 16.00 – 22.00 di Institut français (Jl. Sagan No.3).

Konser ini gratis, terbuka untuk umum dan tanpa pendaftaran. 

JADWAL KONSER

16.00: Cat and String (Pop, Classic)
Cat and String adalah duet klasik yang menghadirkan nuansa romansa Korea melalui alunan Violin dan petikan gitar klasik. Kami tidak bernyanyi, tapi hati kalian akan.

🎻 Winny | 🎸 Rachma 
@repetiomusiccourse 

16.30: Pangkale (Folk)
Pangkale merupakan project solo Hendrik Adi Purwa yang mengemas musik dengan genre folk dengan nuansa etnik dan terbentuk akhir tahun 2024. Nama pangkale diambil dari bahasa daerah di Pagaralam, Sumatera Selatan yang memiliki arti langkah awal. Pangkale menghadirkan karya lagu tentang kehidupan, harapan dan cinta yang dibalut dengan lirik sederhana. Saat ini Pangkale sedang menggarap album pertama.
@hendrik.pangkale

17.20: Crossmate (Punk Rock)
Crossmate adalah band asal Yogyakarta yang mengusung semangat punk rock dengan sentuhan alternative scene ala era ’90-an. Terinspirasi dari Nirvana, namun tetap menjaga identitas sendiri, musik Crossmate memadukan nuansa grunge, pop punk, hingga hardcore secara orisinal dan jujur. Crossmate kini tengah bersiap meluncurkan mini album Just Wait and Take A Good See (2025). 
@crossmate_ofc

18.10: Taut (Indie pop)
Kugiran alternatif asal Yogyakarta, Taut, kolektif musik trio Maliq Adam (gitar), Nerpati Palagan (vokal), dan Aji Prasetyo (drum). Taut telah merilis nomor Bapak (2020), Disini, Percaya (2021), Api dalam Hati (Live Session) (2021), SIASAT (2022) dan Seatap ft. BELINDA (2024), dan Nyala Hidup (2025). Taut selalu menjadikan pengalaman manusia akan cinta sebagai bahan baku pengkaryaan mereka. Taut mengusung konsep musik yang sederhana, memberikan nuansa yang dalam dan selaras. 
Mari bertaut rasa! 
 @tautmusik

19.00: Agony (Alternative rock)
Agony merupakan band dari Jogjakarta yang terbentuk sejak tahun 2008 yang beraliran Japanese rock. Kami mengawali karir sebagai GS event Jepang di berbagai kota di Indonesia sejak tahun 2009-2018. Dengan terpilihnya karya kami berjudul ‘The Colour’ sebagai salah satu finalist pada event Asia Versus di NHK TV Japan & MNC TV, kami mengalami puncak karir sebagai band indie Jejepangan yang sudah memiliki karya berupa single, mini album, dan music video. 
 @agony.band

19.00: SSSALT (Electronic/Disco/Synthpop)
SSSALT adalah trio dinamis yang menghadirkan karya terbaik dari ketukan elektronik, synth yang gemerlap, dan alunan disko yang tak tertahankan ke lantai dansa. Menggabungkan energi synthpop yang menular dengan denyut disko yang semarak, musik mereka menawarkan perjalanan yang segar dan penuh nostalgia melalui suara-suara tahun 80-an dengan sentuhan modern. SSSALT menjadi pembuka tur Bottlesmoker di Yogyakarta pada tahun 2022.
@sssaltmusic

19.50: VIDAS (Latin Pop Fusion)
VIDAS Musica adalah band Latin Fusion yang berasal dari Yogyakarta, dibentuk pada bulan April 2025. Dengan akronim (Vibrant, Inspiring, Dynamic, Authentic, Soulful) VIDAS memadukan irama Latin dengan melodi & lirik yang mudah didengar, harmoni jazz, montuno, bakat flamenco, dan brass yang penuh perasaan untuk menghadirkan pertunjukan yang unik dan energik. VIDAS, yang berarti “HIDUP” dalam bahasa Spanyol & Portugis, mencerminkan kisah hidup yang umum dalam musik mereka. 
@vidas.musica

20.40: Dindy Indryanto (Folk, Balada, Alternatif)
Dindy Indryanto atau yang akrab disapa Dindy, adalah seorang solois dan penulis lagu asal Indonesia. Dikenal dengan karya-karya emosional yang menyentuh sisi terdalam jiwa, Dindy menciptakan lagu-lagu yang lahir dari pengalaman pribadi, refleksi kehidupan, dan perenungan panjang terhadap dunia di sekitarnya. Musiknya berkembang secara organik menuju genre deep indie folk, yang kaya akan nuansa keheningan, kontemplasi, dan keintiman spiritual.
@ruangmalam

21.30: Vero.BK and The Tumbleboys
Vero.BK and The Tumbleboys adalah band Country/Rockabilly beranggotakan 4 orang dari Yogyakarta, Indonesia, yang dibentuk pada bulan April 2021. Band ini beranggotakan Vero.BK (vokal), Titus Dennis (gitar), Alex Wily (drum), dan Bagus Rizky (kontrabas). Sebuah album mini dirilis pada tahun 2023, dengan lebih banyak musik yang terus dibuat dengan gaya yang mentah dan energik. 
@verobk.thetumbleboys 

Open Call Audisi Band “Fête de la Musique 2025”

Dalam rangka Fête de la Musique 2025 (World Music Day) yang dirayakan di seluruh dunia setiap tanggal 21 Juni, Institut français Yogyakarta akan menyelenggarakan rangkaian konser. Maka dari itu, kami membuka pendaftaran yang ditujukan bagi seluruh kandidat musisi di Yogyakarta.

Anda tergabung pada salah satu grup musik? Anda ingin manggung di tempat umum pada Sabtu, 21 Juni mendatang? Ayo daftar dan mengisi formulir ini (sebelum Selasa, 20 Mei 2025 pukul 23.59) untuk berpartisipasi di program acara Fête de la Musique 2025!

Apakah itu “Fête de la Musique” (World Music Day)?

Sejak 1982, Fête de la Musique dirayakan pada 21 Juni tiap tahunnya di seluruh Prancis dan lebih dari 120 negara di seluruh dunia. Didirikan oleh Kementerian Budaya Prancis, perayaan populer ini bertujuan untuk mengenalkan praktik musik ke khalayak umum. Tiap tanggal 21 Juni, berbagai konser gratis, semua genre musik berpadu, diselenggarakan di jalan-jalan, di bar-bar dan di ruang-ruang pertunjukan yang menyatukan para musisi profesional maupun amatir. Hari itu merupakan kesempatan khusus bagi para grup musik agar dapat dikenali masyarakat umum!

Fête de la Musique 2025 di Yogyakarta, bagaimana acaranya ?

Dalam rangka edisi 2025 Fête de la Musique, Institut français Yogyakarta menawarkan kepada para grup musik untuk pentas di Auditorium kami pada 21 Juni 2025 mendatang.

Siapa yang dapat berpartisipasi?

  • Semua grup musik (minimal 2 anggota), apapun jenis musik dan bahasa ekspresinya;
  • Grup musik harus tampil selama 30 – 45 menit, 100% secara langsung (format karaoke tidak diterima);
  • Grup musik harus melewati proses audisi, yang ditujukan untuk menyeleksi grup musik pada Sabtu, 24 Mei mulai pukul 14.00 di Institut français Yogyakarta (Jl. Sagan No. 3).

Bagaimana cara berpartisipasi?

  • Mengisi formulir dengan mengakses tautan ini dan mengirimkan sebuah video musik minimal 3 menit sebelum Selasa, 20 Mei 2025 pukul 23.59;
  • JIka grup Anda terpilih, maka Anda akan diundang untuk melakukan audisi pada Sabtu, 24 Mei 2025 mulai pukul 14.00 di Institut français Yogyakarta (Jl. Sagan No.3);
  • Partisipasi grup musik Anda dalam audisi jika grup Anda terpilih pada acara Fête de la Musique adalah gratis.

Bagaimana proses audisi pada Sabtu, 24 Mei?

  • Ketika Anda sudah mengisi formulir, Anda akan menerima pesan WA pada Rabu, 21 Mei yang menginformasikan pukul berapa Anda akan dipanggil pada audisi yang dijadwalkan pada Sabtu, 24 Mei di Institut français Yogyakarta.
  • Sesuai jadwal, grup Anda akan diminta untuk pentas di panggung auditorium Institut français di depan para juri yang terdiri dari musisi profesional (1 lagu berdurasi kira – kira 3 – 5 menit)
  • Institut français menyediakan panggung, sound, drum, namun tidak menyediakan instrumen musik lainnya (silahkan membawa instrumen Anda sendiri)
  • Peralatan sound yang dapat Anda gunakan:
    • Mixer : Soundcraft FX16ii, 16 manual channel;
    • Stereo set with 2 speaker actif Yamaha DZR 15 with 2 sub-actif DZS 18;
    • 4 microphones Shure SM 58 with cables, 3 microphones Shure 57 with cable;
    • 3 microphones Shure SM 58 wireless (include 3 table stand mic for conference, and 3 long stand mic);
    • 15 extensions cables of XLR multiples length;
    • “Multi box” on scene with 16 entries, possibility of 6 returns scene;
    • 2 speakers monitor JBL EON 615 with standing speaker;
  • Musik yang akan dimainkan oleh grup Anda harus disesuaikan dengan ketersediaan alat yang dapat dipakai saat audisi.
  • Anda akan diinformasikan mengenai hasil audisi (terpilih/tidak terpilih) paling lambat Selasa, 27 Mei.
  • JIka grup Anda terpilih, maka grup Anda akan pentas pada Sabtu, 21 Juni 2025 di Institut français.
  • Proses audisi akan direkam, penggunaan video hanya diperuntukkan secara eksklusif untuk institut français dan anggota juri. Hasil rekaman tidak akan dipublikasikan dan tidak akan disimpan setelah tanggal 21 Juni 2025.

Bagaimana acara Fête de la Musique di Yogyakarta pada 21 Juni?

  • Institut français Yogyakarta akan menginformasikan jam pentas paling lambat Jumat, 6 Juni 2025.
  • Institut français Yogyakarta akan menginformasikan kondisi teknis dan material yang dapat Anda gunakan saat konser paling lambat 6 Juni 2025.
  • Partisipasi Anda pada acara Fête de la Musique tidak  akan dibayar atau diberi kompensasi apapun (transport, sewa alat,dll.) baik dari pihak Institut français Yogyakarta.
  • Institut français Yogyakarta akan memberikan box makan malam untuk para musisi yang pentas pada acara Fête de la Musique pada 21 Juni 2025.

Segenap pertanyaan yang berkaitan dengan Fête de la Musique, dapat ditanyakan melalui WhatsApp di nomor +62 818-0422-5573.

Konser Jazz – Noé Clerc Trio

Bekerja sama dengan Association Jazzé Croisé (AJC), Jazz Gunung, Forum Jazz Indonesia dan Ubud Village Jazz Festival, Institut français d’Indonésie dengan senang hati menyambut kedatangan grup jazzNoé Clerc Trio” untuk konser pada tanggal 20 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

Berikut jadwalnya:

  • 20 Juli: Jazz Gunung Bromo (Jiwa Jawa Resort, Probolinggo)
  • 23 Juli: IFI Surabaya
  • 26 Juli: Jazz Summit (IFI Thamrin, Jakarta)
  • 29 Juli: Jazz Mben Senen (Bentara Budaya, Yogyakarta)
  • 2 Agustus: Ubud Village Jazz Festival

Senin, 29 Juli mulai pukul 20.00, Noé Clerc Trio akan pentas di Jazz Mben Senen, pertemuan mingguan para pecinta musik jazz asal Yogyakarta yang tidak boleh dilewatkan, di Bentara Budaya (Jl. Suroto No.2, Kotabaru). Acara ini gratis, terbuka untuk semua orang, tanpa registrasi.

Konser ini terselenggara berkat kerja sama dengan Association Jazzé Croisé (AJC), Jazz Gunung, Forum Jazz Indonesia, Ubud Village Jazz Festival, Kompas Gramedia, Bentara Budaya Yogyakarta, Jazz Mben Senen, Hotel Grand Mercure Yogyakarta dan Institut français d’Indonésie.

Noé Clerc Trio merupakan grup jazz yang terdiri dari Noé Clerc pada akordeon, Clément Daldosso pada bas dan Elie Martin-Charrière pada drum.

Terbentuk di tahun 2018, grup ini telah berhasil menyabet berbagai ajang perlombaan internasional: « Leopold Bellan » (2018), « Jazz di St Germain des Prés » (2019), « Prix d’instrumentiste du festival Jazz à La Défense » (2021).

Trio ini juga pentas secara rutin di Prancis (“Sunset Sunside“, “Avignon Jazz Festival“, “Gare Jazz“) dan di luar negeri (“Studio Five” di Bulgaria).

Album perdana mereka “Secret Place“, rilis di bawah label NoMadMusic, berpadu di panggung sebuah pemandangan alam yang terkadang urban, terkadang liar, bercerita tentang perjumpaan dan mengajak kita berkelana. Ini adalah kombinasi tiga instrumen virtuoso dan sangat modern yang jarang disatukan.

https://youtu.be/4y8G1ROPp10?si=ip_hMP43mFcyJ6Wb

Fête de la Musique di Yogyakarta

Mari rayakan musik bersama kami pada 21 Juni mendatang! 

Festival ini diselenggarakan di tanggal yang sama, “Fête de la Musique” (World Music Day) ditujukan untuk mendukung praktik musik, terutama bagi anak muda. 

Berbagai konser gratis yang dimainkan oleh musisi amatir maupun profesional, seluruh aliran musik berpadu, diselenggarakan pada tanggal tersebut, di ruang-ruang pertunjukan, di cafe maupun di jalanan.

Festival ini juga merupakan kesempatan bagi para musisi amatir untuk dapat dikenal oleh khalayak umum.

Pada edisi 2024 kali ini di Yogyakarta, 8 konser dari 8 grup band lokal akan diselenggarakan pada Jumat, 21 Juni antara pukul 16.00 – 22.00 di Institut français (Jl. Sagan No.3).

Konser ini gratis, terbuka untuk umum dan tanpa pendaftaran.

JADWAL KONSER

16:00: Vincent Meyer World Music Family (French Chanson)

Pasangan duo (suami dari Prancis dan istri dari Indonesia) yang menyanyikan lagu Prancis ciptaan sendiri. Lagu yang diciptakan terinspirasi dari negara – negara yang pernah dikunjunginya (Prancis, Belgia, Indonesia Bangladesh, Kongo, Nigeria, Uganda dll. Pernah ikut serta dalam acara musik yang diselenggarakan oleh Institut français Yogyakarta tahun 1989 dan 2017.
Vincent Meyer (SoundCloud)

17:00: Alesia Jennaira (Pop)

Alesia Jennaira dibentuk pada tanggal 21 Juni 2022. Band yang awalnya beranggotakan 5 orang ini membawakan format akustik dalam setiap penampilannya. Alesia Jennaira memainkan musik pop yang tenang dan mengcover lagu-lagu hits. Di masa yang akan datang, Alesia Jennaira akan membawakan format band dan sedang menggodok lagu perdana.
@alesiajennaira

17:50: The Question (Pop)

Band yang dibentuk pada November 2023 yang terdiri dari beberapa mahasiswa yang tergabung di satu Departemen pendidikan musik UNY. Band yang mengusung genre pop alternatif atau pop indo ini beraktivitas secara kolektif. Baru saja merilis single lagu barunya berjudul “Jadi Milikku” pada Mei 2024 lalu.
@_thequestion.why

18:40: We’re All Gonna Make It (Pop)

We’re All Gonna Make It adalah band yang berasal dari Yogyakarta. Genre musik We’re All Gonna Make It sangat tidak biasa sehingga tidak mudah untuk dikategorikan. Maka, kami menyebut genre kami WAGMIsm. WAGMIsm adalah aliran WAGMI (We’re All Gonna Make It) yang bermakna sebuah pergerakan seni. Sebab, selain bermusik kami juga menyebarkan propaganda sekaligus bertanggungjawab atas tuntutan estetis sebagai penghasil karya yang mencabik kecerdasan intelegensi dan emosional penikmatnya.
@wagmism

19:00: Kontener Guitar Kuartet (Classical / Instrumental)

Sebuah grup musik bergenre classical instrumental dengan format gitar kuartet yang dibentuk pada 3 April 2024.Beranggotakan 4 personil yang berasal dari jurusan dan universitas yang sama hingga mampu meraih juara 2 Festival Seni Pertunjukan Indonesia 2024 kategori musik kamar. Pernah mengikuti konser antara lain Konser Da Capo al Fine 2024 dan South North Guitar Concert 2024.
@konten_er

19:30: Nuklea (Rock Alternative / Pop)

Nuklea merupakan grup band yang berdomisili di Yogyakarta dan dibentuk pada Desember 2022. Nuklea melakukan kegiatan produksi di tahun 2023 dan berhasil menelurkan 7 karya dan sebagian telah dirilis 3 singlenya di awal tahun 2024. Single “Bersamamu” merupakan rilisan yang pertama dengan nuansa Pop yang kental dengan balutan emosional yang positif. Disusul dengan rilisan “Sedang Diuji” dan “Bukan Khayalan Belaka” yang justru penuh dengan style rock. 
@nukleaofficial

20:20: Fuzzteria (Alternative Rock / Grunge)

Fuzzteria adalah band alternative rock grunge yang berasal dari Yogyakarta. Fuzzteria terbentuk pada bulan Maret 2023 dan telah menjadi bagian integral dari skena musik alternatif grunge rock Yogyakarta. Pada tanggal 27 Juli 2023, Fuzzteria merilis mini album Bergerak Tak Gentar yang dapat dinikmati di Spotify, iTunes, Resso dan YouTube Music. Saat ini, Fuzzteria sedang mempersiapkan materi baru yang akan segera rilis.
@fuzzteria

21:10: Just For Fun (Pop Punk)

Just For Fun merupakan band beraliran pop punk yang dibentuk 17 Agustus 2023 di Yogyakarta. Just For Fun mengangkat tema melodramatic pop punk, di mana mereka mengusung lagu-lagu dengan lirik melankolis namun dibawakan dengan irama pop punk yang energetic. Serta mengover berbagai lagu populer di sub genre punk. Saat ini Just For Fun memiliki tiga karya lagu dengan hit single “Ketika” yang sudah bisa didengar di channel YouTube JUST FOR FUN.
@justforfunpoppunk

Open Call Audisi Band “Fête de la Musique 2024”

Dalam rangka Fête de la Musique 2024 (World Music Day) yang dirayakan di seluruh dunia setiap tanggal 21 Juni, Institut français Yogyakarta akan menyelenggarakan rangkaian konser. Maka dari itu, kami membuka pendaftaran yang ditujukan bagi seluruh kandidat musisi di Yogyakarta.

Anda tergabung pada salah satu grup musik? Anda ingin manggung di tempat umum pada Jumat, 21 Juni mendatang? Ayo daftar dan mengisi formulir ini untuk gabung di program Fête de la Musique 2024!

Apakah itu “Fête de la Musique” (World Music Day)?

Sejak 1982, “Fête de la Musique” dirayakan pada 21 Juni tiap tahunnya di seluruh Prancis dan lebih dari 120 negara di seluruh dunia. Didirikan oleh Kementerian Budaya Prancis, perayaan populer ini bertujuan untuk mengenalkan praktik musik ke khalayak umum. Tiap tanggal 21 Juni, berbagai konser gratis, semua genre musik berpadu, diselenggarakan di jalan-jalan, di bar-bar dan di ruang-ruang pertunjukan yang menyatukan para musisi profesional maupun amatir. Hari itu merupakan kesempatan khusus bagi para grup musik agar dapat dikenali masyarakat umum ! 

Fête de la Musique 2024 di Yogyakarta, bagaimana acaranya ?

Dalam rangka edisi 2024 Fête de la Musique, Institut français Yogyakarta menawarkan kepada para grup musik untuk pentas di Auditorium kami pada 21 Juni 2024 mendatang.

Siapa yang dapat berpartisipasi?

  • Semua grup musik (minimal 2 anggota), apapun jenis musik dan bahasa ekspresinya
  • Grup musik harus tampil selama minimal 45 menit, 100% secara langsung (format karaoke tidak diterima)
  • Grup musik harus melewati proses audisi, yang ditujukan untuk menyeleksi grup musik pada Sabtu, 25 Mei mulai pukul 14.00 di Institut français Yogyakarta (Jl. Sagan No. 3)

Bagaimana cara berpartisipasi?

  • Mengisi formulir dengan mengakses tautan ini dan mengirimkan sebuah video musik minimal 3 menit sebelum Selasa, 21 Mei 2024 pukul 23.59
  • JIka grup Anda terpilih, maka Anda akan diundang untuk melakukan audisi pada Sabtu, 25 Mei 2024 mulai pukul 14.00 di Institut français Yogyakarta (Jl. Sagan No.3)
  • Partisipasi grup musik Anda dalam audisi jika grup Anda terpilih pada acara Fête de la Musique adalah gratis.

Bagaimana proses audisi pada Sabtu, 25 Mei?

  • Ketika Anda sudah mengisi formulir, Anda akan menerima pesan WA pada Rabu, 22 Mei yang menginformasikan pukul berapa Anda akan dipanggil pada audisi yang dijadwalkan pada Sabtu, 25 Mei di Institut français Yogyakarta.
  • Sesuai jadwal, grup Anda akan diminta untuk pentas di panggung auditorium Institut français di depan para juri yang terdiri dari musisi profesional (1 lagu berdurasi kira – kira 5 menit)
  • Institut français menyediakan panggung, sound, drum, namun tidak menyediakan instrumen musik lainnya (silahkan membawa instrumen Anda sendiri)
  • Peralatan sound yang dapat Anda gunakan:
    • 6 x 2 with 6 auxiliaries, 1 comforts semi permeable filter (medium) and two filters band pass sound
    • Mixer: Soundcraft FX16ii, 16 manual channel
    • Stereo amplifier Peavey for the front of 800 W, stereo amplifier Peavey for the return 400 W
    • 2 microphones Shure SM 58 with cables, 1 microphone Shure 57 with cable, 2 microphones
    • Shure SM 58 wireless (include 3 table stand mic for conference, and 3 long stand mic)
    • 20 extensions cables of XLR multiples length
    • “Multi box” on scene with 16 entries, possibility of 6 returns scene
    • 2 speakers monitor JBL EON 615 with standing speaker
  • Musik yang akan dimainkan oleh grup Anda harus disesuaikan dengan ketersediaan alat yang dapat dipakai saat audisi.
  • Anda akan diinformasikan mengenai hasil audisi (terpilih/tidak terpilih) paling lambat Selasa, 28 Mei.
  • JIka grup Anda terpilih, maka grup Anda akan pentas pada Jumat, 21 Juni 2024 di Institut français.
  • Proses audisi akan direkam, penggunaan video hanya diperuntukkan secara eksklusif untuk institut français dan anggota juri. Hasil rekaman tidak akan dipublikasikan dan tidak akan disimpan setelah tanggal 21 Juni 2024.

Bagaimana acara Fête de la Musique di Yogyakarta pada 21 Juni?

  • Institut français Yogyakarta akan menginformasikan jam Anda manggung paling lambat 7 Juni 2024.
  • Institut français Yogyakarta akan menginformasikan kondisi teknis dan material yang dapat Anda gunakan saat konser paling lambat 7 Juni 2024.
  • Partisipasi Anda pada acara Fête de la Musique tidak  akan dibayar atau diberi kompensasi apapun (transport, sewa alat,dll.) baik dari pihak Institut français Yogyakarta.
  • Institut français Yogyakarta akan memberikan box makan malam untuk para musisi yang manggung pada acara Fête de la Musique pada 21 Juni 2024.

Untuk informasi lebih lanjut: +62 818-0422-5573 (WA)

Jazz Mben Senen: Jérémie Ternoy Trio

Grup jazz Prancis “Jérémie Ternoy Trio” akan pentas pada Senin, 24 Juli 2023 mulai pukul 20.00 di Bentara Budaya Yogyakarta (Jl. Suroto No.2, Kotabaru) di acara Jazz Mben Senen.

Nonton gratis tanpa daftar!

Jérémie Ternoy Trio akan tur keliling 5 kota di Indonesia antara tanggal 16 – 29 Juli:

  • IFI Jakarta (16/07)
  • Jayanata Ballroom, Surabaya (18/07)
  • Jazz Gunung Bromo (22/07)
  • Jazz Mben Senen, Yogyakarta (24/07)
  • Ubud Village Jazz Festival (29/07)

Jérémie Ternoy Trio adalah kelompok musik jazz yang terdiri dari Jérémie Ternoy sebagai komponis sekaligus pianis, lalu Nicolas Mahieux pemain kontrabas dan Charles-Albert Duytschaever sebagai drummer. 

Sejak dibentuk pada tahun 2003, trio ini terus menggali lebih dalam alur musiknya yang mengandalkan pada estetika musik jazz ; terdiri dari trio piano, bas, drum ini dengan berbelok pada pengaruh-pengaruh dan bentuk-bentuk yang lebih kontemporer, seperti energi rock, musik-musik minimalis, improvisasi bebas atau musik-musik tradisional, bahkan proses menulis dari musik electro.

Suguhan musiknya, yang kadang sepoi-sepoi dan jernih, terkadang bertenaga dan organis, membawa pendengarnya ke dalam pusaran kegembiraan, di mana permainan musik dari ketiga protagonis ini berpadu sempurna dengan aransemen leader-nya, Jérémie Ternoy.

Untuk mengenal Jérémie Ternoy Trio lebih lanjut di video:

Konser pada 24 Juli ini diselenggarakan berkat kerja sama dengan Jazz Mben Senen, Kompas Gramedia, Bentara Budaya Yogyakarta dan ARTOTEL Suites Bianti.

OPEN HOUSE IFI – LIP

Institut français Yogyakarta (IFI LIP) mengundang Anda dalam rangkaian acara Open House terbuka dan gratis pada hari Sabtu, 17 September 2022 pukul 10.00 s/d 18.00.

Berikut ini kegiatan-kegiatannya:

  • Pasar Sehat Sagan (pasar kerajinan lokal) pada 10.00-15.00 di teras kafe IFI-LIP
  • Kursus Pengenalan bahasa Prancis (60 menit) dengan reservasi (terdapat beberapa pilihan sesi antara pukul 10.00 s/d 16.00):
  • Pemutaran film (gratis tanpa reservasi):
  • Presentasi pengenalan médiathèque / perpustakaan IFI-LIP (gratis tanpa reservasi): datang dan simak presentasi layanan Médiathèque IFI-LIP diikuti dengan Culturethèque (perpustakaan daring) pada 13.15-13.30 di Auditorium!
  •  Kuis wawasan Prancis berhadiah (gratis tanpa reservasi): uji pemahamanmu tentang kebudayaan di Prancis dengan ikut main kuis pada 13.30-14.00 di Auditorium; berbagai hadiah menarik menantimu lho!
  • Board games/video games (gratis tanpa reservasi): kunjungi médiathèque pada 14.00-15.00 dan bergabunglah dalam permainan board game dan video game seru sambil belajar bahasa Prancis!
  • Info kuliah dan beasiswa Prancis (gratis tanpa reservasi): temukan berbagai kesempatan untuk melanjutkan studi di Prancis bersama Campus France Yogyakarta pada 14.00-15.30 di Auditorium!
  • Mendongeng untuk anak-anak (gratis tanpa reservasi): pada 15.00-16.00 di Médiathèque, IFI-LIP mengajak anak-anak menyimak dongeng-dongeng Prancis pilihan yang diceritakan oleh para frankofon (penutur bahasa Prancis). Kamu pun juga bisa ikut bercerita di sana!
  • Karaoke lagu-lagu Prancis dengan pendaftaran: Pada 16.30-18.30, teras IFI-LIP akan dimeriahkan dengan lomba karaoke lagu-lagu Prancis! Pilih lagu favoritmu di sini dan persiapkan dirimu dari sekarang! Karaoke akan dibuka dengan mini konser dari band Alesia Jennaira pada 16.00.
  • Sanggar percakapan berbahasa Prancis (gratis tanpa reservasi): pada 17.00-18.00 di Auditorium, latihlah kemampuan berbahasa Prancismu pada kelas percakapan bertema stereotip orang Prancis dan orang Indonesia! Disarankan sudah memiliki minimal level A2 untuk ikut berpartisipasi.

Jazz Prancis Memikat Penonton Indonesia

Tur Duo WEEGER, dengan klarinet dan saksofon, telah tampil di festival Jazz Gunung Bromo pada hari Jumat, 22 Juli 2022. Penonton terpikat oleh duo asal Prancis, Bastien dan Timothée WEEGER, kakak beradik yang untuk pertama kalinya menggelar konser dan menampilkan komposisi orisinal mereka. Melodi yang terinspirsasi dari jazz gypsy oleh Biréli Lagrène serta Sydney Bechet, klarinetis kawakan yang tinggal di Prancis hingga akhir hayatnya. Dalam kunjungan pertama ke Indonesia ini, kedua musisi Prancis menyaksikan pemandangan memukau Bromo dan juga menjumpai penonton baru.

“Jazz Gunung berani memadukan musik pop atau hip-hop dan untuk konser musik jazz, penonton yang hadir lebih muda dibanding dengan penonton di Prancis” kata Bastien.

Para musisi muda Indonesia juga menjumpai duo musisi Prancis ini pada hari Minggu, 24 Juli 2022, untuk berbagi pengalaman satu sama lain, di IFI Surabaya. Mereka, amatir maupun profesional,  bergabung dalam sesi improvisasi jazz bersama.

Duo WEEGER pun melanjutkan tur mereka ke Jakarta dan Medan.

Pemenang Kontes Musik “La Vie en Rose” : Klasik atau Kabaret?

Pada hari ini, keempat juri kontes musik “La Vie en Rose” telah mengumukan nama-nama pemenang. Sebuah keputusan yang tidak mudah karena seluruh peserta luar biasa penampilannya. 28 peserta telah melakukan audisi sejak tanggal 25 Mei, 8 dan 9 Juni 2022 di Komplek AJBS serta Hotel Majapahit. Audisi dan kontes di Hotel Majapahit pun terkesan seperti konser para ahli musik klasik dengan para musisi muda, Maggie Tse, Osten dan Colin Cristo Harianto yang mengesankan juri dengan interpretasi mereka mengenai lagu-lagu Prancis seperti Claude DEBUSSY dan Françis POULENC, sedangkan pada audisi di Pujasera Komplek AJBS, suasana lebih condong kepada musik rock dan jazz, terutama dengan adanya penampilan metal dari Iko Eric Tegar Wicaksono dan kawan-kawan yang merupakan sebuah band dengan disabilitas.

Akhirnya, nama-nama pemenang pun sudah disepakati. Pada juara pertama, dimenangkan oleh Grup Jazz-Pop dengan penyanyi utama Maritza Inas Tasyakurina (vocal), Reinas Omega Saputra (drum), Kevin Aldianto (guitar), Obed Nelsen Benedicto (sax), Mirza Haykal Shaqiel (bass), Glenn Marcel Sinambela (keyboard), sebuah grup dengan 6 personil muda, mahasiswa Universitas Brawijaya. Selain karena suara merdu dan pelafalan bahasa Prancis Maritza yang sempurna, kemenangan dapat diraih karena “French style” yang mereka bawakan, suasana kabaret dan interpretasi lagu yang menyenangkan pada kontes “La Vie en Rose”. Lalu, juara kedua diraih oleh musisi klasik, Nasya Lilananda dan Jasmine Sanjaya, yang ditemani Viona Natalie sebagai pianis serta Azella Javelyn Kho sebagai balerina. Mereka mempersembahkan sebuah pertunjukan gabungan antara musik dan tarian dengan tarian “Swan Lake” oleh Camille Saint Saens.

Para pemenang akan menerima hadiah sebesar Rp3.000.000,00 untuk juara pertama dan Rp2.000.000,00 untuk juara kedua.

Para pemenang dan peserta kontes akan berkumpul kembali di panggung pada konser hari Sabtu, 18 Juni 2022 di IFI Surabaya – Komplek AJBS untuk merayakan Fête de la Musique. Akan disemarakkan pula oleh Band Pop-Rock Minnara, Shama dan Old Fashion; juga ada berbagai stand makanan dan minuman untuk dinikmati. Perayaan ini merupakan acara populer di Prancis untuk merayakan hari pertama musim panas, orang-orang akan menyanyi, bermain musik dan menari secara bebas di jalanan. Mari kita rayakan dan rasakan suasana gembira ini di Surabaya ! Para musisi, amatir maupun profesional, ayo datang untuk menyebarluaskan bahasa musik secara lebih luas !

Untuk reservasi : bit.ly/IFIkonsermusik
Info : 081 331 487 498 (WA)

Kontes ini didukung oleh :
Xperia
Majapahit Hotel M Gallery
UNO Entertainmen

Fête de la Musique di Yogyakarta

Mari rayakan musik bersama kami pada 21 Juni mendatang! 

Festival ini diselenggarakan di tanggal yang sama, “Fête de la Musique” ditujukan untuk mendukung praktik musik, terutama bagi pemuda. Berbagai konser gratis yang dimainkan oleh musisi amatir maupun profesional, seluruh aliran musik berpadu, diselenggarakan pada tanggal tersebut, di ruang-ruang pertunjukan, di bar maupun di jalanan. Festival ini juga merupakan kesempatan bagi para musisi amatir untuk dapat dikenal oleh khalayak umum.

Pada edisi 2022 kali ini di Yogyakarta, 13 konser di 6 tempat yang berbeda di penjuru kota akan diselenggarakan pada 21 Juni dari pukul 16.00 sampai 23.00. Jadwalnya akan kita umumin segera ya!

Program:

Jogja National Museum (JNM Bloc, Jl. Prof. DR. Ki Amri Yahya No.1)

16.00:    Mediterranea Jazz Quartet (Jazz)

IFI Yogyakarta (Jl. Sagan No.3)

17.20:    LIP Project (Pop)
18.00:    QnA (Pop)
19.00:    Alur Maju (Pop)
20.15:    Circle Fox (Alternative Rock)
21.30:    Depresi’06 (Pop Punk)

Asmara Art & Coffee Shop (Jl. Tirtodipuran No.22)

20.00:    Teman Tumbuh (Pop Folk)

Mediterranea Restaurant by Kamil (Jl. Tirtodipuran No.24A)

19.00:    Mediterranea Jazz Quartet (Jazz)

Sakapatat Brew House & Resto (Jl. Pakuningratan No.34)

18.00:    Bekubang (Folk)
19.20:    Rosie and Chocolate (Pop)

Easy Garden (Jl. Suryodiningratan No.10)

19.30:    Lourentia Kinkin (Pop Folk)
20.45:    Semsbreak (Pop)
22.00:    Syifa N Friend (Jazz)

La Fête de la Musique 2022 diselenggarakan berkat kerja sama:


logo volcano pro

Volcano Production


Easy Garden


sakapatat

Sakapatat Brew House & Resto


Asmara Art & Coffee Shop


Mediterranea Restaurant by Kamil


JNM Bloc