Cita Rasa Prancis 2025 di Surabaya

Pekan gastronomi penuh dengan berbagai kegiatan!

Dalam rangka edisi ketiga Pekan Gastronomi Prancis di Indonesia, Surabaya akan menjadi tuan rumah pada 2–11 Oktober 2025 dengan serangkaian acara yang menampilkan dialog antara keahlian Prancis dan talenta lokal.

Kota ini menonjol khususnya melalui perannya di bidang pendidikan: berbagai lokakarya dan demonstrasi akan diadakan di sejumlah lembaga seperti SMAK St. Hendrikus, SMK Negeri 12, dan Universitas Ciputra. Kemitraan dengan sekolah kejuruan serta universitas ini mencerminkan tekad untuk mewariskan kepada generasi muda Indonesia keunggulan profesi kuliner, mulai dari masakan, pastry, hingga mixology.

Program ini juga diperkaya dengan makan malam istimewa pada 4 Oktober bertajuk “Flour x Flair”, yang diselenggarakan bersama Institut Français d’Indonésie dan TooTooMoo, sebagai pertemuan sejati antara gastronomi Prancis dan kreativitas lokal. Pada 11 Oktober, acara “L’arôme de la nostalgie” akan melengkapi rangkaian tersebut dengan sebuah brunch hangat yang memadukan gastronomi dan budaya.

Selain itu, Surabaya juga akan menyambut kehadiran Guillaume Long dan Claire Geraghty untuk sebuah lokakarya yang menggabungkan komik dan kuliner, serta sebuah demonstrasi pastry, yang menambahkan sentuhan artistik dan cita rasa istimewa pada keseluruhan acara.

Melalui keragaman inisiatif ini, serta berkat keterlibatan dunia pendidikan, Surabaya turut memberikan kontribusi pada semangat kebersamaan yang menghidupkan semangat pewarisan di inti penyelenggaraan edisi 2025 ini.



Informasi +62 813-3148-7498


Reservasi acara

Fête de la Musique 2025 : Dreams & Stories

Fête de la Musique : Rêves et Histoires

Collaboration de l’Institut Français d’Indonésie et NuArt Sculpture Park

Cette année, à l’occasion du 75e anniversaire des relations diplomatiques entre la France et l’Indonésie, et alors que les récentes visites d’État ont souligné le dynamisme de la coopération bilatérale, la Fête de la Musique est une manifestation concrète de la coopération culturelle. Créée par le ministère français de la Culture en 1982, cette manifestation musicale, qui marque le début de la saison estivale, a progressivement acquis une reconnaissance internationale, devenant un événement festif apprécié de tous.

Organisée par l’Institut Français d’Indonésie (IFI) et ses partenaires, la Fête de la Musique s’étend désormais à Jakarta et dans l’archipel, occupant espaces publics, quartiers historiques et lieux populaires avec des concerts gratuits ouverts à tous.

À Bandung, l’IFI a collaboré avec le NuArt Sculpture Park pour organiser la Fête de la Musique dans le cadre du Mois de l’Art en Famille intitulé « Rêves et Histoires ». Cette initiative nous invite à explorer la manière dont les enfants interprètent leurs rêves, qu’ils naissent pendant le sommeil ou qu’ils naissent de l’espoir et de la curiosité. À travers la musique, les œuvres d’art et diverses autres activités, la Fête de la Musique : Rêves et Histoires crée un espace qui encourage les enfants à exprimer librement leurs rêves, les transformant en source d’inspiration et enrichissant notre compréhension du monde.


Ko Shin Moon est un projet collaboratif fondé en 2018, alliant cordes traditionnelles et machines électroniques. À travers sa musique expérimentale, Ko Shin Moon crée des mélodies insolites, mélange de psychédélisme et de space disco.

Musique Ko Shin Moon

Rangkai est un trio basé à Jakarta, composé de Bimo au vocal, Rai à la contrebasse et Mirza à la guitare.

Mêlant folk indie, pop et musique traditionnelle à des paroles évoquant l’amour et des sujets plus larges, comme les questions sociales et humanitaires, Rangkai crée une musique à la fois morale et agréable à écouter.

Musique Rangkai 

Influencée par son origine multiculturelle et ses réflexions profondes, Mariani Oelong propose des chansons intimistes et chargées d’histoire.

Mi-2025, elle présentera son dernier EP « Berimajinasi », où elle explore de nouveaux horizons musicaux avec de nouveaux collaborateurs, marquant ainsi une évolution passionnante.

Musique Mariani Oelong

Nil Saujana et Anak-Anak Kebun (les enfants du jardin) d’Ummasa examinent la vie quotidienne de Yudhaswara en tant qu’enseignant de maternelle à l’école maternelle Rumah Belajar Ummasa  et la joie qu’il partage avec ses élèves à l’école et parlent d’exploration artistique, de thèmes d’idées fraîches et sauvages d’enfants qui n’ont pas été destinés à la consommation publique dans l’industrie musicale du pays, ce qui répandra certainement la joie.

Musique Nil Saujana dan Anak-Anak Kebun Ummasa

À l’école Arunika, la musique keroncong est introduite afin de préserver les racines culturelles. Les arts plastiques, l’artisanat et la musique ne sont pas des activités extrascolaires, mais des matières obligatoires ; ils jouent un rôle important dans la façon dont les enfants s’expriment, ressentent et comprennent le monde.

Musique Keroncong Arunika 

« Conte musical d’Ubi Pengacau » est une œuvre créée par le groupe Tor-tor (SD-4) de la Rumah Belajar Semi Palar. Elle raconte l’histoire d’une igname qui fait l’objet de disputes entre humains et animaux dans le village de Talas.

Rumah Belajar Semi Palar 


Fête de la Musique 2025 : Dreams & Stories

Fête de la Musique : Dreams & Stories

Kolaborasi Institut Français Indonesia dan NuArt Sculpture Park

Tahun ini, bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Prancis dan Indonesia, dan dengan kunjungan kenegaraan baru-baru ini yang menyoroti dinamisme kerja sama bilateral, Fête de la Musique (Pesta Musik) menjadi bukti nyata kerja sama budaya . Didirikan oleh Kementerian Kebudayaan Prancis pada tahun 1982, acara musik ini, yang menandai dimulainya musim panas, secara bertahap memperoleh pengakuan internasional, menjadi acara meriah yang dinikmati semua orang.

Diusung oleh Institut Francais di Indonesia (IFI) dan mitranya, Fête de la Musique (Festival Musik) kini meluas ke seluruh Jakarta dan nusantara, mengambil alih ruang publik, lingkungan bersejarah, dan tempat-tempat populer dengan konser gratis yang terbuka untuk semua orang.

Di Bandung, IFI berkolaborasi dengan NuArt Sculpture Park menggelar Fête de la Musique yang dimasukkan sebagai rangkaian Family Art Month dengan tajuk “Dreams & Stories” mengajak kita menyelami cara anak-anak memaknai mimpi mereka—baik yang muncul saat tidur maupun yang tumbuh  dari harapan dan rasa ingin tahu. Lewat musik, karya seni dan ragam aktivas lain, Fête de la Musique : Dreams & Stories menciptakan ruang yang mendorong anak-anak untuk mengekspresikan angan-angannya secara bebas, menjadikannya sumber inspirasi, dan memperkaya cara kita memahami dunia mereka.


Ko Shin Moon adalah proyek kolaboratif yang didirikan pada tahun 2018, memadukan senar tradisional dan mesin musik elektronik. Melalui musik eksperimentalnya, Ko Shin Moon menciptakan melodi yang tidak biasa, perpaduan psikedelia dan space disco

Musik Ko Shin Moon

Rangkai adalah trio yang berbasis di Jakarta, terdiri dari Bimo sebagai vokalis, Rai sebagai kontrabas, dan Mirza sebagai gitaris. 

Menggabungkan aliran musik indie folk, pop, dan tradisional dengan lirik bertema cinta dan hal-hal yang lebih luas, seperti isu sosial dan kemanusiaan, Rangkai menjadikan musiknya bermoral namun tetap easy listening

Musik Rangkai 

Dipengaruhi oleh latar belakang multikulturalnya dan pemikiran yang mendalam, Mariani Oelong menawarkan lagu-lagu yang intimate dan penuh cerita. 

Pada pertengahan tahun 2025, ia akan memperkenalkan EP terbarunya “Berimajinasi”, di mana ia menjelajahi lanskap musikal baru dengan kolaborator baru, menandai evolusi yang menarik. 

Musik Mariani Oelong

Nil Saujana dan Anak-Anak Kebun Ummasa menelaah keseharian Yudhaswara sebagai guru Taman Kanak-Kanak  di Rumah Belajar Ummasa dan kegembiraan yang melebur bersama murid-muridnya di sekolah dan  Membicarakan mengenai eksplorasi artistik,tema-tema ide segar nan liar dari anak-anak yang selama ini tidak menjadi konsumsi publik di industri musik tanah air, yang pastinya akan menebar kegembiraan.

Musik Nil Saujana dan Anak-Anak Kebun Ummasa

Di sekolah Arunika, musik keroncong diperkenalkan sebagai upaya merawat akar budaya. Seni, kerajinan, dan musik bukanlah ekstrakurikuler melainkan pelajaran wajib – mereka adalah bagian penting dari cara anak mengekspresikan diri, merasakan, dan memahami dunia. 

Musik Keroncong Arunika 

“Dongeng Musikal Ubi Pengacau” merupakan sebuah karya yang diciptakan oleh Kawanan Tor-tor (SD-4) dari Rumah Belajar Semi Palar secara bersama-sama. Berkisah tentang ubi yang menjadi rebutan baik oleh manusia maupun hewan yang ada di Desa Talas..

Rumah Belajar Semi Palar 


Fête de la Musique 2025 di Yogyakarta

Mari rayakan musik bersama kami pada 21 Juni mendatang!

Festival ini diselenggarakan di tanggal yang sama, “Fête de la Musique” (World Music Day) ditujukan untuk mendukung praktik musik, terutama bagi anak muda.

Berbagai konser gratis yang dimainkan oleh musisi amatir maupun profesional, seluruh aliran musik berpadu, diselenggarakan pada tanggal tersebut, di ruang-ruang pertunjukan, di cafe maupun di jalanan.

Festival ini juga merupakan kesempatan bagi para musisi amatir untuk dapat dikenal oleh khalayak umum.

Pada edisi 2025 kali ini di Yogyakarta, 9 konser dari 9 grup band lokal akan diselenggarakan pada Sabtu, 21 Juni antara pukul 16.00 – 22.00 di Institut français (Jl. Sagan No.3).

Konser ini gratis, terbuka untuk umum dan tanpa pendaftaran. 

JADWAL KONSER

16.00: Cat and String (Pop, Classic)
Cat and String adalah duet klasik yang menghadirkan nuansa romansa Korea melalui alunan Violin dan petikan gitar klasik. Kami tidak bernyanyi, tapi hati kalian akan.

🎻 Winny | 🎸 Rachma 
@repetiomusiccourse 

16.30: Pangkale (Folk)
Pangkale merupakan project solo Hendrik Adi Purwa yang mengemas musik dengan genre folk dengan nuansa etnik dan terbentuk akhir tahun 2024. Nama pangkale diambil dari bahasa daerah di Pagaralam, Sumatera Selatan yang memiliki arti langkah awal. Pangkale menghadirkan karya lagu tentang kehidupan, harapan dan cinta yang dibalut dengan lirik sederhana. Saat ini Pangkale sedang menggarap album pertama.
@hendrik.pangkale

17.20: Crossmate (Punk Rock)
Crossmate adalah band asal Yogyakarta yang mengusung semangat punk rock dengan sentuhan alternative scene ala era ’90-an. Terinspirasi dari Nirvana, namun tetap menjaga identitas sendiri, musik Crossmate memadukan nuansa grunge, pop punk, hingga hardcore secara orisinal dan jujur. Crossmate kini tengah bersiap meluncurkan mini album Just Wait and Take A Good See (2025). 
@crossmate_ofc

18.10: Taut (Indie pop)
Kugiran alternatif asal Yogyakarta, Taut, kolektif musik trio Maliq Adam (gitar), Nerpati Palagan (vokal), dan Aji Prasetyo (drum). Taut telah merilis nomor Bapak (2020), Disini, Percaya (2021), Api dalam Hati (Live Session) (2021), SIASAT (2022) dan Seatap ft. BELINDA (2024), dan Nyala Hidup (2025). Taut selalu menjadikan pengalaman manusia akan cinta sebagai bahan baku pengkaryaan mereka. Taut mengusung konsep musik yang sederhana, memberikan nuansa yang dalam dan selaras. 
Mari bertaut rasa! 
 @tautmusik

19.00: Agony (Alternative rock)
Agony merupakan band dari Jogjakarta yang terbentuk sejak tahun 2008 yang beraliran Japanese rock. Kami mengawali karir sebagai GS event Jepang di berbagai kota di Indonesia sejak tahun 2009-2018. Dengan terpilihnya karya kami berjudul ‘The Colour’ sebagai salah satu finalist pada event Asia Versus di NHK TV Japan & MNC TV, kami mengalami puncak karir sebagai band indie Jejepangan yang sudah memiliki karya berupa single, mini album, dan music video. 
 @agony.band

19.00: SSSALT (Electronic/Disco/Synthpop)
SSSALT adalah trio dinamis yang menghadirkan karya terbaik dari ketukan elektronik, synth yang gemerlap, dan alunan disko yang tak tertahankan ke lantai dansa. Menggabungkan energi synthpop yang menular dengan denyut disko yang semarak, musik mereka menawarkan perjalanan yang segar dan penuh nostalgia melalui suara-suara tahun 80-an dengan sentuhan modern. SSSALT menjadi pembuka tur Bottlesmoker di Yogyakarta pada tahun 2022.
@sssaltmusic

19.50: VIDAS (Latin Pop Fusion)
VIDAS Musica adalah band Latin Fusion yang berasal dari Yogyakarta, dibentuk pada bulan April 2025. Dengan akronim (Vibrant, Inspiring, Dynamic, Authentic, Soulful) VIDAS memadukan irama Latin dengan melodi & lirik yang mudah didengar, harmoni jazz, montuno, bakat flamenco, dan brass yang penuh perasaan untuk menghadirkan pertunjukan yang unik dan energik. VIDAS, yang berarti “HIDUP” dalam bahasa Spanyol & Portugis, mencerminkan kisah hidup yang umum dalam musik mereka. 
@vidas.musica

20.40: Dindy Indryanto (Folk, Balada, Alternatif)
Dindy Indryanto atau yang akrab disapa Dindy, adalah seorang solois dan penulis lagu asal Indonesia. Dikenal dengan karya-karya emosional yang menyentuh sisi terdalam jiwa, Dindy menciptakan lagu-lagu yang lahir dari pengalaman pribadi, refleksi kehidupan, dan perenungan panjang terhadap dunia di sekitarnya. Musiknya berkembang secara organik menuju genre deep indie folk, yang kaya akan nuansa keheningan, kontemplasi, dan keintiman spiritual.
@ruangmalam

21.30: Vero.BK and The Tumbleboys
Vero.BK and The Tumbleboys adalah band Country/Rockabilly beranggotakan 4 orang dari Yogyakarta, Indonesia, yang dibentuk pada bulan April 2021. Band ini beranggotakan Vero.BK (vokal), Titus Dennis (gitar), Alex Wily (drum), dan Bagus Rizky (kontrabas). Sebuah album mini dirilis pada tahun 2023, dengan lebih banyak musik yang terus dibuat dengan gaya yang mentah dan energik. 
@verobk.thetumbleboys 

Europe on Sceen 2025 di Yogyakarta

Festival film Uni Eropa “Europe on Screen” (EoS) kembali hadir! Di edisi ke-25 kali ini, EoS akan ditayangkan pada Jumat – Minggu, 13 – 22 Juni di 7 kota di seluruh Indonesia!

Diinisiasi dengan edisi pertamanya pada 1990, festival “Europe On Screen” menjadi festival film internasional tertua yang masih aktif di Indonesia! Setiap tahunnya, EoS menyuguhi khalayak di Indonesia dengan pilihan film-film terbaik dari berbagai negara di Eropa.

Sebagai rekan eksklusif festival EoS di Yogyakarta, Institut français (Jl. Sagan No. 3) akan menyelenggarakan 18 pemutaran film, gratis dan terbuka untuk umum tanpa pendaftaran:

  • pukul 16.30 dan 19.00 di hari Senin – Jumat
  • pukul 14.00, 16.30, dan 19.00 di hari Sabtu dan Minggu

Pada hari Sabtu, 14 Juni, Institut français Yogyakarta berkesempatan menyambut kedatangan sutradara dari Irlandia Brian Durnin secara langsung pada sesi tanya jawab seusai penayangan filmnya yang berjudul “Spilt Milk” pukul 16.30.

Seluruh film akan ditayangkan dalam versi original dengan takarir bahasa Inggris.

Akses untuk menonton film ini gratis, terbuka untuk umum tanpa pendaftaran.

Informasi selengkapnya tentang festival Europe on Screen dapat diakses melalui laman resmi (https://europeonscreen.org/ifi-yogyakarta/) atau akun Instagram festival EoS (@europeonscreen).

Open Call Audisi Band “Fête de la Musique 2025”

Dalam rangka Fête de la Musique 2025 (World Music Day) yang dirayakan di seluruh dunia setiap tanggal 21 Juni, Institut français Yogyakarta akan menyelenggarakan rangkaian konser. Maka dari itu, kami membuka pendaftaran yang ditujukan bagi seluruh kandidat musisi di Yogyakarta.

Anda tergabung pada salah satu grup musik? Anda ingin manggung di tempat umum pada Sabtu, 21 Juni mendatang? Ayo daftar dan mengisi formulir ini (sebelum Selasa, 20 Mei 2025 pukul 23.59) untuk berpartisipasi di program acara Fête de la Musique 2025!

Apakah itu “Fête de la Musique” (World Music Day)?

Sejak 1982, Fête de la Musique dirayakan pada 21 Juni tiap tahunnya di seluruh Prancis dan lebih dari 120 negara di seluruh dunia. Didirikan oleh Kementerian Budaya Prancis, perayaan populer ini bertujuan untuk mengenalkan praktik musik ke khalayak umum. Tiap tanggal 21 Juni, berbagai konser gratis, semua genre musik berpadu, diselenggarakan di jalan-jalan, di bar-bar dan di ruang-ruang pertunjukan yang menyatukan para musisi profesional maupun amatir. Hari itu merupakan kesempatan khusus bagi para grup musik agar dapat dikenali masyarakat umum!

Fête de la Musique 2025 di Yogyakarta, bagaimana acaranya ?

Dalam rangka edisi 2025 Fête de la Musique, Institut français Yogyakarta menawarkan kepada para grup musik untuk pentas di Auditorium kami pada 21 Juni 2025 mendatang.

Siapa yang dapat berpartisipasi?

  • Semua grup musik (minimal 2 anggota), apapun jenis musik dan bahasa ekspresinya;
  • Grup musik harus tampil selama 30 – 45 menit, 100% secara langsung (format karaoke tidak diterima);
  • Grup musik harus melewati proses audisi, yang ditujukan untuk menyeleksi grup musik pada Sabtu, 24 Mei mulai pukul 14.00 di Institut français Yogyakarta (Jl. Sagan No. 3).

Bagaimana cara berpartisipasi?

  • Mengisi formulir dengan mengakses tautan ini dan mengirimkan sebuah video musik minimal 3 menit sebelum Selasa, 20 Mei 2025 pukul 23.59;
  • JIka grup Anda terpilih, maka Anda akan diundang untuk melakukan audisi pada Sabtu, 24 Mei 2025 mulai pukul 14.00 di Institut français Yogyakarta (Jl. Sagan No.3);
  • Partisipasi grup musik Anda dalam audisi jika grup Anda terpilih pada acara Fête de la Musique adalah gratis.

Bagaimana proses audisi pada Sabtu, 24 Mei?

  • Ketika Anda sudah mengisi formulir, Anda akan menerima pesan WA pada Rabu, 21 Mei yang menginformasikan pukul berapa Anda akan dipanggil pada audisi yang dijadwalkan pada Sabtu, 24 Mei di Institut français Yogyakarta.
  • Sesuai jadwal, grup Anda akan diminta untuk pentas di panggung auditorium Institut français di depan para juri yang terdiri dari musisi profesional (1 lagu berdurasi kira – kira 3 – 5 menit)
  • Institut français menyediakan panggung, sound, drum, namun tidak menyediakan instrumen musik lainnya (silahkan membawa instrumen Anda sendiri)
  • Peralatan sound yang dapat Anda gunakan:
    • Mixer : Soundcraft FX16ii, 16 manual channel;
    • Stereo set with 2 speaker actif Yamaha DZR 15 with 2 sub-actif DZS 18;
    • 4 microphones Shure SM 58 with cables, 3 microphones Shure 57 with cable;
    • 3 microphones Shure SM 58 wireless (include 3 table stand mic for conference, and 3 long stand mic);
    • 15 extensions cables of XLR multiples length;
    • “Multi box” on scene with 16 entries, possibility of 6 returns scene;
    • 2 speakers monitor JBL EON 615 with standing speaker;
  • Musik yang akan dimainkan oleh grup Anda harus disesuaikan dengan ketersediaan alat yang dapat dipakai saat audisi.
  • Anda akan diinformasikan mengenai hasil audisi (terpilih/tidak terpilih) paling lambat Selasa, 27 Mei.
  • JIka grup Anda terpilih, maka grup Anda akan pentas pada Sabtu, 21 Juni 2025 di Institut français.
  • Proses audisi akan direkam, penggunaan video hanya diperuntukkan secara eksklusif untuk institut français dan anggota juri. Hasil rekaman tidak akan dipublikasikan dan tidak akan disimpan setelah tanggal 21 Juni 2025.

Bagaimana acara Fête de la Musique di Yogyakarta pada 21 Juni?

  • Institut français Yogyakarta akan menginformasikan jam pentas paling lambat Jumat, 6 Juni 2025.
  • Institut français Yogyakarta akan menginformasikan kondisi teknis dan material yang dapat Anda gunakan saat konser paling lambat 6 Juni 2025.
  • Partisipasi Anda pada acara Fête de la Musique tidak  akan dibayar atau diberi kompensasi apapun (transport, sewa alat,dll.) baik dari pihak Institut français Yogyakarta.
  • Institut français Yogyakarta akan memberikan box makan malam untuk para musisi yang pentas pada acara Fête de la Musique pada 21 Juni 2025.

Segenap pertanyaan yang berkaitan dengan Fête de la Musique, dapat ditanyakan melalui WhatsApp di nomor +62 818-0422-5573.

Pekan Frankofoni 2025 di Yogyakarta

Institut français Yogyakarta menyelenggarakan Pekan Frankofoni yang bekerja sama dengan Kedutaan dari negara-negara frankofon dan juga Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia dengan berbagai lomba dan acara budaya tentang bahasa Prancis dari Senin sampai Sabtu, 17-22 Maret 2025

PERTUNJUKAN TARI “C’EST LA VIDA !” – 17 Maret

Dalam rangka Pekan Frankofoni 2025, grup tari asal Prancis “Cie De Fakto” akan mengadakan tur ke Indonesia dan mempersembahkan 4 kali pentas yang berjudul “C’est la vida !” yang memadukan tarian, mime, hip-hop dan lagu prancis dengan harmonis!

Senin, 17 Maret 2025 pukul 19.00, grup tari “Cie De Fakto” akan tampil di IFI Yogyakarta (Jl. Sagan No.3), gratis dan terbuka untuk umum dengan registrasi: https://bit.ly/CestLaVida

Dalam pertunjukan “C’est la vida !” sepasang kekasih bercerita kepada kita, masa-masa indah dalam hidup mereka dengan lembut dan ceria, diiringi lagu-lagu Prancis dari penyanyi seperti Charles Trenet, Charles Aznavour, Edith Piaf…

Kedua penari, David Walther dan Liesbeth Kiebooms, menginterpretasikan ulang dengan jenaka, stereotip-stereotip dari lagu-lagu lama yang menjadi warisan Prancis dan Spanyol.

Di luar penampilan lucunya, pertunjukan ini secara cerdas menyampaikan pesan cinta dan toleransi.

Pertunjukan ini terbuka untuk umum, mulai dari usia 6 tahun dan berdurasi 55 menit.

Divisi

Pengarah Artistik: Aurélien Kairo
Koreografi: Aurélien Kairo
Sutradara: Patrice Thibaud
Penampilan artistik: Karla Pollux
Kostum dan aksesoris: Corinne Lachkar
Penari: David Walther dan Liesbeth Kiebooms
Kreasi Pencahayaan: Éric Valentin
Komposisi Hip-hop Elektro: Stéphane Lavallée

Tentang grup tari “Cie De Fakto”

Didirikan di Lyon pada tahun 2002 atas inisiatif Aurélien Kairo, “Cie De Fakto” memiliki lebih dari 17 kreasi. Mereka semua berasal dari budaya hip hop dan seni pantomim dan gerak tubuh.

Sejak awal berdirinya, “Cie De Fakto” telah melakukan pentas khusus baik dengan kaum muda maupun tua melalui acara-acara seperti parade Biennale Lyon Dance.

Situs web “Cie De Fakto”: https://www.ciedefakto.com

Pekan Frankofoni di Yogyakarta diadakan bekerja sama dengan: Batik Enom, Chocolate Monggo, Danone-Aqua, Gramedia Pustaka Utama, Kafe Le Solé, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Kedutaan Besar Belgia di Indonesia, Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia, L’Occitane en Provence, L’Oréal Indonesia, Mediterranea Restaurant by Kamil, Penerbit Erlangga, TV5 Monde.

CAFÉ LITTÉRAIRE FRANKOFON – 19 Maret

Mari bergabung bersama kami di Mediatek Institut français Yogyakarta pada acara Café littéraire fankofon hari Rabu, 19 Maret yang akan membahas novel  “Beyrouth-sur-Seine” karya penulis Lebanon, Sabyl Ghoussoub ; “Vol à vif” karya penulis Madagaskar, Johary Ravaloson ; dan “Pedro Páramo” karya penulis Meksiko, Juan Rulfo.

Diskusi mengenai ketiga novel ini akan dibawakan dalam bahasa Indonesia oleh Ari Bagus Panuntun dan Arifah Arum Candra, dosen jurusan Bahasa dan Sastra Prancis UGM serta Victor Hugo Hidalgo, pemusik dari Meksiko.

Gratis tanpa pendaftaran.


Beyrouth-sur-Seine (Sabyl Ghoussoub)
Beyrouth-sur-Seine adalah karya reflektif yang bertema keluarga, migrasi, dan dampak abadi asal-usul seseorang. Narasi ini membahas kisah orang tua narator yang pindah dari Lebanon ke Paris namun tidak dapat kembali karena pecahnya perang saudara di tanah air mereka. Buku ini menyajikan kisah pedih tentang bagaimana mereka menyesuaikan diri dengan kehidupan Paris yang asing, sementara saudara-saudara mereka di Lebanon dilanda cobaan perang. Saat konflik merasuki kehidupan mereka di Paris, ikatan keluarga dengan Lebanon bertransformasi, terutama melalui diskusi ekstensif di grup WhatsApp, mengubah tanah air menjadi titik pertemuan keluarga yang simbolis. Ditulis oleh Sabyl Ghoussoub dan dipuji karena gayanya yang tajam dan puitis dibumbui humor emosional, buku ini merupakan eksplorasi identitas dan ikatan kekeluargaan di tengah pengungsian.

Vol à vif (Johary Ravaloson)
Tradisi orang Baar di padang sabana Madagaskar menyatakan dengan tegas: seorang pemuda baru bisa meminang gadis idamannya bila berhasil membawakan sapi zebu curian dari kawanan lain untuk calon ayah mertuanya. Bagi masyarakat tradisional penggembala zebu, memang tak ada yang lebih berarti di dunia ini selain memiliki kawanan ternak dan membesarkannya. Maka, sekelompok pemuda berkomplot merencanakan pencurian zebu. Pengejaran oleh pasukan tentara membawa dampak yang tak terduga: pengkhianatan, tragedi yang menewaskan banyak anggota komplotan, dan menguak masa kecil salah seorang dari mereka, yang ternyata terhubung secara pelik dengan sejarah adat leluhur, ramalan-ramalan mistis tentang takdir, perubahan politik negeri menuju republik, korupsi negara baru, cinta terlarang, dan balas dendam. 

Pedro Paramo (Juan Rulfo)
Bercerita tentang seorang pria bernama Juan Preciado yang mencari ayahnya, Pedro Páramo, di kota Comala. Juan Preciado melakukan perjalanan ini untuk memenuhi janji terakhirnya kepada ibunya. 

MALAM SINEMA FRANKOFON – 20 Maret

Kamis, 20 Maret, di Auditorium IFI Yogyakarta, mari saksikan kekayaan dan keragaman sinema dari negara frankofon dalam pemutaran film yang dibagi dalam dua sesi.

Pukul 16.00, IFI akan memutarkan film dokumenter Meksiko berjudul “Tan Cerca de las nubes” karya sutradara Manuel Cañibe (film dokumenter, 2023, 95 mins, berbahasa Spanyol dengan subtitel Bahasa Inggris).

Sinopsis: 
Pada tahun 1971, pemain tim nasional sepak bola wanita muda Meksiko memenuhi Stadion Azteca di Meksiko dengan 115.000 penonton untuk bertanding di final kejuaraan dunia sepak bola wanita kedua. Dokumenter ini mengungkap kembali kisah mereka yang luar biasa namun terlupakan.


Pada pukul 19.00, IFI akan menayangkan film fiksi Belgia berjudul “Les enfants perdus” karya sutradara Michèle Jacob (drama komedi, 2024, 97 mins, berbahasa Prancis dengan subtitel Bahasa Inggris).

Sinopsis: 
Audrey dan ketiga saudaranya ditinggalkan di sebuah rumah tua tempat mereka seharusnya menghabiskan liburan musim panas bersama ayah mereka, sebelum dia tiba-tiba menghilang di malam hari.

Gratis tanpa pendaftaran.

BAZAR BUKU – 22 Maret

Sabtu, 22 Maret, pukul 10.00 – 12.00 Institut français Yogyakarta mengadakan Bazar Buku tempat kamu bisa menemukan buku-buku dan majalah Prancis dengan harga yang terjangkau.

DONGENG KEJUTAN – 22 Maret

Sabtu, 22 Maret, pukul 10.00 – 12.00 Institut français Yogyakarta mengadakan Dongeng Kejutan untuk anak-anak di Mediatek.

Dongeng yang akan dibacakan berjudul “Les super-héros à la rescousse” (atau Pahlawan Super Sang Penyelamat) yang akan dibawakan oleh Kak Ria, Kak Romane pengajar bahasa Prancis di Institut français Yogyakarta dan Kak Lita dari Ayo Dongeng Indonesia.

Gratis dengan pendaftaran: https://bit.ly/dongengkejutanfrankofoni2025

KUIS FRANKOFONI – 22 Maret

Sabtu, 22 Maret, pukul 13.00, uji pengetahuanmu tentang budaya negara-negara frankofon dengan menjawab pertanyaan terkait “kuis frankofoni” di Auditorium Institut français Yogyakarta! 
 
Seluruh pertanyaan dalam bahasa Indonesia. 
 
Untuk ikut serta, Anda harus membawa smartphone.

Gratis tanpa pendaftaran.

LOMBA TEATER FRANKOFON ANTAR UNIVERSITAS – 22 Maret

Sabtu, 22 Maret, pukul 13.30, mari saksikan penampilan para mahasiswa dari Jurusan Prancis universitas UGM dan UNY, pada acara “lomba teater frankofon antar universitas”, di Auditorium Institut français Yogyakarta. 
 
Para mahasiswa akan memerankan naskah teater berjudul “Le bourgeois gentilhomme” karya Molière. 
 
Gratis tanpa pendaftaran

PERTUNJUKAN SPESIAL DARI MURID IFI – 22 Maret

Sabtu 22 Maret, pukul 15.00, akan ada pertunjukan spesial yang dipersembahkan oleh murid IFI kelas anak dan remaja.  
 
Gratis dan tanpa pendaftaran 

KARAOKE LAGU INDONESIA-PRANCIS – 22 Maret

Sabtu, 22 Maret, pukul 16.00, untuk kalian yang suka bernyanyi mari bergabung di Karaoke lagu Indonesia-Prancis dengan pilihan lagu-lagu hits Prancis dan Indonesia di Auditorium IFI Yogyakarta.

Pendaftaran klik tautan berikut: https://bit.ly/karaokefrankofoni2025

PASAR FRANKOFON – 22 Maret

Sabtu, 22 Maret, pukul 16.00-20.00, para pengunjung bisa menikmati Pasar Frankofon yang mempertemukan para pengisi stand yang masing- masing memiliki kekhasan dari negara frankofon. 
 
Bebas masuk tanpa pendaftaran.

Pekan Frankofoni di Yogyakarta terselenggara berkat kerja sama dengan:

  • Batik Enom
  • Chocolate Monggo
  • Danone-Aqua
  • Decathlon Yogyakarta
  • Gramedia Pustaka Utama
  • Kafe Le Solé
  • Kedutaan Besar Belgia di Indonesia 
  • Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia
  • L’Occitane en Provence
  • L’Oréal Indonesia
  • Mediterranea Restaurant by Kamil
  • Penerbit Erlangga
  • TV5 Monde
L’Occitane en Provence
Gramedia Pustaka Utama
Penerbit Erlangga
TV5 Monde
Kafe Le Solé
Kedutaan Besar Belgia di Indonesia
L’Oréal Indonesia
Danone-Aqua
Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia
Batik Enom
Chocolate Monggo
Mediterranea Restaurant by Kamil
Decathlon Yogyakarta

Lomba Video Memasak Makanan Khas Negara Frankofon

Lomba Video Memasak dalam rangka perayaan La Semaine de la Francophonie 2025.

Tunjukkan keahlian dan kreativitasmu dalam memasak hidangan khas negara-negara Frankofon dan raih kesempatan untuk menjadi pemenang. 

Masakan khas negara Frankofon mencerminkan kekayaan budaya dari berbagai belahan dunia, seperti Prancis, Belgia, Swiss, Kanada, hingga Afrika. Sekarang, giliran kamu untuk membuat hidangan khas Frankofoni versi terbaikmu!

Ketentuan Lomba:

  1. Memasak hidangan khas negara Frankofon
  2. Durasi video maksimal 1 menit 30 detik
  3. Unggah video ke Instagram dan pastikan akun tidak dikunci
  4. Sertakan informasi berikut dalam caption dengan Bahasa Indonesia atau Bahasa Prancis (opsional):
  • Nama hidangan
  • Daftar bahan dan cara memasak
  • Gunakan tagar #SemainedelaFrancophonie2025 #PekanFrankofoni #PrenezLaParole
  • Tandai akun @ifi_bandung
  1. Video yang diunggah harus merupakan karya asli peserta
  2. Batas akhir pengiriman: 19 Maret 2024 pukul 23.59 WIB

 

WIB

Kriteria Penilaian:
1. Kualitas hidangan yang disiapkan
2. Keaslian dalam pemilihan resep dan bahan
3. Kreativitas dan kejelasan penyajian

Akan ada 3 pemenang yang dipilih berdasarkan penilaian juri. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 22 Maret 2025 di IFI Bandung dan melalui akun Instagram @ifi_bandung.

Festival Sinema Prancis : « Perspektif Baru »

Benamkan diri Anda dalam dunia sinema Prancis kontemporer yang dinamis yang belum pernah ada sebelumnya!

Festival Sinema Prancis 2024 : “Perspektif Baru” merayakan sinema Prancis dengan lebih dari dua puluh film dalam takarir bahasa Indonesia. Festival ini sepenuhnya gratis dan menampilkan film laris Prancis terbaru seperti “The Count of Monte Christo” dan “The Three Musketeers” berdasarkan novel terkenal karya Alexandre Dumas.

Program ini memberikan kebanggaan bagi perempuan dengan mempersembahkan 10 film karya sutradara wanita Prancis, termasuk 6 film terpilih di Festival Film Cannes.  Selain itu, kami merayakan ulang tahun ke-100 dari Claude Sautet, dengan film-film simbolis dan interpretasi tak tertandingi dari komedian Romy Schneider yang tak terlupakan.

Pembukaan : 22 November pk 19.00 di Ciputra World XXI
Festival Film : 23 November – 6 Desember (kecuali 24, 27 November dan 1 Desember) di Auditorium  IFI Surabaya Komplek AJBS

https://youtu.be/89J9etxxWG4


Unduh Katalog Festival Sinema Prancis 2024 di sini


Reservasi di sini

Festival Sinema Prancis 2024 – Yogyakarta

Festival Sinema Prancis kembali hadir pada tanggal 22 November – 6 Desember untuk edisi ke-26!

Institut français d’Indonésie, bekerja sama dengan KlikFilm dan Cinema XXI, akan menyelenggarakan Festival Sinema Prancis (FSP) pada tanggal 22 November – 6 Desember 2024 di 13 kota di Indonesia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya dan sejak didirikan pada tahun 1996, FSP menawarkan kepada masyarakat Indonesia ragam sinema Prancis yang mencerminkan keragaman dan kualitas kepada penonton Indonesia.

Tema utama edisi ke-26 kali ini, yaitu “Regards de femmes”, yang akan mengangkat karya-karya sutradara dari Prancis maupun dari negara berbahasa Prancis lainnya yang menyajikan perspektif unik tentang kisah perempuan, perjuangan dan impian mereka. Para penggemar film  juga akan berkesempatan menyaksikan retrospektif Claude Sautet, seorang maestro sinema Prancis yang terkenal akan penggambaran hasrat manusiawi.

2 blockbuster, diadaptasi dari novel ternama Alexandre Dumas, akan dapat disaksikan pada saat pembukaan dan penutupan festival. Pada saat pembukaan, akan tayang film Le Comte de Monte-Cristo yang akan tampil di 7 layar lebar sinema XXI pada Jumat, 22 November. Lalu, Les Trois Mousquetaires: Milady, akan menutup festival pada Jumat, 6 Desember.

Dan bagi yang tidak berkesempatan untuk menonton di bioskop, rekanan kami, KlikFilm akan menyediakan secara gratis 10 seleksi film yang dapat diakses antara tanggal 30 November – 6 Desember dan dapat ditonton oleh siapapun, dimanapun.

Semoga Anda yang menyaksikan di bioskop maupun secara online dapat menikmati festival ini dengan penuh inspirasi, keajaiban, dan momen-momen emosional yang berkesan.

https://youtu.be/89J9etxxWG4?si=g_asOlc2Lvcx1EzT

Program Pemutaran

Tanggal Jam Judul Film Tempat
Jumat, 22 November 19.00 The Count of Monte Cristo Ambarrukmo XXI
Sabtu, 23 November 14.00 Sirocco and the Kingdom of the Winds IFI Yogyakarta
Sabtu, 23 November 16.30 The Things of Life IFI Yogyakarta
Sabtu, 23 November 19.00 Emilia Pérez IFI Yogyakarta
Minggu, 24 November 14.00 Max and the Junkmen IFI Yogyakarta
Minggu, 24 November 16.30 Wild Diamond IFI Yogyakarta
Minggu, 24 November 19.00 Being Maria IFI Yogyakarta
Senin, 25 November 19.00 The Balconettes IFI Yogyakarta
Selasa, 26 November 19.00 Visiting Hours IFI Yogyakarta
Kamis, 28 November 19.00 Paradises of Diane IFI Yogyakarta
Jumat, 29 November 19.00 The Substance IFI Yogyakarta
Sabtu, 30 November 14.00 Flow IFI Yogyakarta
Sabtu, 30 November 16.30 César and Rosalie IFI Yogyakarta
Sabtu, 30 November 19.00 The Second Act IFI Yogyakarta
Minggu, 1 Desember 14.00 Cléo from 5 to 7 IFI Yogyakarta
Minggu, 1 Desember 16.30 Little Girl Blue IFI Yogyakarta
Minggu, 1 Desember 19.00 The Good Teacher IFI Yogyakarta
Kamis, 5 Desember 19.00 Pour la France IFI Yogyakarta
Jumat, 6 Desember 19.00 The Three Musketeers: Milady IFI Yogyakarta

Katalog