Programme d’Excellence – Bourses d’Études Pour Religieux 2021

Beasiswa dari Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis ini mendanai proyek studi yang relevan dengan topik keagamaan (sejarah, filosofi dan teologi…), dengan prioritas pada tingkat S2 dan S3, namun tidak menutup kemungkinan untuk tingkat S1 tergantung pada kualitas aplikasi yang diterima.

Program ini terbuka baik untuk calon pemuka agama yang akan mengemban tugas di sebuah institusi keagamaan maupun untuk mahasiswa yang memiliki proyek studi dalam bidang sains sosial dan terkait secara langsung pada bidang sains keagamaan.

Sasaran

  • Kandidat memiliki kemampuan berbahasa Prancis. Bagi kandidat yang ingin mengikuti kelas persiapan Bahasa Prancis di Negara Prancis, berkas aplikasi beasiswa harus diajukan sebelum keberangkatan. Hal ini dibuktikan melalui surat keterangan dari penanggung jawab atau pimpinan institusi keagamaan yang menaungi kandidat. Setelah seleksi, jika kandidat terpilih, maka biaya kelas persiapan Bahasa Prancis tetap ditanggung oleh kandidat bersangkutan.
  • Kandidat dari semua negara kecuali yang berasal dari Uni Eropa dan Amerika Utara.
  • Semua agama dapat diterima pada beasiswa ini.
  • Kandidat yang berasal dari luar Prancis dan belum pernah menerima Beasiswa Pemerintah Prancis lebih diutamakan. Kandidat yang saat ini berada di Prancis, juga berkesempatan untuk mendaftar.

Kondisi

  • Beasiswa ini mendanai satu masa studi (atau sebagian, untuk jenis beasiswa pendek). Beban finansial di luar periode studi menjadi tanggungan mahasiswa.
  • Beasiswa ini memperbolehkan bantuan finansial dari pihak ketiga untuk kandidat yang terikat secara kedinasan dengan otoritas atau institusi keagamaan tertentu.
  • Pengelolaan beasiswa ditangani oleh Campus France dengan besaran alokasi standar yang sudah ditetapkan yaitu : 700 €/bulan untuk tingkat S1 dan S2 dan 1.415 €/bulan untuk tingkat S3 dengan nilai tukar mata uang asing yang berlaku pada tanggal 1 Januari 2021.
  • Tidak menanggung biaya perjalanan P/P maupun kursus persiapan bahasa.
  • Mahasiswa yang akomodasinya ditanggung oleh suatu institusi atau asosiasi keagamaan harus menyebutkannya dalam berkas aplikasi.

Jenis beasiswa

Kandidat dapat mengajukan aplikasi untuk salah satu dari jenis beasiswa berikut ini :

Beasiswa jangka panjang

Mencakup satu periode studi antara 12 – 36 bulan untuk satu atau sebagian masa studi di Prancis (S2, S3, terbuka juga untuk S1 tergantung pada kualitas berkas pendaftaran).

Beasiswa jangka pendek

Mencakup satu periode berdurasi 6 bulan dan dapat membiayai masa tinggal di Prancis, bagi yang terdaftar dalam kategori program doktor dengan atau tanpa co-tutel, maupun post-doktoral. Beasiswa ini juga terbuka untuk jenis studi/ penelitian jangka pendek lainnya.

Untuk beasiswa jangka panjang maupun jangka pendek

Seluruh berkas pendaftaran beasiswa dikirimkan kepada Institut Français d’Indonesie (IFI) yang akan melakukan seleksi berkas, sebelum akhirnya diteruskan kepada Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis paling lambat tanggal 1 Mei 2021. Kandidat yang terseleksi akan mendapatkan informasi hasil seleksi di awal Juni 2021.

Berkas yang diperlukan:

  1. Formulir beasiswa yang telah diisi;
  2. Ijazah setara dengan baccalaureate français dan terjemahannya dalam Bahasa Prancis oleh penerjemah yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia;
  3. Ijazah pendidikan terakhir lainnya, dan terjemahannya dalam Bahasa Prancis oleh penerjemah yang ditunjuk oleh Kedutaan Besar Prancis di Indonesia;
  4. Surat keterangan dari institusi pendidikan tinggi di Prancis yang menyatakan pendaftaran kandidat dan gelar yang akan diraih;
  5. Detail proyek studi yang akan ditempuh di Prancis disertai dengan objektif professional setelah studi. Dalam studi doktoral, dimohon untuk menyertakan detail proyek penelitian (proposal) beserta presentasinya;
  6. Untuk kandidat dari Negara non-francophone, menyertakan justifikasi kemahiran Bahasa Prancis: Test de Connaissance du Français (TCF) yang berlaku kurang dari 2 tahun, atau Diplôme d’Etudes de la Langue Française (DELF) tingkat B2; maupun Diplôme d’Etudes Approfondi de la Langue Française (DALF C1 atau DALF C2).

Berkas tambahan untuk kandidat yang terikat pada otoritas atau institusi keagamaan tertentu:

  1. Surat keterangan dari otoritas atau penanggung jawab keagamaan, divalidasi oleh IFI;
  2. Surat rekomendasi dari otoritas atau penanggung jawab komunitas keagamaan, termasuk, dalam hal di mana terdapat beberapa pelamar dari komunitas yang sama, urutan peringkat dari para kandidat yang diajukan;
  3. Dokumen terkait pendanaan bersama yang diberikan oleh otoritas atau komunitas keagamaan.

Seluruh pertanyaan mohon ditujukan melalui surel:
S1 dan S2: annisa.fauziah@ifi-id.com
S3: diah.dharmapatni@ifi-id.com

Appel à candidatures thèses et post-doctorats du CNES

L’appel à candidatures thèses et post-doctorats du CNES est ouvert jusqu’à 2 avril 2021 à minuit.

Chaque année, le CNES accorde une centaine d’allocations de recherche (thèses et post-doctorats) à des étudiants français et étrangers, dans les domaines des :
– sciences pour l’ingénieur (systèmes orbitaux, systèmes de transport spatial),
– sciences utilisatrices des moyens spatiaux (sciences de l’univers, sciences de la Terre, sciences en micropesanteur)
– sciences humaines et sociales (juridique, histoire, économie, sociologie, psychologie, etc.)

Toutes les offres de thèses et post-doctorats ainsi que les conditions et modalités de candidature sont disponibles à l’adresse suivante
https://recrutement.cnes.fr/en/annonces (sélectionner PhD ou post doctorate dans le menu déroulant « type of contract »).

Les offres en question sont toutefois ouvertes aux étrangers. Les modalités de candidature demeurent identiques, les entretiens se déroulant en visioconférence ou par téléphone.

Penawaran Program Doktor dan Post-Doktoral CNES

Penawaran Program Doktor dan Post-Doktoral CNES telah dibuka hingga 2 April 2021 (Pukul 24.00 Waktu Paris).

Setiap tahun, CNES mengalokasikan dana penelitian (disertasi dan post-doktoral) kepada mahasiswa Prancis dan luar Prancis pada bidang:
•    Ilmu Teknik (sistem orbit, sistem transportasi antariksa)
•    Ilmu Penggunaan Aset Antariksa (ilmu alam semesta, ilmu bumi, ilmu mikrogravitasi)
•    Ilmu Sosial dan Humaniora (hukum, sejarah, ekonomi, sosiologi, psikologi, dll.)

Informasi mengenai Penawaran Program Doktor dan Post-Doktoral beserta syarat dan ketentuan kandidat dapat dilihat pada tautan berikut :
https://recrutement.cnes.fr/en/annonces (pilih PhD atau Post-doctorate pada menu type of contract)

Penawaran ini terbuka bagi warga negara asing. Prosedur aplikasi tetap sama, wawancara akan dilakukan melalui panggilan video atau telepon.

Découvrir la culture scientifique en France

UN PROJET POUR LES JEUNES INDONESIENS
Un témoignage de Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar

Du 1er au 7 décembre 2018, j’ai eu l’occasion de participer à l’incroyable programme nommé la Semaine des jeunes talents scientifiques francophones. Durant cette semaine, j’ai pu présenter des projets scientifiques au siège de l’Organisation internationale de la francophonie (OIF), échanger sur la francophonie dans les sciences et la communication de la culture scientifique, technique et industrielle. Cette expérience m’a profondément inspiré et dès mon retour en Indonésie, j’ai décidé de créer un projet pour les jeunes de ma région, dans la province de Java Est. Le principal objectif de ce projet était de présenter l’avancée de la culture scientifique en France à travers le partage de mon expérience à Paris. J’espère que plus de jeunes comprendront l’importance de la culture scientifique et qu’ils participeront avec enthousiasme aux prochains programmes d’Universcience et de Campus France.

En travaillant avec l’IFI Surabaya, j’ai proposé d’organiser des séances de partage d’expériences où j’exposais ma participation à la semaine des jeunes talents scientifiques francophones 2018, les programmes Universcience et le développement de la culture scientifique en France.

Ce projet a été réalisé de septembre à octobre 2019 dans trois institutions :

  • 28 Septembre 2019 – à l’Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya [90 participants]
  • 5 Octobre 2019 – à l’Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang [80 participants]
  • 7 Octobre 2019 – à l’Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya [40 participants]

Je remercie toutes les personnes qui ont contribué à la réussite de ce projet.

Menemukan Budaya Ilmiah di Prancis

PROYEK UNTUK TALENTA MUDA INDONESIA
Testimoni Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar

Pada tanggal 1 hingga 7 Desember 2018, saya mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi di sebuah program yang luar biasa, bernama Pekan Talenta Ilmiah Muda Frankofon. Selama sepekan, saya telah mempresentasikan proyek-proyek ilmiah di kantor pusat Organisasi Internasional Frankofoni (OIF) dan bertukar pengalaman seputar frankofoni di bidang komunikasi ilmiah, ilmu teknik dan industri.

Pengalaman tersebut sangatlah inspiratif dan sekembali saya ke Indonesia, saya memutuskan untuk membuat sebuah program bagi para anak muda di daerah saya, Provinsi Jawa Timur. Tujuan utama dari program ini adalah mempresentasikan kemajuan budaya ilmiah di Prancis dan menceritakan pengalaman saya selama di Paris. Saya berharap lebih banyak anak muda yang mengerti akan pentingnya budaya ilmiah dan antusias berpartisipasi dalam program Universcience dan Campus France.

Bekerja sama dengan IFI Surabaya, saya mengajukan untuk menyelenggarakan sesi sharing, dimana saya dapat mempresentasikan kegiatan saya selama berada di Pekan Talenta Ilmiah Muda Frankofon 2018, memperkenalkan program-program Universcience dan juga perkembangan budaya ilmiah di Prancis. Program ini telah terselenggara pada bulan September dan Oktober 2019 di tiga institusi berikut:

  • 28 September 2019, di Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya [90 peserta]
  • 5 Oktober 2019, di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang [80 peserta]
  • 7 Oktober 2019, di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya [40 peserta]

Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program ini.

Revivez les 10èmes assises de la coopération franco-indonésienne

26 – 28 juin 2018

Futuroscope de Poitiers

Chiffres clès :

10èmes assises

200 participants

6 ateliers thématiques

300 exemplaires du Grand Livre de la Coopération distribués

Le 26 juin, près de 200 personnes se sont réunies au Palais des Congrès du Futuroscope pour le lancement des 10èmes assises de la Coopération universitaire et scientifique franco-indonésienne ! 

Lieu d’échange et de discussion, ces assises offrent aux représentants institutionnels et aux acteurs du monde de l’enseignement, de la recherche et de l’innovation présents un moment pour nourrir les collaborations existantes et dessiner les contours de nouveaux partenariats. Ces Assises 2018, permettront également de dresser un bilan des actions menées ces 10 dernières années et de renforcer l’ambition des relations bilatérales franco-indonésiennes dans le champ de l’enseignement supérieur, de la recherche et de l’innovation ; d’identifier les priorités et échéances des évènements et programmes à venir, esquissant ainsi les orientations de la coopération future.

Cette édition anniversaire traite tant des aspects méthodologiques de la coopération (mobilité des enseignants et des étudiants, accords inter-universitaires, systèmes de bourses, double diplômes, projets de recherche conjoints) que des thématiques de recherche. Enfin, un aspect particulier de ces assises consistera à discuter des processus de valorisation de la recherche, de transfert de technologie, d’innovation et de développement économique.

Les temps forts

Les assises ont débuté par une cérémonie d’ouverture présidée par Loïc Vaillant, Président de la ComUE Léonard de Vinci, en présence notamment de Jean-Charles Berthonnet, Ambassadeur de France en Indonésie, et de Hotmangaradja Pandjaitan, Ambassadeur d’Indonésie en France.

Cinq sessions plenieres ont ensuite suivi afin de donner l’occasion aux participants d’avoir une vue d’ensemble et de discuter des politiques et des systèmes d’innovation en France et en Indonésie. Les intervenants ont présenté l’état de la coopération scientifique et universitaire entre la France et l’Indonésie, les nouveaux programmes de financements et ont formulé les grandes orientations de la coopération.

La finale indonésienne du concours « Ma thèse en 180 secondes » (MT180) a clos cette première journée. 9 candidats se sont affrontés, chacun ayant 3 minutes pour présenter de façon attractive et convaincante son sujet de thèse. Découvrez le/la finaliste et sa prestation ici !

Le mercredi 27, les participants ont eu l’opportunité à travers différents moments d’échanges (autour des posters ou lors des «projects dating ») de nouer des relations partenariales ensuite concrétisées lors des six ateliers thematiques (Sécurité Alimentaire et Agriculture, Santé et médecine, Energies, TIC, Sciences Humaines et Sociales, Sciences marines et maritimes).  Ils ont été conçus avec une approche transversale permettant d’aborder tous les aspects de la recherche en enseignement supérieur, des processus d’innovation et du transfert de technologie dans différents domaines scientifiques.

Enfin ces assises se sont clôturées sur la visite de laboratoires de pointe (PPrime, XLIM, IPAM, SPCTS…).

Depuis la première édition en 2008, les assises ont gagné en visibilité et en affluence. Cela reflète l’état de la coopération entre nos deux pays qui se renforce au fur et à mesure du temps et des projets qui se mettent en place.  C’est le sens du grand livre de la cooperation scientifique, édité et distribué à l’occasion de cette édition anniversaire, qui plus qu’un recueil de succès communs, est une source d’inspiration pour y découvrir ce qu’il se fait et ainsi mieux structurer sa démarche et choisir ses partenaires.

Les organisateurs

Les Assises de laCoopération Franco-Indonésienne se tiennent tous les ans, alternativement en France et en Indonésie. Evénement phare de la coopération entre les deux pays depuis 2008, les 10èmes Assises se déroulent cette année à Poitiers. Elles sont organisées par la ComUE Léonard de Vinci, en partenariat avec l’Institut Français d’Indonésie (IFI), le Ministère indonésien de la Recherche, de la Technologie et de l’Enseignement supérieur (RISTEK DIKTI), sous l’égide de l’Ambassade de France en Indonésie et de l’Ambassade d’Indonésie en France.

Téléchargez le dossier de presse de l’évènement. 

Kelompok Kerja Bersama Indonesia-Prancis Ke-10

26 – 28 Juli 2018

Futuroscope de Poitiers

Angka Penting :

Edisi ke-10
200 partisipan
6 lokakarya tematis
300 eksemplar Buku Besar Kerja Sama didistribusikan

Sekitar 200 orang menghadiri pembukaan Kelompok Kerja Bersama Indonesia-Prancis di Bidang Universitas dan Saintifik ke-10 yang diselenggarakan pada 26 Juni 2018 di Palais des Congrès du Futuroscope, Poitiers, Prancis.

Sebagai tempat berbagi dan berdiskusi, pertemuan ini merupakan kesempatan bagi para perwakilan lembaga-lembaga dan pelaku di bidang pendidikan, riset, dan inovasi untuk mengembangkan kolaborasi yang telah ada dan merancang kerja sama-kerja sama baru selanjutnya. Kelompok Kerja Bersama 2018 ini adalah juga kesempatan untuk memaparkan laporan hasil kerja selama 10 tahun terakhir ini; menguatkan hubungan bilateral Indonesia-Prancis di sektor pendidikan tinggi, riset, dan inovasi; mengidentifikasi prioritas dan tahap-tahap kegiatan dan program di masa depan; serta merancang orientasi kerja sama selanjutnya.

Edisi 1 dasawarsa ini membahas tidak hanya aspek metodologis kerja sama (mobilitas pengajar dan mahasiswa, kesepakatan antaruniversitas, sistem beasiswa, diploma ganda, proyek riset bersama), namun juga tema-tema penelitian. Pertemuan ini menyoroti juga sebuah aspek penting lainnya, yaitu proses peningkatan kualitas penelitian, transfer teknologi, inovasi, dan pengembangan ekonomi.

Momen-Momen Penting

Kelompok Kerja Bersama ini dibuka dengansebuah seremoni yang dipimpin oleh Loïc Vaillant, Presiden ComUE Léonard deVinci sebagai penyelenggara kegiatan, serta dihadiri oleh Jean-CharlesBerthonnet, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, dan Hotmangaradja Pandjaitan,Duta Besar Indonesia untuk Prancis.

Acara kemudian dilanjutkan dengan lima rapat pleno yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat visi bersamadan berdiskusi mengenai kebijakan dan sistem invasi di Prancis dan diIndonesia. Para pembicara selain memaparkan kondisi kerja sama saintifik danuniversitas antara Prancis dan Indonesia, serta program-program pembiayaanbaru, juga memformulasikan orientasi kerja sama ke depannya.

Setelah itu, digelar final kompetisi Ma Thèse en 180 Secondes (MT180) Indonesia. Kesembilan finalis saling berhadapan. Mereka diberikan waktu selama 3 menituntuk mempresentasikan subjek disertasi mereka dengan cara yang menarik danmeyakinkan. Siapa saja kesembilan finalis tersebut ? Lihat profil merekadi sini.

Rabu, 27 Juni, para partisipan mendapatkan banyakkesempatan untuk saling berbincang dan bertukar informasi (melaluiposter-poster atau saat “projects dating”), serta membangun hubungankemitraan yang selanjutnya dikonkretkan dalam 6 lokakarya tematis (KetahananPangan dan Pertanian, Kesehatan dan Kedokteran, Energi, Teknologi Informasi danKomunikasi, Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Ilmu Kelauran dan Maritim).Lokakarya-lokakarya tersebut dirancang dengan pendekatan lintas sektoral agardapat menyentuh semua aspek penelitian di perguruan tinggi, serta prosesinovasi dan transfer teknologi di berbagai bidang keilmuan.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan kunjunganke beberapa laboratorium unggulan, di antaranya PPrime, XLIM, IPAM, dan SPCTS.

Sejak edisi pertamanya pada 2008, KelompokKerja Bersama Prancis-Indonesia telah mampu mendapatkan visibilitas danpubliknya. Hal tersebut selain mencerminkan kondisi kerja sama antarakedua negara kita yang terus menguat seiring waktu berjalan, juga proyek-proyekkerja sama yang tengah berjalan. Untuk itulah Buku Besar Kerja Sama Saintifikdiluncurkan pada kesempatan ini. Buku tersebut merangkumkeberhasilan-keberhasilan bersama, serta menjadi sebuah sumber inspirasitersendiri untuk membaca apa yang sedang terjadi, sehingga kita dapatmenyiasati pendekatan dan pemilihan mitra-mitra kerja secara lebih baik lagi.

Para Penyelenggara

Kelompok Kerja Bersama Prancis-Indonesiadiselenggarakan setiap tahunnya secara bergantian di Prancis dan di Indonesia.Sebagai ajang kerja sama prioritas antara kedua negara sejak 2008, KelompokKerja Bersama ke-10 ini tahun ini digelar di Poitiers, Prancis. Kegiatan inidiselenggarakan secara bersama-sama oleh ComUE Léonard de Vinci, InstitutPrancis di Indonesia (IFI), Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan TinggiRI, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, serta Kedutaan Besar Indonesia diPrancis.

Siaran pers kegiatan ini dapat diunduh di sini.