.

Kelompok Kerja Bersama Indonesia-Prancis Ke-10

26 – 28 Juli 2018

Futuroscope de Poitiers

Angka Penting :

Edisi ke-10
200 partisipan
6 lokakarya tematis
300 eksemplar Buku Besar Kerja Sama didistribusikan

Sekitar 200 orang menghadiri pembukaan Kelompok Kerja Bersama Indonesia-Prancis di Bidang Universitas dan Saintifik ke-10 yang diselenggarakan pada 26 Juni 2018 di Palais des Congrès du Futuroscope, Poitiers, Prancis.

Sebagai tempat berbagi dan berdiskusi, pertemuan ini merupakan kesempatan bagi para perwakilan lembaga-lembaga dan pelaku di bidang pendidikan, riset, dan inovasi untuk mengembangkan kolaborasi yang telah ada dan merancang kerja sama-kerja sama baru selanjutnya. Kelompok Kerja Bersama 2018 ini adalah juga kesempatan untuk memaparkan laporan hasil kerja selama 10 tahun terakhir ini; menguatkan hubungan bilateral Indonesia-Prancis di sektor pendidikan tinggi, riset, dan inovasi; mengidentifikasi prioritas dan tahap-tahap kegiatan dan program di masa depan; serta merancang orientasi kerja sama selanjutnya.

Edisi 1 dasawarsa ini membahas tidak hanya aspek metodologis kerja sama (mobilitas pengajar dan mahasiswa, kesepakatan antaruniversitas, sistem beasiswa, diploma ganda, proyek riset bersama), namun juga tema-tema penelitian. Pertemuan ini menyoroti juga sebuah aspek penting lainnya, yaitu proses peningkatan kualitas penelitian, transfer teknologi, inovasi, dan pengembangan ekonomi.

Momen-Momen Penting

Kelompok Kerja Bersama ini dibuka dengansebuah seremoni yang dipimpin oleh Loïc Vaillant, Presiden ComUE Léonard deVinci sebagai penyelenggara kegiatan, serta dihadiri oleh Jean-CharlesBerthonnet, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, dan Hotmangaradja Pandjaitan,Duta Besar Indonesia untuk Prancis.

Acara kemudian dilanjutkan dengan lima rapat pleno yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat visi bersamadan berdiskusi mengenai kebijakan dan sistem invasi di Prancis dan diIndonesia. Para pembicara selain memaparkan kondisi kerja sama saintifik danuniversitas antara Prancis dan Indonesia, serta program-program pembiayaanbaru, juga memformulasikan orientasi kerja sama ke depannya.

Setelah itu, digelar final kompetisi Ma Thèse en 180 Secondes (MT180) Indonesia. Kesembilan finalis saling berhadapan. Mereka diberikan waktu selama 3 menituntuk mempresentasikan subjek disertasi mereka dengan cara yang menarik danmeyakinkan. Siapa saja kesembilan finalis tersebut ? Lihat profil merekadi sini.

Rabu, 27 Juni, para partisipan mendapatkan banyakkesempatan untuk saling berbincang dan bertukar informasi (melaluiposter-poster atau saat “projects dating”), serta membangun hubungankemitraan yang selanjutnya dikonkretkan dalam 6 lokakarya tematis (KetahananPangan dan Pertanian, Kesehatan dan Kedokteran, Energi, Teknologi Informasi danKomunikasi, Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Ilmu Kelauran dan Maritim).Lokakarya-lokakarya tersebut dirancang dengan pendekatan lintas sektoral agardapat menyentuh semua aspek penelitian di perguruan tinggi, serta prosesinovasi dan transfer teknologi di berbagai bidang keilmuan.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan kunjunganke beberapa laboratorium unggulan, di antaranya PPrime, XLIM, IPAM, dan SPCTS.

Sejak edisi pertamanya pada 2008, KelompokKerja Bersama Prancis-Indonesia telah mampu mendapatkan visibilitas danpubliknya. Hal tersebut selain mencerminkan kondisi kerja sama antarakedua negara kita yang terus menguat seiring waktu berjalan, juga proyek-proyekkerja sama yang tengah berjalan. Untuk itulah Buku Besar Kerja Sama Saintifikdiluncurkan pada kesempatan ini. Buku tersebut merangkumkeberhasilan-keberhasilan bersama, serta menjadi sebuah sumber inspirasitersendiri untuk membaca apa yang sedang terjadi, sehingga kita dapatmenyiasati pendekatan dan pemilihan mitra-mitra kerja secara lebih baik lagi.

Para Penyelenggara

Kelompok Kerja Bersama Prancis-Indonesiadiselenggarakan setiap tahunnya secara bergantian di Prancis dan di Indonesia.Sebagai ajang kerja sama prioritas antara kedua negara sejak 2008, KelompokKerja Bersama ke-10 ini tahun ini digelar di Poitiers, Prancis. Kegiatan inidiselenggarakan secara bersama-sama oleh ComUE Léonard de Vinci, InstitutPrancis di Indonesia (IFI), Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan TinggiRI, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, serta Kedutaan Besar Indonesia diPrancis.

Siaran pers kegiatan ini dapat diunduh di sini.

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter