Journée Porte Ouverte – Open House IFI Bandung

17 September 2022
11:00 – 17:00

Gratis dan terbuka untuk umum

 

IFI Bandung membuka pintu kembali untuk umum pada Sabtu, 17 September 2022.

Tentunya banyak kegiatan menarik yang akan bisa kamu ikuti, mulai dari kelas inisiasi dewasa dan anak, presentasi studi lanjutan di Prancis dan Sharing Session alumni, permainan seru seperti Treasure Hunt, Board Games Prancis dan Petanque, bazar Garage Sale serta Pasar Sehat, hingga Cheese Tasting yang akan  memberikanmu pengetahuan lebih dalam tentang varian keju-keju Prancis yang lezat, serta masih banyak kegiatan seru lainnya.

Oiya, untuk kamu murid IFI yang ingin tampil unjuk bakat, ada IFI Got Talent yang siap menjadi ajang bagimu untuk menampilkan bakat yang mungkin selama ini masih kamu simpan sendiri, kamu bisa bernyanyi, menari, atau menunjukkan bakat apapun yang kamu punya! Silahkan isi formulir pendaftaran disini ya : https://forms.gle/tMdur2Y6hm1ACzAf9

Ayo ajak orang tua, saudara, teman, sahabat, tetangga, pacar datang ke IFI Bandung rame-rame yuk !

Pemutaran Film “Bigger Than Us”

Melibatkan diri untuk orang lain atau sesuatu yang lebih besar dari kita. Inilah pesan yang ingin disampaikan lewat film Bigger Than Us kepada generasi muda.

Sudah 6 tahun ini, Melati Wijsen, 18 tahun, berjuang melawan polusi plastik yang menerjang Indonesia. Seperti dirinya, sejumlah muda dari generasi yang sama juga bangkit untuk memperbaiki dunia. Tersebar di seluruh penjuru bumi, mereka berjuang untuk hak-hak manusia, iklim, kebebasan berekspresi, keadilan sosial, akses pendidikan atau pangan. Harga diri. Sendirian melawan semua, terkadang dengan mempertaruhkan hidup dan keselamatan mereka, mereka melindungi, menolak yang bathil, merawat orang lain. Bumi. Mereka mengubah semua.

Diproduksi oleh Flore Vasseur, berkolaborasi dengan Marion Cotillard dan Denis Carot, dengan dukungan dari Badan Pembangunan Prancis (AFD), film Bigger Than Us mengikuti perjalanan Melati menemui anak-anak muda aktivis lainnya seperti dirinya yang mendedikasikan diri mereka untuk perubahan. Dari daerah kumuh Rio hingga desa-desa terpencil di Malawi, dari perahu penyelamat di lepas pantai pulau Lesbos sampai ke upacara penduduk asli Amerika di pegunungan Colorado: Rene, Mary, Xiuhtezcatl, Memory, Mohamad et Winnie membukakan mata kita akan sebuah dunia yang luar biasa, dunia keberanian, kegembiraan, dan komitmen untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita. Sementara segalanya tampak atau bahkan telah runtuh, anak-anak muda ini menunjukkan pada kita bagaimana caranya hidup dan apa artinya keberadaan kita di dunia saat ini.

Seleksi resmi Festival Film Cannes 2021, film Bigger Than Us akan diputar di IFI Bandung dengan kehadiran sang aktivis dan tokoh utama film ini, Melati Wijsen.

Jumat, 26 Agustus 2022
Pukul 19.00
Auditorium IFI Bandung, Jl.Purnawarman no 32

Dokumenter berbahasa Inggris dengan takarir bahasa Indonesia. Diskusi dalam bahasa Inggris dengan penerjemah. Gratis dan terbuka untuk umum.

Luangkan waktu yuk untuk nonton film bareng dan bertemu Melati di IFI !

Reservasi: https://forms.gle/ddxspNDkhRNFjV1A7

CAFÉ PHILOSOPHIQUE #49: BEDAH BUKU CHARLES HANDOYO SANG DEMOTIVATOR

Motivasi di mana-mana. Masalahnya, motivasi ini dimanipulasi oleh para motivator untuk menghadirkan ilusi akan kekayaan dan kesuksesan. Untuk mengimbanginya, perlu demotivasi, perlu demotivator. Lahirlah tokoh ini, Charles Handoyo, yang diinisiasi oleh Eko Priyantoro dan Syarif Maulana dan dituangkan dalam bentuk novel grafis yang diterbitkan oleh Footnote Press. Seperti apa gagasan demotivasi yang diusung lewat tokoh Charles Handoyo?

Selasa, 26 juli 2022 pukul 17.00 di Apéro Coffee, IFI (Institut Français Indonesia) Bandung.
Jalan Purnawarman no. 32.
Gratis! dan terbuka untuk umum.

Jour De La Bastille

Le #14juillet est bientôt arrivé!

IFI Bandung mengundang anda untuk merayakan Hari Nasional Prancis bersama, dengan keramah-tamahan, lagu-lagu, dan tentu saja makanan khas Prancis yang disiapkan khusus untuk acara ini oleh Chef Simon dari Apéro.

Sehubungan dengan keterbatasan tempat yang tersedia, silahkan melakukan reservasi kehadiran melalui link berikut :

Dan bagi kamu yang mau ikutan karaoke lagu-lagu prancis, silahkan lakukan pendaftaran juga disini :

supaya kami dapat menyiapkan lagunya untukmu. Ada hadiah-hadiah menarik untuk karaoke nya lho 😉. Karaoke gratis dan terbuka untuk siapa saja yang ingin bernyanyi.

Sampai jumpa di #jourdelabastille ❤️🇫🇷

Europe on screen 2022 – Bandung

Europe on Screen (EoS) adalah festival film internasional terlama yang masih aktif diadakan sampai sekarang di Indonesia. Diadakan pertama kali di tahun 1990 dengan nama “Festival Film Eropa”, lalu diadakan lagi di tahun 1999, sejak 2003 acara ini menjadi acara tahunan dengan nama yang digunakan sekarang, yaitu Europe on Screen.

EoS memutar film-film terpilih dari negara-negara Uni Eropa, dan negara-negara Eropa lainnya yang mempunyai perwakilan di Indonesia. Festival ini tak hanya mengadakan pemutaran film, tetapi juga kegiatan-kegiatan lain seperti lokakarya, diskusi, kompetisi, pameran, layar tancap, dan banyak lainnya. Sebagian besar pemutaran film dan kegiatan-kegiatan ini diadakan di pusat-pusat kebudayaan, dengan dukungan tambahan tempat dari institusi pendidikan, bioskop alternatif, dan jenis-jenis tempat lainnya.

Di Bandung, pemutaran film Europe On Screen 2022 akan digelar di dua tempat, di Goethe Institut pada tanggal 18-22 Juni dan di IFI Bandung pada tanggal 23-25 Juni. 

Seluruh pemutaran film gratis dan terbuka untuk umum. 

Simak jadwal pemutaran film Europe On Screen 2022 disini.

Fête de la Musique 2022 – Bandung

18 Juni 2022
16:30 – 21:30

Fête de la musique (Pesta Musik) adalah sebuah perayaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Prancis baik dari kalangan musisi profesional, musisi amatir, ataupun penikmat musik setiap tanggal 21 Juni untuk menyambut musim panas. Di Prancis, pesta ini dirayakan dengan cara memainkan atau sekadar menikmati musik secara gratis di jalanan dan tempat-tempat publik. Kegiatan ini sekarang telah menjadi pagelaran internasional yang dirayakan setiap tahunnya.

Di Indonesia, IFI turut memeriahkan sebuah perhelatan internasional ini untuk yang kelima kalinya. Serempak digelar di Sarinah Jakarta, IFI Bandung, IFI Yogyakarta pada tanggal 18 dan 21 Juni 2022. Beragam jenis musik dari berbagai macam format disajikan dalam Fête de La Musique 2022 di tiga kota tersebut.

Berikut ini adalah jajaran musisi yang akan tampil di Fête de La Musique Bandung : 

Kuntari 

Tumbuh bersama dan mendedikasikan dirinya untuk Musik Klasik selama lebih dari 10 tahun, Tesla Manaf memulai karirnya sebagai Artis Jazz yang membawanya ke berbagai eksplorasi musik yang berkembang dan komitmennya terhadap kreativitas. Tesla telah menghasilkan 13 album/EP dan pertunjukan di Jazz, World Music, Neo-Classical, Electronic dan Experimental Music di lebih dari 12 negara di seluruh dunia. Selama 18 bulan terakhir, dia telah mengerjakan cara baru untuk menciptakan teknik Embouchure yang tidak lazim untuk Cornet/Trumpet yang bertujuan untuk meniru suara panggilan kawin hewan dan makhluk fiksi raksasa.

Bottlesmoker

Bottlesmoker adalah duo dance/elektronik dari Bandung, Indonesia. Pencipta di balik
proyek audiovisual ini adalah Anggung Suherman (Angkuy) dan Ryan Adzani (Nobie), dua
produser, komposer skor film, pembaca dan perancang suara. Pekerjaan mereka berfokus pada
menjelajahi ritme asli dari Indonesia dan Asia Tenggara, menciptakannya kembali dalam
bentuk elektronik, mencampur yang lama dengan yang baru, analog dan digital, untuk menciptakan keunikan suara, cahaya dan visual nya sendiri. Eksplorasi musik mereka pergi dari Tribal ke Techno, dari nuansa pasifik hingga psikedelik, dari downtempo hingga ambient, palet suara dan visual tetap ada tumbuh dan menambahkan lebih banyak rasa ke dalam karya.

Logic Lost

Logic Lost adalah moniker dari Dylan Amirio, seorang produser eksperimental yang berbasis di Jakarta. Berasal dari berbagai pengaruh, Logic Lost dikenal karena memanfaatkan beragam suara, dari drone dan ritme minimalis, hingga ketukan terdistorsi dan lanskap suara halus dalam komposisinya. Menyerap energi dari tempat dia tumbuh, Dylan mengeksplorasi berbagai tema kemanusiaan sebagai pijakan untuk dia berkarya dan “mengganggu” kesadaran pendengarnya.

Wolfza

Duo grup bersaudara asal kota Bandung yang beranggotakan Mohammad Irsan – akrab di sapa Isan ( Vocal,Guitar & Synthesizer ) Dan Handy Muchlis – akrab disapa Ukis ( Synthesizer & Guitar ) Hadir dengan mengusung genre electronic pop.
Awal terbentuknya Wolfza ini diinisiasi oleh Ukis yang mengajak kakak nya Isan, karena ingin lebih mengeksplorisasi dan memanfaatkan tekhnologi dari suara-suara di wilayah music electronic.

Pop At Summer

Berasal dari Bandung, Indonesia. Menghirup udara musim panas, menangisi hujan musim gugur. Memberi Anda angin musim panas, Pop at Summer meluapkan sajak dari hati mereka. Membawa persona manis dari twee pop dan indie pop. Band ini terdiri dari penulis lagu Givani ‘Avi’Maghfirah Putri, Roni ‘Smith’ Tresnawan dan M Rifky ‘KIIVV’ Adam Rahman. Lirik-lirik mereka yang menarik akan menempatkan hati Anda di roller coaster. Dengan sentuhan delay yang manis dan gitar reverb-ish, vokal yang kuat namun manis, dan aransemen orkestral, nada-nada mereka akhirnya akan mencapai jauh di dalam pikiran Anda.

Loonleanan

Duo yang belum lama terbentuk ini merangkul perspektif unik mereka ke dalam
musik berbasis elektronik dengan segala keflexibelannya. Kedua teman kuliah Rifky
Adam (sequencer, bass) dan Handa Miftah (vokal, gitar) mengekspresikan
semangat bercerita sekaligus meromantisasi pengalaman dalam
mode yang menggembirakan. Loonleanan adalah pendekatan “menolak-untuk-menjadi-tua” melalui musik. 

The Battlebeats

adalah solo project bergenre garage punk/trashy rock & roll dari musisi asal Bandung, Andesa Nugraha, yang dibentuk pada tahun 2019. Andesa sangat terinsipirasi dari band-band Amerika dan Jepang era 90an, semua instrumen yang direkam dilakukan secara mandiri oleh Andesa dengan alat seadanya. The Battlebeats sudah merilis sebuah EP bertajuk “Self-Titled” dalam bentuk CDR ada tahun 2019. EP ini kemudian dirilis ulang dalam format piringan hitam 7inch oleh Post Party Depression Records, sebuah label asal Austin, Texas. 

Fête de la Musique 2022 berkerjasama dengan Omuniuum. Orangecliff,  dan Glossarierecords

Media Partner : Minggulibur.podcast

Programme de residences croisees « Bandung Saint-Etienne Design Cities 2022 »

Conditions générales et reglement

L’Institut français d’Indonésie (IFI), en coopération avec la Ville de Saint-Etienne, la Cité du design-Ecole supérieure d’art et design de Saint-Étienne, The Research Center for Cultural and Environmental Products, Bandung Institute of Technology (PPPBL ITB), HIMKI – Indonesia Furniture and Craft Association, ADPII – Indonesia Alliance of Industrial Designers et l’Institut français, lance son 2ème appel à candidatures au programme de résidences croisées « Bandung Saint-Étienne Design City » pour l’année 2022.

Les objectifs de cette résidence croisée franco-indonésienne sont de mettre le design au cœur de la coopération franco-indonésienne en s’appuyant sur l’expérience et le positionnement de Bandung et Saint-Étienne, membres du Réseau UNESCO des villes créatives de design. En associant les acteurs de la culture, du monde académique, universitaire et de la recherche, ainsi que les associations et institutions officielles de promotion du design, les designers sélectionnés pourront bénéficier d’un accompagnement d’experts et d’une immersion complète auprès des acteurs de l’écosystème, durant les moments forts que sont les biennales de design de Bandung et Saint-Étienne. Les résidences de 2 mois doivent permettre un temps de découverte, de recherche puis de création de projets en design durables utilisant des techniques et matériaux traditionnels et modernes.

L’appel à candidatures en 2022 est ouvert aux candidats jeunes diplômés ou artistes plus confirmés installés sur le territoire de Bandung, et/ou formés à FSRD ITB (faculty of art and design Institut Teknology Bandung), développant des projets de recherche et création en design ou plus largement dans le champ de la création contemporaine, du moment que le projet soit en lien avec les problématiques de la résidence (voir les critères de sélection ci-dessous).

Le lauréat sera appelé à nouer des relations de travail avec les milieux professionnels, universitaires, artistiques et culturels de Saint-Etienne et de Saint-Etienne Métropole. Pour ce faire, il pourra s’appuyer sur l’équipe de l’Institut francais d’Indonésie et de son antenne de Bandung, et sur les partenaires francais du projet, la Cité du Design / Ecole supérieure d’art et design de Saint-Etienne (ESADSE).

En 2022 plus particulièrement, pour la 12ème édition de la Biennale Internationale Design Saint- Etienne, le lauréat sera amené à prendre part aux évènements de la programmation qui se dérouleront en présentiel du 6 avril au 31 juillet 2022, contribuant à une meilleure visibilité de la création contemporaine indonesienne en design.

Les créations produites pendant la période de résidence à Saint-Etienne seront valorisées lors des évènements de design francais et indonésiens en 2022 et 2023.

Dates et durée de résidence

Le projet de résidence doit s’effectuer pendant la Biennale Internationale Design Saint-Etienne (8 semaines), du 1er juin au 31 juillet  2022.

Si les conditions sanitaires ne permettent pas la venue en présentiel du designer en France aux dates souhaitées, la période de résidence pourra être ajustée. Le designer sélectionné devra aussi rester disponible pour des interventions en ligne ou présentiel dans le cadre de la Biennale Internationale Design Saint-Etienne du 6 avril au 31 juillet 2022.

Disciplines et public concernés 

Pour cette 1ère édition, l’appel à candidatures en 2022 est ouvert aux designers et artistes jeunes ou confirmés installés sur le territoire de Bandung, et/ou formés à FSRD ITB (faculty of art and design Institut Teknology Bandung), développant des projets de recherche et création en design ou plus largement dans le champ de la création contemporaine  en lien avec les problématiques de  de laBiennale Internationale Design Saint-Etienne.

Critères de sélection

Le candidat sélectionné devra présenter un projet en lien avec la thématique de la Biennale Internationale Design Saint-Etienne 2022 : « Bifurcations ».

La Biennale Internationale Design Saint-Étienne, organisée par la Cité du design et l’École supérieure d’art et design de Saint-Étienne est l’évènement phare qui permet à Saint-Étienne de s’inscrire avec succès dans l’agenda international du monde du design depuis 1998.

À sa création, elle fut lors de ses premières éditions le miroir de ce que des créateurs venus des quatre coins de la planète revendiquaient comme étant du design, le public découvrait alors ce qui se pensait et se projetait derrière ce mot générique de design.

Dans les années 2000’ la Biennale mute et devient de façon manifeste un lieu de débat autour des pratiques avant-gardiste du design. Grâce aux projets implantés dans la ville de Saint-Etienne, elle devient aussi un terrain d’expérimentations en design. Puis la biennale devenant thématique à partir de 2010, elle regroupe la réflexion sur le design en corpus identifiables par le public et les médias, et se pose d’emblée comme un lieu de synthèse de la pensée et des formes sur un sujet de société fédérateur.

En 2022, la biennale, sous le thème des Bifurcations (6 avril-31 juillet 2022), franchit un pas supplémentaire dans cet usage du design : dorénavant la biennale n’est plus un lieu de célébration de l’objet mais un lieu de formation des individus pour participer aux choix techniques de demain. Les bifurcations sont ici envisagées soit sous l’angle de la bifurcation désirée ou la bifurcation subie. Ainsi il s’agit, à partir des aspirations sociales à bifurquer, d’évaluer les capacités du design à agir, pour pouvoir anticiper les besoins à venir. Cette capacité d’agir du design est mise ici sur la place publique pour évaluer collectivement son rôle.

 “Bifurquer, c’est réagir et faire un pas de côté en expérimentant, des chemins, ici et maintenant. Bifurquer, c’est explorer d’autres voies possibles, collectives, sobres, respectueuses de la vie et adaptées à chaque contexte. L’enjeu de la Biennale Internationale Design Saint-Étienne 2022 est d’encourager le design à partir à l’aventure : que fait-il déjà ? Que peut-il faire de plus, autrement ?”

La Biennale Internationale Design Saint-Étienne 2022 est un gigantesque média qui explore les bifurcations à travers six expositions (cf. Le site de la Biennale pour plus d’informations sur les expositions et la thématique).

Outre l’évaluation du parcours académique et professionnel du candidat, une attention particulière sera portée sur la qualité et les perspectives du projet, sa capacité à s’intégrer dans une vision territoriale durable.

Le choix se portera également sur la capacité du candidat à penser la nécessité d’une résidence de recherche et création en France, au protocole de travail envisagé et les contacts éventuellement déjà établis sur place.

Par ailleurs, il est attendu du candidat de mener un dialogue régulier avec les acteurs locaux et les designers francais sélectionnés dans le cadre de la résidence croisée avec la Cité du Design-Ecole supérieure d’art et design de Saint-Etienne. Il devra aussi pouvoir développer des contacts avec le milieu professionnel et les réseaux culturel et universitaire francais et indonésiens.

Comité de sélection

Le comité de sélection est composé des membres des équipes de l’Institut Français de Paris et l’Institut Français en Indonésie, du centre de recherche d’ITB/HIMKI, de la Cité du design-Ecole supérieure d’art et design et de la Ville de Saint-Étienne.

Processus et calendrier de sélection

La sélection se déroule en plusieurs étapes :

  • Un comité d’experts examine l’ensemble des dossiers de candidatures, présélectionne et auditionne éventuellement les candidats de la short-list (en anglais)
  • Le comité final de sélection statue et désigne le lauréat. Ses décisions sont sans appel.

Clôture de l’appel à candidature 2021 : 28 février 2022
Préselection des dossiers et entretiens éventuels : 1 – 9 mars 2022
Comité final de sélection et annonce des résultats : 10-11 mars 2022

Résultats

  • Le candidat retenu est prévenu personnellement à l’issue du comité final de sélection.
  • L’annonce du candidat sélectionné sera diffusée sur le site de l’Institut Français, de l’Institut Français d’Indonésie, de la Cité du design de Saint-Etienne, de la Ville de Saint-Etienne et sur les réseaux sociaux.

Conditions d’éligibilité

Expériences professionnelles

  • Designer ou artiste jeune ou confirmé installé sur le territoire de Bandung, et/ou formé à FSRD ITB (faculty of art and design Institut Teknology Bandung) ;
  • Etre libéré de son activité professionnelle durant toute la période de résidence.

Nationalité 

  • Posséder la nationalité indonesienne ou résider en Indonesie depuis au moins 5 ans

Cumuls

  • Ne pas avoir bénéficié d’un autre programme de résidence de l’Institut français depuis au moins 3 ans (soit 2018 inclus) ;
  • Si votre candidature n’a pas été retenue deux années consécutives, un délai minimum de 1 an est requis avant le dépôt d’une nouvelle candidature.

Autres

  • Aucune limite d’âge n’est imposée ;
  • La maîtrise suffisante de l’anglais est demandée pour les intéractions quotidiennes en France.

Seules les candidatures individuelles sont acceptées. Les duos, collectifs ou groupements d’artistes ne sont pas concernés par ce programme.

Pour plus d’informations, vous pouvez contacter :

Aude-Emeline Loriot Nurbianto, directrice de l’IFI Bandung
aude-emeline.loriot@ifi-id.com
Maria Moreira, Chargée de projets internationaux, Cité du design-Esadse
maria.moreira@citedudesign.com
Ainsi que le site de la Biennale Internationale Design St Etienne 2022

Program Residensi Silang “Design cities : Bandung x Saint-Etienne 2022”

Ketentuan dan Aturan Umum

Institut Français Indonesia (IFI), bekerja sama dengan Kota Saint-Etienne, Cité du design-Ecole supérieure d’art et design de Saint-Étienne, Pusat Penelitian Produk Budaya dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (PPPBL ITB), Himpunan Industri Mebel dan Kriya Indonesia (HIMKI), Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), dan Institut Français pusat di Paris, meluncurkan panggilan putaran ke-2 untuk aplikasi program residensi ” Design Cities : Bandung x Saint-Étienne” untuk tahun 2022.

Tujuan dari residensi bersama Prancis-Indonesia ini adalah untuk menempatkan desain di jantung kerja sama Prancis-Indonesia berdasarkan pengalaman dan posisi Bandung dan Saint-Étienne, sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network. Dengan menyatukan para pelaku dari bidang budaya, dunia akademis, universitas dan penelitian, serta asosiasi dan institusi desain lainnya, desainer yang dipilih akan dapat memperoleh manfaat dari dukungan ahli dan pendalaman lengkap dengan para pelaku dalam ekosistem, selama periode biennale desain Bandung dan Saint-Étienne. Residensi 2 bulan diharapkan dapat memberikan waktu untuk penemuan, penelitian, dan kemudian pembuatan proyek desain berkelanjutan menggunakan teknik dan bahan tradisional dan modern.

Open Call pada tahun 2022 terbuka untuk lulusan muda atau seniman yang lebih berpengalaman yang tinggal di wilayah Bandung, dan/atau yang sedang menempuh pendidikan di FSRD ITB (Fakultas Seni dan Desain Institut Teknologi Bandung), mengembangkan proyek penelitian dan kreasi dalam desain atau lebih luas di bidang kreasi kontemporer, sepanjang proyek tersebut terkait dengan masalah residensi (lihat kriteria pemilihan di bawah).

Pemenang akan dipanggil untuk menjalin hubungan kerja dengan komunitas profesional, akademik, seni dan budaya di kota Saint-Etienne. Untuk melakukan ini, ia akan dapat mengandalkan tim Institut Français Indonesia dan cabangnya di Bandung, dan pada mitra proyek Prancis, Cité du Design / Sekolah Tinggi Seni dan Desain Saint -Etienne ( ESADSE).

Khusus pada tahun 2022, untuk Biennale Internationale Design Saint-Etienne edisi ke-12, pemenang akan diminta untuk mengikuti acara program yang akan berlangsung tatap muka dari tanggal 1 Juni hingga 31 Juli 2022, dan berkontribusi pada visibilitas yang lebih baik dari kreasi kontemporer Indonesia dalam desain.

Karya-karya yang dihasilkan selama masa residensi di Saint-Etienne akan dipamerkan di acara-acara desain Prancis dan Indonesia pada tahun 2022 dan 2023.

Periode dan Durasi Residensi

Proyek residensi harus berlangsung selama Biennale Internationale Design Saint-Etienne (8 minggu), dari 1 Juni hingga 31 Juli 2022.

Jika kondisi sanitasi tidak memungkinkan desainer untuk melakukan kegiatan tatap muka di Prancis pada tanggal yang diinginkan, periode residensi dapat disesuaikan. Desainer yang dipilih juga harus tetap tersedia untuk intervensi online atau tatap muka sebagai bagian dari Biennale Internationale Design Saint-Etienne yang berlangsung dari 6 April hingga 31 Juli 2022.

Disiplin dan publik terkait

Untuk edisi pertama ini, Open Call tahun 2022 terbuka untuk desainer dan seniman muda atau terkonfirmasi yang tinggal di wilayah Bandung, dan/atau menempuh pendidikan di FSRD ITB (Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung), mengembangkan penelitian dan kreasi di desain atau lebih luas dalam bidang kreasi kontemporer sehubungan dengan isu-isu Biennale Internationale Design Saint-Etienne.

Kriteria seleksi

Kandidat yang terpilih harus mempresentasikan proyek yang terkait dengan tema Biennale Internationale Design Saint-Etienne 2022: “Bifurcations”.

Biennale Internationale Design Saint-Étienne, yang diselenggarakan oleh Cité du design dan Sekolah Tinggi Seni dan Desain Saint-Étienne, adalah acara unggulan yang berhasil membuat Saint-Étienne menempatkan dirinya dalam agenda internasional dunia desain sejak tahun 1998.

Ketika diciptakan, dalam edisi pertama merupakan cerminan dari apa yang diklaim oleh para pencipta dari seluruh dunia sebagai definisi desain, publik kemudian menemukan apa yang dipikirkan dan diproyeksikan di balik kata desain yang generik ini.

Pada tahun 2000-an, Biennale bermutasi dan jelas menjadi tempat perdebatan seputar praktik desain avant-garde. Berkat proyek seni dan desain yang dilaksanakan di kota Saint-Etienne, acara ini juga menjadi wadah dalam bidang eksperimen dalam desain. Kemudian Biennale menjadi acara yang tematik dari 2010, menyatukan refleksi desain dalam korpus yang diidentifikasi oleh publik dan media, dan muncul dari awal sebagai tempat sintesis pemikiran dan bentuk pada subjek sosial pemersatu.

Pada tahun 2022, biennale dengan tema “Bifurcations” (6 April-31 Juli 2022), mengambil langkah lebih lanjut dalam penggunaan desain ini: mulai sekarang biennale bukan lagi tempat perayaan objek tetapi tempat melatih individu untuk berpartisipasi dalam pilihan teknis masa depan. Tema tersebut dipertimbangkan di sini baik dari sudut bifurkasi yang diinginkan atau bifurkasi yang diderita. Jadi ini adalah pertanyaan, mulai dari aspirasi sosial untuk bercabang, mengevaluasi kapasitas desain untuk bertindak, untuk dapat mengantisipasi kebutuhan masa depan. Kapasitas untuk bertindak desain ini diletakkan di sini di alun-alun publik untuk secara kolektif menilai perannya.

“Bercabang (bifurcation) berarti bereaksi dan tidak memihak dengan cara bereksperimen, mencari jalan, di sini dan sekarang. Bercabang berarti menjelajahi jalan lain yang mungkin, kolektif, sadar, menghormati kehidupan dan disesuaikan dengan setiap konteks. Tantangan Biennale Internationale Design Saint-Étienne 2022 adalah mendorong desain untuk bertualang: apa yang sudah dilakukannya? Apa lagi yang bisa dia lakukan sebaliknya? ”

Biennale Internationale Design Saint-Étienne 2022 adalah media raksasa yang mengeksplorasi bifurkasi melalui enam pameran (lihat situs web Biennale untuk informasi lebih lanjut tentang pameran dan temanya).

Selain evaluasi latar belakang akademik dan profesional kandidat, perhatian khusus akan diberikan pada kualitas dan prospek proyek, serta kemampuannya untuk berintegrasi ke dalam visi teritorial yang berkelanjutan.

Pilihan juga akan didasarkan pada kemampuan kandidat untuk mempertimbangkan perlunya residensi penelitian dan penciptaan di Prancis, protokol kerja yang direncanakan, dan hubungan yang sudah terjalin antara kedua belah pihak.

Selain itu, kandidat diharapkan untuk memimpin dialog secara rutin dan berkesinambungan dengan aktor lokal dan desainer Prancis yang dipilih dalam kerangka residensi bersama dengan Cité du Design – Sekolah Tinggi Seni dan Desain Saint-Etienne. Ia juga harus mampu mengembangkan kontak dengan lingkungan profesional dan jaringan budaya dan universitas Prancis dan Indonesia.

Komite seleksi

Panitia seleksi terdiri dari anggota tim dari Institut Français di Paris dan Institut Français di Indonesia, Pusat Penelitian Produk Budaya dan Lingkungan ITB, HIMKI, dan Cité du design-Ecole supérieure d’art et design dan Kota Saint-Etienne.

Prosesi dan waktu seleksi

Seleksi berlangsung dalam beberapa tahap:

  • Sebuah komite ahli memeriksa semua file aplikasi, memilih dan mungkin mengaudisi kandidat dari daftar pendek (dalam bahasa Inggris)
  • Panitia seleksi akhir memutuskan dan menetapkan pemenang. Keputusannya bersifat final.

Penutupan Open Call 2022: 28 Februari 2022
Pra-seleksi file dan wawancara kandidat: 1 – 9 Maret 2022
Pengumuman seleksi terpilih: 10-11 Maret 2022

Pengumuman pemenang

  • Kandidat yang terpilih akan diberitahukan secara pribadi pada akhir panitia seleksi akhir.
  • Pengumuman kandidat terpilih akan dipublikasikan di situs web French Institute, French Institute of Indonesia, Cité du design de Saint-Etienne, Kota Saint-Etienne dan di jejaring sosial.

Kondisi kelayakan

Pengalaman Profesional

  • Desainer atau seniman muda atau berpengalaman yang berdomisili di wilayah Bandung, dan/atau mengikuti pelatihan di FSRD ITB (Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung);
  • Dibebaskan dari aktivitas profesional selama masa residensi.

Kewarganegaraan

  • Memiliki kewarganegaraan Indonesia atau berdomisili di Indonesia minimal 5 tahun

Akumulasi

  • Tidak mendapatkan manfaat dari program residensi lain dari Institut français selama minimal 3 tahun (termasuk 2018);
  • Jika aplikasi Anda tidak diterima selama dua tahun berturut-turut, diperlukan jangka waktu minimal 1 tahun sebelum mengajukan aplikasi baru.

Lainnya

  • Tidak ada batasan usia yang dikenakan;
  • Kemampuan bahasa Inggris yang memadai menjadi salah satu faktor utama yang diperlukan untuk interaksi sehari-hari di Prancis.

Hanya aplikasi individu yang diterima. Duo, kolektif atau kelompok seniman tidak dapat berpartisipasi dalam program ini.

Sarana tempat tinggal

Moda transportasi

Institut Français di Paris menanggung biaya tiket pesawat pulang pergi (Jakarta-Prancis) hingga maksimum 1.000 euro dan biaya visa. Institut Français di Indonesia mengurus transportasi darat Bandung-Jakarta.

Moda akomodasi

Tempat kerja untuk residensi kreasi/produksi di Saint-Etienne terletak di Cité du design-Esadse di 3 rue Javelin Pagnon, 42000 Saint-Etienne. (untuk informasi lebih lanjut tentang pendirian dan infrastrukturnya, kunjungi tautan berikut).

Desainer yang dipilih untuk residensi akan ditempatkan di salah satu akomodasi di 15 rue Henri Gonnard, 42000 Saint-Etienne, di sekitar La Serre, Bekas Sekolah Seni Rupa Saint-Etienne.

Workshop/studio-penginapan-ruang yang disediakan secara eksklusif didedikasikan untuk pekerjaan penelitian artistik. Siapa pun di luar proyek tidak dapat diakomodasi di sana. Pemenang yang ingin menyambut kerabat harus menyediakan akomodasi mereka dan semua biaya yang terkait dengan masa inap mereka.

Moda dukungan artistik

Tergantung pada tahap pertama penelitian dan kontak yang dibangun oleh pemenang, tim dari IFI, Pusat Penelitian ITB dan Sekolah Tinggi Seni dan Desain Cité du Design Saint-Etienne mendukung sebelum, selama dan di akhir residensi melalui dukungan individu dan jaringan dalam finalisasi proyek. Dukungan dari mitra juga akan diberikan untuk promosi dan pameran benda-benda yang dibuat di Prancis.

HIMKI, ADPII, Cité du design-École supérieure d’art et design de Saint-Étienne dan kota Saint-Étienne dan Bandung juga dapat menonjolkan hasil residensi dalam pengembangan dan promosi desain di wilayah tersebut.

Moda finansial

Sekolah Tinggi Seni dan Desain Cité du design-Saint-Étienne menangani:

  • Dukungan administratif oleh departemen hubungan internasional;
  • Organisasi pertemuan profesional oleh departemen hubungan internasional dan inovasi;
  • Entri gratis ke acara Biennale Desain Internasional (profesional, akademik, atau penelitian);
  • Akses gratis ke acara internasional yang diselenggarakan oleh Cité du design-Esadse (seminar, webinar, meja bundar)
  • Pertemuan dengan desainer lokal dan desainer penelitian dari Cité du design-Esadse;
  • Transfer dari bandara Lyon Saint-Exupéry;
  • Akomodasi di apartemen layanan.

Tunjangan hidup flat-rate diberikan kepada pemenang hingga 15 euro per hari yang disediakan oleh Institut Français.

Mitra Prancis dan IFI, setelah memeriksa dengan perancang anggaran yang diperlukan, menanggung biaya produksi, transportasi, dan pameran proyek yang dibuat.

Dokumen aplikasi

Dokumen aplikasi dalam bahasa Inggris harus diserahkan pada tautan Google Form. Hanya proyek yang dikirimkan melalui tautan ini yang akan dipertimbangkan. Pengajuan dua atau lebih file aplikasi tidak diizinkan dan secara de facto mengarah pada penghapusan semua aplikasi dari kandidat yang sama.

Penyusunan dokumen pengajuan kandidat

Setiap file aplikasi harus diserahkan dalam bahasa Inggris selambat-lambatnya 28 Februari 2022 pukul 23:59 (waktu Indonesia) dan berikan informasi berikut:

  • Informasi pribadi (nama keluarga, nama depan, usia, kebangsaan, detail kontak)
  • Pendidikan (sertifikasi, sekolah, kursus pelatihan yang diambil)
  • Informasi profesional (situasi saat ini, pengalaman profesional, latar belakang artistik)
  • Judul proyek
  • Ringkasan proyek (maks 500 karakter)

Untuk dilampirkan dalam format pdf:

  • Penjelasan rinci tentang proyek dalam bahasa Inggris (maksimum 10 halaman) yang menjelaskan motivasi permintaan, sifat penelitian dan proyek penciptaan, korelasi dengan tempat dan durasi tinggal, referensi dari institusi dan kepribadian yang dihubungi dan rencana tindak lanjut proyek;
  • CV rinci dalam bahasa Inggris dengan rincian kontak lengkap kandidat: alamat saat ini, email, telepon dan tanggal lahir;
  • Satu atau lebih surat rekomendasi (maksimal 4) dari orang-orang dengan pengetahuan mendalam tentang pekerjaan kandidat (profesional, manajer kerja, atau kepribadian Prancis atau asing lainnya yang memenuhi syarat). Penulis surat harus membubuhkan tanda tangan tulisan tangan mereka;
  • Sebuah file artistik dalam bahasa Inggris mungkin termasuk link video;

Pernyataan tersumpah dalam bahasa Inggris, bertanggal, ditandatangani dan disertai dengan kata-kata “Baik untuk persetujuan”, yang menyatakan:

  • Bahwa Anda telah membaca ketentuan umum dan peraturan;
  • Bahwa Anda adalah satu-satunya penulis (sebutkan rekan penulis jika ada) dari karya yang disebutkan dalam file aplikasi Anda;
  • Bahwa Anda akan dibebaskan dari kegiatan profesional Anda selama masa tinggal Anda;

Hanya aplikasi lengkap yang memenuhi persyaratan yang disyaratkan oleh peraturan dan menghormati tanggal penutupan yang akan diperhitungkan. Setiap pernyataan palsu akan secara otomatis mengakibatkan batalnya aplikasi.

Setelah file aplikasi dikirim, pengakuan tanda terima dikirim ke kandidat melalui email.

Penutupan Open Call: 28 februari 2022 pukul 23:59  (waktu Indonesia)

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi :
Aude-Emeline Loriot Nurbianto, direktur IFI Bandung
aude-emeline.loriot@ifi-id.com
Maria Moreira, Penanggung jawab proyek internasional, Cité du design-Esadse
maria.moreira@citedudesign.com
dan juga laman Biennale Internationale Design St Etienne 2022.

Bienvenue à l’IFI Bandung

Enfin, le cours de Français en présentiel commencera ce mois-ci !

Nous avons hâte de revoir tout le monde en classe !

 

Pour les nouveaux étudiants, bienvenue !

Nous vous offrons différents choix de cours à choisir selon vos besoins, des enfants aux adultes, débutants et avancés, qui peuvent tous apprendre le français en s’amusant avec les professeurs et amis de l’IFI Bandung !

 

Pour être vigilante, nous appliquons également les protocoles sanitaires recommandés par le gouvernement dans chaque mise en œuvre de cours et activité en présentiel, afin que tous puissent être protégés et apprendre confortablement avec nous.

Bienvenue à l’IFI Bandung

Akhirnya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas akan dimulai bulan ini! 

Kami tidak sabar bertemu kembali dengan teman-teman semua di kelas!

Bagi siswa baru, selamat bergabung!

Ada berbagai pilihan kelas yang bisa dipilih sesuai kebutuhanmu, mulai dari anak-anak hingga dewasa, pemula maupun lanjutan, semuanya dapat belajar bahasa Prancis dengan menyenangkan bersama para pengajar dan teman-teman di IFI Bandung!

Tidak lupa kami pun menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah dalam setiap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, sehingga semua dapat terlindungi dan belajar dengan nyaman bersama kami.