.

16 HARI MOBILISASI MELAWAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN – FORUM KESETARAAN GENERASI

Sejak tahun 2016, Kedutaan Besar Prancis/Institut français d’Indonésie (IFI) bermitra dengan UN Campaigns untuk 16 hari mobilisasi melawan kekerasan terhadap perempuan dalam warna oranye, simbol dari “Masa depan yang lebih baik, terbebas dari semua kekerasan” (“ Hari Oranye”).

Kampanye ini dimulai pada tanggal 25 November, hari internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan berakhir pada tanggal 10 Desember, hari Internasional Hak Azasi Manusia.

Kedutaan Besar Prancis/ Institut français d’Indonésie (IFI) telah menyusun program kampanye tahun 2019 bersama beberapa mitra: UN Women, Jakarta Feminist Discussion Group, Hollaback ! Jakarta (gerakan warga internasional untuk melawan pelecehan seksual di tempat umum), Intersastra dan House of the Unsilenced (proyek multidisiplin yang diluncurkan sejak tahun 2018 dengan memberikan ketahanan dan rekonstruksi ke para korban melalui pertunjukan artistik).

Selama 16 hari, l’Institut français d’Indonésie (IFI) mengadakan pemutaran film, lokakarya, diskusi umum, dan kampanye penyebaluasan di media sosial.

Duta Besar Prancis di Indonesia, Yang Mulia Olivier CHAMBARD dan perwakilan dari UN Women di Indonesia/ASEAN, M. Jamshed M. KAZI, telah meluncurkan kampanye dengan meresmikan “tembok untuk tanda tangan” di pagar tembok bagian luar IFI, pejalan kaki yang lewat membubuhkan tanda tangan untuk menandai komitmennya melawan kekerasan terhadap perempuan.

Tembok luar juga dihiasi dengan spanduk bertuliskan semboyan : “ Liberté, Egalité, Fraternité (Kebebasan, Kesetaraan, Persaudaraan) “ dan slogan-slogan PBB. Pada program di malam hari, gedung L’IFI disinari cahaya lampu oranye.

Dua film Indonesia “Posesif,” karya sutradara Edwin, tentang kekerasan psikologis pada pasangan, telah menerima penghargaan untuk sutradara terbaik, aktris terbaik, dan pemeran pembantu terbaik tahun 2017, dan “More than Work” karya Luviana, tentang pelecehan moral dan seksual di media, dilanjutkan dengan diskusi yang dihadiri oleh sutradara, aktor, dan pakar-pakar tema ini. 

Lokakarya artistik dapat menciptakan ruang saling percaya dan dialog dengan para korban, psikolog, artis, para ahli, dan militan. Adakalanya dihadiri oleh saksi-saksi yang merasakan kepedihan saat dilakukan rekonstruksi dan kekerasan yang terjadi.

Diskusi “Kesetaraan generasi”, yang berlangsung pada tanggal 9 November,  memberi kesepatan pada berbagai kalangan untuk saling berbagi pengalaman dan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki di Indonesia dalam satu ruangan dengan acara yang diisi oleh :

Tsamara AMANY, ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia , sering disebut sebagai partai milenial “ Young women in Politics”;

Sakdiyah MA’RUF, tentang “Apa yang lucu dengan kekerasan pada perempuan “

Henry MANAMPIRING, pengarang dengan penjualan buku-buku terbaik “Filosofi teras” dan “The Alpha girl’s guide” tentang : “Peran laki-laki saat mempromosikan kesetaraan gender”

Laila ACHMAD , influencer, produser, penulis, pembuat podcast “Meng- gunakan media baru untuk mempromosikan masalah-masalah Hak Azasi Manusia”.

Truedi, pengarang dan komposer muda memainkan salah satu karyanya “ True Woman” dan karya Clara Luciani, “ la Grenade”. Tika and the Dissidents, grup pop-rock feminis menutup konser malam itu.

Kekerasan terhadap perempuan tidak hanya masalah yang umum di Prancis dan di Indonesia, tetapi juga menjadi tantangan di dunia. Kesetaraan antara laki-laki dan perempuan menjadi prioritas diplomasi Prancis yang juga menjadi harapan di G7 Biarrits, karena ini merupakan masalah besar dunia. .

Prancis bekerjasama dengan Meksiko dan UN Women untuk Forum Kesetaraan Generasi 2020, yang akan memperingati 25 tahun Forum Kesetaraan Generasi di Beijing (1995). Forum 2020 akan diselenggarakan di Meksiko (7-8 Mei 2020). Para wakil pemerintah, masyarakan umum, dan sektor privat akan menawarkan sejumlah program. Pada tahap kedua di Paris, pada tanggal 7 sampai 20 Juli 2020, para kepala negara mengambil langkah untuk komitmen dan pelaksanaan program di pertemuan sebelumnya.

Kedutaan Besar Prancis /IFI sangat berterimaksih kepada para mitra atas kontribusi- nya mensukseskan kampanye ini.

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter