.

Peluang Luar Biasa Menanti Anda! Luncurkan inisiatif Anda di bidang One Health

Tahun ini, panggilan proyek penelitian Science et Impact menawarkan kesempatan luar biasa kepada para peneliti One Health. Anggaran untuk sesi kedua dari program ini juga dipersiapkan khususnya untuk satu atau beberapa proyek One Health. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara disiplin ilmu kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan untuk menanggulangi masalah kesehatan global dengan lebih baik.

Tujuan proyek

Proyek yang terpilih harus mencakup penyelenggaraan konferensi atau simposium, khususnya dalam rangka peringatan Hari One Health yang jatuh pada tanggal 3 November. Kegiatan tersebut harus dilaksanakan di Indonesia, idealnya di Jakarta dan sekitarnya.

Pendanaan yang diberikan dapat digunakan untuk membiayai kegiatan konferensi dan perjalanan ke/di Indonesia. Sedangkan, kantor Kerja Sama Sains dan Teknologi Kedutaan Besar Prancis – IFI senantiasa mendukung penyelenggaraan tersebut dan menyediakan dukungan logistik, seperti koordinasi saat hari H, daftar undangan, peninjauan program, serta dukungan strategis.

Kriteria penilaian

Proposal yang diterima akan dievaluasi berdasarkan kriteria berikut:

  • Mengusulkan solusi inovatif untuk menjawab tantangan kesehatan global;
  • Mendorong kolaborasi dan interdisiplineritas antara berbagai aktor internasional;
  • Meningkatkan kesadaran dan mengedukasi masyarakat dan professional terkait pentingnya pendekatan One Health dan aksesibilitasnya.

Siapa saja yang bisa mendaftar?

Panggilan proyek penelitian ini terbuka bagi :

  • Peneliti dan akademisi yang berasal dari bidang kesehatan hewan, lingkungan dan manusia;
  • Institusi akademik dan penelitian;
  • Organisasi nonpemerintahan dan entitas lain yang terlibat dalam berbagai inisiatif yang terkait dengan One Health.

Bagaimana cara mendaftar ?

Untuk mengetahui persyaratan selengkapnya mengenai panggilan proyek penelitian Science et Impact dan mengajukan proposal Anda, silakan kunjungi tautan ini.
Batas akhir pendaftaran : 5 Agustus 2024

Jangan lewatkan kesempatan menarik ini untuk berkontribusi terhadap promosi pendekatan One Health dan memperkuat ketahanan kesehatan global

Berikut daftar contoh tema penelitian yang dapat dieksplorasi oleh para kandidat pada proyek Science et Impact:

Ekologi penyakit: Mempelajari interaksi antara populasi manusia, hewan, dan agen patogen dalam lingkungan alam untuk memahami dan mencegah pandemi.

Konservasi keanekaragaman hayati: Mengeksplorasi hubungan antara kesehatan ekosistem, keanekaragaman spesies, dan ketahanan terhadap perubahan lingkungan, termasuk dampak terhadap kesehatan hewan dan manusia.

Integrasi pengetahuan tradisional: Menggabungkan pengetahuan dan praktik tradisional masyarakat lokal ke dalam pengelolaan sumber daya alam dan pemeliharaan kesehatan ekosistem.

Ketahanan pangan dan kedaulatan pangan: Mempelajari hubungan antara kesehatan manusia, hewan dan lingkungan dalam produksi dan konsumsi pangan untuk memastikan sistem pangan yang berkelanjutan dan aman.

Perdagangan spesies hewan: Menguji implikasi kesehatan manusia, hewan dan lingkungan dari perdagangan legal atau ilegal spesies hewan, khususnya yang berkaitan dengan penyebaran penyakit zoonosis.

Epidemiologi partisipatif: Melibatkan masyarakat lokal dalam pemantauan penyakit dan pengumpulan data epidemiologi untuk pemahaman yang lebih baik tentang dinamika penularan.

Dinamika ekosistem: Mempelajari dampak kerusakan lingkungan terhadap struktur dan fungsi ekosistem, serta dampaknya terhadap kesehatan populasi manusia dan hewan.

Agroekologi: Mempromosikan praktik pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan menjaga kesehatan tanah dan ekosistem.

Keadilan lingkungan: Menganalisis ketidaksetaraan lingkungan dan dampak ancaman yang tidak proporsional terhadap kesehatan populasi yang terpinggirkan, mempromosikan kebijakan dan praktik inklusif.

Hubungan antarspesies: Menjelajahi mekanisme penyebaran agen patogen antarspesies dan ekosistem, serta strategi terpadu untuk mencegah kemunculan penyakit zoonosis.

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter