.

Kilasan Rapat Dewan Orientasi Strategis Bagian Kerja Sama Kedutaan Besar Prancis di Indonesia

Tanggal 11 dan 12 Mei yang lalu, Bagian Kerja Sama Kedutaan Besar Prancis di Indonesia (SCAC-IFI) telah menyelenggarakan rapat dewan orientasi strategis untuk tahun 2023.

Rapat dewan ini mirip dengan pertemuan tahunan jaringan kerja sama Prancis di Indonesia dan mempertemukan berbagai pelaku kerja sama Prancis-Indonesia untuk menstimulus gagasan-gagasan di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.

Tahun ini, perwakilan dari Kementerian Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis serta Institut Français Paris secara khusus datang untuk menghadiri pertemuan ini.

Sambutan pembuka dari Valérie Brisset, Wakil Direktur Subdirektorat Pengaruh Kementerian Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis

Untuk mendorong terjadinya pertukaran pikiran, pertemuan ini berlangsung selama dua hari dalam dua format yang sengaja berbeda untuk masing-masing hari. Hari pertama bersama pelaku-pelaku dan mitra-mitra kerja sama di luar jaringan Prancis; sementara hari kedua di antara para pelaku kerja sama dari jaringan Institut Français Indonesia dan Alliance Français Indonesia.

Berdasarkan pengamatan bahwa kerja sama Prancis-Indonesia tidak bisa dibatasi dengan parameter layanan kerja sama, hari pertama pertemuan dimaksudkan untuk mengumpulkan beragam perspektif dari para pelaku kerja sama Prancis dan Indonesia yang bekerja untuk mendekatkan hubungan kedua negara. Hari pertama ini terbagi dalam tiga sesi pleno bertema umum, berjudul: 1) “Bagaimana menghadapi tantangan global secara bersama-sama?”; 2) “Memperkaya pertukaran Prancis-Indonesia”; dan 3) “Program pendidikan apa saja yang dibutuhkan untuk hubungan Prancis-Indonesia di masa depan?”.

Sesi pleno pertama “Bagaimana menghadapi tantangan global secara bersama-sama?”

Dari kiri ke kanan: Valérie Julliand (Koordinator Residen PBB di Indonesia), Stéphanie Rawi (Koordinator Climate Fresk di Indonesia), dan Pierre Jalladeau (Atase Regional Asia Tenggara untuk Film dan Digital).

Sesi pleno kedua: “Memperkaya pertukaran Prancis-Indonesia”

Dari kiri ke kanan: Arnaud Tripet (Wakil Kepala Bagian Ekonomi Kedutaan Besar Prancis di Indonesia) dan Ananda Idris (Penanggung Jawab Komite Bilateral Prancis Kamar Dagang dan Industri Indonesia/KADIN).

Sesi pleno ketiga: “Program pendidikan apa saja yang dibutuhkan untuk hubungan Prancis-Indonesia di masa depan?”

Dari kiri ke kanan: Antoine Bricout (Atase Kerja Sama Universitas dan Pendidikan), Saaryadi Guyatno (Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia), Roberto Rossi (Direktur Schneider Electric Indonesia & Timor Leste), Hendradi Hardhienata (asisten dosen di IPB dan penerima beasiswa program PHC Nusantara), Irsalina Salsabila Suprapto ( mantan mahasiswa Indonesia alumni IMT Atlantique) dan Suma Riella (Direktur Departemen Bahasa Prancis Universitas Indonesia).

Dari banyaknya tokoh Indonesia yang hadir pada hari pertama, di antaranya adalah Prof. Warsito, Wakil Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia yang membuka pertemuan di hari pertama; Hotmangaraja Panjaitan, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Prancis periode 2014-2019; penasihat dekat Menteri Pertahanan; dan Saryadi Guyatno, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Sambutan pembuka dari Prof. Warsito, Wakil Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI

Hotmangaraja Panjaitan, Mantan Duta Besar Indonesia untuk Prancis periode 2014-2019, hari pada hari pertama pertemuan.

Hari kedua pertemuan dikhususkan bagi anggota jejaring kerja sama Prancis di Indonesia. Tujuannya adalah untuk memetakan gambaran tentang keadaan kerja sama Prancis dan untuk mengidentifikasi langkah-langkah kerja yang inovatif. Dimulai dari inventarisasi kegiatan masing-masing departemen, rapat dewan orientasi strategis ini membahas hambatan-hambatan utama dan pengungkit aksi kerja samanya. Selain karyawan-karyawan yang berkantor di Jakarta, sekitar 30 kolega dari jaringan institusi kami (IFI Bandung, IFI Yogyakarta, IFI Surabaya, Alliance Française Medan, Alliance Française Denpasar, Alliance Française Makassar, dan Alliance Française Semarang) juga turut hadir dalam pertemuan. Akibat pandemi, secara keseluruhan jejaring kamu belum pernah bertemu sejak Januari 2020 ketika rapat dewan orientasi strategis terakhir diadakan.

Seluruh kolega jaringan Institut Français dan Alliance Française di Indonesia.

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter