PROYEK « MINI PONDOK DAN PETI HARTA KARUNNYA »

PROYEK « MINI PONDOK DAN PETI HARTA KARUNNYA »
Didukung oleh Fonds médiathèque XXI – Institut français di Paris, 2020.

Proyek « Mini Pondok dan Peti Harta Karunnya » terdiri dari pemasangan sebuah bangunan tradisional Jawa yang disebut pondok di perpustakaan jaringan Instituts Français Indonesia (Jakarta, cabang Wijaya, Bandung, Surabaya, Yogyakarta) dan Alliances françaises (Medan dan Bali). Proyek ini, didukung oleh Institut Français di Paris, ditujukan untuk publik remaja yang akan menemukan di dalam ruang kecil ini berupa koleksi dokumenter buku bergambar dan peralatan audio serta video, yang diletakkan di dalam pondok dan di laci-lacinya. Pondok seluas 5m2 ini dirancang dengan kayu mahoni oleh Pak Ping, seorang tukang kayu di Surabaya dan dikirim melalui darat dan laut untuk dipasang di masing-masing perpustakaan jaringan.

FUN FRENCH ON WEEKEND

Kabar gembira buat kalian yang udah lama menunggu kelas di Sabtu-Minggu nih! Pelajari sesuatu yang baru yuk di setiap akhir pekan!


IFI Bandung siap menemani akhir pekan kamu dengan memberikan pembelajaran bahasa Prancis untuk tingkat pemula. Kelas ini tidak akan mengganggu waktu kerja / sekolah / kuliah kamu, malah akan menambah kemampuan serta wawasan kamu terhadap bahasa dan negara Prancis. Tentunya akan membuat akhir pekan kamu lebih produktif lagi.


Yuk segera daftar!


Informasi dan pendaftaran : 0812 2008 6131 (WhatsApp)

KURSUS SPESIAL PERSIAPAN KULIAH DI PRANCIS

IFI membuka kursus spesial persiapan kuliah di Prancis yang ditujukan kepada para siswa Indonesia yang berencana melanjutkan pendidikan tinggi pada September 2020 dengan bahasa Prancis di universitas di Prancis atau di negara berbahasa Prancis. Kursus ini memungkinkan kamu untuk memperoleh metode belajar yang dibutuhkan dalam kaitannya dengan dunia perkuliahan dan menyempurnakan keterampilan bahasa Prancis.

Ayo buruan daftar kursus spesial persiapan kuliah di Prancis yang akan dimulai 27 Juli 2020!

Tingkat sudah meraih DELF B2
Periode kursus 27 Juli – 30 Agustus 2020
Lama Kursus 5 minggu
Frekuensi 2 pertemuan, 2 jam/pertemuan
Jumlah jam pelajaran 20 jam
Tarif Rp1.300.000
  • kelas virtual melalui zoom terdiri dari 8 – 10 peserta dari seluruh Indonesia
  • pengajar IFI dan AF terakreditasi dan berpengalaman
  • dalam beberapa kesempatan muncul tamu khusus: guru muda, orang Prancis, untuk sesi konsultasi khusus

Pendaftaran & Informasi
https://bit.ly/CoursFOU
Email: kursus@ifi-id.com
WhatsApp: +62 878-9355-9354 / +62 877-8845-9398 / 02123557952

PENDAFTARAN UJIAN DELF PRIM SESI OKTOBER 2020 TELAH DIBUKA

Anak Anda belajar bahasa Prancis? Ayo sahkan kemampuan bahasa Prancis mereka melalui ujian internasional DELF Prim dan dapatkan ijazah yang berlaku seumur hidup.

Apa itu DELF Prim?

DELF Prim resmi dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional Prancis dengan standar Kerangka Acuan Bersama Eropa untuk Bahasa. Ujian DELF Prim dikhususkan untuk anak-anak setingkat sekolah dasar Prancis (atau 7 – 12 tahun) dan dilaksanakan sebanyak 2 kali dalam setahun pada bulan Mei dan Oktober, dan hanya diselenggarakan oleh institusi khusus yang berwenang, yaitu Institut Français d’Indonésie (IFI), Alliance Française (AF), serta Tempat Ujian DELF Prim SDIT Ar-Raudhah Bekasi yang berada di bawah pengawasan IFI Jakarta.

Ujian DELF Prim untuk anak serupa dengan ujian DELF untuk dewasa, hanya saja DELF Prim menggunakan tema-tema yang diminati oleh anak-anak di mana pun mereka bersekolah, apa pun bahasa dan metode pengenalan bahasa Prancis yang digunakan. Kompetensi yang diujikan dalam ujian DELF Prim adalah pemahaman mendengar, pemahaman membaca, kemampuan berbicara dan kemampuan menulis.

Isi formulir daring DELF Prim 2020 di sini dan jangan lupa untuk mengunggah foto kartu identitas anak Anda (paspor atau akta kelahiran) saat pendaftaran.

Hasil ujian DELF Prim sesi Mei akan diumumkan secara resmi tanggal 26 Oktober 2020 melalui situs IFI dan di Pusat Ujian atau Tempat Ujian anak Anda terdaftar.

DELF-DALF, ijazah seumur hidup!

Panggilan Proyek Penelitian PHC Nusantara 2021

BATAS AKHIR PENDAFTARAN: 21/10/2020

Partenariat Hubert Curien (PHC) Nusantara 2021 telah dibuka. Program pendanaan penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pertukaran pengetahuan dan teknologi antara pusat-pusat penelitian di kedua negara, dengan menitikberatkan pada potensi kerja sama baru dan partisipasi peneliti muda serta mahasiswa doktor.

Program tahunan ini terselenggara atas kerja sama Kementerian Uni Eropa dan Luar Negeri Prancis (MEAE), Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi Prancis (MESRI), beserta pihak terkait di Indonesia yaitu Kementerian Riset dan Teknologi (KEMENRISTEK) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD).

PHC Nusantara 2021 terbuka bagi proyek penelitian bersama Indonesia-Prancis (kecuali bidang Nuklir, Pertahanan, dan Militer). Proyek-proyek penelitian harus termasuk ke dalam 11 lingkup bidang penelitian berikut:

  1. Solusi setelah pandemi COVID-19 (Teknologi yang memungkinkan swasembada atau ketahanan lokal, Pencegahan dan pengendalian infeksi, Teknologi sanitasi, Manajemen Govtech/data terbuka dan Big Data, Manajemen krisis setelah pandemi, Digital workplace, dan Teknologi, organisasi dan implementasi pembelajaran jarak jauh)
  2. Teknologi Pangan
  3. Energi, termasuk energi baru dan terbarukan (PLT termal dan nuklir, geotermal, energi ombak dan gelombang laut, bioenergi, biofuel, tenaga surya, dll)
  4. Kesehatan dan obat-obatan
  5. Ilmu kelautan, maritim dan oseanografi
  6. Teknologi transportasi: darat, udara, laut
  7. Teknologi Informasi dan Komunikasi
  8. Ilmu Sosial dan Humaniora
  9. Teknologi mutakhir, seperti nanoteknologi
  10. Pelestarian lingkuangan: biodiversitas flora dan fauna, air, tanah perubahan iklim
  11. Pengendalian dan pencegahan risiko alam dan/atau manajemen bencana – termasuk sistem peringatan dini yang melibatkan ilmu geologis, seismik, vulkanik, klimatik, geomagnetik. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunduh dokumen berikut :

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, peneliti Indonesia dapat klik di sini.

L’INSTITUT FRANÇAIS D’INDONÉSIE – BANDUNG RECRUTE UN(E) ENSEIGNANT(E) VACATAIRE

L’Institut français d’Indonésie – Bandung recrute un(e) enseignant (e) vacataire en contrat annuel. Sous l’autorité du Directeur/de la Directrice délégué(e) et du/de la Responsable pédagogique, l’enseignant dispense des cours de français langue étrangère (FLE) et sur objectifs spécifiques (FOS) pour tout type de publics et tout niveau. Il apporte également un soutien aux activités de promotion des cours.

Profil et compétence requis

  • Nationalité Indonésienne
  • Bonne maitrise de français : niveau DALF C1 (niveau B2 possible avec un engagement à atteindre le C1)
  • Expérience dans l’enseignement d’au moins un an
  • Diplome niveau licence ou master (ou equivalent indonesien)
  • Connaissance du CECRL

Qualités personnelles

  • Qualité relationnelle et gout pour l’enseignement
  • Dynamisme, autonomie, force de proposition
  • Rigueur et sens de l’organisation
  • Sens du travail en équipe
  • Capacite d’adaptation a des niveaux et a des publics d’apprenants très varies
  • Mobilité et disponibilité

Sélection des candidatures

Pour déposer votre candidature, merci de bien vouloir faire parvenir par courriel, avant le 15 juillet 2020 (délai de rigueur), une lettre de motivation et un curriculum vitae à l’adresse suivante : aude-emeline.loriot@ifi-id.com et myrawati@ifi-id.com

Note : seuls les candidats sélectionnés seront contactés

Workshop Bahasa Prancis Anak

Coucou !

Kali ini, IFI Surabaya mengajak adik-adik usia SD (6-11 tahun), untuk belajar bahasa Prancis yang seru dengan suasana santai di rumah.

Meski belajar dari rumah, masih asyik lho !
Adik-adik tetap bisa merasakan kesenangan belajar bahasa Prancis secara daring bersama pengajar IFI, menggunakan gawai masing-masing. Ayah dan bunda juga boleh menemani.

Kalau di awal belum kenal bahasanya, nanti adik-adik bakal bisa tanya jawab dalam bahasa Prancis.

Kelas dimulai 21 Juli 2020
Berlangsung daring selama 5 minggu
Jadwal: Selasa & Kamis, pk 16.00 – 17.30 WIB

Silakan ajak buah hati, adik, keponakan ikutan.
Kecil – kecil bisa bahasa Prancis ? C’est cool !

Info lebih lanjut :

IFI Surabaya – IFI West Surabaya
WA  : 0812 3130 6739 | 0812 3085 8121
Email : kursus.surabaya@ifi-id.com
www.ifi-id.com/surabaya

Workshop Déblocage & Virelangue

Intip yang baru di IFI Surabaya yuk !
“Workshop Déblocage & Virelangue”
Ini acara seru untuk meningkatkan kemampuan pengucapan bahasa Prancismu !

Melalui ‘déblocage’, kita akan berlatih melafalkan kata bahasa Prancis dengan baik dan benar. Dengan ‘virelangue’, kita akan membiasakan lidah mengucapkan kata sambung-menyambung bahasa Prancis.

Pernah ikut tantangan mengucapkan dengan benar dan cepat “ular melingkar-lingkar di atas pagar”, atau “kelapa diparut kepala digaruk ” ? Ada banyak kalimat belibet  bahasa Prancis alias virelangue yang menantang untuk diucapkan !
Penasaran ?

Segera daftar yaa

Kelas berlangsung daring menggunakan Zoom mulai 8 Juli 2020
Senin & Rabu, pukul 17.00-18.00 WIB
untuk semua level bahasa Prancis, berlangsung 5 minggu


Info lebih lanjut :
IFI Surabaya – IFI West Surabaya
WA  : 0812 3130 6739 | 0812 3085 8121
Email : kursus.surabaya@ifi-id.com

HADIPURNOMO, INTELEKTUAL BESAR SURABAYA, MENYATU DENGAN SUMBA SELAMANYA

Hadipurnomo, antropolog dan sutradara film dokumenter, meninggalkan kita pada usia 89 tahun. Ia adalah seorang seniman dan ilmuwan yang berkomitmen dan dikenal di kalangan intelektual di Surabaya serta Indonesia Timur. Kami meminta Ayos Purwoaji, kurator muda yang dekat dengan IFI Surabaya, untuk membangkitkan ingatan dan menceritakan kepada kami tentang karya almarhum.

RIWAYAT SINGKAT HADIPURNOMO

Hadipurnomo adalah seorang perintis kajian visual antropologi di Indonesia. Ia lahir di Malang, pernah menghabiskan masa kecil di Surabaya dan Yogyakarta, lama tinggal di Bali dan Jakarta, lalu setelah pensiun ia kembali ke Surabaya. Hadipurnomo mendapatkan beasiswa Fulbright sebanyak dua kali untuk mendalami studi mengenai etnografi dan sinema di UCLA (1979), New York University (1980), dan University of Sourthern California (1988). Antara tahun 1974-2017 ia telah memproduksi sekitar 30 film/video mengenai isu sosial dan budaya di Indonesia. Sebagian besar karya dokumenternya dipengaruhi gaya sinema observasional yang ia pelajari dari tokoh-tokoh visual antropologi dunia antara lain Jean Rouch, Robert Gardner, dan Timothy Asch.

Selama periode tinggal di Jakarta, Hadipurnomo menghabiskan waktu bergaul dengan akademisi, budayawan, dan seniman. Ia pernah belajar tari tradisional Jawa dan balet. Pada tahun 1974, ia membantu sutradara Teguh Karya dalam pembuatan film “Cinta Pertama”. Peristiwa inilah yang menjadi pendorong baginya untuk mendalami kajian pembuatan film lebih jauh. Masih di tahun yang sama, ia pun memulai sebuah proyek panjang pembuatan dokumenter pelukis Affandi. Untuk membuat film tersebut, ia tinggal dan mengikuti Affandi sekitar satu setengah tahun lamanya. Pada tahun 1977, berkolaborasi dengan sastrawan Sitor Situmorang ia membuat dokumenter “Saur Matua” mengenai tradisi kematian masyarakat Batak Toba.

Hadipurnomo membantu mengajar di Universitas Indonesia setelah pulang dari studi di Amerika. Ia mendapat tugas membimbing dan mendampingi mahasiswa jurusan antropologi untuk melakukan penelitian lapangan dan mengembangkan metode etnografi visual. Pada tahun 1990, ia mendirikan Biro Riset Ilmu Sosial (BRIS) bersama Prof. Dr. Koentjaraningrat. Melalui biro tersebut ia mengerjakan beberapa proyek penelitian sosial di Indonesia. Salah satunya adalah penelitian mengenai potensi dan kontribusi lansia di Jakarta, Yogyakarta, Padang, dan Sumba Timur (1994-1995). Pada tahun 2007, ia pindah ke Surabaya untuk mengajar ilmu budaya di Universitas Ciputra selama delapan tahun. 

Tanah Humba mendapat tempat khusus di hatinya karena ia melakukan studi dan obervasi mengenai kebudayaan Sumba Timur sejak tahun 1978. Hadipurnomo datang pertama kali ke Sumba untuk mendokumentasikan proses pemakaman Raja Lewa Kambera di Prailiu. Lima tahun kemudian ia kembali ke Sumba untuk membuat film berjudul “Tanggalo: The Last Stone Dragging” (1983) mengenai upacara penguburan Raja Umbu Nggama Haumara di Kampung Uma Bara, Pau, Melolo. Proses pembuatan film Tanggalo ini memakan waktu sekitar empat bulan, di mana saat itu ia harus tinggal, membaur dan mengenal lebih dalam keseharian masyarakat Sumba. Pada hari terakhir pengambilan gambar untuk film Tanggalo, ia meminta izin kepada Raja Umbu Nggiku untuk memutar film pemakaman Raja Lewa Kambera. Peristiwa ini mungkin menjadi momen pertama bagi masyarakat Sumba untuk melihat dokumentasi kebudayaan mereka sendiri. Film sepanjang 40 menit tersebut diputar berulang kali semalam suntuk, berpindah-pindah kampung, dan ditonton oleh ratusan orang setiap malamnya. Selain kedua film tersebut, Hadipurnomo juga melakukan studi visual mendalam mengenai motif tenun tradisional Sumba. Berbagai karya foto dan dokumenternya mengenai Sumba telah dipertunjukkan di berbagai institusi pendidikan di berbagai negara.

Bagi orang-orang terdekatnya, Hadipurnomo dikenal sebagai pribadi berkarakter kuat namun lentur. Ia mampu memegang teguh idealisme namun di sisi lain tetap mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri di mana pun berada. Bagi mahasiswa yang pernah dididik, ia adalah seorang guru yang disiplin dan tegas, namun tulus dan bertanggung jawab. Hadipurnomo adalah pemikir sejati yang mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Tahun terakhir hidupnya dihabiskan di Sumba, tanah terakhir yang selalu ia impikan.

Ditulis oleh Ayos Purwoaji

Kiat Peroleh Beasiswa dan Studi di Prancis

Webinar Bersama Campus France Surabaya & International Office Universitas Tadulako.

Kamis, 11 Juni 2020, International Office Universitas Tadulako mengundang Campus France Surabaya untuk berbagi informasi terkait studi di Prancis secara daring. Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T. dan Kepala Internasional Office, Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D ini dihadiri lebih dari 200 peserta. Berlangsung 2 jam, para peserta webinar berkesempatan untuk mengenal salah satu mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menjalani perkuliahan program Master Littérature, Arts, et Sciences Sociales di Université de Poitiers – Prancis.


Setelah Campus France menjelaskan berbagai informasi tentang studi di Prancis dan beragam beasiswa yang tersedia bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi di negeri heksagon, mulai jenjang D3 hingga S3, Sitti Fhatimah Sarro, berbagi pengalaman sebagai mahasiswa internasional di Université de Poitiers, salah satu universitas tertua di Prancis. Ima, salah satu penerima beasiswa dari IFI – Kedutaan Besar Prancis di Indonesia tahun 2019, berbagi cerita mulai dari mengapa ia memutuskan untuk studi S2 ke Prancis, lika-liku memilih kampus, mendaftar beasiswa, ketibaan di Prancis, hingga keseharian semasa karantina wilayah diberlakukan di Prancis.


Mahasiswi asal Makassar yang sempat menjadi salah satu pengajar di IFI Surabaya tersebut, juga berbagi gambar-gambar suasana perkuliahan, fasilitas kampus, dan kegiatan mahasiswa yang sempat diikutinya sebelum adanya pandemi di Prancis kepada para peserta webinar. Ingin mengetahui cerita Ima? Silahkan kunjungi https://www.indonesie.campusfrance.org/id/ima-berbagi-cerita-menjadi-mahasiswa-bidang-sastra-di-prancis