.

Bincang-bincang “Olympic Women”

Tahun ini, bersamaan dengan Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024 dan untuk merayakan Hari Perempuan Internasional, Kedutaan Besar Prancis – Institut français d’Indonésie (IFI) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama mengadakan acara bincang-bincang “Olympic Women” pada 8 Maret 2024 di GOR UNJ Kampus B. Sorotan utama dari acara ini adalah untuk mempromosikan posisi perempuan dan aksesibilitasnya di dunia olahraga.

Acara ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Dr. Hernawan, Dekan FIK UNJ dan Bapak Jules Irrmann, Direktur IFI. Selanjutnya, acara bincang-bincang yang dimoderatori oleh Bapak Dr. Albert Wolter, Dosen dari prodi ilmu keolahragaan UNJ, dimulai dengan memperkenalkan dua atlet wanita kebanggaan Indonesia, yaitu Diananda Choirunisa (atlet Olimipade Paris 2024 Cabor Panahan) dan Shenny Ratih Amelia (atlet Olimipade Sydney 2000, Cabor Lompat Indah). Kedua atlet luar biasa ini menceritakan tentang pengalaman dan perjuangan mereka hingga bisa sampai di titik saat ini.

Shenny menuturkan bahwa dulu menjadi atlet perempuan tidaklah mudah. Saat dia berlatih untuk kejuaraan, dia kerap kali menerima perbedaan perlakuan antara atlet perempuan dan laki-laki. Namun, hal tersebut bagi Shenny adalah sebuah tantangan untuk berlatih lebih keras dan membuktikan bahwa atlet perempuan juga mampu bersaing. Hal yang sama juga disampaikan oleh Diananda, “tantangan buat saya adalah latihan lebih keras, melebihi teman-teman lainnya”.

Diananda juga menambahkan bahwa setelah melahirkan, tidak jarang orang yang menyepelekan dan mempertanyakan apakah dia dapat kembali lagi menjadi atlet setelah memiliki anak. Namun, dia mematahkan stigma tersebut dan membalasnya dengan prestasi.

Dihadiri lebih dari 200 mahasiswa FIK UNJ, acara ini berlangsung sangat interaktif dan sukses. Seluruh mahasiswa sangat antusias dalam mengajukan pertanyaan dan juga mereka sangat terinspirasi dan termotivasi oleh 2 narasumber luar biasa, terutama bagi mereka yang akan menjadi atlet di masa depan.

Bincang-bincang ini ditutup dengan motto dari kedua narasumber:

Shenny: “Keep fun, keep smile, and keep in touch!
Diananda: “Melakukan apapun, jangan setengah-setengah!”

Semoga perjuangan terhadap kesetaraan gender dan hak-hak perempuan tidak hanya disuarakan pada 8 Maret saja, tetapi setiap hari!

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter