KONFERENSI TINGKAT TINGGI SHARE KE-7 DI VIENTIANE, LAOS

31 Oktober – 1 November 2017 

Vientiane, Laos

 

Konferensi tingkat tinggi SHARE ke-7 bertajuk “Policy Dialogue 7: Capitalising on ASEAN: Internationalisation Strategies for CLMV Universities” telah dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober dan 1 November 2017 lalu di Vientiane dalam rangka merayakan 50 tahun pembentukan ASEAN, 40 tahun kerja sama antara ASEAN dan Uni Eropa, dan 30 tahun Program Erasmus +. Acara ini bertujuan untuk mendukung dan menguatkan upaya globalisasi universitas-universitas Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.

 

Terinspirasi dari Proses Bologna atau kesepakatan antara universitas-universitas di Eropa mengenai sistem transfer kredit bersama, Program SHARE berupaya memperkuat sistem pendidikan tinggi di kawasan ASEAN. Dalam program ini, Campus France bertanggung jawab untuk merancang sistem transfer kredit yang berlaku di seluruh negara anggota ASEAN yang sekaligus kompatibel dengan sistem ECTS di Eropa, termasuk di dalamnya pembuatan situs web untuk program pertukaran mahasiswa SHARE, dan perangkat pengawasan program pertukaran mahasiswa ASEAN dan ASEAN – Uni Eropa.

 

Untuk melihat program Konferensi SHARE ke-7, silakan klik tautan berikut.

DES SANGLIERS ET DES HOMMES EN FORET DE BORNEO

17 janvier 2018 | 17h30
IFI Thamrin

Jalan M.H. Thamrin No. 20, Jakarta Pusat

Entrée libre

Réservation: Eventbrite

Le sanglier barbu d’Indonésie (Sus barbatus barbatus) est une espèce sauvage emblématique de l’île de Bornéo. Mammifère migrateur infatigable, il remplit des fonctions écologiques essentielles à l’entretien naturel des forêts. Tout en étant le gibier le plus convoité, il est l’élément symbolique saillant de la culture des Punan – derniers chasseurs-cueilleurs de l’île – qui lui attribuent un rôle fondamental de médiateur entre les hommes et les divinités dispensatrices des ressources de la forêt. Le sanglier barbu n’est pas seulement bon à manger, il est également bon à penser et il est un acteur déterminant pour comprendre les relations que ces peuples entretiennent avec l’un des derniers grands massifs forestiers du monde. Cet animal étrange et encore mal connu, véritable clé de voûte écologique et culturelle, nous alerte sur le fait qu’aucune préservation durable des forêts n’est envisageable sans le concours des savoirs naturalistes des populations locales, et sans la reconnaissance de leurs visions du monde qui diffèrent de la nôtre.

 

Le conférencier

Edmond Dounias est ethnobiologiste à l’Institut de Recherche pour le Développement, rattaché au Centre d’Écologie Fonctionnelle et Évolutive (CEFE) à Montpellier et chercheur associé au Center for International Forestry Research (CIFOR). Il est actuellement représentant de l’IRD pour l’Indonésie et Timor Leste, et est basé à Jakarta. L’alimentation, thématique idéale pour appréhender la complexité des interactions entre une société et son environnement, a toujours constitué la trame de ses recherches consacrées aux stratégies de subsistance des peuples des tropiques humides. Ses travaux l’ont conduit auprès de diverses populations de forêt, de contact forêt-savane et de montagne, dans le Bassin du Congo et à Bornéo. S’inspirant des sciences citoyennes, il revendique une posture scientifique résolument engagée, soucieuse du devenir d’anciens nomades chasseurs-cueilleurs qui peinent à ajuster leur mode de subsistance à la rapidité des changements affectant leurs environnements.

BABI HUTAN DAN MANUSIA DI PEDALAMAN KALIMANTAN

17 Januari 2018 | 17.30
IFI Thamrin

Jalan M.H. Thamrin No. 20, Jakarta Pusat

Gratis

Reservasi: Eventbrite

Babi berjenggot dari Indonesia (Sus barbatus) merupakan jenis binatang liar yang menjadi ikon di pulau Kalimantan. Mamalia yang selalu berpindah tempat ini memiliki peran ekologis penting bagi kelangsungan alamiah hutan-hutan di sana. Meskipun ia adalah binatang buruan yang paling banyak diburu, babi berjenggot merupakan elemen simbolis penting dalam budaya Suku Punan, kelompok pemburu dan pengumpul terakhir di Kalimantan, yang menyematkan padanya peran fundamental sebagai penghubung antara manusia dan ruh-ruh pelimpah kekayaan hutan. Babi berjenggot tidak hanya enak dimakan, namun juga menjadi penting untuk dipikirkan. Ia merupakan aktor penentu untuk memahami hubungan yang dibangun orang-orang Dayak Punan dengan salah satu pegunungan hutan terbesar di dunia. Binatang aneh dan belum banyak dikenal ini merupakan fondasi ekologi dan budaya yang mengingatkan kita bahwa tidak ada preservasi hutan secara berkelanjutan yang dapat diupayakan tanpa melibatkan pengetahuan alam masyarakat lokal dan tanpa menerima pandangan-pandangan mereka terhadap dunia yang berbeda dari pandangan kita.

 

Pembicara

Edmond Dounias adalah ahli etnobiologi di Institut de Recherche pour le Développement (IRD), juga bekerja untukCentre d’Ecologie fonctionelle et évolutive (CEFE) di Montpellier, serta peneliti di Center for International Forestry Research (CIFOR). Saat ini ia menjabat sebagai perwakilan IRD untuk Indonesia dan Timor Leste yang berbasis di Jakarta. Makanan, tema ideal untuk memahami kompleksitas interaksi antara masyarakat dan lingkungan mereka, selalu menjadi landasan dalam penelitian-penelitiannya yang berfokus pada strategi bertahan hidup masyarakat tropis. Pekerjaannya telah membawa dirinya ke banyak hutan, hutan sabana, dan pegunungan di daratan Kongo dan Kalimantan. Terinspirasi dari ilmu kemasyarakatan, Edmond Dounias memiliki sikap keilmuwan yang berpihak dan peduli pada masa depan kelompok-kelompok masyarakat pemburu dan pengumpul yang saat ini mengalami kesulitan untuk menyesuaikan gaya bertahan hidup mereka dengan pesatnya perubahan yang menyentuh lingkungan hidup mereka.

MÈRE PAR DEKAT

22 décembre 2017 | 19h30
IFI Thamrin

Jalan M.H. Thamrin No. 20, Jakarta Pusat

Billet : Rp100.000

Réservation : srmdistributions@gmail.com

Pour célébrer son troisième anniversaire, le groupe musique Dekat donnera un mini-concert à Jakarta accompagné de ses généreux amis musiciens : Purple Duck Tape et Klav. Célébrant la Fête des Mères à l’IFI, ce mini-concert sera une lettre d’amour pas que pour les mères mais aussi pour les musiciens d’électro français qui ont beaucoup inspiré leur musicalité. Pour Dekat, il n’existe pas de meilleur endroit que l’IFI pour mettre en place cette célébration ! 

IBU OLEH DEKAT

2 Desember 2017 | 19.30
IFI Thamrin

Jalan M.H. Thamrin No. 20, Jakarta Pusat

HTM: Rp100.000

Reservasi: srmdistributions@gmail.com

Untuk merayakan eksistensinya selama tiga tahun ini, Dekat akan merayakan konser mini di Jakarta ditemani oleh sahabat-sahabat musisi hebat, yaitu Purple Duck Tape dan Klav. Bertempat di IFI bertepatan dengan Hari Ibu, konser mini ini adalah surat cinta yang tidak hanya dipersembahkan untuk para ibu, namun juga untuk para musisi elektro Prancis yang sangat mempengaruhi musikalitas mereka. Bagi Dekat, IFI adalah tempat paling tepat untuk perayaan ini!

LE PÈRE NOËL

Alexandre Coffre | France | 2014 | 80’

Animation | Français avec sous-titres Anglais

Tahar Rahim, Victor Cabal, Annelise Hesme

 

IFI Thamrin

Jeudi 14 décembre – 19.00

IFI Wijaya 

Lundi 11 décembre – 19.00

En cette nuit de Noël, Antoine, six ans, n’a qu’une idée en tête : rencontrer le Père Noël et faire un tour de traîneau avec lui dans les étoiles… Alors quand celui-ci tombe comme par magie sur son balcon, Antoine est trop émerveillé pour voir en ce Père Noël un cambrioleur déguisé, qui dérobe les bijoux dans les appartements des beaux quartiers.

LE PÈRE NOËL

Alexandre Coffre | Prancis | 2014 | 80’

Komedi |Versi Prancis, subtitel Inggris

Tahar Rahim, Victor Cabal, Annelise Hesme

 

IFI Thamrin

Kamis, 14 Desember – 19.00

IFI Wijaya 

Senin, 11 Desember – 19.00

Malam Natal kali ini, Antoine (6 tahun) hanya bisa mengkhayalkan satu hal: ia ingin bertemu Sinterklas dan terbang melintasi bintang-bintang dengan keretanya. Ajaibnya, tiba-tiba ada Sinterklas jatuh di balkonnya.  Antoine terlalu terpesona untuk menyadari bahwa Sinterklas ternyata seorang pencuri yang sedang menyamar.

GRANDE EXPOSITION LÉA LAFUGIE

La fondation Duta Fine Arts à Jakarta accueillera, du 4 octobre au 7 novembre, une exposition consacrée à l’exploratrice française Léa Lafugie, par ailleurs aussi écrivaine, dessinatrice, peintre, illustratrice, photographe, qui nourrissait une véritable passion pour l’Asie, ses civilisations, ses religions et ses arts.

 

Cette exposition nous invite à découvrir son parcours passionnant, qui l’amena à deux reprises à Jakarta dans les années 1930. 

Elle s’accompagnera également du lancement international du livre “Léa Lafugie : Art & Aventure”.

 

Ouverture au public :

Lundi au vendredi : de 10h à 19h

Samedi & Dimanche : de 11h à 16h

Renseignements auprès de Duta Fine Arts : (021) 719 7528 

PAMERAN AKBAR LÉA LAFUGIE

Yayasan Duta Fine Arts di Jakarta menggelar pameran karya seniman Prancis Léa Lafugie dari tanggal 4 Oktober s.d. 7 November 2016. Léa Lafugie dikenal sebagai penulis, desainer, pelukis, ilustrator, fotografer yang memiliki ketertarikan luar biasa terhadap peradaban, agama-agama dan seni di Asia.

 

Pameran ini mengundang Anda untuk berkenalan dengan jejak-jejak seni sang seniman yang pernah dua kali mengunjungi Jakarta pada 1930. Pameran ini juga diramaikan dengan peluncuran buku “Léa Lafugie : Art & Aventure”.

 

Pameran ini terbuka untuk umum:

Senin – Jumat: 10.00 – 19.00

Sabtu – Minggu: 11.00 – 16.00

 

Informasi:

Duta Fine Arts: (021) 719 7528 

100% MANUSIA FESTIVAL FILM

2-3 Desember 2017
Auditorium IFI Bandung
Memasuki pekan anti kekerasan berbasis gender yang telah ditetapkan oleh PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa), 100% Manusia Film Festival telah kembali untuk teman-teman. Untuk kali ini festival film akan berlangsung di Bandung, dengan tempat screening di UNPAR dan IFI Bandung.
 
100% Manusia sendiri adlaha sebuah gerakan yang bertujuan mempromosikan kesadaran akan berbagai isu yang berhubungan dengan keberagaman dan berfokus pada Hak Asasi Manusia (HAM) dan isu minoritas yang meliputi gender, difabel, HIV/AIDS, dan perdagangan manusia.
 
Beranjak dari hal ini, pecinta film, jurnalis, dan seni budaya bersemangat untuk memperkenalkan gerakan 100% Manusia demi mengingatkan kembali isu keberagaman Indonesia melalui ekspresi seni dan budaya, seperti festival film yang akan kita adakan dari tanggal 2 sampai 3 Desember 2017.
 
Untuk daftar film-nya bisa teman-teman lihat langsung di akun sosial media 100% Manusia: 
 
IG: @100persenmanusia
Twitter: @100prsenmanusia
FB Page: 100 Persen Manusia
 
#100persenmanusia #100percenthuman #100persenManusiaGoesToBandung #FestivalFilm #Bandung #PayAsYouWish