GRANDE EXPOSITION LÉA LAFUGIE

La fondation Duta Fine Arts à Jakarta accueillera, du 4 octobre au 7 novembre, une exposition consacrée à l’exploratrice française Léa Lafugie, par ailleurs aussi écrivaine, dessinatrice, peintre, illustratrice, photographe, qui nourrissait une véritable passion pour l’Asie, ses civilisations, ses religions et ses arts.

Cette exposition nous invite à découvrir son parcours passionnant, qui l’amena à deux reprises à Jakarta dans les années 1930. 

Elle s’accompagnera également du lancement international du livre “Léa Lafugie : Art & Aventure”.

Ouverture au public :

Lundi au vendredi : de 10h à 19h

Samedi & Dimanche : de 11h à 16h

Renseignements auprès de Duta Fine Arts : (021) 719 7528

PAMERAN AKBAR LÉA LAFUGIE

Yayasan Duta Fine Arts di Jakarta menggelar pameran karya seniman Prancis Léa Lafugie dari tanggal 4 Oktober s.d. 7 November 2016. Léa Lafugie dikenal sebagai penulis, desainer, pelukis, ilustrator, fotografer yang memiliki ketertarikan luar biasa terhadap peradaban, agama-agama dan seni di Asia.

Pameran ini mengundang Anda untuk berkenalan dengan jejak-jejak seni sang seniman yang pernah dua kali mengunjungi Jakarta pada 1930. Pameran ini juga diramaikan dengan peluncuran buku “Léa Lafugie : Art & Aventure”.

Pameran ini terbuka untuk umum:

Senin – Jumat: 10.00 – 19.00

Sabtu – Minggu: 11.00 – 16.00

Informasi:

Duta Fine Arts: (021) 719 7528 

LE MOIS DU DOCUMENTAIRE BULAN DOKUMENTER


23 – 24 November 2017

Auditorium IFI 
Jl Sagan 3- 55223 Yogyakarta- Indonésie 

Tél: + 62 (274) 54 74 09 Fax: + 62 (274) 56 21 40

IFI Yogyakarta tergabung dalam edisi ke 18 bulan film dokumenter yang digagas oleh asosisasi « Images en bibliothèques » dan Institut Français, diselenggarakan lebih dari 1200 daerah di Prancis dan 35 negara di seluruh dunia, selama bulan November 2017. Agenda yang bertajuk « retour a l’école » pada 23 – 24 November 2017 yang juga tergabung dalam edisi ke 16 Festival Film Dokumenter Yogyakarta yang diselenggarakan oleh FFD, rekanan dari Indonesia, pada tanggal 9 – 15 Desember 2017 mendatang. FFD akan mempersembahkan film-film silang pandang berkat pemutaran film Prancis, Jerman, Indonesia dan Asia Tenggara.
 
Retour à l’école
 
Berabad silam, nilai dan pengetahuan diteruskan melalui beragam wujud. Ia dinarasikan melalui dongeng, mitos, hingga nyanyian. Saat ini, sekolah merupakan bentuk yang paling umum bagaimana gagasan nilai dan pengetahuan dipindahkan dari generasi ke generasi, dengan bentuk yang formal dan terinstitusionalisasi. Sayangnya, wujud pendidikan formal memiliki kecenderungan yang didaktis. Gambaran mengenai apa yang harus dilakukan anak muda maupun masa depan yang ideal seringkali berupa narasi tunggal. Alih-alih mengeksplorasi kreativitas dan hasrat anak-anak muda, sekolah seringkali memuat bias kepentingan orang dewasa. Mereka diwajibkan pandai dalam mata pelajaran, ahli dalam olahraga, hingga, patuh pada ideologi negara. 
 
Dalam penyelenggaraan Le Mois du Film Documentaire (Bulan Dokumenter Prancis) 2017 ini, film-film yang disajikan berusaha mengeksplorasi bagaimana anak-anak muda di dalam ruang sekolah berusaha mendobrak dan menyiasati kelindan batas-batas sosial budaya yang ada di dalamnya. Film Le Cour du Babel (Julia Bertuccelli, 2013) berusaha memotret dinamika anak-anak dalam memahami perbedaan di dalam keseharian, bagaimana interaksi mereka dalam memandang teman-teman yang berbeda ras, agama, dan etnis secara polos merupakan hal yang menarik untuk dipahami. . Sementara Comment J’ai les detestes les math (Olivier Peyon, 2013) berawal dari diskusi ruang kelas menuju fenomena global bagaimana matematika bisa begitu dibenci sebagai sebuah mata pelajaran. Sedikit beranjak dewasa, penggambaran gap antar generasi mulai terlihat di dalam dua film; yaitu Les Regles de Jeu (Claudine Bories & Patrice Chagnard, 2014) dan Chanta ton Bac d’abord (David Andre, 2013). Bagaimana tuntutan masyarakat dan keluarga berusaha dilawan oleh anak-anak muda di dalam proses sekolah menengah menuju perkuliahan, sekaligus transisi menuju kedewasaan.
 
 
Kamis, 23 November 2017 | Auditorium IFI-LIP | 16:00 WIB
Comment j’ai détesté le math/ How I Came to Hate Maths 
Oliver Peyon | 103 min | France | 2013 | PG 
 
Matematika identik dengan kebosanan, nyaris idak terelakan memperoleh nilai buruk dalam matematika, singkat kata, kita benci matematika ! Mungkin mudah untuk tertawa jika matematika tidak memiliki andil besar dalam peradaban. lewat perjalanan ke empat penjuru dunia, ditemani ahli matematika seperti Cédric Villani (peraih Fields medal 2010), Comment j’ai deteste le math menceritakan bagaimana matematika mengubah dunia.
Math Always bored you, you always thought that being useless at math was inevitable, in short, you always loathed math! we could have been happy to lough at them if mathematics hadn’t taken such an important place in our society. Through a journey to the four corners of the world in the company of the greatest mathematiciens, including Cédric Villani (2010 Fields Medal), Comment j’ai détesté les maths recounts how mathematics have changed our world for the better… and sometimes for the worst. 
 
Rumah Produksi : zadig Productions
Kontak               :  info.yogyakarta@ifi-id.com
 
 
Kamis, 23 November 2017 | Auditorium IFI-LIP | 19.00 WIB
Chante ton bac d’abord / We Did IT on A Song 
David André | 82 min | France | 2013 PG 
 
Mengisahkan liku perjalanan sekelompok remaja dari Boulogne-sur-Mer., sebuah kota di Prancis di tengah krisis keuangan. Di antara mimpi-mimpi dan kekecewaan, ditangkap lewat mata anak-anak muda berlatar belakang kelas menengah dan pekerja, diiringi lagu-lagu yang dalam harmoni membawa puisi, tawa, dan rasa, ke dalam realita. 
This film is telles the storry tale of a fgroup of friends from Boulogne-sur-Mer, a French town hit by the financial crisis. A year between dreams and disillusion, imagined by teenagers from a working or midle class background, with songs that regulary add poetry, laughter, and emotion to reality. 
 
Rumah produksi : brotherfilsm 
 
Jumat, 24 November 2017 | Auditorium IFI-LIP | 16.00 WIB
La Cour du Babel / Scholl of babel 
Julie Bertuccelli | 89 min | France | 2013 | PG 
 
Sekelompok siswa, usia 11 sampai 15 tahun, bertemu di kelas Bahasa Prancis. Bak teater kecil ; kepolosan, energi dan kontradiksi mereka dalam berekspresi, yang termotivasi keinginan untuk mengubah hidup, mempertanyakan nbanyak gagasan mengenai masa muda dan integrasi. 
They are college students, age 11 to 15, meeting in a same class to learn French, in this small theater, the innocence, the energy and the contradictions of these teenegers express themselves, who, motivated by the same desire to change their life, question many received ideas about youth and integration. 
 
Rumah produksi : Les Films du Poisson, Sampek Productions, Arte France Cinema
 
Jumat, 24 November 2017 | Auditorium IFI-LIP | 19.00 WIB
Les regles du jeu / The Rules of the Game 
Claudine Bories & Patrice Chagnard | 106 mjin | France | 2014 | PG 
 
Lolita tidak suka tersenyum, Kevin tidak tahu cara membawakan diri. Hamid tidak suka koki. Thierry berbicara bahasa jalanan. Mereka berusia dua puluh tahn , tidak memiliki ijazah dan mencari pekerjaan.
Selama 6 bulan, pelath dari agensi kerja akan mengajarkan mereka sikap dan tata bahasa yang dibutuhkan untuk mendapat perkerjaan. Melalui proses tersebut, film ini menguak absurditas “aturan main ” di lapangan 
Lolita dos not like to smile, Kevin does not know how to sell himself. Thierry speak wash, Hamid does not like chefs. They are twenty years old, have no diploma and are lookinh for work. For 6 months, the coaches of an employment agency will teach them the behavior and the language you need to get a job. Through this learning, the film reveals the absurdity of these new rules of  the games 

 

PEMUTARAN FILM SPESIAL FRANKOFONI


30 Maret 2017 jam 19.00

Auditorium IFI 
Jl Sagan 3- 55223 Yogyakarta- Indonésie 

Tél: + 62 (274) 54 74 09 Fax: + 62 (274) 56 21 40

Kamis, 30 Maret – 19.00
Le cancre – Jacques Prévert (short moovie)
Dir : Chenghua Yang
Prancis | 2014 |  3 min | Animasi | Versi Prancis, subtitel Inggris |  Warna 
Kamis, 30 Maret – 19.10
As I Open My Eyes | À peine j’ouvre les yeux
Dir : Leyla Bouzid
Prancis-Tunisia-Belgia-UAE | 2015 |  102 Min  | Drama | Versi Arab, subtitel Inggris | aya Medhaffer, Ghalia Benali, Montassar Ayari  | best film francophone 2016
Tunisia pada tahun 2010, beberapa bulan sebelum Revolusi Melati, setelah Sarah lulus SMU,  Orang tuanya berharap ia menjadi dokter, tetapi sebagai wanita muda, Sarah memilih untuk menjadi vokalis band rock Indie, dengan kisah cinta yang membuatnya bergetar. Tapi Hayet, Ibunya sangat mengkhawatirkan anaknya karena dia tahu larangan-larangan terhadap kaum perempuan di Tunisia.
Kamis, 30 Maret – 20.50
En sortant de l’ecole – Jacques Prévert (short moovie)
Dir : Lila Peuscet
Prancis| 2014 | 3 min | Animasi | Versi Prancis, subtitel Inggris |  Warna

FESTIVAL FILM ANIMASI

13 – 14 Octobre 2017

Auditorium IFI 
Jl Sagan 3- 55223 Yogyakarta- Indonésie 

Tél: + 62 (274) 54 74 09 Fax: + 62 (274) 56 21 40

13 Oktober 2017 – 19.00 

AYA DE YOPOUGON

1H42 | MARGUERITE ABOUET, CLÉMENT OUBRERIE

ANNÉE DE PRODUCTION | 2013 | PRODUCTION AUTOCHENILLE PRODUCTION ET BANJO STUDIO

http://bit.ly/AYADEYOPOUGON

Bersettingkan di Yopougon akhir 70-an, Aya tinggal di Yop City dan teman-temanya, Bintou dan Adjoua yang bermimpi menikahi pria kaya yang akan menyelamatkan hidup mereka dari kemiskinan yang membosankan. Sampai akhirnya Adjoua hamil dan mengaku kalau ayah dari anaknya adalah Moussa; laki-laki yang memiliki ayah kaya raya, tapi sayang Moussa pria malas yang tidak bisa diserahi tanggung-jawab perusahaan oleh ayahnya. ————

14 Oktober 2017 

16.00 

UNLOCK

WULANG SUNU | 2012

PRODUCTION | STUDIO BATU

Tukang kunci yang pemarah bertetangga dengan anak laki-laki kecil, yang memiliki mainan burung hantu dengan empat kaki. Suatu hari mainan itu rusak, dan dia tidak punya pilihan lain. Dia ingat bahwa dia punya tetangga seorang tukang kunci, maka pergilah ia ke rumah tukang kunci untuk membantunya memperbaiki mainannya. Dia tukang kunci tapi belum pernah memperbaiki mainan sebelumnya. Ini sudah menjadi masalah baginya. Berhasilkah dia?

14 Oktober 2017 

17.00  

Workshop Flipbook

Registrasi : 081238333588,

Kuota : 15 orang

Flipbook (rangkaian gambar dalam lembaran buku yang seolah bergerak ketika halamannya dibalik dengan cepat menggunakan kedua tangan kita) Flipbook seolah seperti melihat gerakan film atau slideshow buatan Anda sendiri. Membuat Flipbook merupakan langkah awal untuk mempelajari cara kerja dan gerak dari animasi.

Dengan alat gambar sederhana dan flipbook tebal kamu sudah bisa membuat kreasi animasi menarik.

 

FESTIVAL FILM ANIMASI

13 – 14 Octobre 2017

Auditorium IFI 
Jl Sagan 3- 55223 Yogyakarta- Indonésie 

Tél: + 62 (274) 54 74 09 Fax: + 62 (274) 56 21 40

13 Oktober 2017 – 19.00 

AYA DE YOPOUGON

1H42 | MARGUERITE ABOUET, CLÉMENT OUBRERIE

ANNÉE DE PRODUCTION | 2013 | PRODUCTION AUTOCHENILLE PRODUCTION ET BANJO STUDIO

http://bit.ly/AYADEYOPOUGON

Bersettingkan di Yopougon akhir 70-an, Aya tinggal di Yop City dan teman-temanya, Bintou dan Adjoua yang bermimpi menikahi pria kaya yang akan menyelamatkan hidup mereka dari kemiskinan yang membosankan. Sampai akhirnya Adjoua hamil dan mengaku kalau ayah dari anaknya adalah Moussa; laki-laki yang memiliki ayah kaya raya, tapi sayang Moussa pria malas yang tidak bisa diserahi tanggung-jawab perusahaan oleh ayahnya. ————

14 Oktober 2017 

16.00 

UNLOCK

WULANG SUNU | 2012

PRODUCTION | STUDIO BATU

Tukang kunci yang pemarah bertetangga dengan anak laki-laki kecil, yang memiliki mainan burung hantu dengan empat kaki. Suatu hari mainan itu rusak, dan dia tidak punya pilihan lain. Dia ingat bahwa dia punya tetangga seorang tukang kunci, maka pergilah ia ke rumah tukang kunci untuk membantunya memperbaiki mainannya. Dia tukang kunci tapi belum pernah memperbaiki mainan sebelumnya. Ini sudah menjadi masalah baginya. Berhasilkah dia?

14 Oktober 2017 

17.00  

Workshop Flipbook

Registrasi : 081238333588,

Kuota : 15 orang

Flipbook (rangkaian gambar dalam lembaran buku yang seolah bergerak ketika halamannya dibalik dengan cepat menggunakan kedua tangan kita) Flipbook seolah seperti melihat gerakan film atau slideshow buatan Anda sendiri. Membuat Flipbook merupakan langkah awal untuk mempelajari cara kerja dan gerak dari animasi.

Dengan alat gambar sederhana dan flipbook tebal kamu sudah bisa membuat kreasi animasi menarik.

 

REMI PANOSSIAN TRIO

18 November 2017 jam 19.00 WIB

Ngayogjazz 2017 
Kledokan, Selomartani

Kalasan

Travel shapes youth“, pepatah perancis yang tidak bisa diungkiri lagi bagi Remi Panossian dan dua teman trionya – Maxime Delporte pada bass dan Frédéric Petitprez pada drum. Album kedua mereka rilis 2013, “Bbang” (“sebuah onomatope Korea yang mengekspresikan ledakan, cukup mengucapkan “bang”)  mendapat sambutan luar biasa dari publik dan media dan membawa mereka ke Brasil, dan Asia, merupakan sumber inspirasi dan daya tarik bagi ketiga musisi tersebut. Mereka mengeluarkan terbaru pada tanggal 20 Oktober 2017, dan untuk merayakannya, mereka akan tampil di perhelatan musik jazz ternama di Yogyakarta, Ngayogjazz 2017
 
Rémi Panossian, pianis jazz dan traveler hebat dengan sentuhan dan semangat rocker. Musik mereka sering digambarkan sangat lyrical atau penuh dengan puji-pujian serta energik.
dalam kurun waktu 7 tahun, trio ini telah menampilkan lebih dari 350 konser di  30 negara, Brasil, Jerman, Venezuela, Portugal, Jerman, Belgia, Aljazair … dan terutama di Asia dengan 5 tur dan lebih dari 90 konser (festival jazz Tokyo (Jepang), festival jazz Jarasum (Selatan Korea), festival jazz Taichung (Taiwan) Festival jazz Nanjing (China) …
 
 
 
 

 

REMI PANOSSIAN TRIO

18 November 2017 jam 19.00 WIB

Ngayogjazz 2017 
Kledokan, Selomartani

Kalasan

Travel shapes youth“, pepatah perancis yang tidak bisa diungkiri lagi bagi Remi Panossian dan dua teman trionya – Maxime Delporte pada bass dan Frédéric Petitprez pada drum. Album kedua mereka rilis 2013, “Bbang” (“sebuah onomatope Korea yang mengekspresikan ledakan, cukup mengucapkan “bang”)  mendapat sambutan luar biasa dari publik dan media dan membawa mereka ke Brasil, dan Asia, merupakan sumber inspirasi dan daya tarik bagi ketiga musisi tersebut. Mereka mengeluarkan terbaru pada tanggal 20 Oktober 2017, dan untuk merayakannya, mereka akan tampil di perhelatan musik jazz ternama di Yogyakarta, Ngayogjazz 2017
 
Rémi Panossian, pianis jazz dan traveler hebat dengan sentuhan dan semangat rocker. Musik mereka sering digambarkan sangat lyrical atau penuh dengan puji-pujian serta energik.
dalam kurun waktu 7 tahun, trio ini telah menampilkan lebih dari 350 konser di  30 negara, Brasil, Jerman, Venezuela, Portugal, Jerman, Belgia, Aljazair … dan terutama di Asia dengan 5 tur dan lebih dari 90 konser (festival jazz Tokyo (Jepang), festival jazz Jarasum (Selatan Korea), festival jazz Taichung (Taiwan) Festival jazz Nanjing (China) …