Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan 2020

1 dari 3 perempuan mengalami kekerasan di sepanjang hidup mereka, terlepas dari status sosial, negara, maupun usia mereka. Di seluruh bagian dunia, kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, dan perlakuan-perlakuan tidak adil, terlalu sering dimaklumi dan sering diabaikan begitu saja.

Kampanye 16 Hari melawan kekerasan terhadap perempuan merupakan inisiatif dari masyarakat sipil. Kampanye tahunan ini bertujuan untuk mencegah dan menghentikan kekerasan berbasis gender. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 25 November, Hari Internasional untuk Menghentikan Kekerasan terhadap Perempuan, dan diakhiri pada tanggal 10 November, Hari Hak Asasi Manusia.

Melalui warna oranye, simbol dari perlawanan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendukung inisiatif ini melalui seruan gerakan internasional.

Institut Français Indonesia (IFI) berkomitmen penuh dalam kampanye ini. Pesan dari kampanye ini disebarkan di mana pun oleh diplomasi feminis Prancis yang selalu berjuang untuk membebaskan anak dan perempuan di masa depan dari kekerasan dan perbudakan dengan mengingat moto Negara Prancis “Kebebasan, Keadilan, Persaudaraan”.

Di dunia yang terus berubah dengan cepat, di mana digitalisasi juga bergerak cepat dan di mana pandemi mengubah cara kita berinteraksi, kekerasan berbasis gender pun bertransformasi. Menghadapi situasi tersebut, kampanye tahun ini akan mengangkat tema pelecehan dan kekerasan daring, sebuah fenomena yang terus berkembang.

Karena hak-hak perempuan merupakan hak asasi manusia, maka sangat penting untuk mendukung kesetaraan dan martabat setiap perempuan menuju dunia yang lebih aman, adil, dan baik untuk semua.

Dengan tagar #16days, #OrangeTheWorld dan #OrangeYourLife, mari dukung perjuangan internasional ini dengan menyampaikan pesan Anda tentang kesetaraan bagi semua dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Jadilah bagian dari acara ini, ikuti dan bagikan kampanye kesadaran ini melalui media sosial!

Lokakarya

Lokakarya 1 : Fighting cyber harassment in the Workplace
Melawan Kekerasan Dunia Maya di Tempat Kerja
Zoom | 27 November 2020 | 15.00 WIB

Pembicara:
Fiana Dwiyanti, head of social change at Never Okay Project
Ratri Wuryandari, Head of Sustainability for East Asia & Japan/Diversity & Inclusion Lead for Indonesia, Schneider Electric Indonesia
Moderator: Chrisant Raisha Heidy S.

Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk bekerja. Dunia kerja, baik fisik maupun yang semakin hari semakin bergerak ke dunia digital, merupakan ruang di mana bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dapat ditemukan. Baik itu pelecehan, kekerasan verbal atau fisik, penyiksaan di tempat kerja, seperti halnya ruang publik, lingkungan kerja adalah salah satu area fundamental dalam melawan kekerasan berbasis gender.

Tahun ini, Institut Francais Indonesia (IFI), bekerja sama dengan Never Okay Project, mengadakan lokakarya tentang pelecehan offline dan online dalam dunia kerja. Berikut permasalahan yang akan diangkat: Bagaimana perusahan menemukan kasus pelecehan yang terjadi? Bagaimana cara melaporkannya? Bagaimana mendampingi korban? Sanksi apa yang diberikan terhadap tindakan pelecehan tersebut?

Sesi akan dilanjutkan dengan testimoni dari Schneider Electric tentang pentingnya menciptakan lingkungan kerja inklusif dan mengedepankan keberagaman, yang sejak bertahun-tahun aktif dalam mendorong pengembangan perempuan di dunia kerja.

Bagi kamu yang ingin tahu lebih dalam, segera daftarkan dirimu melalui link berikut: bit.ly/16DaysActivism-Workshop1

Lokakarya 2 : Cyber violence, real life victims : psychological & legal support
Kekerasan berbasis gender online, kehidupan korban sesungguhnya : dukungan secara hukum dan psikologis
Zoom | 28 Novembre | 14.00 WIB

Pembicara:
Cantyo A Dannisworo, Yayasan Pulih
Siti Mazuma, LBH Apik
An Nisaa Yovani, Samahita Bandung
Moderator :
Riana A Ibrahim, jurnalis

Bagi banyak korban kekerasan, termasuk kekerasan berbasis gender online, sering muncul rasa ketakutan, trauma, dan perasaan tidak berdaya. Namun, ada solusi yang memungkinkan untuk memberikan tanggapan hukum terhadap tindakan pelecehan, dan juga untuk mendukung dan mendampingi korban secara psikologis dalam proses pemulihan.

Lokakarya ini diadakan sebagai tanggapan atas kurangnya pemahan terhadap sarana aksi dan reaksi. LBH APIK dan Yayasan Pulih adalah dua asosiasi yang bergerak di bidang dukungan hukum dan psikologis bagi korban kekerasan gender.

Sesi selanjutnya akan diisi oleh Yona, co-director Samahita Bandung yang akan membagi ceritanya sebagai pendukung perlawanan kekerasan berbasis gender. Kemudian lokakarya ini ditutup dengan sesi tanya jawab.

Bagi kamu yang ingin ikut dalam lokakarya ini, segera daftarkan dirimu melalui link berikut: bit.ly/16DaysActivism-Workshop2

Lokakarya 3 : #protect and #sanction : Law in the Cyber Spaces
Lindungi dan beri sanksi : menegaskan hak seseorang dalam lingkungan digital
Zoom | 5 Desember | 14.00 WIB

Pembicara: Tuani Sondang Rejeki Marpaung, Pengacara LBH Apik
Register link : bit.ly/16DaysActivism-Workshop3

Lokakarya ini ditujukan untuk publik yang terinformasi, baik itu aktivis, jurnalis, influencer, dan siapa pun yang terlibat dan secara teratur menangani korban pelecehan online. ini akan dibagi menjadi 2 sesi dan ditekankan pada pemberian informasi, pendidikan dan pelatihan dalam penekanannya akan diberikan pada informasi, pendidikan dan pelatihan sebagai tanggapan yang efektif terhadap kekerasan online.

Sesi pertama akan memberikan informasi terkait hukum, mengenai peraturan saat ini, pelaku tanggapan hukum, dan kemungkinan hukuman yang akan diberikan kepada pelaku pelecehan di dunia maya.

Bagi kamu yang tidak ingin melewati lokakarya ini, segera daftarkan dirimu melalui link berikut: bit.ly/16DaysActivism-Workshop3

Pelatihan Pendampingan Pertama untuk para korban KBG & KBGO
Pembicara: Ika Putri Dewi, Psikolog – Yayasan Pulih
Register link: bit.ly/16DaysActivism-Training

Sesi kedua dari lokakarya ini berupa pelatihan yang lebih spesifik dengan jumlah peserta yang terbatas. Sesi ini akan menyoroti dan berfokus pada bagaimana perilaku yang tepat dan dapat dilakukan dalam mendukung dan mendampingi korban pelecehan online.

NOVEMBRE NUMÉRIQUE 2020 : FLUX DE MÉMOIRE

Voir les expositions virtuelles sur : www.novembrenumerique.id

Projet « Flux de Mémoire »

Descriptif du projet

A l’occasion de Novembre numérique et de la célébration des 70 ans des relations diplomatiques entre l’Indonésie et la France dont il marquera les activités de clôture, le projet «Flux de Mémoire» réexplore le patrimoine indonésien en proposant une exposition multimédia simultanée dans 6 villes antennes du réseau IF/AF.

L’artiste vidéaste Gaëtan Trovato dont le travail «évoque les reconstitutions mentales propres au fonctionnement de la mémoire humaine et questionne les modifications du souvenir dans le temps» (cf. Ateliers Médicis) est l’invité de cette exploration patrimoniale. Il présentera pendant 10 jours des oeuvres choisies au côté de 6 jeunes artistes indonésiens (1 par ville); il présentera une conférence et animera un atelier par ville en direction des jeunes créateurs des communautés vidéo. Les lieux présélectionnés sont les suivants : House of Sampoerna – Surabaya; – Museum Konferensi Asia Afrika – Bandung; Museum Perkebunan Indonesia – Medan – Museum National Indonesia – Jakarta; Bentara Budaya – Yogyakarta; Museum Bali Denpasar – Bali.

Le commissariat du projet est confié à Ayos Purwoaji, jeune designer et curateur. Son rôle estd’identifier les espaces de présentation avec chaque lieu sélectionné, sélectionner les oeuvres à présenter avec les artistes et produire les textes de promotion et les outils de médiation. Une scénographie contemporaine revisitera les ambiances de ces lieux patrimoniaux.

L’exposition sera couplée avec une visioconférence dédiée aux stratégies artistiques mêlant patrimoine et multimédia. Elle sera animée par le représentant d’un lieu patrimonial français emblématique (château, musée) qui développe des actions de ce type, une start-up française qui propose un savoir-faire et une expertise en termes de médiation numérique, par le commissaire de l’exposition et les artistes dont les travaux seront présentés. Les échanges seront également diffusés en direct dans le réseau de nos médiathèques et sur une application dédiée (Zoom) afin de permettre à un public autre que professionnel d’y assister.

Activité labélisée 70 ans des relations diplomatiques franco indonésiennes

De par son envergure nationale, le nombre d’artistes, de professionnels et d’institutions impliqués de part et d’autre, le projet «Flux de Mémoire» est une expression de la vigueur de notre coopération culturelle avec l’Indonésie. Son lancement devrait donc être un moment fort de retrouvailles des représentants de nos pays.

Outre les cérémonies dans les villes d’accueil, L’IFI compte organiser une inauguration de l’exposition à Bandung qui constituerait le lancement national de Novembre Numérique en Indonésie. Elle se tiendrait au Museum Konferensi Asia Afrika en présence des représentants du Poste et des autorités locales. Seront également invités: L’Ambassadeur de France, les représentants de IF et AF, Gaëtan Trovato (seniman tamu kehormatan), les artistes indonésiens impliqués dans chacune des villes d’accueil (5 autres artistes).


NOVEMBRE NUMÉRIQUE 2020: ARUS MEMORI

Lihat Pameran Virtual di: www.novembrenumerique.id

Proyek seni “Arus Memori

Dekripsi proyek

Dalam rangka kegiatan Novembre Numérique dan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Prancis-Indonesia, maka akan diselenggarakan serangkaian acara penutupan, bertajuk “Arus Memori”. Proyek seni ini akan menggali warisan-warisan sejarah Indonesia dan akan disajikan dalam sebuah pameran multimedia yang berlangsung secara bersamaan di jaringan IFI/AF di 6 kota di Indonesia.

Seniman video Gaëtan Trovato yang karya-karyanya “membangkitkan rekonstitusi mental atas cara kerja memori manusia dan mempertanyakan bias ingatan dalam sapuan waktu” (cf. Ateliers Médicis), adalah seniman tamu yang akan melakukan eksplorasi atas warisan budaya dan sejarah Indonesia. Selama 10 hari, bersama 6 seniman Indonesia (dari setiap kota tuan rumah), ia akan memamerkan karya-karya terpilih dalam pameran yang dapat dinikmati publik secara virtual, menjadi narasumber acara diskusi daring, untuk para seniman muda dari berbagai komunitas video. Lokasi-lokasi yang ditargetkan untuk penyelenggaraan acara ini adalah: House of Sampoerna (Surabaya), Museum Konferensi Asia Afrika (Bandung), Museum Perkebunan Indonesia (Medan), Museum Nasional Indonesia (Jakarta), Bentara Budaya Yogyakarta (Yogyakarta), Museum Bali Denpasar (Bali).

Kurasi pameran ini dipercayakan kepada Ayos Purwoaji, desainer dan kreator muda Indonesia. Ia bertugas untuk menentukan ruangan-ruangan pameran dari setiap tempat yang dipilih, menyeleksi karya-karya yang akan dipamerkan bersama para seniman, dan memproduksi teks dan media promosi. Pameran di tempat-tempat bersejarah ini akan disajikan dalam skenografi kontemporer.

Pameran tersebut juga akan diiringi dengan program diskusi jarak jauh mengenai strategi artistik yang mencakup warisan budaya dan multimedia. Diskusi tersebut akan menghadirkan perwakilan dari sebuah tempat bersejarah Prancis (kastil, museum) yang mengembangkan kegiatan sejenis; sebuah perusahaan rintisan Prancis yang akan berbagi keahlian mereka dalam bidang komunikasi digital; serta kurator dan seniman-seniman yang terlibat di dalam pameran ini. Sebuah perjalanan virtual akan disiarkan secara langsung oleh mediatek IFIdan melalui aplikasi daring (Zoom) agar publik luas dapat pula mengikutinya.

Kegiatan bertajuk 70 Tahun Hubungan Diplomatik Prancis-Indonesia

Oleh karena lingkup nasionalnya, jumlah seniman, profesional dan lembaga yang terlibat, proyek seni “Arus Memori” adalah ekspresi kekuatan kerja sama budaya Prancis dengan Indonesia. Peluncuran proyek seni ini haruslah menjadi sebuah momen pertemuan yang berkesan bagi para perwakilan kedua negara kita.

Selain acara-acara seremonial di kota-kota tuan rumah, IFI juga bermaksud untuk menggelar inaugurasi pameran yang digelar secara hibrida dan disiarkan langsung dari Bandung sebagai peluncuran nasional Novembre Numérique di Indonesia. Acara tersebut akan diadakan di Museum Konferensi Asia Afrika dan dihadiri oleh perwakilan IFI Bandung, pemerintah setempat, kurator pameran, juga dihadiri secara daring oleh Duta Besar Prancis, perwakilan IFI dan AF, Gaëtan Trovato (seniman tamu kehormatan), 5 seniman Indonesia yang berasal dari 5 kota lainnya.

APPELS D’OFFRES INTERNATIONAUX DE LA FSMP

Les appels d’offres des programmes internationaux de la Fondation Sciences Mathématiques de Paris (FSMP) pour l’année académique 2021-2022 sont ouverts :

Programme Chaire d’excellence

Les chaires FSMP ont pour objectif d’accueillir un ou deux mathématiciens dans un ou plusieurs laboratoire affilié(s) à la Fondation. Toutes les thématiques  en mathématiques fondamentales et appliquées ainsi qu’en informatique fondamentales sont éligibles.
Ouverture de l’appel du 01/10/20 au 10/12/20 (23h59, heure de Paris)

Positions post-doctorales 2021/2022
Cette année, la FSMP propose une quinzaine d’années post-doctorales en mathématiques et en informatique fondamentale. D’une durée d’un an ou deux ans, ces postes sont à pourvoir à partir d’octobre 2021 dans les laboratoires de recherche affiliés à la Fondation.
Ouverture de l’appel du 01/10/20 au 01/12/20 (23h59, heure de Paris)

Programme doctoral MathInParis pour 2021
La FSMP a porté et cofinancé un programme européen Marie Skłodowska-Curie Actions Cofund MathInParis depuis 2018 qui a permis à 40 doctorants provenant d’une vingtaine de pays différents d’être sélectionnés. Cette année, ce programme financera 20 nouvelles bourses doctorales en 2021.
Ouverture de l’appel du 01/12/20 au 13/02/21 (23h59, heure de Paris)

PGSM Master pour 2021
La FSMP propose aux étudiants, sélectionnés par nos appels à candidatures, de bénéficier de bourses de master d’un an ou deux ans.

  • Premier appel d’offre du 01/10/20 au 22/01/21 (23h59, heure de Paris)
  • Deuxième appel d’offre du 01/12/20 au 08/05/21 (23h59, heure de Paris)

L’offre détaillée des programmes et les formulaires de candidature se trouvent en ligne sur le site de la FSMP : https://www.sciencesmaths-paris.fr

PENAWARAN PROGRAM INTERNASIONAL FSMP

Fondation Sciences Mathématiques de Paris (FSMP) membuka pendaftaran sejumlah program internasional untuk tahun akademik 2021-2022, sebagai berikut :

Program Chaired’excellence
Program Chair FSMP mengundang 1 atau 2 matematikawan untuk berkunjung ke sejumlah laboratorium berafiliasi dengan FSMP. Seluruh proposal bertema matematika dasar dan terapan serta informatika dasar dapat diterima.
Pendaftaran: 01/10/20 s.d. 10/12/20 (Pukul 23.59, waktu Paris)

Post-doktoral 2021/2022
Tahun ini, FSMP menawarkan program post-doktoral 15 tahun untuk bidang matematika dan informatika dasar. Program ini dapat dimulai pada bulan Oktober 2021 selama 1 atau 2 tahun di laboratorium yang berafiliasi dengan FSMP.
Pendaftaran: 01/10/20 s.d. 01/12/20 (Pukul 23.59, waktu Paris)

Program doktoral MathInParis tahun 2021
FSMP telah mengadakan sekaligus mendanai sebuah program MarieSkłodowska-Curie Actions Cofund MathInParis sejak tahun 2018 yang mendukung 40 kandidat doktor terpilih dari berbagai negara. Tahun ini, program inimenawarkan 20 beasiswa doktor untuk tahun 2021.
Pendaftaran: 01/12/20 s.d. 13/02/21 (Pukul 23.59, waktu Paris)

PGSM Master tahun 2021
Program beasiswa tersedia bagi para mahasiswa yang hendak menempuh studi magister pada tahun pertama dan/atau tahun kedua di bidang matematika dasar dan ilmu komputer teoritis.

  • Pendaftaran gelombang pertama: 01/10/20 s.d. 22/01/21 (Pukul 23.59, waktu Paris)
  • Pendaftaran gelombang kedua: 01/12/20 s.d. 08/05/21 (Pukul 23.59, waktu Paris)

Informasi program dan formulir pendaftaran dapat diakses melalui situs FSMP: https://www.sciencesmaths-paris.fr/en/

CAFÉ-PHILO : COMMENT ÇA VA ? LA SANTÉ EST-ELLE PLUS IMPORTANTE QUE TOUT ?

25 novembre 2020 / 19h / Zoom
Gratuit / Réservation : +622123557954

Promis, nous ne parlerons pas du COVID ! Les chiffres, les recommandations et autres prescriptions qu’on nous assène dans l’urgence du matin au soir cachent une discussion que nous n’avons pas eue, mais qu’il faut avoir, fut-elle totalement contre-intuitive : pourquoi faudrait-il enrayer la maladie coûte que coûte et « à n’importe quel prix », comme disait le président Macron ?

Croyant bien dire, bien décidé à rassurer tout le monde, notre président n’en a pas moins inquiété certains : des philosophes, des politiques et même des médecins qui se demandaient quel serait exactement le prix à payer ? Quel prix à payer pour la société quand celle-ci se donne pour objectif premier d’éradiquer la maladie ?

La santé publique comme privée est incontestablement un bien : personne ne peut se plaindre d’être en bonne santé et d’ordinaire nous la souhaitons à tous, le jour de l’An et tout le reste de l’année ? Mais un bien est-ce une « valeur » comme dit le philosophe André Comte-Sponville ?

Le bonheur, par exemple, est un bien incontestable mais notre gouvernement ne se donne pas pour objectif d’ordinaire de rendre les gens heureux à tout prix, à moins qu’il ne s’agisse d’une dictature occupée à générer l’homme nouveau et parfait. Créer les conditions politiques et matérielles du bonheur peut être un objectif mais de là à ce que les conditions nécessaires deviennent suffisantes…

Tout cela pour dire qu’une politique de santé publique a certainement le devoir de créer les conditions de la guérison, mais ce n’est pas une obligation de résultat loin s’en faut. En revanche la société a le devoir de garantir à tous prix nos libertés fondamentales ou d’assurer l’école obligatoire pour tous ou l’information la plus large. Est-on assuré qu’en ce moment même nos gouvernements soient bien soucieux de cela tant les priorités sont nombreuses et urgentes ?

La discussion s’impose entre nous, d’autant plus que les discours conspirationnistes ou à l’inverse collaborationniste, alarmistes à coup sûr, viennent salement compliquer le débat. Voyons-nous, chers amis philosophes, le mercredi 25 novembre à 19h pour en parler ensemble à visage découvert et sans masque sur Zoom. Portez-vous bien !

CAFÉ-PHILO: BAGAIMANA KABARMU? APAKAH KESEHATAN DI ATAS SEGALA-GALANYA?

25 November 2020 / 19.00 / Zoom
Gratis / Reservasi: +622123557954

Janji, kali ini kita tidak akan membahas Covid! Angka-angka, rekomendasi atau resep dokter yang kita terima dalam keadaan darurat dari pagi hingga malam menyimpan sebuah diskusi yang tidak kita bicarakan. Namun, sebaiknya kita lakukan. Apakah mempertanyakan hal ini di luar intuisi kita: mengapa kita harus menghentikan penyakit dengan segala cara dan seperti yang dikatakan Presiden Macron, berapa pun biayanya?

Meskipun ketika menyatakan itu ia percaya bahwa dirinya benar dan berusaha meyakinkan semua orang, ia tetap saja membuat beberapa kalangan khawatir. Para filsuf, politisi dan bahkan dokter bertanya-tanya berapa sebenarnya harga yang mesti dibayar? Berapa harga yang harus dibayar sebuah masyarakat ketika tujuan utama mereka adalah untuk memberantas penyakit?

Kesehatan publik seperti halnya kesehatan pribadi tidak bisa dibantah adalah sebuah hal yang berharga. Sebab, tidak ada seorang pun yang akan mengeluhkan kesehatannya yang baik. Bahkan saat tahun baru atau hari-hari lainnya, bukankah kita mendoakan dan mengucapkan kepada setiap orang semoga mereka diberikan kesehatan? Apakah sesuatu hal yang berharga itu benar-benar “bernilai” seperti yang dikatakan oleh filsuf André Comte-Sponville?

Kebahagiaan, misalnya, adalah sebuah hal yang berharga. Akan tetapi, pemerintah kita tidak mengutamakan “membuat masyarakat bahagia” sebagai tujuan utama yang mesti dicapai berapa pun harganya, kecuali ia seorang diktator yang ingin menciptakan manusia baru dan sempurna. Menciptakan kondisi politik dan material yang membahagiakan bisa jadi sebuah tujuan, namun dari sana kondisi-kondisi yang diperlukan menjadi cukup…

Kebijakan kesehatan publik pastinya memiliki PR untuk menciptakan kondisi yang menyembuhkan, tetapi untuk mencapai hasilnya sama sekali bukan sebuah kewajiban. Sebaliknya, masyarakat berkewajiban untuk menjamin kemerdekaan fundamentalnya, berapa pun harganya, dan memastikan bahwa kewajiban bersekolah untuk semua dan akses informasi seluas-luasnya dapat berjalan dengan semestinya. Apakah kita yakin bahwa pada saat ini pemerintah kita sedang memikirkan hal itu di hadapan begitu banyaknya prioritas dan urgensi yang mesti dikejar?

Diskusi mengenai hal ini mesti kita lakukan apalagi saat ini ketika wacana-wacana konspirasi, – atau sebaliknya – kolaborasi, dan peringatan-peringatan menambah pelik persoalan ini. Sahabat-sahabat filsuf yang baik, mari kita bertemu pada hari Rabu, 25 November pukul 19.00 untuk membicarakan hal ini. Wajah terbuka tanpa perlu pakai masker. Tentu saja di Zoom! Semoga kalian sehat-sehat!

CAMPAGNE 16 JOURS CONTRE LES VIOLENCES FAITES AUX FEMMES

Une femme sur trois est victime de violences au cours de sa vie, quel que soit son statut social, son pays ou son âge. Partout dans le monde, ces violences, physiques, verbales, psychologiques et traitements inégalitaires, sont trop souvent banalisés et impunis.

Les 16 jours d’activisme pour mettre fin aux violences faites aux femmes sont une initiative de la société civile. Cette campagne annuelle vise à prévenir et éliminer les violences liées au genre. Elle débute le 25 novembre, Journée internationale pour l’élimination des violences à l’égard des femmes, et s’achève le 10 décembre, Journée des Droits de l’Homme.

Autour de la couleur orange, symbole de cette lutte, les Nations Unies soutiennent cette initiative par un appel à une mobilisation internationale sous le thème global de 2020 : “Orange the World: Fund, Respond, Prevent, Collect!”

L’IFI s’engage pleinement dans cette campagne, dont le message est aussi celui porté par la diplomatie féministe de la France, qui partout lutte pour offrir aux femmes et aux filles un avenir libéré de toute violence, de tout asservissement. Rappelons ici la devise de la France : « Liberté, Egalité, Fraternité ».

Dans un monde qui évolue vite, où la digitalisation s’accélère et où la pandémie redéfinit notre manière d’interagir, les violences de genre elles aussi se transforment. Face à ce constat, la campagne des 16 jours abordera cette année la thématique du harcèlement sur le net et des violences en ligne, phénomène qui ne cesse de croître.

Parce que les droits des femmes sont des droits de l’homme, soutenons l’égalité et la dignité de chaque femme pour un monde plus sûr, plus égalitaire et meilleur pour toutes et tous.

Avec les hashtags « #16days », «#OrangeTheWorld» et « #OrangeYourLife », contribuez à cette lutte internationale et faites entendre votre message en faveur de l’égalité de toutes et tous et l’élimination de la violence à l’égard des femmes et des filles.

Prenez part à nos évènements, suivez et partagez notre campagne de sensibilisation sur les réseaux sociaux !

Workshop

Workshop 1: Fighting cyber harassment in the Workplace
Combattre le cyber-harcèlement sur le lieu de travail
Zoom | 27 Novembre | 15h

Nous passons une part importante de notre vie à travailler. Cet espace, le monde du travail, qu’il soit physique ou bien souvent et de plus en plus, digital, est aussi un terrain où se font voir des formes spécifiques de violence contre les femmes. Qu’il s’agisse de harcèlement, de violence verbale ou physique, d’abus, le lieu de travail au même titre que l’espace public est un des territoires fondamentaux de la lutte contre les violences de genre.

Cette année, l’IFI s’associe à l’organisation NeverOkayProject pour proposer un workshop sur le harcèlement en ligne dans le monde du travail. Parmi les questions abordées : Comment les entreprises peuvent-elles repérer les faits de harcèlement en ligne ? Comment les signaler ? Comment accompagner les victimes ? Quelles sanctions donner à de tels faits ?

La présentation sera suivie d’un témoignage de l’entreprise Schneider Electric, engagée depuis de longues années sur ces thématiques, puis d’une session de Questions-Réponses.

Workshop 2: Cyber violence, real life victims: psychological & legal support
Violence en ligne, vraies victimes: soutien légal et psychologique
Zoom | 28 Novembre | 14h

Pour beaucoup de victimes de violence, y compris de harcèlement en ligne, ce sont trop souvent la peur, le traumatisme, le sentiment d’impuissance, qui prévalent. Pourtant, des solutions existent, qui permettent à la fois de donner une réponse légale aux faits de harcèlement, mais aussi d’accompagner psychologiquement les victimes dans leur reconstruction.

Conçu comme une réponse à cette méconnaissance des moyens d’action et de réaction, ce workshop donnera la parole à LBH Apik et Yayasan Pulih, deux associations engagées dans l’accompagnement juridique et psychologique des victimes de violence de genre.

Leurs présentations seront suivies d’un témoignage d’une victime, suivie d’une session de questions-réponses.

Workshop 3: #protect and #sanction: Law in the Cyber Spaces
Protéger et sanctionner : faire valoir ses droits dans un environnement digital
Zoom | 5 décembre | 14h

Dans le cadre de workshop dédié à un public averti, qu’il s’agisse d’activistes, de journalistes, d’influenceurs, et toute personne engagée et côtoyant régulièrement des victimes de harcèlement en ligne, l’accent sera mis sur l’information, la pédagogie et la formation aux outils de réponse effective à la violence en ligne.

Le premier moment de ce workshop sera dédié à l’information légale, qu’il s’agisse de la réglementation en cours, des acteurs de la réponse légale, et des possibilités de réponse pénale à donner au cyber-harcèlement.

Dans un second temps, une formation plus spécifique et destinée à un public restreint mettra en avant, pour des personnes amenées à accompagner des victimes, les bons comportements à adopter.

KAMPANYE 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

1 dari 3 perempuan mengalami kekerasan di sepanjang hidup mereka, terlepas dari status sosial, negara, maupun usia mereka. Di seluruh bagian dunia, kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, dan perlakuan-perlakuan tidak adil, terlalu sering dimaklumi dan sering diabaikan begitu saja.

Kampanye 16 Hari melawan kekerasan terhadap perempuan merupakan inisiatif dari masyarakat sipil. Kampanye tahunan ini bertujuan untuk mencegah dan menghentikan kekerasan berbasis gender. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 25 November, Hari Internasional untuk Menghentikan Kekerasan terhadap Perempuan, dan diakhiri pada tanggal 10 November, Hari Hak Asasi Manusia.

Melalui warna oranye, simbol dari perlawanan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendukung inisiatif ini melalui seruan gerakan internasional.

Institut Français Indonesia (IFI) berkomitmen penuh dalam kampanye ini. Pesan dari kampanye ini disebarkan di mana pun oleh diplomasi feminis Prancis yang selalu berjuang untuk membebaskan anak dan perempuan di masa depan dari kekerasan dan perbudakan dengan mengingat moto Negara Prancis “Kebebasan, Keadilan, Persaudaraan”.

Di dunia yang terus berubah dengan cepat, di mana digitalisasi juga bergerak cepat dan di mana pandemi mengubah cara kita berinteraksi, kekerasan berbasis gender pun bertransformasi. Menghadapi situasi tersebut, kampanye tahun ini akan mengangkat tema pelecehan dan kekerasan daring, sebuah fenomena yang terus berkembang.

Karena hak-hak perempuan merupakan hak asasi manusia, maka sangat penting untuk mendukung kesetaraan dan martabat setiap perempuan menuju dunia yang lebih aman, adil, dan baik untuk semua.

Dengan tagar #16days, #OrangeTheWorld dan #OrangeYourLife, mari dukung perjuangan internasional ini dengan menyampaikan pesan Anda tentang kesetaraan bagi semua dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Jadilah bagian dari acara ini, ikuti dan bagikan kampanye kesadaran ini melalui media sosial!

Lokakarya

Lokakarya 1 : Fighting cyber harassment in the Workplace
Melawan Kekerasan Dunia Maya di Tempat Kerja
Zoom | 27 November 2020 | 15.00 WIB

Pembicara:
Fiana Dwiyanti, head of social change at Never Okay Project
Ratri Wuryandari, Head of Sustainability for East Asia & Japan/Diversity & Inclusion Lead for Indonesia, Schneider Electric Indonesia
Moderator: Chrisant Raisha Heidy S.

Kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk bekerja. Dunia kerja, baik fisik maupun yang semakin hari semakin bergerak ke dunia digital, merupakan ruang di mana bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dapat ditemukan. Baik itu pelecehan, kekerasan verbal atau fisik, penyiksaan di tempat kerja, seperti halnya ruang publik, lingkungan kerja adalah salah satu area fundamental dalam melawan kekerasan berbasis gender.

Tahun ini, Institut Francais Indonesia (IFI), bekerja sama dengan Never Okay Project, mengadakan lokakarya tentang pelecehan offline dan online dalam dunia kerja. Berikut permasalahan yang akan diangkat: Bagaimana perusahan menemukan kasus pelecehan yang terjadi? Bagaimana cara melaporkannya? Bagaimana mendampingi korban? Sanksi apa yang diberikan terhadap tindakan pelecehan tersebut?

Sesi akan dilanjutkan dengan testimoni dari Schneider Electric tentang pentingnya menciptakan lingkungan kerja inklusif dan mengedepankan keberagaman, yang sejak bertahun-tahun aktif dalam mendorong pengembangan perempuan di dunia kerja.

Bagi kamu yang ingin tahu lebih dalam, segera daftarkan dirimu melalui link berikut: bit.ly/16DaysActivism-Workshop1

Lokakarya 2 : Cyber violence, real life victims : psychological & legal support
Kekerasan berbasis gender online, kehidupan korban sesungguhnya : dukungan secara hukum dan psikologis
Zoom | 28 Novembre | 14.00 WIB

Pembicara:
Cantyo A Dannisworo, Yayasan Pulih
Siti Mazuma, LBH Apik
An Nisaa Yovani, Samahita Bandung
Moderator :
Riana A Ibrahim, jurnalis

Bagi banyak korban kekerasan, termasuk kekerasan berbasis gender online, sering muncul rasa ketakutan, trauma, dan perasaan tidak berdaya. Namun, ada solusi yang memungkinkan untuk memberikan tanggapan hukum terhadap tindakan pelecehan, dan juga untuk mendukung dan mendampingi korban secara psikologis dalam proses pemulihan.

Lokakarya ini diadakan sebagai tanggapan atas kurangnya pemahan terhadap sarana aksi dan reaksi. LBH APIK dan Yayasan Pulih adalah dua asosiasi yang bergerak di bidang dukungan hukum dan psikologis bagi korban kekerasan gender.

Sesi selanjutnya akan diisi oleh Yona, co-director Samahita Bandung yang akan membagi ceritanya sebagai pendukung perlawanan kekerasan berbasis gender. Kemudian lokakarya ini ditutup dengan sesi tanya jawab.

Bagi kamu yang ingin ikut dalam lokakarya ini, segera daftarkan dirimu melalui link berikut: bit.ly/16DaysActivism-Workshop2

Lokakarya 3 : #protect and #sanction : Law in the Cyber Spaces
Lindungi dan beri sanksi : menegaskan hak seseorang dalam lingkungan digital
Zoom | 5 Desember | 14.00 WIB

Pembicara: Tuani Sondang Rejeki Marpaung, Pengacara LBH Apik
Register link : bit.ly/16DaysActivism-Workshop3

Lokakarya ini ditujukan untuk publik yang terinformasi, baik itu aktivis, jurnalis, influencer, dan siapa pun yang terlibat dan secara teratur menangani korban pelecehan online. ini akan dibagi menjadi 2 sesi dan ditekankan pada pemberian informasi, pendidikan dan pelatihan dalam penekanannya akan diberikan pada informasi, pendidikan dan pelatihan sebagai tanggapan yang efektif terhadap kekerasan online.

Sesi pertama akan memberikan informasi terkait hukum, mengenai peraturan saat ini, pelaku tanggapan hukum, dan kemungkinan hukuman yang akan diberikan kepada pelaku pelecehan di dunia maya.

Bagi kamu yang tidak ingin melewati lokakarya ini, segera daftarkan dirimu melalui link berikut: bit.ly/16DaysActivism-Workshop3

Pelatihan Pendampingan Pertama untuk para korban KBG & KBGO
Pembicara: Ika Putri Dewi, Psikolog – Yayasan Pulih
Register link: bit.ly/16DaysActivism-Training

Sesi kedua dari lokakarya ini berupa pelatihan yang lebih spesifik dengan jumlah peserta yang terbatas. Sesi ini akan menyoroti dan berfokus pada bagaimana perilaku yang tepat dan dapat dilakukan dalam mendukung dan mendampingi korban pelecehan online.

BAZAR LIVRE EN LIGNE 2020

Le bazar livre de fin d’année est arrivé!

Profiter bien votre temps libre et améliorer votre français en lisant!

Médiathèque de l’IFI Surabaya tient un bazar de livres français (prix 5 000 à 30 000 IDR)

Merci d’envoyer un mail à mediatek.surabaya@ifi-id.com avec un sujet: liste du bazar livre 2020

Notre médiathècaires vous enverra les titres des livres et voilà vous pouvez les commander tout de suite.