.

FSP 2020 CREATIVE TALK: PENDANAAN DAN KOPRODUKSI FILM

16 November 2020 | 19.00 WIB
Zoom: http://bit.ly/FSP2020filmcomission

Pembicara
Lalu Roisamri (ID – Badan Perfilman Indonesia)
Yulia Evina Bhara (ID – Produser)
Syaifullah Agam (ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)
Stéphane Martinet (FR – Film Paris Région)
Moderator
Stephany Josephine

Ada ratusan syuting film yang dilakukan di Indonesia setiap tahunnya. Keragaman geografis, etnis dan budaya adalah beberapa dari sekian banyak alasannya. Indonesia sangat mungkin mengembangkan dirinya menjadi kawasan produksi film berkat penetapan kebijakan kebudayaan oleh Pemerintah. Undang-undang tahun 2009 menetakan Badan Perfilman Nasional sebagai salah satu pilar dari pengembangan tersebut.

UU ini memang menggambarkan kontur mekanisme pembiayaan dan produksi film di Indonesia. Bagaimana cara kerja BPI? Bagaimana kita dapat memperoleh dana dan bantuan untuk memproduksi dan membuat film di Indonesia? Berkat kebijakan budaya Indonesia, dalam satu dekade, jumlah produksi telah meningkat dari sepuluh film per tahun menjadi 132 film pada tahun 2018. Saat ini, Indonesia tengah menyambut investor asing dari seluruh dunia (20th Century Fox, Netflix, CJ Entertainment, dll.)

Kebijakan pendanaan dan produksi film juga sangat berpengaruh di Prancis, sehingga angka produksi film sangat tinggi. Hal ini berkat beberapa faktor, di antaranya keragaman lokasi pembuatan film dan kualitas teknisi yang tinggi. Di samping itu, Prancis memiliki kebijakan pajak yang sangat menarik. Setiap provinsi di Prancis memiliki komisi filmnya sendiri. Bagaimana cara Paris Films Région (komisi film terpenting) bekerja? Apa saja mekanismenya? Apakah komisi film tersebut berhubungan dengan produksi film Indonesia?

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter