Prix Goncourt adalah penghargaan sastra berbahasa Prancis paling bergengsi sejak tahun 1903, yang didirikan oleh Académie Goncourt. Setiap tahun, novel-novel yang masuk seleksi dinilai secara ketat dalam tiga tahap sebelum pemenang diumumkan pada awal bulan November. Penghargaan ini memiliki dampak besar pada dunia penerbitan dan penerjemahan, serta selama lebih dari satu abad menjadi simbol keunggulan sastra dan pengaruh bahasa Prancis di dunia.
Dengan demikian, seorang penulis yang meraih penghargaan ini hampir selalu melihat bukunya menjadi best-seller, dengan karya-karya pemenang Prix Goncourt rata-rata terjual lebih dari 400.000 eksemplar.
Didirikan pada tahun 1998, Choix Goncourt adalah versi internasional dari penghargaan sastra francophone bergengsi (Prix Goncourt). Prinsipnya adalah memberikan peran kepada mahasiswa program studi bahasa Prancis di seluruh dunia sebagai juri sastra, yang bertugas untuk membaca, mendiskusikan, dan memilih novel favorit mereka dari sejumlah karya sastra kontemporer yang telah diseleksi.
Saat ini, Choix Goncourt diakui sebagai salah satu sarana penting dalam mempromosikan sastra kontemporer, bahasa Prancis, serta kemampuan berpikir kritis di kalangan pembaca muda.
Di Indonesia, sebuah dewan juri yang terdiri dari 13 mahasiswa dan pengajar bahasa Prancis berpartisipasi dalam empat komite pembacaan yang berlangsung selama empat bulan. Pertemuan-pertemuan ini menjadi momen untuk bertukar pandangan dan berdiskusi mengenai empat karya yang masuk dalam seleksi tahun 2026.
Buku yang terpilih kemudian akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan untuk pembaca lokal.
Karya ini menautkan nasib tiga perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Dengan keseimbangan antara kekuatan dan kerendahan hati, Nathacha Appanah mengeksplorasi realitas tak tertahankan mengenai femisida dalam rumah tangga, ketika kegelapan mengambil alih tempat yang seharusnya diisi oleh cinta.
Nathacha Appanah, lahir pada 24 Mei 1973 di Mahébourg, Mauritius, adalah seorang novelis dan jurnalis yang menetap di Prancis.
La nuit au cœur mendapatkan penghargaan dari Prix Femina, Prix Renaudot des lycéens, dan Prix Goncourt des lycéens pada tahun 2025.
Kisah autobiografis ini menelusuri sejarah keluarga sang penulis selama beberapa generasi, antara Rusia, Georgia, dan Prancis, sambil menghubungkan kenangan pribadi tersebut dengan pergolakan besar sejarah pada abad ke-20.
Emmanuel Carrère, lahir pada 9 Desember 1957 di Paris, adalah seorang penulis, penulis skenario, dan sutradara Prancis. Ia berasal dari keluarga besar Carrère d’Encausse dan Zourabichvili.
Ia menerima Prix Médicis 2025 untuk bukunya Kolkhoze.
Roman ini mengisahkan dua cerita keluarga dan kisah intim yang saling bersilangan: kisah seorang narator yang suaminya mengungkapkan orientasi homoseksualnya setelah beberapa tahun pernikahan dan dua anak, serta kisah Edmond yang terhapus dari ingatan keluarga karena homoseksualitasnya.
Caroline Lamarche, lahir pada 3 Maret 1955 di Liège, adalah seorang penulis Belgia berbahasa Prancis. Ia merupakan penulis novel, kumpulan cerpen, karya sastra anak dan remaja, puisi, serta kolom yang dimuat di berbagai media pers.
Novel keluarga ini menelusuri beberapa generasi untuk merekonstruksi sejarah sebuah garis keturunan yang diwarnai oleh perang, rahasia, dan kesunyian. Karya ini mengisahkan kehidupan para perempuan yang harus menghadapi kekerasan serta berbagai tekanan sosial.
Laurent Mauvignier, lahir pada 6 Juli 1967 di Tours, adalah seorang penulis Prancis.
Ia meraih Prix Goncourt 2025 untuk novelnya La Maison vide, yang diterbitkan oleh Éditions de Minuit.
© 2020 All Right Reserved
INSTITUT FRANÇAIS INDONÉSIE – IFI
Jalan M.H. Thamrin No. 20 Jakarta Pusat 10350
+6221 23 55 79 00
info@ifi-id.com
Jalan M.H. Thamrin No. 20 Jakarta Pusat 10350
+6221 23 55 79 00
info@ifi-id.com
© 2020 All Right Reserved
INSTITUT FRANÇAIS D’INDONÉSIE – IFI
| Cookie | Duration | Description |
|---|---|---|
| cookielawinfo-checkbox-analytics | 11 months | This cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookie is used to store the user consent for the cookies in the category "Analytics". |
| cookielawinfo-checkbox-functional | 11 months | The cookie is set by GDPR cookie consent to record the user consent for the cookies in the category "Functional". |
| cookielawinfo-checkbox-necessary | 11 months | This cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookies is used to store the user consent for the cookies in the category "Necessary". |
| cookielawinfo-checkbox-others | 11 months | This cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookie is used to store the user consent for the cookies in the category "Other. |
| cookielawinfo-checkbox-performance | 11 months | This cookie is set by GDPR Cookie Consent plugin. The cookie is used to store the user consent for the cookies in the category "Performance". |
| viewed_cookie_policy | 11 months | The cookie is set by the GDPR Cookie Consent plugin and is used to store whether or not user has consented to the use of cookies. It does not store any personal data. |