.

Choix Goncourt Indonesia

Choix Goncourt Indonesia

Edisi pertama Choix Goncourt di Indonesia!

Pada tahun 2026, Kedutaan Besar Prancis dan Institut Français d’Indonésie menyelenggarakan edisi pertama Choix Goncourt di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai negara ke-51 yang berpartisipasi dalam penghargaan sastra bergengsi ini, bersama negara-negara di Eropa, Afrika, Amerika, Timur Tengah, dan kawasan Asia-Pasifik.

Apa itu Prix Goncourt?

Prix Goncourt adalah penghargaan sastra berbahasa Prancis paling bergengsi sejak tahun 1903, yang didirikan oleh Académie Goncourt. Setiap tahun, novel-novel yang masuk seleksi dinilai secara ketat dalam tiga tahap sebelum pemenang diumumkan pada awal bulan November. Penghargaan ini memiliki dampak besar pada dunia penerbitan dan penerjemahan, serta selama lebih dari satu abad menjadi simbol keunggulan sastra dan pengaruh bahasa Prancis di dunia.

Dengan demikian, seorang penulis yang meraih penghargaan ini hampir selalu melihat bukunya menjadi best-seller, dengan karya-karya pemenang Prix Goncourt rata-rata terjual lebih dari 400.000 eksemplar.

Apa perbedaan dengan Choix Goncourt?

Didirikan pada tahun 1998, Choix Goncourt adalah versi internasional dari penghargaan sastra francophone bergengsi (Prix Goncourt). Prinsipnya adalah memberikan peran kepada mahasiswa program studi bahasa Prancis di seluruh dunia sebagai juri sastra, yang bertugas untuk membaca, mendiskusikan, dan memilih novel favorit mereka dari sejumlah karya sastra kontemporer yang telah diseleksi.

Saat ini, Choix Goncourt diakui sebagai salah satu sarana penting dalam mempromosikan sastra kontemporer, bahasa Prancis, serta kemampuan berpikir kritis di kalangan pembaca muda.

Bagaimana cara kerjanya?

Di Indonesia, sebuah dewan juri yang terdiri dari 13 mahasiswa dan pengajar bahasa Prancis berpartisipasi dalam empat komite pembacaan yang berlangsung selama empat bulan. Pertemuan-pertemuan ini menjadi momen untuk bertukar pandangan dan berdiskusi mengenai empat karya yang masuk dalam seleksi tahun 2026.

Buku yang terpilih kemudian akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan untuk pembaca lokal.

Karya-karya yang masuk nominasi

  • Nathacha Appanah, La nuit au cœur, Gallimard
  • Emmanuel Carrère, Kolkhoze, Éditions P.O.L
  • Caroline Lamarche, Le bel obscur, Éditions du Seuil
  • Laurent Mauvignier, La maison vide, Les Éditions de minuit

Mitra Kami