Sekolah Musim Panas Pemantauan Kimia Ekosistem Laut

IFI dengan senang hati ingin berbagi kesempatan luar biasa ini dengan Anda. Institut Prancis untuk Riset Pengelolaan Laut (Institut français de recherche pour l’exploitation de la mer – IFREMER) dan Badan Pembangunan Prancis (Agence française du développement – AFD) dengan bangga mengumumkan sekolah musim panas: “CS22 Summer School on Chemical Monitoring of Coastal Environments” yang akan diselenggarakan di Nantes, Prancis, dari tanggal 10 s.d. 21 Oktober 2022. Dengan mengikuti  sekolah musim panas ini Anda dapat mengembangkan jejaring koneksi Anda dengan para pakar internasional di sektor penelitian Anda.

Anda mahasiswa S3, doktor atau peneliti lulusan S2?

Bergabunglah selama dua minggu untuk melakukan eksperimen lapangan di pantai Atlantik Prancis, belajar bersama para peneliti ternama di berbagai laboratorium IFREMER, dan jelajahi Prancis serta keindahan Kota Nantes.

Pendaftaran, konsumsi dan akomodasi akan disediakan oleh pihak penyelenggara. Juga tersedia bantuan transportasi untuk menutupi biaya perjalanan Anda ke Prancis sampai Nantes.

Kirimkan berkas pendaftaran Anda mulai dari sekarang dan temukan informasi lebih lengkap di website IFREMER: https://ccem.ifremer.fr/Actualites/Actualites/Chemical-Monitoring-of-Coastal-Environments-Summer-School-22.

Tenggat penyerahan berkas pendaftaran: 1 Mei 2022 pukul 23.59 CET.

Pengumuman seleksi pendaftaran paling lambat: 15 Juni 2022.

Penawaran Program Doktor dan Post-Doktoral CNES

CNES - PhD grants

Penawaran Program Doktor dan Post-Doktoral CNES telah dibuka hingga 31 Maret 2022 (Pukul 24.00 Waktu Paris).
Setiap tahun, CNES mengalokasikan dana penelitian (disertasi dan post-doktoral) kepada mahasiswa Prancis dan luar Prancis pada bidang:

  • Ilmu Teknik (sistem orbit, sistem transportasi antariksa)
  • Ilmu Penggunaan Aset Antariksa (ilmu alam semesta, ilmu bumi, ilmu mikrogravitasi)
  • Ilmu Sosial dan Humaniora (hukum, sejarah, ekonomi, sosiologi, psikologi, dll.)

Informasi mengenai Penawaran Program Doktor dan Post-Doktoral beserta syarat dan ketentuan kandidat dapat dilihat pada tautan berikut : https://recrutement.cnes.fr/en/annonces (pilih PhD atau Post-doctorate pada menu type of contract).
Penawaran ini terbuka bagi warga negara Indonesia. Prosedur aplikasi tetap sama, wawancara akan dilakukan melalui panggilan video atau telepon.

Peluncuran Buku “Sejarah Panjang Kerja Sama Ilmiah Prancis – Indonesia”

Dalam rangka penerbitan buku penelusuran 70 tahun kerja sama ilmiah antara Prancis dan Indonesia yang berjudul Sejarah Panjang Kerja Sama Ilmiah Prancis – Indonesia, pada hari Jumat, 25 Februari diadakan acara peluncuran resmi di Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Stéphane Dovert, Konselor Kerja Sama Kedutaan Besar Prancis sekaligus Direktur Institut Français Indonesia. 

Acara yang diselenggarakan dan dipandu oleh tuan rumah Nasir Tamara di Ndalem Natan Royal Heritage di Kota Gede ini, dihadiri oleh sekitar tiga puluh tamu yang sebagian besarnya adalah peneliti dan alumni Prancis. 

Dalam sambutannya, Stéphane Dovert menceritakan asal usul buku ini dalam bahasa Indonesia: “Saya meluncurkan buku ini karena saya pernah dengar ada orang ngomong tidak ada hubungan antara Prancis dan Indonesia. Dengan buku ini saya ingin bercerita kalau Prancis dan Indonesia punya hubungan panjang yang sudah dijalin sejak 1950.” Sebuah relasi yang diawali dengan kehadiran mahasiswa Indonesia di Prancis berkat beasiswa dari Pemerintah Prancis. Kemudian, seiring pembangunan sejumlah universitas dan lembaga penelitian di Indonesia yang baru merdeka saat itu, program-program penelitian bersama Prancis-Indonesia yang tidak terhitung jumlahnya bermunculan di berbagai bidang: vulkanologi, oseanografi, paleontologi, energi, kesehatan, dan aeronautika. Beberapa di antaranya program-program luar biasa yang disebutkan dalam acara peluncuran buku tersebut adalah pembangunan Waduk Jatiluhur, Bandara Soekarno-Hatta, pengembangan pelabuhan dan penerbangan, dan riset-riset lingkungan hidup. Program-program tersebut dibiayai oleh perusahaan-perusahaan Prancis karena dengan mendukung ilmu pengetahuan mereka mendorong terjadinya inovasi-inovasi. 

Sambutan dari Nasir Tamara, pembawa acara, dan Stéphane Dovert dilanjutkan dengan diskusi yang berisi dengan para tamu yang hadir untuk melihat kembali berbagai kerja sama yang telah terjalin antara Prancis dan Indonesia, juga untuk membahas peluang kerja sama di masa depan di sektor perlindungan lingkungan, pelestarian warisan sejarah dan budaya, pariwisata, mode, dan seni. 

La grande histoire de la coopération scientifique franco-indonésienne (Sejarah Panjang Kerja Sama Ilmiah Prancis – Indonesia), terbitan Afterhours Books Publisher, 352 halaman, Rp500.000.

Peluncuran_0000_IMG_20220225_164259
Peluncuran_0002_IMG_20220225_164445
Peluncuran_0004_IMG_20220225_164402

Previous
Next

Booster untuk Tingkatkan Kerjasama ilmiah di Jawa Timur

Harapan besar perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat kerjasama ilmiah dengan Prancis.

Apa yang tersisa dari kerja sama ilmiah Prancis-Indonesia setelah masa pandemi yang panjang ini? Keinginan sepuluh kali lipat untuk mengembangkan kerjasama dan memulai kolaborasi yang ambisius. Hal ini terlihat dari kunjungan Thierry GOUBIER, Atase Kerja Sama Sains & Teknologi baru untuk Indonesia, dalam kunjungannya ke beberapa universitas utama dan lembaga penelitian di Jawa Timur.

Bagi Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Prancis adalah mitra utama, seperti yang diutarakan oleh Bapak Rektor Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. Hampir 20% pengajar-penelitinya merupakan lulusan Prancis. Pertukaran ini tidak pernah terputus; Sebanyak 14 mahasiswa bidang Teknik dari ITS berangkat menempuh studi ke Prancis semester ini. Harapan untuk tahun 2022 adalah agar dapat memobilisasi pendanaan untuk meningkatkan angka ini secara signifikan. Kelebihan ITS dalam hal inovasi dan R&D (Riset & Pengembangan) juga menjadikan ITS sebagai aktor utama yang istimewa untuk kerjasama terintegrasi di tingkat Eropa. Kunjungan ke Laboratorium Mekanika Batuan dan Tanah, Pusat Teknologi Informasi dan Robotika, serta Pusat Inovasi Kelautan, semakin menegaskan peluang tersebut.

Bagi Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Universitas Airlangga, Bapak M. Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D., hubungan dengan Prancis bersifat “strategis”. Diinisiasi pada awal tahun 2011, kerjasama dengan Prancis masih perlu dikembangkan, khususnya di bidang ilmu Humaniora, terutama untuk kebutuhan baru : bidang hukum dan hubungan internasional. UNAIR diakui keunggulannya di bidang kesehatan : pertama kali mengidentifikasi varian Delta dan Omicron di Indonesia dan kini mengembangkan vaksin pertama Indonesia untuk melawan Covid, yang sedang dalam tahapan uji klinis. UNAIR juga memiliki 5 rumah sakit terafiliasi, ditambah satu rumah sakit kapal, yang bekerja sama dengan penduduk di pulau-pulau terpencil. Oleh karena itu, ada potensi yang besar untuk kerjasama dengan Prancis di bidang kesehatan dan praktik rumah sakit.

Proyek kerjasama baru juga akan diluncurkan dengan Universitas Brawijaya, satu-satunya universitas di Jawa Timur yang menawarkan gelar sarjana jurusan Bahasa dan Budaya Prancis. Universitas ini juga menjadi pusat ujian bahasa Prancis DELF-DALF tahun ini. Delegasi IFI juga bertukar pikiran dengan Wakil Rektor bidang Perencanaan & Kerjasama Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, MS., IPU dengan tujuan untuk mengembangkan mobilitas mahasiswa ke Prancis, termasuk untuk fakultas Pertanian, Kedokteran, Ilmu Komputer serta Ekonomi dan Bisnis. Dengan 70.000 mahasiswa, Universitas Brawijaya merupakan salah satu institusi terbesar di tingkat nasional dan telah mendidik mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia. Ini adalah lingkungan yang ideal untuk penyebaran dan pertukaran bahasa dan budaya Prancis.

Panggilan Proyek Penelitian Science et Impact – Maret 2022

Sesi Maret 2022: Tenggat pendaftaran 25 Februari 2022

Dalam rangka penguatan kerja sama sains dan teknologi antara Prancis dan Indonesia, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dan Timor Leste meluncurkan kembali program “Science et Impact”. Program ini melengkapi program-program yang telah ada atau yang sedang dipersiapkan, sehingga menjadi sebuah perangkat lengkap kerja sama sains dan teknologi.

Kedutaan Besar Prancis di Indonesia bermaksud menyediakan sebuah pendanaan yang fleksibel, reaktif, dan mudah untuk mendukung kerja sama sains dan teknologi. Tujuan program ini adalah mendukung para aktor Prancis untuk terus melanjutkan kerja sama mereka dengan Indonesia dan dengan Timor Leste, serta menjawab beragam kebutuhan seperti konferensi sains, sidang disertasi, magang, seminar, survei/angket, terjemahan, dll. Hibah ini bermaksud untuk membantu para pelaku sains dalam memperkuat atau menginisiasi kerja sama yang terjalin antara institusi Prancis dan institusi di Indonesia atau di Timor Leste.

Sebuah realisasi yang berdampak dari setiap proyek yang didanai diharapkan dapat mengilustrasikan impak dari sains dan secara khusus dari kerja sama antara Prancis – Indonesia atau Prancis – Timor Leste. Tidak ada batasan tema untuk program ini.

Dana yang disediakan untuk setiap proyek maksimal 10.000 euro; pendanaan rata-rata sejak Oktober 2016 adalah sekitar 4.000 euro per proyek.

Bantuan dana ini berupa subsidi yang disalurkan kepada institusi berbadan hukum di Prancis. Sebelum dana ditransfer, penerima wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa pengirim dibebaskan dari biaya transfer. Tidak diperlukan Surat Perjanjian antara Kedutaan Besar Prancis dan lembaga yang bersangkutan karena pendanaan ini bersifat sepihak.

Untuk pendaftaran silahkan isi formulir online di bawah ini:


Formulir Science et Impact Maret 2022

Perhatian

  • Satu formulir per proyek yang akan diterima.
  • Sekali terkirim, formulir tidak dapat diubah atau dibatalkan.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan mengunduh Panggilan Proyek Penelitian Science et Impact Maret 2022

Untuk pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Kantor Kerja Sama Sains dan Teknologi melalui surel projet@ifi-id.com.

One Ocean Science

Laut memainkan peran yang penting dalam upaya pencegahan perubahan iklim. Kenapa? Apa saja tantangan dan solusinya?

Pada 25 Oktober 2021, komunitas internasional di bidang ilmu kelautan berusaha menjawab seluruh pertanyaan Anda dengan menyelenggarakan acara digital : #OneOceanScience. Program ini membawakan suara para ilmuwan dari seluruh dunia guna menunjukkan bahwa studi tentang kelautan merupakan alat untuk mengetahui cara atau upaya dalam mengatasi perubahan iklim dan dampaknya.

Program global ini diprakarsai oleh Lembaga Penelitian Prancis untuk Ekploitasi Laut (IFREMER) bersama dengan IRD, CNRS dan juga LIPI RCO.

Temukan banyak video dan informasi seputar kampanye ini di oneoceanscience.com mulai dari 25 Oktober 2021!

Cuplikan video tersedia pada tautan ini.

Hasil Final Kompetisi MT 180

Final Kompetisi MT 180 Indonesia edisi ke-5 telah digelar pada tanggal 29 Juni kemarin secara online. Delapan finalis saling beradu di hadapan tim juri yang terdiri dari empat orang yang dipilih berdasarkan kompetensi dan pengetahuan mereka di bidang ilmiah, bahasa Prancis, dan kompetisi ini.

Di malam yang penuh kejutan, para finalis berjuang melampaui diri mereka sendiri untuk menyajikan prestasi yang nyata. Setelah dua bulan persiapan, mereka akhirnya menerima tantangan yang sulit ini untuk mempopulerkan disertasi mereka dalam waktu tiga menit, menunjukkan penguasaan panggung, dan berbahasa Prancis secara jelas dan percaya diri. Hal ini bahkan menjadi lebih sulit, karena mereka harus mempresentasikannya dari jauh, melalui layar.

Setelah presentasi seluruh finalis, tim juri undur diri sejenak untuk mengambil keputusan. Hasilnya, ada tiga pemenang:

Juara 1: Miratul Mufida
Juara 2: Dewi Savitri
Juara 3: Estrelita Gloria Truly

Ketiga pemenang memperoleh hadiah berupa tiket untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional pilihan mereka (dengan valuasi yang berbeda-beda).

Selamat kepada seluruh pemenang! IFI akan kembali dengan kompetisi ini tahun depan, di edisi ke-6!

Ikuti keseruan atau tonton kembali Malam Final MT 180.

Panggilan Proyek Penelitian “Science et Impact” September 2021

Sesi September: Tenggat pendaftaran 15 September 2021

Dalam rangka penguatan kerja sama sains dan teknologi antara Prancis dan Indonesia, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia meluncurkan kembali program “Science et Impact”. Program ini melengkapi program-program yang telah ada atau yang sedang dipersiapkan, sehingga menjadi sebuah perangkat lengkap kerja sama sains dan teknologi.

Kedutaan Besar Prancis di Indonesia bermaksud menyediakan sebuah pendanaan yang fleksibel, reaktif, dan mudah untuk mendukung kerja sama sains dan teknologi. Tujuan prorgam ini adalah mendukung para aktor Prancis untuk terus melanjutkan kerja sama mereka dengan Indonesia dan menjawab beragam kebutuhan seperti konferensi sains, sidang disertasi, magang, seminar, survei/angket, terjemahan, dll.

Sebuah realisasi yang berdampak dari setiap proyek yang akan didanai diharapkan dapat mengilustrasikan impak dari sains dan secara khusus dari kerja sama Prancis – Indonesia. Tidak ada batasan tema untuk program ini.

Dana yang disediakan untuk setiap proyek maksimal 10.000 euro; pendanaan rata-rata sejak Oktober 2016 adalah sekitar 4.000 euro per proyek.

Bantuan dana ini berupa subsidi yang disalurkan kepada institusi berbadan hukum di Prancis. Sebelum dana ditransfer, penerima wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa pengirim dibebaskan dari biaya transfer. Tidak diperlukan Surat Perjanjian antara Kedutaan Besar Prancis dan lembaga yang bersangkutan karena pendanaan ini bersifat sepihak.

Untuk pendaftaran silahkan isi formulir online di bawah ini:

Formulir Science et Impact September 2021

Perhatian

  • Satu formulir per proyek yang akan diterima.
  • Sekali terkirim, formulir tidak dapat diubah atau dibatalkan.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan mengunduh Panggilan Proyek Penelitian Science et Impact Sept 2021
dan untuk pertanyaan, anda dapat menghubungi Kantor Kerja Sama Sains dan Teknologi melalui surel projet@ifi-id.com

MT 180 Indonesia 2021 Kembali Dibuka: Segera Daftar!

Tim kerja sama sains memutuskan untuk memperpanjang batas waktu pendaftaran hingga tanggal 7 Mei 2021 tengah malam (waktu Jakarta). 

Kompetisi Ma Thèse en 180 secondes (MT 180) tahun ini kembali digelar di Indonesia untuk yang ke-5 kalinya! Ma Thèse en 180 secondes atau Disertasiku dalam 180 Detik mengajak mahasiswa doktoral untuk mempresentasikan topik penelitian mereka dalam bahasa Prancis dan dengan menggunakan istilah yang sederhana kepada publik awam dan beragam. Setiap peserta harus mempresentasikan riset mereka dengan jelas, singkat dan meyakinkan hanya dalam waktu 3 menit. Semua hanya dengan menggunakan 1 slide presentasi!

Ayo ikut mempresentasikan riset doktoral Anda dengan bahasa yang mudah dimengerti dalam waktu 3 menit pada acara final MT 180 yang akan diselenggarakan secara daring tanggal 29 Juni 2021.

Pendaftaran kompetisi MT 180 edisi 2021 telah dibuka. Daftarkan diri Anda selambatnya tanggal 7 Mei 2021!

Untuk berpatisipasi, persyaratannya mudah sekali:

  • Bisa berbahasa Prancis;
  • Sedang mengerjakan disertasi atau telah menyelesaikan disertasi Anda pada periode tahun ajaran 2019/2020 atau 2018/2019;
  • Belum pernah menjadi finalis tingkat nasional kompetisi MT 180 edisi sebelumnya;
  • Telah menginformasikan partisipasi Anda kepada pembimbing disertasi Anda;
  • Mengisi formulir di bawah ini selambatnya tanggal 7 Mei 2021 (waktu Jakarta).

Daftarkan diri Anda, persiapkan presentasi 180 detik Anda dengan jelas, singkat dan meyakinkan tentang proyek penelitian Anda. Raih kesempatan untuk melakukan perjalanan dan mengikuti konferensi internasional pilihan Anda!

Informasi lebih lanjut tentang peraturan kompetisi, klik di sini.

Kunjungi halaman resmi kompetisi MT 180 Prancis.


Formulir Pendaftaran MT 180 Indonesia 2021

Penerima Pendanaan Program SAME BOPTN PHC Nusantara 2021

Program Nusantara adalah sebuah program Partenariat Hubert Curien (PHC) Prancis-Indonesia. Program ini mendanai mobiitas peneliti Prancis dan Indonesia dalam rangka proyek penelitian bilateral, diseleksi bersama oleh kedua Negara.

Program Nusantara di Indonesia dibiayai oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek/BRIN) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sementara itu pendanaan di sisi Prancis oleh Kementerian Eropa dan Luar Negeri  (MEAE), dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi (MESRI). Program ini diselenggarakan oleh bagian Kerja Sama Sains dan Teknologi  Institut français d’Indonésie dan Campus France Prancis.

Dengan bangga, kami mengumumkan penerima pendanaan tahun 2021. Silakan mengunduh daftar pemenang pada dokumen di bawah ini.


Daftar Penerima Pendanaan SAME BOPTN PHC Nusantara 2021

Campus France akan menghubungi para pemenang di sisi Prancis guna memberikan jawaban resmi.

Dari total sembilan kandidat terpilih, lima pemenang Indonesia akan menerima  dana mobilitas SAME dan dana penelitian BOPTN. Empat pemenang lainnya, hanya akan menerima dana penelitian BOPTN.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

BOPTN: Anggun Amalia, Direktorat Riset Dasar, Kemristek/BRIN
Surel: anggunamalia11@gmail.com

SAME: Firman Rudiansyah, Sub-Koordinator Kompetensi Pendidik, Kemdikbud
Surel: firman.rudiansyah@kemdikbud.go.id