Nuit des idées 2024 – Yogyakarta

Diinisiasi pada tahun 2016, “Nuit des Idées” bertujuan untuk mengenalkan di Prancis dan di seluruh dunia, tentang kebebasan tentang gagasan ide dan pengetahuan, selama satu minggu, berbagai acara diselenggarakan seperti seminar, pertemuan, forum dan diskusi, dan juga berbagai pemuatran film, pertunjukan seni dan lokakarya bagi anak muda, di seputar tema yang sama.

Pada edisi ke-9 kali ini, “Nuit des Idées” akan memiliki tema global: “Lignes de faille” (“Fault Lines”), Ke-4 Institut français d’Indonésie (Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta) akan mengangkat tema tentang “terobosan besar dalam teknologi dan ilmu pengetahuan yang sedang berlangsung”.

Di Yogyakarta, Institut français tertarik secara khusus mengenai tema polusi plastik, dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat (bagi manusia maupun hewan), dan berbagai pendekatan baru untuk menanggulanginya.

2 acara akan diselenggarakan:

Untuk mengetahui segenap informasi terkait acara, silahkan klik tautan berikut.

Sepuluh Tim Peneliti Menerima Pendanaan PHC Nusantara 2024

Berkenaan dengan Persetujuan antara Pemerintah Republik Prancis dan Pemerintah Republik Indonesia dalam bidang Kerja Sama Riset Ilmiah, Teknologi, dan Inovasi, rapat tahunan bertajuk seleksi proposal PHC Nusantara telah berlangsung pada tanggal 5 Februari lalu di Jakarta. Sepuluh tim peneliti bilateral berhasil terpilih tahun ini.

Program yang utamanya mendanai mobitas peneliti tersebut bertujuan untuk mengembangkan pertukaran pengetahuan dan teknologi yang unggul antara pusat-pusat penelitian di kedua negara. Para pemenang pun akan menerima manfaat dari sharing pengetahuan dan pemerolehan pengalaman melalui kegiatan penelitian bersama (joint research).

PHC Nusantara dikoordinasikan di Prancis oleh Kementerian Eropa dan Luar Negeri (MEAE) dan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset (MESR), sedangkan di Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMDIKBUDRISTEK).

Dalam pertemuan tahunan tersebut, perwakilan dari ketiga kementerian hadir secara luring dan daring pada 5 Februari 2024 di Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, guna memilih 10 tim peneliti Prancis-Indonesia dari 32 proposal yang diajukan.

Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Bapak Jules Irmmann, membuka rapat tersebut. Dalam kata sambutannya, beliau menyampaikan sekaligus mengucapkan selamat atas pembentukan dua laboratorium bersama internasional IRD di Indonesia, penganugerahan penghargaan Prix Tremplin untuk kerja sama bilateral di bidang penelitian oleh Académie de sciences kepada salah satu tim peneliti gabungan Prancis dan Indonesia, serta partisipasi perdana dosen Politeknik Indonesia pada panggilan proyek penelitian tahun ini.

Perwakilan Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis (MEAE), Bapak Dimitri Lévêque menyoroti adanya peningkatan jumlah proposal yang diajukan. Di samping itu, menurut beliau, melalui Presidensi Indonesia pada G20 dan KTT ASEAN, Indonesia merupakan mitra utama Prancis di kawasan Indo-Pasifik. Selain itu, penyelenggaraan Joint Working Group berikutnya di Surabaya dapat menjadi tempat pertemuan dan simbol kerja sama yang berkelanjutan dengan Prancis.

Pentingnya penelitian untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia disampaikan oleh Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Bapak Muhammad Faiz Syuaib. Beliau juga menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia tetap mendorong para peneliti untuk bekerja sama melalui konsorsium guna memperluas jejaring mitra internasional.

Lebih lanjut, Direktur Sumber Daya, Kemdikbudristek, Bapak Mohammad Sofwan Effendi menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia masih berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi, khususnya melalui kolaborasi riset dan industri. Beliau juga menegaskan pentingnya menghasilkan luaran penelitian atau kegiatan yang bermanfaat bagi kedua negara, sebagaimana digaungkan oleh PHC Nusantara.

Pada tahun ini dan untuk pertama kalinya, tiga proposal diajukan oleh dosen Politeknik. Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemdikbudristek, Bapak Beny Bandanadjaja mengharapkan agar lebih banyak proposal dari dosen Politeknik yang diajukan dan akan terpilih pada tahun mendatang.

Di samping itu, seorang ahli dari Delegasi untuk kerja sama Eropa dan Internasional (DAEI) MESR, Bapak Pascal Legendre berkesempatan untuk mempresentasikan global impact analysis dari program Partenariat Hubert Curien (PHC). Pada presentasi tersebut, beliau menunjukkan bahwa jumlah publikasi ilmiah internasional meningkat sebanyak lima kali lipat pada tahun 2005-2015, dan didominasi oleh artikel ilmiah di bidang ilmu sosial dan humaniora. Manfaat atas karir peneliti muda yang terlibat dan pengalaman yang diperoleh selama program PHC juga dinilai sebagai keunggulan program tersebut.


Pemerintah Prancis dengan senang hati dapat bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan menyepakati 10 proyek ambisius yang diperkirakan memiliki manfaat jangka panjang bagi kedua negara. Dengan demikian, keunggulan saintifik Prancis-Indonesia dapat didukung dan ditonjolkan.

Daftar Penerima Pendanaan PHC Nusantara 2024

Peningkatan Kapasitas di bidang Diplomasi Lingkungan

Museum Nasional Sejarah Alam (MNHN) Paris telah menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas diplomat muda se-Asia Tenggara di bidang diplomasi lingkungan selama tiga hari, dengan pendanaan dari Kementerian Transisi Ekologi dan Kohesi Teritorial Prancis (MTECT). Dua peserta asal Indonesia telah diundang untuk mewakili focal point Indonesia untuk CBD berkat dukungan dari Kantor Kerja Sama Sains dan Teknologi IFI. Adapun perwakilannya adalah :

  • Ibu Nuril Fadzillah, Analis Konservasi Kawasan, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK);
  • Ibu Meira Sabila, Analis Kebijakan,Biro Hukum dan Kerja Sama, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Artikel di bawah ini bersumber dari : CHM Prancis untuk Konvensi Keanekaragaman Hayati dan Museum Nasional Sejarah Alam

Museum Nasional Sejarah Alam telah menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas di bidang diplomasi lingkungan pada tanggal 22 sampai dengan 24 Januari 2024 di Kuala Lumpur, Malaysia. Pelatihan selama tiga hari tersebut didanai sepenuhnya oleh Kementerian Transisi Ekologi dan Kohesi Teritorial Prancis dan ditujukan bagi para diplomat muda di Asia Tenggara.

Konteks

Proyek ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pertama yang telah diselenggarakan pada tahun 2021 bagi para diplomat muda wilayah Karibia, bermitra dengan Fondation Caribaea Initiative. Menindaklanjuti respon positif dan minat yang tinggi terhadap pelatihan tersebut, MNHN memutuskan untuk melanjutkan proyek ini dan menyelenggarakan pelatihan di tahun 2024 ini untuk negara-negara Asia Tenggara, masih dalam rangka pendanaan Kementerian Transisi Ekologi dan Kohesi Teritorial Prancis, melalui penyelenggaraan pelatihan. Para diplomat muda yang berasal dari Malaysia, Indonesia, Singapura, Filipina, dan Vietnam diundang untuk mengambil bagian dalam pelatihan tersebut.

Tujuan Pembelajaran

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut bertujuan untuk :

  • Mempelajari sejarah perjanjian-perjanjian multilateral di bidang lingkungan hidup, khususnya Konvensi Keanekaragaman Hayati;
  • Meningkatkan pemahaman tentang alur negosiasi multilateral melalui pelatihan simulasi konferensi sidang yang dirancang semirip mungkin dengan aslinya;
  • Mendorong terciptanya jaringan diplomat muda.

Program Pelatihan

Pelatihan merupakan kombinasi antara  praktik dan teori sekaligus interaksi praktis yang benar. Para pembicara mempresentasikan sejarah perjanjian multilateral terkait lingkungan dan negosiasi dalam Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) beserta protokolnya. Fokus ditekankan pada operasional CBD dan tema kerja sama sains dan teknik, serta peningkatan kapasitas. Kemudian, para peserta diminta untuk membentuk kelompok sesuai negara asal untuk mengembangkan dan mempertahankan posisi negara masing-masing guna berlatih negosiasi multilateral.

Keterlibatan Proyek dalam Mengimplementasikan Sasaran Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montréal

  • Sasaran 20 : Mengembangkan peningkatan kapasitas dan mempromosikan inovasi dan kerja sama teknik dan saintifik, khususnya dalam rangka Kerja Sama Selatan-Selatan, Utara-Selatan, dan Segitiga.
  • Sasaran 21 : Akses pada data terbaik, informasi dan pengetahuan yang tersedia bagi pembuat keputusan, praktisi dan publik.
  • Sasaran 23 : Memastikan kesetaraan gender pada implementasi Kerangka Kerja dengan mendorong partisipasi dan kepemimpinan perempuan.

Pelatihan ini selaras dengan proyek Horizon Europe tentang Konvensi Keanekaragaman Hayati, CO-OP4CBD (2023-2026), yang bertujuan untuk mendukung kerja sama sama saintifik dan teknik, serta mempromosikan keahlian Eropa, khususnya melalui peningkatan kapasitas yang ditujukan bagi komunitas-komunitas ilmiah dan para negosiator melalui penyelenggaraan pelatihan-pelatihan khusus.

Perjalanan penguji disertasi ke Prancis didanai Science et Impact

Prof. Philippe Gérardin, dosen peneliti di Université de Lorraine adalah penerima hibah Science et Impact (S&I). Berkat pendanaan tersebut, beliau dapat mendatangkan mitra Indonesianya, Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah ke Prancis sebagai salah satu penguji sidang disertasi Prabu Satria Sejati, mahasiswa doktor bimbingannya.

Prof. Gérardin merupakan anggota Laboratorium Penelitian Material Kayu (LERMAB), di bawah Université de Lorraine. Prabu Satria Sejati dibimbing Prof. Gérardin sejak 2015, saat itu ia tengah mengerjakan tesisnya tentang furfurilasi pada kayu (contoh: impregnasi dan polimerisasi furfuril alkohol pada kayu guna menyempurnakan sifat-sifatnya). Tesis tersebut merupakan bagian dari program Double Degree Master antara IPB, Université de Lorraine, dan AgroParisTech. Setelah terdaftar sebagai peneliti di Pusat Penelitian Biomaterial, LIPI (sekarang Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk, BRIN) pada tahun 2019, Prabu memutuskan untuk kembali ke Université de Lorraine. Prabu melanjutkan pendidikannya di universitas tersebut pada bulan Desember 2020 dengan menggunakan pendanaan beasiswa doktor dari LERMAB. Kemudian, ia memfokuskan penelitiannya pada produksi bahan termoplastik baru yang berasal dari kayu dan dari bahan-bahan terbarukan untuk selanjutnya dapat menyelesaikan studi doktornya, masih di bawah bimbingan Prof. Gérardin dan Dr. Firmin Obounou Akong.

Kemudian, timbul ide untuk melengkapi komposisi penguji secara strategis dalam rangka sidang disertasi Prabu yang bertajuk “WOODSTIC: direct conversion of WOOD into thermoplaSTIC material by solvent free esterification”. Prof. Gérardin pun memutuskan untuk mendaftar pada program Science et Impact bersama mitra Indonesianya, Prof. Wahyu Dwianto (Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk, BRIN) agar dapat mendatangkan rekan mereka, Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah, Direktur Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk, BRIN, ke Prancis. Proposal mereka menggambarkan obyektif yang memenuhi kriteria seleksi program Science et Impact, sehingga berhasil terpilih bersama 32 proposal lainnya dari total 61 proposal yang diajukan pada dua sesi pendaftaran di tahun 2023. Hibah yang diberikan dapat mendanai perjalanan ilmiah Dr. Abdullah ke Prancis dari 29 November sampai dengan 5 Desember 2023, termasuk menghadiri sidang disertasi Prabu pada 1 Desember.

“Kunjungan Dr. Abdullah merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan yang telah terjalin antara BRIN dan laboratorium di Université de Lorraine sekaligus membangun kerja sama penelitian baru. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengunjungi dan memperkenalkan fasilitas penelitian LERMAB, serta mempresentasikan kegiatan penelitian masing-masing mitra,” ungkap Prof. Philippe Gérardin.

Anda ingin meraih pendanaan untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan kerja sama ilmiah Prancis-Indonesia? Pendaftaran program Science et Impact sesi pertama tahun 2024 telah dibuka. Untuk mendaftar, silakan kunjungi laman berikut ini!

Pembukaan Program Beasiswa France Excellence tingkat Doktor Tahun 2024

Tenggat waktu pendaftaran diperpanjang hingga 29 Maret 2024 Pukul 23.00 WIB

Manfaatkan kesempatan luar biasa ini untuk melanjutkan studi doktor ke Prancis!

Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN – Institut français Indonesia meluncurkan program beasiswa France Excellence tingkat doktor tahun 2024 yang bertujuan untuk memperkuat riset kolaborasi yang tengah berjalan antara kedua negara. Beasiswa tersebut ditujukan kepada para kandidat yang ingin melanjutkan studi doktor di perguruan tinggi Prancis dan/atau mengikuti joint supervision. Pendanaan dapat berupa beasiswa penuh maupun parsial.

  • Beasiswa Penuh: pendanaan studi doktor berdurasi maksimal 36 bulan (3 tahun)
  • Beasiswa Parsial: pendanaan studi doktor berdurasi maksimal 18 bulan secara akumulatif selama 3 tahun.

Untuk mendaftar pada program Beasiswa France Excellence tingkat doktor, silakan mengunduh panduan pendaftaran ini dan mengisi formulir di bawah ini:


Formulir Beasiswa France Excellence S3 sesi 2024

Penawaran Beasiswa Mobilitas Penelitian di Prancis: Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN) – Edisi 2024

Pendaftaran sudah ditutup

Apakah Anda ingin melakukan kolaborasi penelitian dengan Prancis? Mari ikuti program beasiswa Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN) tahun ini.

Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN dan Institut français d’Indonésie meluncurkan program beasiswa Séjour Scientifique de Haut Niveau (SSHN) edisi 2024. Beasiswa SSHN bertujuan untuk memberikan dukungan perjalanan bagi para peneliti Indonesia yang ingin memulai atau menindaklanjuti berbagai proyek kerja sama ilmiah tingkat tinggi antara kedua negara.

Panggilan pendaftaran ini ditujukan bagi mahasiswa S3, peneliti muda maupun peneliti senior yang bekerja di perguruan tinggi atau lembaga penelitian Indonesia dan yang memiliki kerja sama dengan Prancis.

Beasiswa ini terbagi menjadi dua kategori:

  • SSHN peneliti muda (mahasiswa S3 atau peneliti bergelar doktor kurang dari 5 tahun)
  • SSHN peneliti senior (peneliti yang bergelar doktor lebih dari 5 tahun)

Pendanaan mencakup mobilitas peneliti dan biaya hidup selama satu (1) hingga tiga (3) bulan di Prancis. Mobilitas dapat dilaksanakan antara tanggal 1 Mei sampai dengan 31 Desember 2024.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengakses panduan pendaftaran ini.

Untuk mendaftar, silakan mengisi formulir di bawah ini:


Formulir Beasiswa SSHN 2024

Testimoni Penerima Beasiswa SSHN 2023

Previous slide
Next slide

Panggilan Proyek Penelitian : Science et Impact sesi Maret 2024

Sesi Maret 2024: Tenggat pendaftaran diperpanjang hingga 21/02/2024

ʺWujudkan proyek kolaborasi di bidang sains dan teknologi antara Prancis, Indonesia, dan Timor Leste melalui program Science et Impact. Pendaftaran sesi pertama di tahun 2024 telah dibuka! ʺ

Diluncurkan oleh Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, program Science et Impact melengkapi program-program yang telah ada, dengan menyediakan sebuah pendanaan yang fleksibel, reaktif, dan mudah untuk mendukung kerja sama sains dan teknologi. Program ini bertujuan untuk mendukung para aktor Prancis untuk terus melanjutkan proyek kerja sama mereka dengan Indonesia dan Timor Leste, serta mendukung beragam kebutuhan seperti konferensi sains, sidang disertasi, magang, seminar, survei/angket, terjemahan, dll. Hibah ini juga bermaksud untuk memperkuat atau menginisiasi kerja sama yang terjalin antara institusi Prancis dan institusi Indonesia atau Timor Leste.

Visibilitas capaian/luaran (publikasi, hasil penelitian yang konkrit, artikel di jurnal ilmiah) dari setiap proyek yang akan didanai diharapkan dapat mengilustrasikan manfaat yang nyata dari kerja sama sains antara Prancis, Indonesia dan Timor Leste.

Dana yang disediakan untuk setiap proyek maksimal 10.000 euro; pendanaan rata-rata sejak Oktober 2016 adalah sekitar 3.500 euro per proyek.

Bantuan dana ini berupa hibah yang disalurkan kepada sebuah institusi berbadan hukum di Prancis. Sebelum dana ditransfer, penerima wajib membuat surat pernyataan yang menyatakan bahwa pengirim dibebaskan dari biaya transfer. Tidak diperlukan Surat Perjanjian antara Kedutaan Besar Prancis dan lembaga yang bersangkutan karena pendanaan ini bersifat sepihak.

Untuk pendaftaran silahkan isi formulir daring berikut ini :


Formulir Science et Impact sesi Maret 2024

Perhatian 

  • Satu formulir per projek yang akan diterima.
  • Sekali terkirim, formulir tidak dapat diubah atau dibatalkan.

Untuk informasi selengkapnya, silahkan mengunduh Panduan Panggilan Proyek Penelitian Science et Impact Maret 2024

Untuk pertanyaan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Kantor Kerja Sama Sains dan Teknologi di Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN melalui surel projet@ifi-id.com.

Geolog Prancis yang Jatuh Cinta pada Indonesia Mengajak Masyarakat Untuk Berpartisipasi Dalam Penelitiannya

Prof. Franck Lavigne dan Dr. Danang Sri Hadmoko, penerima penghargaan Prix Tremplin untuk Kerja Sama Riset Bilateral – ASEAN dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis, adalah representasi dari jalinan kerja sama ilmiah Prancis-Indonesia. Bagian Kerja Sama Sains dan Teknologi IFI mewawancarai Prof. Lavigne untuk menggali lebih jauh mengenai hal ini…

Sudah 30 tahun Prof. Lavigne menetapkan fokus ilmiahnya pada Indonesia. Geologi dan risiko bencana alam, khususnya erupsi vulkanik dan tsunami, menjadi pusat penelitiannya. Tujuannya adalah menggali peristiwa masa lalu untuk memahami secara lebih baik risiko-risiko bencana alam di masa depan. Namun, ketika pembacaan lanskap geologi menjadi kabur akibat kurangnya data mengenai bencana-bencana alam di masa lalu, bagaimana cara mengatasinya? Terkendala pengumpulan data, stratigrafi – ilmu mendasar untuk memahami suatu wilayah dan mencegah terjadinya bencana di wilayah tersebut – tidak dapat diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia. Dari aksioma ini, Prof. Lavigne mendapatkan ide untuk menggunakan metode yang belum pernah digunakan dalam geologi (i.e. pemetaan stratum superfisial bawah tanah dan rekonstruksi topografi pra-erupsi), yaitu… sains khalayak! Proyek penelitiannya ini bernama INDOPAST (reconstructing INDOnesian landscape evolution using local knowledge: PArticipatory STratigraphy); mencerminkan suatu kemajuan yang mungkin terjadi berkat jalinan kerja sama ilmiah Prancis-Indonesia dan yang membawa tim risetnya menjadi salah satu pemenang Prix Tremplin ASEAN 2023.

Prof. Lavigne menjelaskan…

PROYEK PENELITIAN  

KF: Bagaimana Anda menjelaskan motivasi Anda dalam satu kalimat saja?
FL: Pengetahuan masyarakat lokal merupakan kekayaan ilmiah yang sangat istimewa, tapi sering kali dianggap kurang penting bahkan tidak berharga.

KF: Bisakah Anda ceritakan singkat saja tentang proyek penelitian Anda dan dari mana idenya? 
FL: Masyarakat lokal memiliki pengetahuan besar mengenai sejarah lingkungan wilayah mereka. Dengan mempelajari jejak erupsi gunung Samalas di Lombok pada tahun 1257 dalam stratum tanah (terutama terdeteksi oleh adanya batu apung yang dihasilkan dari fragmen lava yang keluar), saya menyadari bahwa pengetahuan lapangan para penggali sumur dapat mempercepat penelitian saya. Saya kemudian memutuskan untuk memanfaatkan sumber pengetahuan lokal ini dengan cara yang lebih formal, yaitu dengan membuat proyek INDOPAST. Tujuannya adalah untuk merekonstruksi evolusi bentang alam Indonesia dengan mengompensasi kekurangan data geosains melalui pengetahuan lokal terkait penggalian tanah. Berkat penerapan stratigrafi partisipatif, kami berkeinginan untuk menunjukkan dengan menggunakan statistik pendukung bahwa data dari ilmu sosial dapat digunakan untuk melengkapi data geosains. Dengan cara ini, kami juga ingin mendorong munculnya proyek-proyek penelitian lain yang sangat interdisiplin.

SAINS KHALAYAK       

KF: Bagaimana cara Anda menggerakkan sains khalayak di Indonesia?
FL: Masyarakat setempat sangat ingin tahu dan secara spontan termotivasi untuk bekerja sama. Mereka sangat ingin menemukan (kembali) sejarah tempat tinggal mereka dan khususnya, membuat koneksi dengan legenda-legenda mereka. Ini adalah pertukaran dua arah karena informasi geologis yang dikumpulkan juga dapat membantu para penggali sumur dalam pekerjaan mereka, dan kadang-kadang bahkan memberikan mereka peringatan tentang zona-zona yang berisiko mengalami bencana alam.


KF:
Kesan apa yang Anda dapatkan dari metodologi baru ini tentang masyarakat lokal?
FL: Mayoritas masyarakat lokal telah mendapatkan informasi mengenai risiko bencana alam, terutama erupsi gunung berapi atau tsunami, yang ada di sekitar tempat tinggal mereka, tapi ini tidak berlaku untuk semua. Jadi, ada pekerjaan tidak terlihat mengenai penyebaran informasi risiko bencana.


KF:
Bagaimana mengatur bias terkait metode partisipatif ini?
FL: Bias dari penerapan metode partisipatif ini mungkin lebih besar daripada kajian-kajian lainnya. Itu sebabnya kami harus memeriksa tingkat pengetahuan penduduk setempat mengenai stratigrafi dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka tentang area-area yang sudah kami gali. Lalu, kami melakukan analisis statistik. Kami sudah melihat bahwa pengetahuan mereka tentang jenis substrat dan kedalaman cukup akurat. Perlu dicatat juga bahwa proyek penelitian ini tidak 100% menggunakan sains khalayak sebab kami juga mengumpulkan data secara mandiri.

KERJA SAMA INDONESIA-PRANCIS    

KF: Apakah INDOPAST dapat dijadikan contoh untuk mendorong kerja sama Prancis-Indonesia ke skala yang berbeda?
FL: Meskipun sains khalayak banyak digunakan di bidang-bidang ilmiah lain dan di negara-negara lain, ia tidak terlalu dikenal dan dihargai di Indonesia, terlepas dari potensinya. Ada juga perdebatan tentang efektivitas sains khalayak di antara para peneliti ilmu pasti. Oleh karena itu, idenya adalah untuk menunjukkan bahwa kita dapat mengandalkan metode ini lebih dari yang kita duga, dan untuk menghargai pertukaran yang terjadi. Selain itu, karena metode ini tidak memerlukan pendanaan yang besar, akan mudah untuk mereplikasinya di seluruh wilayah Indonesia.


KF:
Menurut Anda, manfaat apa saja yang bisa kita dapatkan dari kerja sama ilmiah Prancis-Indonesia untuk memajukan penelitian?
FL: Indonesia adalah sebuah laboratorium yang unik: negara ini memiliki gunung berapi terbanyak, termasuk erupsi-erupsi paling mengesankan sepanjang sejarah (Samalas, 1257; Tambora, 1815; dll.), serta tsunami yang paling banyak dan terbesar yang dapat diamati (Aceh, 2004). Para peneliti yang terpikat dengan bidang-bidang ini, seperti saya, sangat mudah tertarik ke sini. Ada enam mahasiswa PhD dari UGM yang pernah mengerjakan disertasi di laboratorium saya, termasuk mitra saya dalam proyek penelitian ini, Dr. Danang Sri Hadmoko. Oleh karenanya, relasi penelitian Prancis-Indonesia untuk topik-topik ini sangat kuat dan berlangsung lama, sebagaimana dibuktikan lewat puluhan publikasi ilmiah internasional bersama. Hal ini bagus untuk memajukan pengetahuan ilmiah.

PRIX TREMPLIN ASEAN 2023 


KF:
Anda telah berpartisipasi dalam Prix Tremplin dan memenangkannya, apa saja kesan-kesan Anda?

FL: Prix Tremplin adalah sebuah pengakuan yang nyata dan tentu saja bantuan keuangan yang sangat signifikan. Saya tidak menyadari besarnya manfaat yang akan kami dapatkan dengan bekerja bersama Dr. Danang Sri Hadmoko berkat eksposur media dari para peneliti, kerja-kerja mereka dan Indonesia. Beberapa tahun yang lalu, kami menerima dana dari Science & Impact untuk sebuah proyek penelitian di Bali. Jadi, hal ini terjadi masih dalam kaitan yang sama dan sebagiannya dari sini ketika kami menyadari bahwa kami sekali lagi memiliki kualitas tersebut. Secara wajar kami mendaftarkan diri untuk mengikuti Prix Tremplin. Kami juga merasa senang kerja sama kami yang erat dan mengakar dengan mitra-mitra Indonesia, dalam hal ini UGM, akhirnya mendapatkan pengakuan.

PROGRAM SCIENCE & IMPACT         


KF: Apa yang bisa Anda ceritakan tentang partisipasi Anda dalam program Science & Impact?

FL: Menurut saya, Science & Impact adalah sebuah inisiatif yang sangat luar biasa. Pendanaan penelitian biasanya diberikan atas dasar makna karya ilmiah itu sendiri. Keunikan Science & Impact adalah program ini secara khusus menekankan pentingnya dampak penelitian (meskipun disebutkan dalam program-program sejenis, tapi tidak seeksplisit di sini). Memang benar proyek-proyek penelitian kecil dapat juga memiliki dampak yang besar seperti yang telah kami buktikan lewat INDOPAST.

TUJUAN BESAR DARI PROYEK INDOPAST

KF: Harapan Anda, ke mana metode baru ini dapat membawa kajian geologi di Indonesia?
FL: Saya telah menghabiskan sebagian besar karier saya untuk menggali pengetahuan mengenai risiko-risiko bencana di masa sekarang, tapi pada akhirnya kita kekurangan data mengenai masa lalu. Selama 10 tahun terakhir, saya memfokuskan diri untuk meneliti tentang bencana-bencana alam besar dalam sejarah Indonesia, yang terbukti sangat membantu dalam memprediksi bencana di masa depan. Sejarah letusan gunung-gunung berapi Indonesia, tidak termasuk gunung berapi “terkenal” seperti Merapi, masih sangat sedikit diketahui. Namun, risikonya nyata pada gunung-gunung berapi yang sedang tidur selama berabad-abad. Letusan mereka bisa sangat serius ketika erupsi akhirnya terjadi. Jadi, saya berpikir, penting untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang ritme letusan untuk mempersiapkan mitigasi dengan lebih baik.

Saya juga berkesempatan bertemu dengan beberapa arkeolog Bali. Secara umum, mereka sangat tertarik dengan informasi dari studi-studi yang saya lakukan dan sebaliknya, saya juga sangat tertarik dengan temuan-temuan dari hasil riset-riset mereka. Kerja sama antara para peneliti geografi fisik Prancis dan peneliti arkeologi Indonesia (i.e. geo-arkeologi) bisa sangat simbiosis dan karenanya, serta bisa menghasilkan pengetahuan yang lebih baik untuk memajukan analisis mengenai risiko-risiko bencana alam di kawasan yang kita pijak.

Oleh karena itu, manfaat kerja sama ilmiah Prancis-Indonesia tidak berhenti sampai di sini!

Anda telah melihat bahwa guna membantu para peneliti dalam riset-riset Prancis-Indonesia mereka, Bagian Kerja Sama Sains dan Teknologi IFI membuka pintu kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai program dan beasiswa, seperti PHC Nusantara, SSHN atau bahkan Science & Impact. Program Science & Impact telah membantu Prof. Franck Lavigne dan salah satu mahasiswa doktoralnya untuk merealisasikan sebagian dari penelitian geomorfologi mereka. Kami merasa sangat bangga, program Science & Impact telah dapat berkontribusi membangun terobosan ilmiah bilateral ini yang dianugerahi Prix Tremplin ASEAN.

Jangan ragu untuk berpartisipasi dalam program-program kami, menginformasikannya kepada orang-orang sekitar Anda dan membagikan tautan ini: https://www.ifi-id.com/panggilan-proyek-penelitian/#/

IRD-UGM-UBO Selenggarakan Sekolah Musim Panas Tingkat Lanjut untuk bidang Geosains di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Sekolah musim panas bertajuk “Peningkatan Kapasitas di bidang Petrologi dan Geokimia bagi Peneliti Geosains (GEOPERFECT-1)” telah diselenggarakan pada tanggal 16-25 Oktober 2023 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Acara ini melengkapi berbagai tema yang diusung oleh International Joint Laboratory Indonesian Subduction and Associated Risks (LMI SIR).

Program yang diprakarsai oleh Prof. Danang Sri Hadmoko, Dekan Fakultas Geografi UGM dan Dr. Jean-Luc Le Pennec, Kepala Perwakilan IRD di Jakarta, telah menerima pendanaan dari Kantor Kerja Sama dan Kebudayaan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia (SCAC) melalui program Science & Impact. Berkat pendanaan tersebut, program ini dapat menghadirkan Prof. Gilles Chazot, profesor di Universitas de Bretagne Occidentale (UBO) sekaligus peneliti di UMR Géo-Océan, IUEM Plouzané yang berlokasi di dekat kota Brest.

Prof. Chazot memberikan materi pada seri kuliah umum dan seminar yang diikuti oleh para mahasiswa jurusan geografi, matematika, ilmu pengetahuan alam dan teknik UGM, khususnya yang terkait dengan bidang magmatisme – geodinamika, magmatisme alkali, vulkanisme bawah laut, dan lain-lain. Di samping itu, Prof. Chazot juga berkesempatan mengunjungi Observatorium Gunung Merapi di Yogyakarta sekaligus berdiskusi dengan Dr. Agus Budi Santoso, Kepala BPPTKG beserta stafnya. Terakhir, Prof. Chazot juga berdiskusi dengan Prof. Danang dan tim, seputar peluang untuk mengembangkan proyek penelitian baru dengan UGM.

Publikasi acara seminar dalam rangka sekolah musim panas “GEOPERFECT-1” di UGM pada 23 Oktober 2023 (didesain oleh UGM) © IRD – UGM
Di tengah, dari kiri ke kanan, Prof. Eko Haryono dan Djati Mardiatno (dosen geomorfologi), Prof. Gilles Chazot (profesor di UBO Brest, Prancis), Indranova Suhendro (dosen geomorfologi) setelah acara seminar sekolah musim panas di UGM Yogyakarta.

Artikel ini bersumber dari: https://www.ird.fr/une-ecole-dete-de-perfectionnement-en-geosciences-portee-par-lird-ugm-ubo-sest-tenue-luniversite 

“Make Our Planet Great Again”: Lampu Hijau untuk Mendaftarkan Diri Anda

Apakah Anda seorang peneliti muda dan ingin mencari beasiswa untuk penelitian di Prancis ? Program Make Our Planet Great Again (MOPGA) barangkali tepat untuk Anda.

Pendaftaran edisi ketujuh program MOPGA baru saja dibuka. Sebanyak 40 peneliti muda dapat meraih beasiswa ini untuk melakukan penelitian selama 1 tahun di Prancis.

Tentu saja, Prancis berupaya untuk menanggulangi dampak perubahan iklim sekaligus menjaga semangat global yang tertuang pada Perjanjian Paris. Oleh karena itu, program MOPGA diluncurkan untuk memperkuat kontribusi sains dalam menyelesaikan berbagai tantangan perubahan iklim yang diusung dalam COP. Program beasiswa ini didanai oleh oleh Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis (MEAE) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset Prancis (MESR) namun pelaksanaannya dilakukan oleh Campus France.

Kriteria Penerima Beasiswa

  • Bergelar Doktor kurang dari 5 tahun pada saat penyerahan berkas aplikasi, artinya telah melaksanakan sidang disertasi antara Januari 2019 dan Januari 2024;
  • Tidak berkewarganegaraan Prancis;
  • Tidak sedang berada di Prancis selama lebih dari 90 hari antara tanggal 9 Oktober 2023 dan 9 Januari 2024.

Bidang penelitian

  • Ilmu kebumian;
  • Ilmu-ilmu tentang perubahan iklim dan solusi berkelanjutan;
  • Transisi energi;
  • Tantangan sosial seputar isu lingkungan;
  • Kesehatan manusia, hewan dan lingkungan yang merujuk pada konsep “One Health”.

Beasiswa

Sekurangnya ada 40 beasiswa akan diberikan selama 12 bulan terhitung mulai dari bulan September 2024. Hosting agreement atau convention d’accueil akan diterbitkan oleh pihak perguruan tinggi atau laboratorium di Prancis dan akan ditandatangani oleh penerima beasiswa.

Cakupan beasiswa:

  • Tunjangan bulanan sebesar 2500 euros
  • Dana kedatangan sebesar 500 euros
  • Jaminan kesehatan dan asuransi tambahan

Kalender Pendaftaran

  • Tenggat waktu pendaftaran: 16 Januari 2024
  • Pengumuman: Akhir Juni 2024
  • Kedatangan dan awal program dimulai antara bulan September 2024 dan Desember 2024 atau setelahnya

Temukan informasi selengkapnya terkait prosedur pendaftaran pada laman berikut ini.

Untuk pendaftaran, silakan mengunjungi laman pendaftaran.