.

Sampai jumpa dan terima kasih untuk semuanya !

Setelah empat tahun yang luar biasa sebagai direktur Institut Français di Surabaya, kini saatnya saya kembali ke Prancis, bertugas di Kementerian Kebudayaan dan Komunikasi. Selama periode ini dan meskipun dalam masa pandemi, setiap tahunnya, 1.200 siswa belajar atau meningkatkan pengetahuan dalam berbahasa Prancis bersama tim pengajar kami yang handal. Lima ratus pemuda-pemudi Indonesia mengikuti ujian bahasa Prancis DELF-DALF di Surabaya, di Jawa Timur, dan Sulawesi.

Kami telah mengintensifkan kegiatan-kegiatan dengan mitra akademik kami, khususnya dari PPPK Petra, UK Petra, ITS, UNAIR, Universitas Brawijaya, Polinema Malang, UNHAS Makassar, dan UNIPDU Jombang, sementara setiap tahun ada 30 mahasiswa-mahasiswi Indonesia dalam wilayah administratif kami, berangkat untuk melanjutkan studinya di Prancis. Kami telah memperluas koleksi perpustakaan media dengan menghadirkan komik, buku-buku ilustrasi dan pop-up, serta mengadakan dua lokakarya kreatif setiap bulannya.

Bersama para mitra kerja Indonesia, kami juga berbagi momen kebudayaan yang indah, yang diselenggarakan di Surabaya, dengan mitra bersejarah seperti House of Sampoerna, Ciputra Hall, Hotel Majapahit, juga dengan mitra baru seperti galeri seni n0lkecil. Kami juga menjelajahi wilayah baru, di Makassar, Sumanep, Malang hingga Bromo. Kami mengundang audiens baru : anak sekolah, anak yatim piatu, anak jalanan, orang tua dari panti werdha maupun para pengungsi, semua berkat dukungan instansi pelayanan publik dan LSM.

Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua proyek kerjasama dan kenangan indah ini. Saya juga mengucapkan selamat datang dan semoga semakin banyak lagi proyek kerjasama indah, yang akan diselenggarakan oleh kawan-kawan Indonesia bersama Sandra Vivier, yang saat ini menjabat sebagai direktur Alliance Française di Shenzhen, yang akan menggantikan saya.

Benoit Bavouset

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter