.

Rekonfigurasi Islam Abad ke-17 di Nusantara: Menyoal Kembali Ortodoksi

26 Februari 2020 | 17.30 | IFI Thamrin
Gratis | Reservasi: 
Eventbrite

 

Pada abad ke-15 dan ke-16, Islam berkembang dengan pesat di kawasan Nusantara (Asia Tenggara Maritim).

Pada akhir abad ke-16, sebagai dampak dari perluasan kesultanan yang berlangsung cepat serta hubungan antar samudra yang semakin erat dengan dunia Muslim lainnya, perubahan yang signifikan terjadi di kawasan ini. Pada masa itu, pemikiran Islam di Asia Tenggara, yang mencakup risalah politik dan hukum mengenai laut dan kedaulatan, mencerminkan penerimaan dinamis dari teks modern awal dan gagasan dari mancanegara. Hubungan dengan wilayah kekuasaan Imperium Usmani dan Mughal telah memperkuat susunan Islam Sunni di kawasan ini yang sebelumnya dianggap sebagai sesuatu yang tidak pasti. Perpecahan politik di Aceh yang terjadi setelah wafatnya penguasa dan pelindung sufisme filosofis, Sultan Iskandar Muda (1607-1636) telah mempengaruhi ranah sosial dan agama di kawasan Nusantara sepanjang tahun 1630 dan 1640.

Menanggapi kebingungan pada masyarakat luas dan pentingnya mendefinisikan pemurtadan, telah dilakukan usaha-usaha untuk menyimpulkan suatu bentuk ortodoksi Sunni, yang pada gilirannya akan menjadi inspirasi bagi identitas keislaman di dunia Melayu. Kaum intelektual Asia Tenggara, penguasa serta para kalangan terpelajar dengan spontan telah membawa otoritas keagamaan khususnya di jazirah Arab-Usmani ke dalam ruang perdebatan ini. Otoritas keagamaan tersebut sebagian besar berada di tangan penduduk asing (non-Arabia atau al-Mujawirun) dan memberikan suatu penafsiran ulang pada teks yang mengangkat—menyerupai pemikiran Aristoteles “Golden Mean”—pemikiran Islam jalan tengah.

Dengan latar belakang ini, maka presentasi ini bertujuan untuk memberikan sebuah pencerahan baru mengenai dimensi global Islam di wilayah Nusantara pada abad ke-17. 

 

Pembicara

Zacky Khairul Umam mempelajari budaya Islam dan Timur Tengah pramodern dan kontemporer di Jakarta, Canberra dan Istanbul sebelum pindah ke Berlin sebagai doktor di Berlin Graduate School of Muslim Cultures and Societies, Free University of Berlin. Saat ini penelitiannya berfokus pada sejarah kebudayaan dan intelektual Islam pramodern, termasuk Kesultanan Utsmaniyah dan Asia Tenggara. Pemikirannya sejak awal menempuh pendidikan tinggi telah diterbitkan di bebagai media ternama di Indonesia. Zacky Khairul Umam adalah peneliti tamu di Ecole Française d’Extrême-Orient Jakarta dan anggota Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities, Universitas Indonesia.


Jika Anda melewati salah satu seminar dari seri Hommes, Territoires,Sociétés, Anda dapat menontonnya di Kanal Youtube kami.

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter