d

Bandung - Auditorium

Sejak berdiri 45 tahun yang lalu, Centre Culturel Français atau yang kini lebih dikenal dengan nama Insitut Français Indonesia telah menjadi poros penting dalam pergerakan dinamika seni dan Budaya kreatif di Bandung dan Indonesia.

Banyak sekali nama-nama besar di bidang seni rupa, musik, seni pertunjukan, Budaya, bahkan akademik dari berbagai generais yang memulai karir nya dari ruang auditorium yang terletak di jantung kota Bandung ini. Nama-nama populer di dunia seni seperti Tisna Sanjaya, Marintan Sirait, dan para seniman dari generasinya telah menjadi kawan lama bagi ruang seni ini, bahkan seniman-seniman populer hari ini seperti Tulus dan Yura pun mengawali karir mereka dari auditorium ini.

Sampai saat ini, auditorium Institut Français Indonesia masih menjadi pilihan utama bagi insan kreatif di Bandung, terlihat dari tingginya tingkat okupansi setiap minggu nya dan dari varian kegiatan yang dapat digelar, mulai dari diskusi mahasiswa hingga konser band-band besar.

Setelah 2 kali mengalami renovasi besar, auditorium Institut Français Indonesia di Bandung akan mengalami peremajaan yang signifikan, dengan wajah dan performa baru yang siap untuk meningkatkan kualitas kegiatan kebudayaan di kota Bandung.

Wajah baru, semangat yang sama

Karakteristik dan tatanan akustik yang sangat memadai menjadi point forte atau daya tarik utama dari auditorium IFI Bandung, pengguna dapat menggelar konser recital piano, gitar klasik, bahkan paduan suara dan teater tanpa perlu menggunakan amplifikasi tambahan dengan tetap mengutamakan kenyamanan suara bagi penonton. Hal tersebut tentu saja harus tetap dipertahankan sebagai core value dari ruangan pertunjukan ini sendiri.

Auditorium akan direnovasi secara tampilan, dengan memperbaharui lapisan kayu, dinding, panggung, hingga kursi penonton, tanpa merubah jati diri ruang pertunjukan ini dari segi tatanan akustik.

Mediasi Digital

Selain peremajaan dalam hal bangunan, auditorium IFI Bandung pada fitrahnya dirancang sebagai gedung pertunjukan dan sinema, akan mengalami digitalisasi yang signifikan dari segi peralatan penunjang.

Tata suara, proyektor gambar, hingga console dan tata cahaya, yang menjadi fasilitas operacional gedung akan mengalami digitalasi, dengan dukungan dari Institut Français de Paris dan Centre National de Cinema (CNC) yang memberikan dana untuk proyek digitalisasi tersebut.

Menjadikan Auditorium IFI Bandung sebagai ruang pertama di kota Bandung yang memiliki standar internasional gedung pertunjukan dengan skala kapasitas dibawah 500 orang.

Thanks!

Your subscription

has been succesfully recorded.