Sains dan Teknologi

Pembentukan International Association for Pattern Recognition (IAPR) Indonesia

5 Oktober 2017

Institut Français Indonesia

 

Institut Prancis di Indonesia (IFI) menjadi tuan rumah pembentukan International Association for Pattern Recognition (IAPR) Indonesia pada Kamis, 5 Oktober 2017. Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh lembaga-lembaga riset penting, di antaranya Kementerian RISTEK DIKTI, BPPT, BINUS, UI, ITB, UNPAD, dan KALBIS Institute.

 

Rektor Universitas La Rochelle, Prof. Jean-Marc Ogier, pada tanggal 22 Agustus lalu telah datang ke Jakarta untuk menawarkan kepada rekanan-rekanan Indonesia untuk bergabung dalam inisiatif internasional yang diikuti oleh 49 negara anggota dan lebih dari 45 ribu peneliti yang tersebar di seluruh dunia. Pada acara peluncuran IAPR Indonesia kemarin, Prof. Jean-Marc Ogier turut bergabung melalui konferensi jarak jauh bersama Prof. Luc Brun, profesor teknik informatika dari Ecole Nationale Supérieur d’Ingénieur (ENSI) Caen. Keduanya merupakan satu-satunya peneliti Prancis yang tergabung dalam IAPR (www.iapr.org). Mereka berhasil meyakinkan IAPR untuk memasukkan Indonesia ke dalam keanggotaannya, pertama kali sejak pembentukannya pada 1978. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi negara ke-50 yang bergabung dengan IAPR pada 2018 nanti.

 

Pengurus IAPR Indonesia adalah Dr. Anto Satriyo Nugroho dari BPPT sebagai presiden, kemudian Harci Leslie Hendric Spits Warnars, Ph.D dari Universitas BINUS sebagai wakil presiden, dan Dr. Suryadiputra Liawatimena dari Universitas BINUS sebagai sekretaris jenderal. Tugas pertama para pengurus adalah menyerahkan berkas pendaftaran IAPR Indonesia pada tanggal 10 Desember 2017 ke kantor IAPR Prancis sebagai negara yang mensponsori Indonesia untuk menjadi anggota IAPR pada 2018.

 

Untuk tahun pertamanya, IFI memberikan kontribusi finansial berupa biaya pendaftaran sebagai lambang persahabatan dan kerja sama Prancis-Indonesia. Ada lebih dari 200 peneliti Indonesia yang menjadi anggota IAPR Indonesia dan mereka dapat bergabung dengan salah satu atau beberapa Komite Teknis IAPR (misalnya, Big Data, Neural Networks, Artificial Intelligence, atau Computational Forensics) guna mempromosikan aksi saintifik dan teknologi Indonesia di kancah internasional. Sebuah seminar Prancis-Indonesia pada tahun depan akan menguatkan pertukaran kedua negara di bidang sains dan teknologi. Seluruh peneliti dan mahasiswa Indonesia yang ingin bergabung dengan asosiasi ini dapat mendaftar secara gratis.