FAQ NUSANTARA


Secara administrasi

1. Apakah itu?

Kementerian Luar Negeri Prancis dan Eropa (MEAE) memahami perkiraan adanya biaya tambahan  pada kerjasama Internasional. Demikian pula  dalam bidang penelitian, program Hubert Curien (PHC)  telah berkontribusi pada proyek proyek penelitian (berlangsung pada umumnya selama 2 tahun)  dengan memberi sarana tambahan terutama dalam hal mobilitas.  Program bilateral ini adalahi program milik bersama dengan negara lain yang berbagi biaya pengeluaran. Ketentuan atas modalitas program ini bergantung kepada negara mitra. Program PHC di Indonesia adalah NUSANTARA dan sudah terjalin dengan KEMRISTEKDIKTI (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia).

2. Siapa yang mengelola program?

Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dibawah MEAE adalahkoordinator program untuk negara Prancis dan mitranya adalah KEMRISTEKDIKTI. Di Prancis proses evaluasi merupakan tanggung jawab Kementerian Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Inovasi (MESRI),  sedangkan pengelolaan program (komunikasi, sarana pengajuan lewat on line, informasi kepada para kandidat, pengelolaan keuangan adalah wewenang Campus France. MESRI akan bertindak sebagai mitra pasif dalam program ini.

3. Siapa yang dapat mengajukan proposal sebuah proyek?

 Semua orang  baik individu ataupun kelompok berbadan hukum yang bekerjasama dengan individu  ataupun kelompok berbadan hukum  lain dapat mengajukan proposal untuk didukung  oleh Nusantara. Demikian juga dengan NGO, perusahaan (tanpa memandang kriteria kegiatan dan besar kecilnya), pusat  pusat penelitian, Universitas dan partikelir  yang memenuhi persyaratan. Namun persyaratan yang lebih ketat dapat diterapkan kepada pihak Indonesia sesuai dengan edisi NUSANTARA.               

4. Tahapan-tahapan penting apa saja yang harus diketahui?

Setelah mitra atau para mitra diidentifikasi diketahui berdasarkan identitas mereka ( yang satu unit Indonesia dan yang lain unit Prancis) maka sebuah dokumen tunggal (dalam bentuk templet 2 atau 3 halaman yang dapat dilihat secara on line) akan diserahkan lewat Campus France oleh kandidat  Prancis dan kandidat Indonesia langsung menyerahkannya ke RISTEKDIKTI . Setiap negara akan melakukan evaluasi masing masing dan sebuah komite 2 negara akan bertemu untuk mencapai kesepakatan mengenai proyek yang akan didukung bersama. Hal ini  untuk memastikan bahwa sebuah proyek membawa kepentingan setiap pihak yang memberikan dukungan finansial.

5. Bagaimana tingkat keberhasilan rata rata PHC Nusantara?

Pada edisi 2008, 2010 dab 2012, tingkat keberhasilannya adalah kira kira 30%. Pada tahun 2016 turun sampai 20% dan setelahnya stabil. Tekad Komite perpilotan program Nusantara ini adalah mencoba untuk tetap di tingkat 20%, selektif tanpa harus berkecil hati.

6. Bagaimana  format dokumen para kandidat?

Sebuah  formulir  type tersedia on line dan menjabarkan secara umum identifikasi konteks, problematik, metodologi pendekatan, wacana,  keahlian para peserta, sinergi antara peserta, manfaat yang diharapkan, metode  penilaian. Dokumen ini dapat diunduh lewat  applikasi Campus France. Pihak Indonesia juga akan menyediakan dokumen dengan format spesifik pada setiap edisi NUSANTARA.

7. Bagaimana  proses pengumuman hasil akhir?

Para kandidat Prancis akan menerima pesan nominatif dari Campus France yang menjelaskan bagi  proyek yang berhasil lolos, pengaturan  serta cara implementasi finansial.

 

D Dari sudut Ilmiah

1. Apakah kriteria seleksi bagi proyek - proyek ini?

      Yang pertama adalah memenuhi persyaratan ganda dari seleksi   Prancis (klasemen A atau A+) dan Indonesia (pertama dari sepertiga proposal).Kemudian ada ada pertemuan tertutup di komisi bilateral apabila terdapat banyak proyek yang memuaskan yang  memenuhi kreteria dan yang sejalan dengan pendanaan yang tersedia. Dengan demikan sebuah proyek yang bagus dapat saja tidak dibiayai karena harus masuk dalam kompetisi yang ketat melawan proyek proyek bagus  lainnya.

2. Faktor apa saja yang dianggap penting dalam penilaian?

Keunggulan ilmiah, dilibatkannya para peneliti muda (mahasiswa dari Master 2 sampai post graduate), akurasi  para mitra,  konsorsium yang saling melengkapi dan juga dampak proyek tersebut merupakan nilai utama dalam evaluasi.

3. Apakah ada keseimbangan dalam kriteria penilaian?

Partisipasi kaum muda (mahasiswa, doktorat, post graduate) adalah kriteria yang sangat penting dalam seleksi proyek demikian pula dengan penerapan kerja penelitian (penempatannya dalam sebuah konteks sosio ekonomi dan lingkungan sekitar). Hal ini tidak mengurangi pentingnya data ilmiah nya yang akurat yang harus dimiliki oleh proyek proyek tersebut karena pada dasarnya proyek ini adalah proyek penelitian.

4. Bagaimana cara menilai pekerjaan dalam proyek?

Semua masalah yang berkaitan dengan hak kekayaan intelektual adalah  hal yang mendapat perhatian  penting. Hak kekayaan Intelektual dengan jelas harus menjadi perhatian konsorsium yang akan mengangkat semua masalah berkaitan dengan hal tersebut. Bilamana tidak maka beresiko dikesampingkan karena dianggap tidak sempurna. Harus dicari sebuah keseimbangan untuk melindungi kepentingan setiap pihak.

5. Apakah proyek ini memungkinkan pengorbitan kompetensi salah satu dari dua kandidat ?

Tidak. Secara umum selain hak kekayaan  Intelektual,  komplemen taritas konsorsium harus nyata dan semua proyek yang telalu asimetris tidak dapat diloloskan karena tidak menghargai kepentingan bersama kedua negara pendukung. Kontribusi setiap pihak dalam bentuk apapun harus seimbang dalam neraca (tenaga manusia, keuangan, teknik, lingkungan, sosial ….)

      

Dari segi finansial

1. Bantuan finansial seperti apa yang  dapat saya terima?

Peraturannya tidak  kaku karena filosofi program ini adalah  menyelaraskan lewat  diskusi menuju sebuah kesepakatan bersama yang dapat berubah sesuai dengan negara dan tahun pekerjaan .Seperti contohnya untuk Edisi Nusantara 2019, Prancis membiayai selama 2 tahun biaya perjalanan. Indonesia mendukungi selama 1 tahun mobilitas jangka panjang (3 bulan ) untuk berangkat ke Prancis dan membiayai selama 3 tahun proyek penelitian dengan anggaran tambahan khusus  (peralatan, analisis, bahan habis pakai….).

2. Berapa jumlahnya?

Dana yang disetujui adalah  100 k€ untuk setiap proyek selama 3 tahun. Jumlah ini indikatif dan dapat berubah dari satu edisi ke edisi lain.

3. Apakah saya bisa mendapatkan beberapa proyek yang dibiayai Nusantara?

- Tujuan dari Nusantara yang utama adalah membuka kerjasama baru. Hal ini memungkinkan agar para team membangun struktur mereka sehingga pada akhirnya menjadi kandidat dalam penelitian yang dibiayai. Dengan demikian Nusantara dapat dipandang sebagai  tempat pijakan untuk strukturasi team dan proyek tematik.

- Meskipun demikan, Nusantara memungkinkan bagi  team internasional yang sudah berada ditempat untuk memperkuat dan meneruskan kegiatan bersama mereka. Dengan demikian, mengajukan sebuah proyek baru walaupun sudah pernah terpilih adalah suatu hal yang dimungkinkan. 

4. Apakah saya dapat mengajukan kepada Nusantara sebuah proyek yang sebagian sudah didanai?

Tentu saja, sebuah proyek dapat dinilai dengan lebih baik lagi jika proyek ini dapat menunjukan visi global para kandidatnya  dan keselarasan akan kebutuhan dan sarana. Nusantara dapat memenuhi dari segi mobilitas, pihak lain bertanggung jawab atas gaji sedangkan pihak terakhir akan membiayai penelitian (peralatan, bahan yang habis dipakai…) misalnya.

5. Apakah saya dapat menyerahkan kepada Komite bilateral untuk memilih support yang akan diberikan kepada proyek saya?

Sebenarnya Komite 2 negara akan menetapkan pada tahapan terakhir sarana yang akan diberikan kepada setiap  proyek yang lolos dan  berdasarkan pendanaan yang tersedia. Namun adalah kewajiban setiap kandidat untuk merinci  semua sarana yang diharapkan yang dapat membuat proyeknya berjalan dengan baik. Hal ini berkontribusi pada kredibilitas proyek tersebut (keselaran sarana / spirit kerja).

6. Apakah saya dapat meninjau kembali setelah lolos pembagian dana yang dialokasikan untuk proyek saya?

Bilamana proyek tersebut sudah lolos dan ketentuan mengenai bantuan pendanaan sudah diinformasikan (beasiswa jangka panjang atau pendek, jumlah  penerima beasiswa, pendanaan penelitian…), maka dimungkinkan untuk meninjau kembali  siapa penerima beasiswa atau dana mana yang dapat  digunakan sesuai dengan kebutuhan proyek dan waktu yang tersedia bagi para peneliti.

7. Dana yang sudah diberikan dapat digunakan untuk berapa lama ?

Dana diberikan secara tahunan dan dipergunakan dalam tahun yang sama  sampai sebelum akhir bulan November setiap tahunnya. Hal ini untuk memungkinkan restitusi ilmiah dan pendanaan proyek, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Nusantara.

 8. Bagaimana menggunakan beasiswa dengan mobilitas pendek ?

Dana beasiswa  berkaitan dengan sebuah misi. Dana ini dipergunakan untuk membayar  per diem dan biaya transport. Lamanya sebuah misi adalah sesuai.

9. Apakah ada hal hal lain yang tidak akan dijelaskan semenjak diumumkannya panggilan untuk proyek ini ?

Nusantara merupakan sebuah program baru dan berkiprah dalam konteks multibudaya. Pengadaptasian adalah hal yang selalu mungkin dan  modalitas (keuangan, prosedur, kriteria seleksi…) dapat berubah pada  waktu panggilan proyek tanpa dapat diduga sebelumnya oleh pihak penyelenggara.

 


PARTNER