Budaya

Simon Ghraichy mempesona para pengungsi di Kamp Puspa Agro

Dalam kesempatan tour nasional yang diselanggarakan oleh IFI, pianis Simon Ghraichy telah mempersembahkan sebuah konser pada Senin 9 Mei pukul 15.30 WIB di Sidoarjo di dalam kompleks Puspa Agro yang menampung sebuah kamp pengungsi yang dikelola oleh Organisasi Internasional untuk Migran (OIM – lembaga antar pemerintah dari PBB).


150 warga negara afganistan, pakistan, iran, irak, birma, palestina dan sudan menghadiri acara ini yang diselenggarakan di bawah kanopi di halaman tengah bangunan.  Simon Ghraichy menampilkan pertunjukan yang memukau antara repertoar Eropa klasik (Litz, Schumann, Beethoven, Albeniz, Alkan) dan repertoar dunia baru (Lecuona, Chilly Gonzales, Ariel Ramirez).


Acara ini telah diselenggarakan dalam kerjasama antara IOM dan IFI Surabaya, sebagai bentuk keberlanjutan kegiatan yang sudah dilaksanakan antara kedua institusi ini (diskusi saat Nuit des Idées, Festival Film Internasional tentang migran) dan kursus bahasa prancis oleh IFI Surabaya untuk 12 orang pengungsi. Sekelompok relawan berpartisipasi dalam penyelenggaraan acara (logistik, publikasi, persiapan cemilan Timur Tengah yang disajikan setelah konser).


Penampilan pertama oleh Mohammad Zaki Masumi, seorang pengungsi dari afganistan, memainkan seruling tradisional. Selanjutnya penampilan Simon Ghraichy disambut dengan meriah oleh para penonton yang hadir yang juga tersentuh oleh momen berbagi ini. Hal ini memungkinkan memberikan akses yang lebih mudah kepada publik yang tersisihkan terhadap budaya kontemporer. Bintang muda piano yang sedang naik daun, Simon Ghraichy merasa senang mendapatkan pengalaman ini untuk tour pertamanya di Asia. Selama momen berbagi dan makan malam ini, Simon Ghraichy yang merupakan keturunan libanon-meksiko berbagi dengan pengungsi lain tentang pengalaman pribadinya sebagai pengungsi selama perang di Libanon.



Share:

PARTNER