Budaya

5.000 pengunjung datang ke pameran Jeune Création !

Rekor terpecahkan! Dengan 5.000 pengunjung pada pameran fotografi Erell Hemmer dan Remi Decoster berhasil mendobrak rekor pengunjung terbanyak untuk pameran seni visual yang diadakan oleh Institut Prancis semenjak 50 tahun kehadirannya di Surabaya. Kepekaan sudut pandang  yang berbeda dari kedua fotografer muda Prancis tersebut berhasil menarik publik Surabaya dan pengunjung asing yang mengunjungi House of Sampoerna, institusi kebudayaan utama di kota kedua terbesar di Indonesia.


Karya dari Erell Hemmer, digantung di dinding dalam kontainer yang diletakkan di depan bangunan museum. Kontainer tersebut disediakan oleh perusahaan kontainer asal Swiss JCL Logistic dimana keberadaan kontainer ini berhasil menarik perhatian publik. Skenografi yang mengungkap dunia si seniman muda lewat karyanya yang kuat dan murni. Fotografi, buku harian perjalanan, surat korespondensi, pengembaraan di pelabuhan, Erell akhirnya tiba di tujuan, di Surabaya, di atas jejak ayahnya yang hilang, seorang kapten kapal dagang. Dan setiap orang dapat menempatkan dirinya dalam langkahnya dan menjadikannya jalan yang diperlukan menuju ketenangan dan jalan yang terang; layaknya ini cahaya yang menyembur dari pintu kontainer misterius ini di setiap malam selama pameran.


Remi Decoster adalah seorang fotografer unik, salah satu dari sekian yang berinteraksi dalam kehidupan keseharian para pelaku. Selama beberapa bulan menjelajahi Pulau Madura di seberang Pelabuhan Surabaya, ketika ia bertemu seorang fotografer di kota Madura yang sedang mengambil cetak foto, ia menemukan komunitas perias wajah dan kostum pengantin tradisional. Dikenal karena talentanya, para seniman muda seni populer ini bekerja dan hidup berdampingan. Tanpa mengklaim apapun, mereka diantaranya menikah tetapi hidup dengan seksualitas yang berbeda di lingkungan konservatif di Madura. Remi Decoster tinggal bersama mereka selama beberapa minggu dan menceritakan kisah perjalanan hidup komunitas ini yang berhasil mendapat pengakuan para penduduk di Pulau Madura berkat kompetensinya. Mereka menyampaikan gagasan toleransi melalui bentuk yang berbeda.


Pada kesempatan tersebut, Remi dan Erell menghadiri kunjungan khusus dengan kelompok mahasiswa dari Universitas Ubaya. Diantara foto-foto pamerannya, Remi bertemu dengan komunitas dari Gaya Nusantara.



Share:

PARTNER