Acara Seni

Karya Cipta Muda : Pameran Paralel

Pameran Paralel oleh Erell Hemmer & Rémi Decoster

11 – 27 April 2019


Pembukaan : Kamis, 11 April 2019 – 18.30 - House of Sampoerna

 

Dua fotografer muda Prancis yang baru menyelesaikan studi master, Erell Hemmer dan Rémi Decoster datang ke Surabaya pada 2018 untuk residensi seni selama 3 bulan. Mereka mengamati problematika kota Surabaya dan sekitarnya, dengan cara pandang masing-masing yang unik. Pada 2019, keduanya kembali di Kota Pahlawan untuk mempersembahkan hasil karya pada pameran eksklusif duo di House of Sampoerna.

 

“Mengapa Ku Tak Sanggup Pergi ke Makam Ayah ” karya Erell Hemmer

Koleksi yang terdiri atas foto-foto bidikan kamera analog, arsip, tulisan dan ilustrasi adalah buah dari “perjalanan inisiasi” yang dimulai oleh sang seniman pada 2012, tahun kepergian sang ayah François Hemmer, kapten sebuah kapal dagang. Di sebuah peti kemas industri, yang menjadi bagian dari pameran, Erell Hemmer menyampaikan fase demi fase masa duka cita melalui gambar-gambar dan karya fotografi dari perjalanannya di Prancis, Amerika Selatan, Islandia, Jepang dan Indonesia.

 

Tentang Erell Hemmer

Erell Hemmer, fotografer dan desainer grafis berusia 27 tahun berasal dari Havre, Normandia. Ia lulusan ISAA (Institut Supérieur des Arts Appliqués / Institut Tinggi Seni Terapan) di Rennes, dan ESA le Septante Cinq di Bruxelles sejak 2016. Karya-karyanya telah ditampilkan di berbagai galeri di Rennes, juga di kota Bruxelles, terutama di Canal Warf dan Musée Juif. Pada 2017, Erell Hemmer menjadi fotografer syuting film « Drôle de Père », yang disutradarai oleh Amélie Elmbt dan diproduksi oleh Dardenne bersaudara. Tahun 2018, ia diundang oleh Institut Prancis di Indonesia untuk menampilkan pameran karyanya La Galerie des Glaces (Balai Cermin) dalam rangka tur nasional. Ia juga berbagi cara pandang tak biasa dari Paris Fashion Week saat berlangsung pameran di Surabaya (Jayanata Beauty Plaza), Jakarta (Senayan City) dan Bandung (NuArt Museum). Secara paralel pada tur ini, ia menjalani residensi di Surabaya dan secara khusus tertarik pada pelabuhan Tanjung Perak.

Website: https://cargocollective.com/erellhemmer


"Raksasa Gergasi" oleh Rémi Decoster

Menggunakan bentuk dongeng à la Indonesia, Rémi Decoster menyajikan reportase investigasinya yang membawanya berjumpa dengan mas Saleh, penata rias, penata busana dan penyelenggara acara-acara meriah di Bangkalan, pulau Madura. Seputar tokoh nyata dan kharismatik, juga lingkaran dekatnya, ia mengeksplorasi tantangan-tantangan manusiawi dan profesional dari komunitas yang dianggap tidak  biasa, yang mendapat tempat di dalam masyarakat Madura.


Tentang Rémi Decoster

Rémi Decoster seorang fotografer dan sutradara film dokumenter. Ia menggarap ranah hubungan-hubungan yang dimiliki individu dengan lingkungan sosial, politik, geografis dan estetika. Ia amat tertarik pada fungsi sosial, puitis, politis dan eksistensial individu di habitatnya. Sangat terinspirasi pekerjaan manual dan artisanal, ia memiliki kepekaan tinggi terhadap profesi, pekerjaan, dan hubungan dengan orang lain.

Selama tahun yang telah dilalui di Istanbul, dia terpesona pada megalopolis di perbatasan Eropa dan Asia tersebut. Kini ia berbasis di Paris dan mengembangkan karya yang berpusat di sekitar isu-isu minoritas dan masyarakat mikro di dunia global saat ini. Pada kesempatan undangan dari Institut Français Indonesia (IFI) di Surabaya pada 2018, ia memutar karya filmnya des Blancs et des Noirs (Yang Hitam dan Putih) saat kunjungan Duta Besar Prancis, mengenai kekuatan penyatu melalui seni dalam lingkungan bergam budaya dan etnis. Selanjutnya ia menjalani residensi fotografi dan melakukan penelitian tentang tema ini, dengan menjelajahi hubungan erat antara Surabaya dan pulau Madura.

Website: http://remidecoster.fr



Share:

PARTNER