Pelatihan Profesional untuk Perguruan Tinggi

WORKSHOP PERUBAHAN IKLIM DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK GURU

Sektor Kerja sama Pendidikan, bekerja sama dengan Office for Climate Education (OCE) dan SEAMEO-QITEP (South East Asian Ministers of Education Organization - Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel in Science), mengadakan sebuah workshop pelatihan regional bertema perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan yang ditujukan untuk para guru sains di tingkat dasar dan menengah yang berada di wilayah ASEAN. Pelatihan ini telah berlangsung di kantor SEAMEO-QITEP Bandung.

Dibentuk pada tahun 2018 melalui inisiatif asosiasi pendidikan Prancis La Main à La Pâte, bekerja sama dengan dan didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional, Office for Climate Education (OCE) bertujuan untuk memfasilitasi organisasi-organisasi saintifik, pendidikan dan NGO untuk "mendidik para generasi saat ini dan generasi mendatang tentang perubahan iklim guna memperkaya wawasan, serta melakukan aksi-aksi proteksi iklim sejak dini dengan menanamkan ideologi, cara berpikir logis dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi kehidupan di dunia yang bertransformasi ini."

OCE Paris mengadakan kegiatan partisipatif sebuah jaringan yang terdiri dari aktor-aktor lokal yang dinamakan Global Network for Climate Education (GNCE). Sekitar 40 mitra kerja sama yang berasal dari 20 negara telah menyatakan keinginan mereka untuk berpartisipasi, terutama di bawah jaringan internasional Akademi Sains (InterAcademy Partnership for Science). OCE merupakan yayasan di bawah La Main à La Pâte, didirikan bersama oleh Institut Pierre Simon Laplace (IPSL), Météo France, Institut Riset untuk Pembangunan (IRD) dan Météo & Climat.

SEAMEO-QITEP adalah instansi regional di ASEAN yang dibentuk pada tahun 1965 yang berfungsi sebagai tempat pelatihan berkelanjutan bagi guru-guru di bidang sains dan yang bekerja di bidang pendidikan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan sejak 2009.

Kedua mitra kerja sama ini, OCE dan SEAMEO–QITEP telah melakukan pelatihan khusus bagi 30 widyaiswara dan guru yang berasal dari negara-negara di ASEAN (Indonesia, Timor Leste, Filipina, Malaysia, Thailand, Kamboja, Laos dan Myanmar) yang bertujuan untuk membekali para widyaiswara dan guru dengan pengetahuan tentang perubahan iklim serta kemampuan dalam mengembangkan pengajaran sains berdasarkan problematika yang ada (inquiry-based science education).




Workshop ini diadakan berdasarkan berbagai modul yakni: efek rumah kaca dan sistem iklim, perubahan iklim, samudera, pertanian dan keanekaragaman hayati, pencegahan resiko bencana.

Workshop dilakukan dengan teknik berikut;

  • Mini-workshop tentang simulasi kejadian (problematika, debat, eksperimen, kerja kelompok),
  • Analisis kegiatan-kegiatan yang dialami di kehidupan nyata,
  • Sesi bertukar informasi antar peserta,
  • Mini-workshop tentang pembuatan program pengajaran sains yang dapat diterapkan dan diadaptasi oleh masing-masing negara,
  • Kunjungan ke perkebunan yang terdapat di Bandung dan bertemu dengan para aktor pengembangan berkelanjutan di wilayah tersebut.




Kegiatan-kegiatan yang dilakukan sengaja dirancang agar dapat diajarkan kembali kepada murid-murid berusia 7 hingga 12 tahun di kelas dan di pelatihan oleh guru-guru yang telah mengikuti pelatihan ini. Alat-alat yang digunakan pun merupakan alat-alat sederhana dan tidak mahal.

Pelatihan ini dipandu oleh Dr. Lydie Lescarmontier (pakar glasiologi) dan Dr. Mariana Rocha (pakar oseanografi pesisir). Mereka adalah penanggung jawab saintifik di bawah OCE. Hadir pula Pampang Parikesit, PhD. (doktor dari Institute of Ecology – Universitas Padjajaran), Dra. Hasnah Gasim (Koordinator Nasional ASPnet Indonesia dan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI), Dr. Agus Wibowo (Direktur Pendidikan dan Pelatihan – BNPB) dan para widyaiswara SEAMEO QITEP yang juga turut memberi pelatihan kepada peserta sesuai dengan bidang keahlian mereka.

Pelatihan ini memperkuat fondasi awal dibentuknya kantor regional OCE yang akan berkontribusi dalam pembentukan jaringan pendidikan tentang perubahan iklim di tingkat ASEAN.


Share:

PARTNER