Potret Peneliti

ROMAN GOENARJO

Sebelum datang ke Prancis, Roman GOENARJO, mahasiswa S3 di prodi STAPS-ED jurusan biologi kesehatan, adalah pengajar di Universitas Indonesia. Ia kemudian mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia yang mendorong para pengajar untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka di luar negeri.

Pada 2015, pascakunjungan Gérarg Mauco, profesor di Universitas Poitiers, ke Universitas Indonesia, Roman akhirnya dapat menyicip pengalaman belajar pertamanya di Prancis dan Eropa. Saat itu, Roman juga mengontak Laurent Bosquet (kini pembimbing disertasinya), dan berkesempatan untuk tinggal di Poitiers selama dua minggu.

Sampai saat ini, Roman telah menghabiskan dua semester bekerja di Laboratorium MOVE (Mobilité Vieillissement et Exercice). Disertasinya berjudul "Hubungan antara Pengaturan Tekanan Darah, Oksigenasi Otak, dan Kinerja Kognitif dalam Dua Tugas Ganda". Tujuannya, untuk mempelajari hubungan tersebut pada tubuh manusia dewasa dan lanjut usia.

Roman beserta timnya merupakan para peneliti yang berusaha keras untuk memberikan hasil yang diharapkan para pasien dan keluarga mereka. Sekarang ini, jumlah orang yang menderita demensia bertambah secara signifikan. Setiap tahun di seluruh dunia, ada kira-kira 9,9 juta kasus demensia baru.

Selain itu, Roman adalah juga Presiden Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI) di Poitiers. Digagas pada 2012, PPI adalah sebuah perkumpulan yang terdiri 18 cabang yang tersebar di seluruh Prancis. Perkumpulan ini memberi dukungan pada para pelajar Indonesia dalam keseharian juga dalam perkuliahan. Di antara banyaknya aktivitas mereka adalah pertemuan rutin, pembelajaran bahasa Prancis, Indonesia dan Inggris, serta partisipasi dalam pameran-pameran kebudayaan untuk memperkenalkan budaya Indonesia.

Mimpi besar Roman adalah kembali ke Indonesia dan membagikan ilmu dan pengalamannya dengan para koleganya. Ia juga pergi belajar sejauh ini bersama keluarganya agar kelak dapat bekerja kembali sebagai dosen-peneliti di Universitas Indonesia. Dalam waktu dekat ini, ia berharap dapat turut serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia karena kita tidak boleh melupakan orang-orang yang mencintai kita.

Pada 2018, Roman ikut berpartisipasi dalam kompetisi MT180 Indonesia edisi ke-3.


Share:

PARTNER