Bahasa

PEMENANG KOMPETISI IFPROFS KREATIF DIBERANGKATKAN KE PRANCIS

Untuk memeriahkan peluncuran platform IFprofs Indonesia tahun lalu, Insititut Prancis di Indonesia (IFI) menyelenggarakan Kompetisi IFprofs Kreatif yang dapat diikuti oleh seluruh pengajar dan mahasiswa calon pengajar bahasa Prancis di seluruh Indonesia.

Kompetisi ini telah berlangsung pada 20 Desember 2017 – 20 Februari 2018 dan bertujuan untuk memantik kreativitas para pengajar dengan mengunggah skenario pengajaran yang telah mereka rancang sendiri, serta mengapreasiasi kerja pengajar yang paling kreatif.

Pemenang dari masing-masing kategori – pengajar dan calon pengajar –, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan linguistik selama dua minggu di Prancis. Mereka adalah Wahyuni Sa’dah (kategori Pengajar) dan Timtania Lasyana Graceli (kategori Calon Pengajar).


Bagi Wahyuni Sa’dah, dosen di Universitas Negeri Medan dan pengajar di Alliance Française Medan, pelatihan ini memberikannya kesempatan untuk belajar dari sejumlah ahli pengajaran bahasa Prancis penutur asli bahasa Prancis dengan program yang berfokus pada metode pengajaran yang inovatif dan kreatif, serta kedinamisan penguatan linguistik.

"Kami sangat senang dapat berkenalan dengan kolega-kolega dari berbagai negara. Saya mempelajari banyak hal selama pelatihan, terutama dari seminar mengenai kesusastraan frankofon hari ini dan sejarah bahasa Prancis. Pengalaman tersebut sangat memperkaya pengetahuan saya sebagai pengajar bahasa Prancis,” ujarnya.

Sementara itu, bagi Timtania Lasyana Gracelli, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Pendidikan Indonesia, pelatihan ini memperkuat kecintaannya akan Prancis dan mendorong dirinya untuk benar-benar menjadi pengajar bahasa Prancis.

"Perjalanan (hidup) saya telah dimulai. Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke luar negeri. Pengalaman tersebut merupakan momen paling membahagiakan dalam hidup saya, karena seluruh kerja saya akhirnya mendapatkan hasilnya. Saya merasa sangat bangga. Saya harap ini bukan satu-satunya kesempatan bagi saya untuk pergi ke Prancis, tapi sekadar awal dari petualangan saya,” ungkap Timtania.

Di samping tujuan pedagogis, dari sisi budaya, pelatihan ini juga sangat memperkaya. Program pelatihan mencakup beberapa kegiatan darmawisata ke Nancy, Villefranche-sur-Mer, Nice, Marseille, Colmar, Grasse, Antibes, dan Saint-Paul-de-Vence. Sejumlah aktivitas juga diadakan oleh Kota Nancy untuk para peserta dari Indonesia, di antaranya seminar, wisata kuliner makanan lokal, kunjungan ke pengrajin-pengrajin lokal, konser dan makan malam di Balai Kota.

Hadiah kedua dari kompetisi ini, yaitu pelatihan pedagogis bersama CLE International, diberikan kepada Rahmah Dwi Nor Wita Imtikhanah. Sedangkan hadiah ketiga, sepaket buku pengajaran, diberikan kepada Aprilia Gunawan.

Edisi kedua Kompetisi IFprofs Kreatif akan diselenggarakan pada Desember 2018.


Share:

PARTNER