Sains & Teknologi

KERJA SAMA LUAR ANGKASA ANTARA PRANCIS DAN INDONESIA

Kamis, 15 Februari di Paris, Jean-Yves Le Gall, Presiden Pusat Kajian Luar Angkasa Nasional Prancis (Centre National d’Etudes Spatiales/CNES), menerima kunjungan delegasi BMKG Indonesia yang dipimpin oleh Kepala BMKG, Wikorita Karnawati, guna membahas persoalan observasi Bumi dan upaya melawan perubahan iklim.

Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kenaikan tinggi permukaan laut dan tingkat keasaman laut tiap harinya semakin mengancam negara kepulauan ini. Berdasarkan fakta tersebut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia meluncurkan program bertajuk “Strengthening Climate and Weather Service Capacity Phase II” yang bertujuan untuk merealisasikan sebuah sistem informasi iklim dan cuaca yang terintegrasi yang dapat menjadi sistem peringatan dini, serta memperbaiki persebaran informasi.

Terkait hal ini, Jean-Yves Le Gall mengingatkan kembali komitmen CNES dalam memerangi perubahan iklim, serta peluncuran “Space Climate Observatory” pada Desember 2017 lalu dalam kesempatan One Planet Summit. Pembicaraan mengenai kaitan BMKG dengan program observasi Bumi LAPAN juga telah menyimpulkan kerja sama potensial antara ketiga pihak terkait inisiatif ini.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Presiden CNES menyatakan bahwa kesepakatan kerja sama antara CNES dan LAPAN yang mencakup keseluruhan kerja sama luar angkasa kedua negara untuk lima tahun mendatang yang telah ditandatangani pada 2017, memberikan dorongan semangat baru terhadap kerja sama kedua negara. Perjuangan melawan perubahan iklim adalah pusat dari seluruh aktivitas mereka dan pembicaraan dengan Kepala BMKG, Wikorita Karnawati, menghasilkan beberapa kolaborasi baru di sektor ini. CNES diakui di mata internasional untuk program-programnya terkait pemeliharaan planet Bumi dan persoalan pengurangan dampak aktivitas manusia terhadap iklim tidak bisa disangkal merupakan persoalan kita saat ini.


Share:

PARTNER