Sains & Teknologi

HARI AKSI SEDUNIA UNTUK PERUBAHAN IKLIM

Pada tanggal 8 Desember 2017 diperingati Hari Aksi Sedunia untuk Perubahan Iklim, sebuah kesempatan untuk mengevaluasi upaya-upaya yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mengatasi dampak perubahan iklim.

Presiden Joko Widodo dan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sama-sama menjalankan kebijakan iklim proaktif. Saat ini sebagai penghasil gas rumah kaca terbesar ke-5 – deforestasi dan konversi lahan hutan menghasilkan sekitar 80% gas rumah kaca dunia –, Indonesia telah berjanji untuk mengurangi setidaknya 29% emisi gas rumah kaca pada tahun 2020.

Selain itu, kebijakan moratorium hutan Indonesia telah berhasil mengurangi 1-2,5% emisi yang ditimbulkan akibat pembukaan hutan, sebuah prestasi kecil untuk sebuah negara dengan hutan yang sedemikian luasnya.

Kebijakan Pemerintah Indonesia ini jika diterapkan dengan baik dan dalam jangka panjang, memiliki potensi besar dalam mengurangi dampak pemanasan global di seluruh dunia. Menghentikan pembukaan lahan hutan dan konversi hutan primer dan lahan gambut dapat mencegah 188 juta metrik ton emisi karbon dioksida pada tahun 2030.


Share:

PARTNER