Sains & Teknologi

Fitoplankton beracun: bahaya bagi kesehatan dan ekonomi

Di perairan pesisir dan tertutup, fenomena proliferasi atau pembiakan subur fitoplankton beracun, disebut sebagai Harmful Algae Blooms atau HABs semakin sering terjadi. Di Asia, akuakultur yang dilakukan secara gencar untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin meningkat, telah terjadi ribuan kasus keracunan hasil laut yang disebabkan oleh HABs.

Indonesia dengan penduduk lebih dari 250 juta orang dan memiliki kawasan maritim yang sangat luas dengan 108 000 km daerah pesisir pantai sangat terkena dampaknya. Terutama di kota Lampung (Sumatra) dimana kegiatan ekonominya sebagian besar terpusat pada akuakultur, pada akhir tahun 2012, ikan-ikan yang mati dalam jumlah yang besar di kolam-kolam budidaya ikan telah mengakibatkan kerugian ekonomi yang cukup parah.

Universitas Montepellier (Prancis), Pusat Penelitian Oseanografi (PPO-LIPI - Indonesia) dan Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung (BBPBL - Indonesia) telah bekerja sama sejak tahun 2013 dalam perumusan sekumpulan hipotesis-hipotesis yang dapat menjelaskan penyebaran HABs dalam skala dunia dan/atau masuknya fenomena ini ke Indonesia.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam frontiers in Microbiology, yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah untuk membantu pengelolaan budidaya perairan dan juga mengembangkan solusi di masa depan untuk mengurangi dampak fenomena ini terhadap sumber kehidupan laut, ekonomi daerah pesisir dan juga kesehatan manusia. 


Temukan proyek ini dan proyek-proyek lainnya dalam Buku Besar Kerja Sama Ilmiah


Share:

PARTNER