Pendidikan Informal - Debat Ide

EDISI KETIGA FORUM INTERNASIONAL PARIWISATA DAN LINGKUNGAN - PARIWISATA BERKELANJUTAN DAN WARISAN BUDAYA

Tari tradisional Bali saat pembukaan FITE edisi ketiga

Di tahun ketiganya, “Forum International for Tourism and the Environment” mengundang para pesertanya untuk mengaitkan bidang pariwisata berkelanjutan dengan warisan budaya, dalam rangka penetapan tahun 2018 sebagai tahun warisan budaya pertama oleh Uni Eropa. Konferensi internasional FITE yang telah diselenggarakan pada tanggal 22 Juni 2018 di STP Nusa Dua Bali ini telah menjadi ajang pertemuan para ahli dari berbagai negara di bidang pariwisata dan warisan budaya serta perwakilan dari UNESCO di Indonesia. Setelah konferensi selesai, diadakan sesi final kompetisi video essay.

Kompetisi 2018 : Warisan budaya

Tahun ini, dalam rangka Tahun Warisan Budaya yang ditetapkan oleh Uni Eropa, lebih dari 100 mahasiswa Indonesia dan Prancis berpartisipasi pada kompetisi video essay yang bertema Parwisata dan Warisan Budaya ini.

10 orang finalis yang berasal dari STP/POLTEKPAR/AKPAR di Indonesia, telah dipilih oleh para juri ahli. Mereka telah berkompetisi di Bali pada tanggal 20 s/d 22 Juni.

Kamis 21 Juni : sesi pembekalan di STP Nusa Dua Bali

10 finalis mendapatkan 1 hari sesi pembekalan guna mempersiapkan presentasi dan retorika mereka di sesi final. Masing-masing finalis dibantu oleh belasan peneliti muda yang berasal dari International Institute of Tourism, George Washington University, yang merupakan mitra kerja sama STP Nusa Dua Bali dan mitra untuk program FITE. Mereka memberikan masukan dan arahan kepada para finalis dalam mempersiapakn presentasi oral, visualisasi, serta menjadikan presentasi final ini sebagai pengalaman edukatif yang tidak akan terlupakan.


Kesepuluh finalis mengikuti sesi pembekalan untuk mempersiapkan presentasi dan retorika yang diberikan oleh coach dari International Institut of Tourism, George Washington University

Jumat 22 Juni : Konferensi dan kompetisi final

Konferensi internasional dan sesi final berlangsung pada tanggal 22 Juni, dengan menghadirkan para ahli dan profesional di bidang pariwisata, para direktur dan mahasiswa sekolah tinggi pariwisata, dan perwakilan asosiasi-asosiasi pariwisata dan lingkungan.

Pada konferensi ini, hadir pula para ahli dari universitas, seperti Prof. Dr. Seleni Matus (Direktur International Institut of Tourism, Geourge Washington University), Mrs. Moe Chiba (Spesialis Program Kebudayaan UNESCO), Mrs. Melanie Martini (Direktur IFI Bandung) dan Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra (dosen senior Universitas Udayana). Pada kesempatan ini, hadir pula peneliti muda dan mahasiswa master dari Universitas Angers ESTHUA, Mrs Laura Alix yang memberi paparan tentang objek wisata Saint-Malo.


Para pembicara yang berpartisipasi pada diskusi panel (ki-ka) : Laura Alix – peneliti muda dan mahasiswa master dari Universitas Angers ESTHUA, Prof. Dr. Emilienne Baneth-Nouailhetas – Atase kerja sama pendidikan IFI Kedutaan Besar Prancis, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra – dosen senior Universitas Udayana, Moe Chiba – spesialis program kebudayaan UNESCO, Mélanie Martini – Direktur IFI Bandung


Para peneliti muda dari International Institute of Tourism George Washington University bersama dengan Prof. Dr. Seleni Matus – Direktur International Institute of Tourism George Washington University, Prof. Dr. Emilienne Baneth-Nouailhetas – Atase kerja sama pendidikan IFI-Kedutaan Besar Prancis dan Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M.Ed. – Ketua STP Nusa Dua Bali

Ketiga pemenang yang terpilih adalah Merrie Agustine (STP Nusa Dua Bali), Dina (STP NHI Bandung) dan Andi Medy Mega Makmur (Poltekpar Makassar). Atas kemenangan ini, IFI-Kedutaan Besar Prancis memberikan hadiah berupa pelatihan pariwisata musm panas selama 1 minggu di Universitas Angers. Masing-masing mereka telah berhasil memaparkan tentang contoh-contoh warisan budaya Indonesia yakni ; babi guling sebagai kuliner atau makanan tradisional khas Bali (oleh Merrie), potensi sisa-sisa pertambangan yang dapat dijadikan objek wisata baru (oleh Dina), dan kapal tradisional Phinisi (oleh Andi Medy).

Selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta !


Ketiga pemenang kompetisi FITE 2018 bersama para juri (ki-ka) : Merrie Agustine (STP Nusa Dua Bali), Prof. Dr. Emilienne Baneth-Nouailhetas (Atase kerja sama pendidikan IFI Kedutaan Besar Prancis), Dina (STP NHI Bandung), Paul Hayes (George Washington University), Andi Medy Mega Makmur (Poltekpar Makassar), Mercya Soesanto (Swisscontact), Moe Chiba (Spesialis program kebudayaan UNESCO)


Share:

PARTNER