Pendidikan Informal - Debat Ide

70 TAHUN DEKLARASI UNIVERSAL HAK ASASI MANUSIA

Kampanye informasi visual dan artistik di fasad dinding gedung IFI Jakarta dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia

Dalam rangka memperingati 70 Tahun Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, Institut Français d’Indonesia (IFI) dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia memberikan kesaksian tentang komitmen Prancis terhadap HAM dan nilai-nilai Republik Prancis itu sendiri dalam kampanye pendidikan informatif selama dua bulan.

Kegiatan-kegiatan ini dimulai pada tanggal 24 Oktober 2018 (Hari PBB), termasuk di dalamnya 16 hari kampanye penolakan kekerasan terhadap perempuan yang diadakan setiap tahun oleh PBB (UNite, 25 November hingga 10 Desember), dan acara puncak pada tanggal 10 Desember 2018 dengan memperingati Deklarasi Universal HAM ; diskusi mengenai HAM dan tujuan pembangunan berkelanjutan.


Deklarasi Universal HAM ditampilkan dalam skala besar, dalam 3 bahasa (Prancis, Bahasa Indonesia dan Inggris) pada pintu masuk gedung IFI Jakarta. Foto bersama dengan Ibu Marina Berg, Duta Besar Swedia untuk Indonesia ; Ibu Anita Nirody, Koordinator PBB untuk Indonesia ; Bapak Jean-Charles Berthonnet, Duta Besar Prancis untuk Indonesia ; Ibu Sena Yildirim-Tuoma dan Ibu Nurdin Desmaniar, delegasi Kedutaan Besar Finlandia untuk Indonesia.


Kampanye informasi digital di media sosial IFI untuk memperkuat pesan yang disampaikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konten Deklarasi Universal HAM.


Pemutaran film dokumenter dan diskusi Women Sense Tour: Indonesia, bekerja sama dengan UN Women, di IFI Jakarta dan di IFI Bandung dan Yogyakarta.


Diskusi "HAM dan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan". (Kiri ke kanan) Pembicara : Ibu Uni Lubis, Pemimpin Redaksi IDNTimes ; Bapak Ananto Kusuma Seta, Staff Ahli Mendikbud untuk Inovasi dan Daya Saing; Ibu Dwi Ariyani, Perwakilan Asosiasi Perempuan dengan Disabilitas Indonesia ; Ibu Shinta Dhanuwardoyo, Pendiri Bubu.com ; Ibu Maria Tri Sulistyani, Pendiri dan Direktur Papermoon Puppet Theatre ; Bapak Angga Dwi Martha, Ahli Sosial Politik UNICEF yang juga berperan sebagai moderator diskusi.

Diskusi tentang "HAM dan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan" yang diselenggarakan secara bersama dengan perwakilan PBB di Indonesia, dihadiri oleh para ahli dan pemangku kebijakan Indonesia dalam sebuah debat publik tentang hubungan antara HAM dan tujuan pembangunan berkelanjutan. Lima sub-tema telah diangkat dalam diskusi ini yakni : 1) inklusi dan hak-hak disabilitas, 2) hak mendapat akses terhadap pendidikan, 3) persamaan gender, 4) hak mendapat akses terhadap budaya, sains dan seni, dan 5) kebebasan berekspresi.

Di hadapan publik yang hadir, kelima pembicara menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkadang terkesan sensitif namun tetap dengan dinamisme yang baik dan kesukarelaan. Di awal acara, 6 perwakilan Kedutaan Besar negara-negara Eropa turut hadir (Duta Besar Jerman, Portugal, dan Slovakia), 12 perwakilan PBB di Indonesia, 2 perwakilan Kementerian Indonesia (KEMLU) dan beberapa jurnalis.


(Kiri ke kanan) Ibu Emilienne Baneth-Nouailhetas, Atase Kerja sama Pendidikan Institut Français d’Indonésie ; Bapak Charles-Michel Geurts, Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa di Indonesia; Bapak Jean-Charles Berthonnet, Duta Besar Prancis untuk Indonesia ; Ibu Anita Nirody, Koordinator PBB untuk Indonesia, kelima pembicara dan moderator.

Pada saat penutupan kampanye yang berlangsung selama dua bulan tersebut, Institut Français d’Indonésie dan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia dengan sejelas-jelasnya menyatakan kepada publik Indonesia tentang komitmen Prancis menganai HAM dan tujuan-tujuan pengembangan berkelanjutan.


Share:

PARTNER