Diskusi HTS

SKETSA PROFIL LOUIS CHARLES DAMAIS, KEHIDUPAN DI JAWA PADA MASA GEJOLAK SEJARAH OLEH JEAN-PASCAL ELBAZ

18 September 2019 | 17.30 | IFI Thamrin
Gratis | Reservasi: Eventbrite


Louis Charles Damais (1911-1966) adalah manusia langka di zamannya. Sekarang ini tidak  terbayangkan ada  seorang ilmuwan otodidak. Cendekiawan yang menguasai banyak bahasa asing (poliglot) telah merumuskan banyak prasasti dan mengungkap makam-makam kuno. Beliau penggemar semua jenis musik, sangat menyukai gamelan dan wayang, pembaca dan penerjemah karya seni dan sastra Indonesia. Pada tahun 1952 ditempatkan di  l’École Française d’Extrême-Orient di Jakarta. Beliau memiliki rasa ingin tahu intelektual luar biasa, sangat humanis dan anti kolonialisme. Dengan memori yang fenomenal, beliau datang ke Jawa pada tahun 1937 dan hidup dalam pergolakan sejarah yang merubah Asia Tenggara di abad ke 20. Pembicara pada seminar ini bukanlah sejarawan akan tetapi sudah menerbitkan beberapa artikel tentang Louis Charles Damais berkat penelitiannya pada sejumlah dokumen, artikel, surat-surat yang disimpan oleh keluarga Damais di Jakarta. Baru-baru ini ia mempelajari surat menyurat Louis Charles Damais dengan Claire Holt (1901-1970) yang memberikan sudut pandang orisinal dan menarik pada periode kemerdekaan Indonesia.


Pembicara
Jean-Pascal Elbaz, pembicara seminar ini,  setelah menyelesaikan kuliah psikologi (di Paris IV), kemudian bekerja sama dengan penerbit sastra di Paris (P.O.L., Flammarion), menulis sejumlah artikel untuk koran dan majalah. Ia tinggal di Indonesia  pada tahun 1991 dan ikut beberapa proyek yang dikerjakan bersama l’École Française d’Extrême Orient serta mengajar bahasa Prancis sebelum ditunjuk menjadi kepala bagian penerjemahan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Pada tahun 1997 sampai tahun 2006, ia ditunjuk menjadi Direktur Pusat Kebudayaan Prancis di Yogyakarta dan kemudian direktur l’Alliance Française di Madras, India. Setelah kembali ke Indonesia pada tahun 2007, Ia menjadi penerjemah dan juru bahasa (Prancis-Inggris-Indonesia) untuk sejumlah organisasi internasional, menjadi penulis dan penerjemah buku, penerjemah teks film, esai, dan artikel.


Anda tidak hadir pada siklus  seminar :  Hommes, Territoires, Sociétés ?  Anda dapat melihatnya kembali melalui kanal Youtube kami.  


Share:

PARTNER