Diskusi HTS

"PERHIASAN DAN KECANTIKAN SEJAK ZAMAN PRASEJARAH HINGGA KINI" OLEH MARIAN VANHAEREN

4 Juli 2018 | 17.30 | IFI Thamrin
Gratis | Reservasi: Eventbrite

Perhiasan memainkan peran penting dalam perdebatan mengenai asal-usul perilaku manusia modern. Semua peneliti pun sepakat untuk menggolongkan perhiasan sebagai ciri budaya dasar kelompok-kelompok masyarakat masa lampau yang sebanding dengan masyarakat kita sekarang ini.

Kapankah perhiasan-perhiasan pertama dibuat? Siapa yang membuatnya? Ada banyak pendapat. Penemuan arkeologis terbaru membantah pandangan tradisional yang mengatakan bahwa manusia – yang secara anatomis disebut modern – telah membuat perhiasan-perhiasan pertama di Eropa sekitar 40 ribu tahun yang lalu. Penemuan terbaru ini memberikan dampak signifikan, seperti munculnya satu atau beberapa pemikiran simbolis dan hubungannya dengan satu atau beberapa populasi manusia kuno.

Namun barang-barang perhiasan dapat bercerita lebih banyak lagi. Dalam masyarakat-masyarakat tradisional, barang-barang tersebut paling tidak memainkan 14 peran sosial yang kaya informasi mengenai individu-individu, kelompok-kelompok sosial, dan masyarakat yang menggunakannya.

Melalui presentasi perhiasan-perhiasan paling kuno yang diketahui sekarang ini, Marian Vanhaeren akan menjelaskan peran-peran sosial yang objek-objek tersebut mainkan dalam masyarakat. Ia juga akan memberikan gambaran mengenai beberapa strategi yang digunakan para peneliti untuk memahami peran objek-objek tersebut dalam budaya-budaya simbolik pertama.

Pembicara

Marian Vanhaeren, lahir tahun 1974, menempuh studi arkeologinya di Leuven (Belgia), kemudian di Bordeaux (Prancis). Sejak 2011, ia bekerja sebagai peneliti di Bordeaux di sebuah lembaga penelitian di mana ia mempertahankan disertasinya pada 2002.

Penelitian-penelitiannya lebih berfokus pada objek-objek perhiasan prasejarah yang ia pelajari dengan menggunakan metode analisa yang rumit guna mendapatkan informasi-informasi mengenai masyarakat prasejarah. Khususnya, ia meneliti tentang asal-usul dan fungsi-fungsi sosial dari objek-objek tersebut di beragam kawasan di dunia untuk memahami mengapa manusia menggunakan perhiasan dan mengapa perilaku ini menjadi sebuah karakteristik yang universal dari spesies manusia.

Sejak 2013, setelah kontak pertamanya dengan Indonesia, ia menjadi semakin terkesan dengan kualitas sumber-sumber etnografis negara ini. Bersama antropolog Prof. Dr. Wulf Schiefenhövel, Marian kemudian memulai proyek penelitian tiga negara (Prancis, Jerman, Indonesia) mengenai Arkeologi dan Etnoarkeologi di Provinsi Papua.

Bila Anda melewatkan seminar ini, Anda masih tetap dapat menontonnya melalui saluran Youtube kami.


Share:

PARTNER