Diskusi HTS

Manusia dan kera di pulau Jawa 12 000 tahun lalu oleh Thomas Ingicco

26 Juni 2019 | 17.30 |
IFI Thamrin
Gratis | Reservasi: Eventbrite


Kera kecil dengan jumlah terbanyak ditemukan di antara sisa-sisa peninggalan fauna pada lapisan arkeologis berusia 12.000 tahun di Pulau Jawa. Penelitian tentang sisa peninggalan yang berhubungan dengan manusia ini memungkinkan untuk memahami proses yang telah terjadi, dari perolehan kera hingga perubahannya, di situs prasejarah di sebelah timur pulau, di Gunung Sewu. 90% dari kera-kera ini adalah Lutung (Trachypithecus auratus), colobus kecil pemakan daun, yang diperkirakan diburu dengan sengaja. Tulang belulang yang disimpan serta ditemukannya jejak bekas rumah pejagalan di permukaan tanah membuat kita lebih memahami proses yang dilakukan terhadap bangkai-bangkai. Tanda bekas pemotongan di bagian tubuh tertentu menunjukkkan tindakan yang dilakukan secara sistimatis terhadap bangkai serta pengetahuan anatomi yang dalam dari saudara dekat manusia ini. Di samping merupakan sumber protein yang besar bagi manusia prasejarah, tulang-tulang kera colobus kecil pemakan daun dijadikan perkakas dan mereka mempuyai peran penting dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat simbolis serta ritual karena banyaknya temuan yang berkaitan dengan hal kematian. Pada presentasi ini, kami akan menjelaskan hubungan yang rumit dan amat spesial antara Homo sapiens pertama yang ada di pulau Jawa dengan kera-kera, mulai dari bagaimana proses perolehan kera, pemanfaatannya sebagai makanan mereka, hingga penggunaannya untuk persembahan.

 

Pembicara

Thomas Ingicco, dosen di Museum Nasional Sejarah Alam di Paris, bekerja di bidang arkeologi Indonesia dan Filipina. Ia mempunyai gelar doktor prasejarah dan pernah bekerja sebagai Asisten Profesor selama tiga tahun pada Program Studi Arkeologi Universitas Filipina Diliman, di laboratorium arkeozoologi di mana ia menjadi pemimpinnya. Ia memberikan bimbingan karya untuk master dan doktorat kepada beberapa mahasiswa dan telah menerbitkan banyak artikel ilmiah termasuk peninggalan peradaban tertua daerah berpenduduk di Filipina.

 

Jika Anda tidak bisa mengikuti konperensi tentang Cycle Hommes, Territoires, Société, Anda bisa melihat semuanya di Kanal Youtube


Share:

PARTNER