Diskusi HTS

KEMUNCULAN IDENTITAS BALI DI ERA KOLONIAL: AGAMA, ADAT, BUDAYA oleh Michel Picard

20 Maret 2019 | 17.30 |
IFI Thamrin
Gratis | Reservasi: Eventbrite


PenggabunganBali ke dalam Hindia Belanda pada awal abad ke-20 melahirkan kebutuhan akankelas terpelajar Bali, sebab administrasi kolonial membutuhkan pribumiterpelajar sebagai penghubung antara masyarakat pribumi dan pemerintah asing.Pergolakan yang ditimbulkan akibat pendudukan kolonial di Bali mendoronggenerasi terpelajar pertama Bali yang disekolahkan di sekolah-sekolah Belanda,mempertanyakan identitas mereka. Mereka kemudian mendirikanorganisasi-organisasi modern dan menerbitkan majalah dalam bahasa Melayu,sebuah prakarsa yang belum pernah terjadi sebelumnya di Bali.

Dalam terbitan-terbitan tersebut, orang Balimerumuskan identitas mereka – yang mereka sebut sebagai "Kebalian" –dalam hal agama, adat, dan budaya. Jauh dari ekspresi esensi primordialsebagaimana yang mereka klaim, perumusan identitas ini adalah kategorikonseptual asing yang harus mereka sesuaikan dan tafsir ulang untuk keperluanmasyarakat Bali.

Pemaparan dalam seminar ini menelusuri jejakkemunculan identitas agama, etnis, dan budaya di kalangan masyarakat Balimelalui tinjauan terhadap empat majalah yang pernah diterbitkan di Bali selamamasa kolonial, yaitu Bali Adnjana (1924-1930), Surya Kanta (1925-1927),Bhawanagara (1931-1935), dan Djatajoe (1936-1941).

 

Pembicara

MichelPicard adalah seorang pensiunan peneliti dari Pusat Penelitian SaintifikNasional (CNRS) dan anggota pendiri Centre Asie du Sud-Est (CNRS-EHESS-INALCO)di Paris. Lahir tahun 1946, Michel Picard memegang gelar PhD dari Ecole desHautes Etudes en Sciences sociales (1984).

Penelitiannyaberfokus pada implikasi pariwisata internasional bagi masyarakat lokal danlebih khususnya lagi, bagi konstruksi identitas Bali dalam hal budaya, tradisi,dan agama. Selain menulis banyak artikel tentang masalah ini, ia juga banyakmenulis tentang Kebalian (Laconstruction dialogique de l’identité balinaise (2017) et de Bali;Cultural Tourism and Touristic Culture (1996)).

Ia mengepalai produksi beberapa edisi kolektif,termasuk di antaranya The Appropriation of Religion in Southeast Asia andBeyond (2017), The Politics of Religion in Indonesia. Syncretism,Orthodoxy, and Religious Contention in Java and Bali(2011), L’ethnicité reconsidérée. Éclairages sud-est asiatiques (2008), Tourisme et sociétés locales en Asie orientale (2001), Tourism, Ethnicity, and the State in Asianand Pacific Societies (1997), danBali. L’ordre cosmique et la quotidienneté (1993).

 

Kini,semua seri seminar Manusia, Wilayah, Masyarakat (Hommes, Territoire, Sociétés) dapat Anda tonton di saluran YoutubeIFI.


Share:

PARTNER