Seminar

HARI TANPA SAMPAH

15 September 2018 | 06.30 – 14.30 | Kebon Kacang dan IFI Thamrin

Gratis, terbuka untuk umum

Tahun ini, Prancis menjadi negara pertama yang mengadopsi kebijakan yang mewajibkan seluruh produsen plastik kemasan untuk menghentikan produksi gelas dan piring plastik, serta plastik pembungkus yang terbuat dari bahan yang tidak dapat terurai pada 2020. Kebijakan tersebut diambil untuk mengurangi sampah plastik yang tercecer di lautan. Prancis juga terlibat dalam gerakan antisampah plastik di Asia Tenggara berkat program aksi tiga tahunan Uni Eropa yang tahun ini diadopsi untuk "mengurangi sampah plastik dan sampah di perairan Asia Timur dan Tenggara". Dalam program tersebut, Indonesia merupakan salah satu negara target.

Dalam konteks inilah IFI sebagai pusat pendidikan dan representatif nilai-nilai Prancis di Indonesia, berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik dengan melakukan aksi-aksi peningkatan kesadaran, diskusi publik, dan pelaksanaan praktik daur ulang.

Pada 15 September 2015, IFI menyelenggarakan Hari Tanpa Sampah dengan program sbb.:

Operasi Semut bersama Clean Up Jakarta Day (06:30 – 09:00)

Clean Up Jakarta Day kembali digelra untuk yang ke-16 kalinya; tahun ini berlangsung bersamaan dengan World Cleanup Day yang diselenggarakan di hampir 150 negara. Di Jakarta, aksi tahun lalu diikuti oleh lebih dari 30 ribu relawan yang dimobilisasi ke 72 titik di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam aksi tersebut terkumpul lebih dari 150 ton sampah yang kemudian diangkut oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta ke pusat daur ulang sampah; sampah yang tidak dapat didaur ulang dihancurkan.

Tahun ini, IFI menjadi pilot operasi pemungutan sampah di wilayah Kebon Kacang dan Jalan Thamrin. Untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, klik di sini.

Diskusi Publik: Pengurangan dan Pengelolaan Sampah Plastik (10:00 – 12:30)
Pendaftaran: LiveLife

Menghadapi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan limbah di alam Indonesia, beberapa tokoh dari Prancis dan Indonesia memutuskan untuk melibatkan diri dalam persoalan ini. Mereka adalah pengusaha sosial, aktivis lingkungan, insinyur, dokter, atau sekadar warga negara yang berkomitmen untuk mengembangkan solusi inovatif dan realistis dengan mengumpulkan, memilah, dan mendaur ulang sampah agar tercipta suatu sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Seminar-diskusi ini mengundang beberapa aktor perubahan untuk berbagi pengalaman tentang pekerjaan mereka yang inspiratif kepada publik, juga untuk memadupadankan perspektif mereka agar dapat menemukan sebuah pendekatan global untuk persoalan ini.

Seminar-diskusi ini akan dibawakan dalam bahasa Inggris.


Share:

PARTNER