Diskusi Budaya

CAFÉ-PHILO: UN CROYANT EST-IL UN HOMME LIBRE?

18 Desember 2019 | 18.00 | IFI Thamrin
Gratis | Reservasi: mediatheque@ifi-id.com

Percaya berarti taat” begitulah yang diklaim oleh filsuf Spinoza. Apakah itu menaati ajaran agama atau ajaran pemuka agama dan para imam, seseorang dengan mudah menerima hal tentang agama dan berserah pada otoritas tradisi dan wahyu dari Tuhan. Banyak filsuf melihat hal ini sebagai bentuk penyerahan diri, terlepas dari salah atau benar karena orang yang percaya lebih memilih untuk menyerahkan dirinya kepada otoritas yang lebih tinggi sampai-sampai mengesampingkan penilaian pribadi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Tetapi mengapa harus memikirkan orang percaya yang bisa begitu buta dan tunduk? Bagaimana mereka bisa berserah diri sepenuhnya pada suatu keyakinan tanpa alasan? Mengapa pemeluk agama menyerahkan segalanya demi menghayati iman mereka? Mengapa kaum relijius mengucapkan “sumpah kepatuhan” tanpa memahami apa yang mereka lakukan? Tidak ada orang yang mau percaya atau taat tanpa alasan. Hal-hal inilah yang ingin kita pertanyakan dan kita bagi bersama.

Apa konsekuensi kepatuhan dan kepercayaan secara individu dan moral (dalam hubungannya dengan kekuasaan) atau secara kolektif (secara sosial politik)? Hari Rabu, tanggal 18 Desember 2019 tentunya merupakan hari pembahasan tentang kepercayaan, agama, moral, politik, dan hubungan yang sulit di antara hal-hal itu. Ditemani secangkir kopi, teh, dan kue-kue yang disajikan oleh Institut Prancis, kami senang berjumpa lagi dengan Anda, dalam diskusi yang hidup di Cafe Sophie Authentique di IFI Thamrin.


Share:

PARTNER