Berita Gastronomi

BISTROT PARISIEN: WARISAN BUDAYA UNTUK DILESTARIKAN

Sejak kemunculan perdananya pada awal abad ke-19, bistrot atau bistroparisien telah menjadi sebuah institusi sosial yang keberadaannya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Paris. Ia dikunjungi oleh wisatawan-wisatawan yang ingin mengetahui Paris yang autentik, juga oleh warga lokal yang menggemari suasana kekeluargaannya.

Berbeda dengan café – yang biasanya tidak menawarkan makanan berat dan bir –, bistro sedikit lebih “berat”, menghidangkan makanan sederhana namun nikmat, yang disajikan di meja bar, di dalam ruangan atau di teras dengan harga yang relatif murah. Inilah yang membuat bistro menjadi ruang riung sosial yang berakar pada budaya kebersamaan. Semua itu sembari menikmati gastronomi Prancis di keseharian; jenis makanan yang disajikan bahan-bahannya mengikuti musim, hingga muncullah istilah “plat du jour” atau “menu hari ini”. Bistro juga menjadi simbol kebebasan dan solidaritas setelah serangan teroris tanggal 13 November 2014 berbarengan dengan munculnya tagar #TousAuBistrot dan #JeSuisEnTerrasse, sebuah manifestasi untuk menunjukkan ketidakgentaran masyarakat Paris atas aksi terorisme tersebut.

Untuk melestarikan warisan budaya gastronomi, sosial, dan budaya ini, sebuah yayasan untuk mendaftarkan bistrot Paris menjadi Warisan Budaya Non Benda UNESCO dibentuk pada Juni 2018 atas inisiasi kolektif pekerja di sektor tersebut. Insiatif tersebut didukung oleh Walikota Paris yang bahkan sejak 2017 telah menerbitkan daftar 100 Bistrot Paris Terbaik Tahun Ini. Berkas pendaftaran harus sudah diterima UNESCO pada Maret 2019.

Untuk mengetahui sejarah bistro-bistro di Paris, resep-resep mereka dan peta produk regional Prancis, lihat di www.paris-bistro.com.


Share:

PARTNER