Diskusi

The Emergence Of Balinese Indentity in The Colonial Era : Agama, Adat, Budaya

19 Maret 2019 | 18.00 |
Institut Français Indonesia - Bandung
Jl Purnawarman no 32

Gratis | Reservasi:


Penggabungan Bali ke dalam Hindia Belanda pada awal abad ke-20 melahirkan kebutuhan akan kelas terpelajar Bali, sebab administrasi kolonial membutuhkan pribumi terpelajar sebagai penghubung antara masyarakat pribumi dan pemerintah asing. Pergolakan yang ditimbulkan akibat pendudukan kolonial di Bali mendorong generasi terpelajar pertama Bali yang disekolahkan di sekolah-sekolah Belanda, mempertanyakan identitas mereka. Mereka kemudian mendirikan organisasi-organisasi modern dan menerbitkan majalah dalam bahasa Melayu, sebuah prakarsa yang belum pernah terjadi sebelumnya di Bali.

Dalam terbitan-terbitan tersebut, orang Bali merumuskan identitas mereka – yang mereka sebut sebagai "Kebalian" – dalam hal agama, adat, dan budaya. Jauh dari ekspresi esensi primordial sebagaimana yang mereka klaim, perumusan identitas ini adalah kategori konseptual asing yang harus mereka sesuaikan dan tafsir ulang untuk keperluan masyarakat Bali.

Pemaparan dalam seminar ini menelusuri jejak kemunculan identitas agama, etnis, dan budaya di kalangan masyarakat Bali melalui tinjauan terhadap empat majalah yang pernah diterbitkan di Bali selama masa kolonial, yaitu Bali Adnjana (1924-1930), Surya Kanta (1925-1927), Bhawanagara (1931-1935), dan Djatajoe (1936-1941).

 

Pembicara

Michel Picard adalah seorang pensiunan peneliti dari Pusat Penelitian Saintifik Nasional (CNRS) dan anggota pendiri Centre Asie du Sud-Est (CNRS-EHESS-INALCO) di Paris. Lahir tahun 1946, Michel Picard memegang gelar PhD dari Ecole des Hautes Etudes en Sciences sociales (1984).

Penelitiannya berfokus pada implikasi pariwisata internasional bagi masyarakat lokal dan lebih khususnya lagi, bagi konstruksi identitas Bali dalam hal budaya, tradisi, dan agama. Selain menulis banyak artikel tentang masalah ini, ia juga banyak menulis tentang Kebalian (La construction dialogique de l’identité balinaise (2017) et de Bali; Cultural Tourism and Touristic Culture (1996)).

Ia mengepalai produksi beberapa edisi kolektif, termasuk di antaranya The Appropriation of Religion in Southeast Asia and Beyond (2017), The Politics of Religion in Indonesia. Syncretism, Orthodoxy, and Religious Contention in Java and Bali (2011), L’ethnicité reconsidérée. Éclairages sud-est asiatiques (2008), Tourisme et sociétés locales en Asie orientale (2001), Tourism, Ethnicity, and the State in Asian and Pacific Societies (1997), dan Bali. L’ordre cosmique et la quotidienneté(1993).

 

Kini, semua seri seminar Manusia, Wilayah, Masyarakat (Hommes, Territoire, Sociétés) dapat Anda tonton di saluran Youtube IFI.


Share:

Diskusi

OPEN LECTURE: TRANSISI BUDAYA KULINER INDONESIA

20 February 2019
Diskusi

Workshop Filsafat Untuk Anak-Anak

30 January 2019
Diskusi

La Nuit des Idées - MALAM IDE 2019 - "APA YANG KITA NANTIKAN?"

31 January 2019
Diskusi

Pemutaran Film & Diskusi “Potret Perempuan Islam"

27 November 2018
Musik Jazz

OZMA live in JAZZ DAY

23 November 2018
Diskusi

CLUB D'ÉCRITURE: 1.0 ACCENTS

17 November 2018
PARTNER