Festival Sinema Prancis

TENTANG FESTIVAL SINEMA PRANCIS

Para profesional di dunia sinema dan

para pencinta film yang saya hormati,

Festival Sinema Prancis kembali hadir tahun ini untuk edisi yang ke-22. Meskipun sulit menyelenggarakannya di situasi pandemi sekarang ini, setelah kesuksesan FSP 2019, kami merasa tetap perlu mengadakannya.

Namun, untuk tetap menyelenggarakannya, FSP 2020 harus mengambil format lain, sebab kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk mengumpulkan publik dalam satu ruang tertutup dan memutar film.

Anda dapat membayangkan, kami merasakan rindu yang sangat hebat ketika mengingat momen-momen hangat yang kita alami selama puluhan tahun dengan ribuan orang dari seluruh Indonesia.

Sinema bukan hanya tentang pemutaran film melalui sebuah layar. Di belakang sebuah film, terdapat banyak orang yang terlibat, yang mengerjakan berbagai pekerjaan, juga dari berbagai lembaga. Mereka semua berinteraksi, menggerakkan seni ketujuh ini hingga menjadi sebuah industri besar.

Tahun ini saya berharap festival ini dapat memberikan tempat dan sorotan kepada bermacam lembaga dan profesi perfilman tersebut (produser, distributor, restorator, pengarsip, dsb.) yang tanpa mereka perfilman tidak mungkin ada. Terlebih, saya ingin melampaui mantera-mantera tak berkesudahan yang mungkin menyemai FSP 2020 menjadi bibit-bibit kolaborasi yang subur antara para pelaku dan profesional di industri perfilman Prancis dan Indonesia. Sejak saat ini, festival ini harus mendorong terjadinya peluang bisnis dan meningkatkan rantai nilai di sektor ini.

Pertemuan profesional bertajuk “Festival Sinema Prancis: Creative Talk – Learning from Indonesian dan French Film Industry” akan berlangsung selama seminggu dengan tema-tema pembahasan seputar restorasi, pengarsipan film, pendanaan dan koproduksi, juga distribusi.

Dilabeli sebagai bagian dari perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Prancis-Indonesia, FSP 2020 merupakan bukti pelengkap dari vitalitas kerja sama antara kedua negara kita. Ia juga menjadi bukti dari daya tahan dan kepercayaan diri kita dalam menyongsong awal baru di sektor budaya pada umumnya, dan perfilman khususnya. Meskipun kita sedang menghadapi permasalahan kesehatan, sosial dan ekonomi, kita harus tetap melanjutkan hidup, tetap bermimpi dan tetap menciptakan kekayaan bersama. Itulah pula target yang kami kejar melalui Festival Sinema Prancis.

Dari pembicaraan-pembicaraan yang saya lakukan dengan para pelaku sinema Indonesia, baik profesional maupun amatir, saya yakin bahwa tujuan dari FSP tahun ini adalah sebuah gagasan bersama. Oleh karena itulah, pertemuan-pertemuan antara para pembicara kita saat festival nanti akan melahirkan sesuatu yang bermanfaat.

Saya pun yakin pada tanggal 13 s.d. 19 November nanti bersama-sama kita akan menyusun lembaran-lembaran kerja sama baru yang saling menguntungkan untuk industri perfilman kita.

Terima kasih.

Stéphane Dovert

Konselor Kerja Sama – Direktur Institut Prancis di Indonesia