SEMINAR

PENANGGULANGAN BENCANA DAN PEMBANGUNAN

POST "NATURAL" DISASTER RESETTLEMENTS ON MOUNT MERAPI
Jumat 13 Oktober 2017
Auditorium IFI Yogyakarta

IFI-LIP Yogyakarta Jl Sagan 3- 55223 Yogyakarta- Indonésie 

Tél: + 62 (274) 54 74 09 | P +62 856 436 84 556 

Twitter : IFI_Yogyakarta

Setelah erupsi Gunung Merapi pada 2010, Pemerintah Indonesia merancang program pengurangan risiko bencana untuk para korban, yaitu dengan merelokasi mereka untuk tinggal di daerah yang lebih aman. Dalam seminar ini, Adeline Martinez akan menganalisa tujuan dari kebijakan ini, serta konsekuensinya terhadap hidup dan keseharian para penduduk sisi Selatan Gunung Merapi. Melalui analisanya kita dapat melihat kontradiksi dari kebijakan mitigasi bencana ini yang muncul setelah pelaksanaan relokasi. Kontradiksi ini memunculkan banyak pendapat mengenai risiko erupsi gunung berapi antara berbagai lembaga, ilmuwan, dan penduduk. Beragam pandangan ini pun berujung pada perbedaan praktik di zona rawan bencana ini.

 

Profil Pembicara

Setelah mendapatkan Master di bidang sosiologi dari Universitas Poitiers, Adeline Martinez meneruskan studi Masternya di Jurusan Antropologi Universitas Aix-Marseille. Di tahun keduanya inilah ia memilih fokus pada persoalan pemindahan dan relokasi paksa penduduk. Saat ini ia sedang menyelesaikan disertasinya dan bekerja di Laboratorium IrAsia di Marseille. Ia tertarik pada perubahan sosial dan persoalan yang diakibatkan oleh kebijakan relokasi penduduk di zona yang dikatakan “rawan bencana” di kawasan Gunung Merapi. Pendekatan yang ia pakai bertujuan untuk memperkaya pemikiran-pemikiran mengenai pemindahan penduduk setelah terjadinya bencana “alam” dengan menawarkan pandangan yang lebih dinamis terkait hubungan antara masyarakat dan zona yang mereka tinggali, serta mekanisme rekomposisi hubungan tersebut.