Seminar

Dharma Pātañjala: An Old Javanese Śaiva Text

Rabu, 26 Juli 2016 | 10.00
Auditorium FIB UGM

Jl. Nusantara 1, Bulaksumur, Caturtunggal,

Yogyakarta

 

Dharma Pātañjala adalah naskah shiwa dalam bahasa Jawa kuno dan Sanskerta yang ditulis di atas lembaran daun lontar, berasal dari Jawa Barat pada abad ke 15. Teks ini secara historis sangat penting karena merupakan representasi genre langka naskah teologi dan filosofi dari masa pra-islam, yang sedikit sekali mampu bertahan hingga sekarang di Jawa. Kitab ini kemudian mengisi kekosongan dalam pengetahuan kita mengenai teologi dan filosofi shiwa di zaman pra-modern di Indonesia, serta memberikan pencerahan tentang asal muasal dan perkembangan aliran shiwa di daratan bawah India. Terlebih lagi, Dharma Pātañjala ini tiada duanya dalam penulisan, sang penulis lebih memilih mengadopsi semacam variasi Yoga Pātañjala (aṣṭāṅgayoga) dibanding Yoga Shiwa (ṣaḍaṅgayoga), yang lebih umum dibicarakan di naskah Jawa kuno. Pada saat mengelaborasi sistem hibrid ini, selaras dengan  Yoga Pātañjala dalam koridor doktrin Shiwa, pengarang mengikuti tradisi komentar  sanskrit tentang Yogasūtras yang sangat berhubungan erat, tapi tidak sama persis dengan Yogasūtrabhāṣya. Hal ini membuat Dharma Pātañjala sebagai satu-satunya naskah pra-modern yang berkaitan dengan Yogasūtra,  yang terulis dalam bahasa lain selain Sanskerta, selain Kitab Patanjal yang tertulis dalam bahasa Arab oleh Al-Biruni (abad ke-11).