Acara Seni

NIGHT OF IDEAS



Malam Debat Ide «Imajinasi Kekuatan: Kekuatan Imajinasi »

25 Jan 2018 - 18.30

Auditorium & Galeri IFI YOGYAKARTA

JL Sagan no 3 Yogyakarta 

Reg : https://bit.ly/Nightofideas


Pada edisi kedua Malam Ide, IFI Yogyakarta mengundang seniman- seniman Indonesia dan Prancis yang berkecimpung di panggung budaya untuk menampilkan karya secara artistik, teknis dan berbudaya dalam rangka memahami tantangan yang ada pada masa sekarang sebagai pengingat peristiwa Mei 68.

IFI akan  membuka acara pada malam hari dengan konser oleh Mo’ong N’ Firends Ensemble, musisi yang menciptakan kembali tradisi gamelan. Sembari melihat Vivien Poly, street artist yang akan  menampilkan  karya J.A.W.A (Just Art With Alchemy) yang akan melengkapi cerita. Dilanjutkan dengan debat ide yang dipelopori oleh grup feminis dari  HONF  XXLab foundation : Irène Igrivine,direktris artistik, Asa Rahmana, song writer dan Ratna Djuwita, perancang mode. Pemaparan secara interaktif dari kinerja mereka yang kreatif di bidang penelitian, seni, sains dan teknologi akan membahas sekaligus mengangkat tema kekuatan imajinasi.

Buah imajinasi akan mengantarkan kita pada sebuah  pengalaman mendalam dan puitis dengan Liz Bastard, seniman multidisiplin, Indré Gin, penari dan Mo’ong, musisi.

Sepanjang malam disiarkan online via video conference dengan IFI lainnya (Jakarta, Bandung dan Surabaya) dengan tujuan acara yang didedikasikan untuk berimajinasi dapat dibagi dengan keempat Institut.

Pembicara : 

Irène Igrivine, Vivien Poly, Ratna Djuwita, Asa Rahmana

Performance artiste : 

Mo’ong, Cécile Bellat a.k.a Liz Bastard , Indré Gin




Irene (Ira) Agrivine on Night of Ideas 
Imajinasi »

Bersama keempat kawannya—Irene Agrivina, Asa Rahmana, Atina Rizkiana, dan Eka Jayani—Ratna menghimpun dan membuat XXLAB pada 2014.

Proyek Soya C(O)U(L)TURE berawal dari workshop tentang elektronika dasar pada perempuan di Yogykarta dengan pengampu ilmuwan dari Austria. Dari lokakarya tersebut kemudian XXLAB mampu menghasilkan temuan mereka, yakni nata de soya yang dilatarbelakangi oleh kondisi sosial wanita di Indonesia. mereka mengkritik diri mereka sendiri. .
.
Tujuannya adalah bagaimana ini bisa bermanfaat dan dirasakan oleh perempuan di Indonesia. 
Nantikan pemaparan dari Irene Agrivina bagaimana beliau secara interaktif menggabungkan kinerja mereka yang kreatif di bidang penelitian, seni, sains dan teknologi menjadi satu membahas sekaligus mengangkat tema kekuatan imajinasi.

#lanuitdesidees



Limbah Berbunyi on Night of Ideas
Mo’ong N’ Friends Ensemble 

Limbah Berbunyi are a collection of trash instruments, made of retrieved waste. Limbah Berbunyi is also the score of an hour long piece of music, written in four parts by J. “Mo’ong” Santoso Pribadi, and played by various musicians in the band Mo’ong N’ Friends.

The instruments were built in a collaboration with Muhammad Sulthoni Konde, an expert in recycling waste into art objects. It is a collaboration in sound made within the image of the sound producing objects. As environmental activist, Konde's particular interest is in making non-biodegradable trash useful again. Together they have designed instruments that can be played acoustically, and are a mix of the instruments of the Indonesian Gamelan and of European flutes, violins, double base.

Each instrument has an onomatopoeic name, this is predominantly how names are made in Indonesian: Pret, Gajah Pipa, Blek Siter, Tong Bass, Demung Kaca, Saron Kaca, Slenthem Kaca. The name follows the Rasa (sense) of the sound produced. The composition is written in symbolic drawings, rather than notes. The pattern is comparable to the gamelan, but using trash frees it from the necessity of traditional patterns that the gamelan conventionally uses. At its core, this subversion of any commodifiyable tradition brings this into the space of experimental sound and contemporary installation art. 
#lanuitdesidees #Moong #limbahberbunyi


Exhibition : J.A.W.A (Just Art With Alchemy) by Vivien Poly 
opening on Night of Ideas 

Vivien Poly adalah seorang fotografer dan seniman jalanan yang tinggal di Jogja. Selama tinggal di Sesama ia mulai bekerja tentang hubungan antara seni dan spiritualitas. Yang akan dia hadirkan adalah serangkaian foto paste-up dengan semprotan pada struktur logam yang dibuat dengan berkolaborasi dengan penduduk desa dari Jeblog.

Dia menyebut karyanya dengan «Patung Alkimia» yang merujuk pada karya seniman Prancis Thierry Ehrmann dimana patung-patung tersebut memiliki dampak magis dan «Budaya» (secara harfiah «budaya» dalam bahasa Indonesia) yang dapat diartikan sebagai energi mistik.



Cécile Bellat a.k.a Liz Bastard on Night of Ideas 

Aktris, pemusik, seniman visual, penulis, berkolaborasi di lokasi syuting dengan para seniman dari la Cour Impériale de Hué (Vietnam) dan mempelajari teknik bahasa Vietnam di awal tahun 2000. Antara tahun 2006 dan 2013, kegiatan seninya difokuskan kembali di Prancis. menulis dan mencipta musik, di duo rennais del Cielo dan berkolaborasi dengan Dominique A. Sejak tahun 2013, dia telah mengembangkan solo karir seputaran seni dan seni immersive untuk semua khalayak ("People Exist!" Pada tahun 2014, India Selatan dan Prancis, "Ce Nuage-Là ..." pada tahun 2016/17 (Prancis). dengan Cie Automne 2085 (teater boneka) sebagai seniman dan pemusik pada proyek Gaung / The Broken Hologram (Sarang Art Space dan IFI-LIP, Yogyakarta, Agustus / September 2014) dan sebagai dramaturge untuk The Border di tahun 2017

Sejak tahun 2017 silam, dia berusaha mengembangkan pendekatan sensitif dan sensoris terhadap bahasa Prancis untuk mendukung para pengungsi dan pencari suaka di Prancis dalam perjalanan integrasi mereka: pengalaman mendalam dan puitis yang dia usulkan dalam konteks Nuit des Idées adalah langkah penelitian pertama dari proyek NoWhereMen / The Language of Art

Belum lama ini, Asa menginisiasi sebuah music initiative untuk anak bernama Tamtamtada. Tamtamtada berawal dari keprihatinan atas minimnya rilisan musik untuk anak di Indonesia.

Program pertama Tamtamtada adalah sebuah rilisan lagu anak berjudul 'Satu Bahasa' yang didistribusikan secara gratis. Tahun ini, Tamtamtada sedang mempersiapkan program-program yang dapat menyentuh aspek yang lebih luas.

Nantikan pemaparan dari Asa Rahmana bagaimana ia berproses mengerjakan Tamtamtada sembari terus mempelajari penulisan lagu dan komposisi musik untuk anak bersama para kolaborator Tamtamtada.





Share:

Acara Seni

REMI PANOSSIAN TRIO

20 December 2017
Acara Seni

ORANGE THE WORLD! KAMPANYE GLOBAL ANTIKEKERASAN PADA PEREMPUAN

20 December 2017
Acara Seni

INDONESIA DRAMATIC READING FESTIVAL FESTIVAL PEMBACAAN NASKAH LAKON "MANUVER"*

20 December 2017
Acara Seni

THE ART OF SEEING: AUTHOR PHOTOGRAPHY

20 December 2017
PARTNER