Seminar

Multilingual News Surveillance: How To Detect Events In Real-Time

Oleh Antoine Doucet
13 Desember 2017 | 18.00
IFI Thamrin

Jalan M.H. Thamrin No. 20, Jakarta Pusat

Gratis

Reservasi: Eventbrite

Di era di mana data disebarkan secara massif dan terbuka, analisis otomatis terhadap berbagai media yang tampil dalam berbagai format dan bahasa, menjadi sedemikian penting. Mampu mengolah dan menganalisis dengan efisien data-data massif tersebut merupakan keahlian yang sangat dibutuhkan misalnya di bidang keuangan dan manajemen krisis. Dengan terbitnya milyaran artikel setiap harinya, media massa daring menjadi sulber informasi yang sangat penting.

 

Seminar ini memaparkan metode terbaru yang mampu mendeteksi dengan cepat berbagai peristiwa yang diterbitkan di media massa di seluruh dunia, lebih cepat daripada kemampuan manusia. Dengan lebih menekankan pada genre jurnalistik daripada analisis linguistik, metode ini dapat mengumpulkan informasi dalam bahasa apapun tentang, misalnya, fenomena apa yang sedang marak dan di mana. Sistem DaNIEL dikembangkan untuk pekerjaan tersebut dan telah dievaluasi dalam lebih dari 40 bahasa.

 

Kami percaya bahwa metode ini dapat digunakan untuk sektor-sektor lain. Berbagai percobaan tengah dilakukan agar metode ini dapat diaplikasikan di media-media sosial dan dapat digunakan untuk penanganan peristiwa alam.

 

 

Pembicara

 

Sejak 2014, Antoine Doucet adalah dosen di universitas-universitas laboratorium L3i yang membawahi Universitas La Rochelle. Selain sebagai Penanggung Jawab Tim Riset "Gambar dan Konten", ia juga dipercaya sebagai Direktur Jurusan TIK di Universitas Sains dan Teknologi Hanoi (USTH). Penelitian-penelitian yang ia kerjakan berfokus pada ranah informatika dan penanganan otomatis bahasa. Spesialisasinya adalah penanganan data-data massif, yang diaplikasikan pada segala jenis dokumen, utamanya dalam bahasa asal data-data tersebut ditulis. Antoine Doucet merupakan mendapatkan gelar doktor dari Universitas Helsinki, Finlandia, dan memiliki sertifikat sebagai pemimpin riset sejak 2012.